
Jantung Sarah berdebar tak karuan. Air matanya lolos begitu saja saat kedua orang tua kandungnya memeluk tubuhnya dengan begitu erat sambil menangis sesenggukan dan mengucapkan kata syukur karena telah bertemu kembali dengan anak mereka yang hilang. Tuan dan Nyonya Dalton dijemput oleh Grape. Mereka dibawa bersama Elton dan yang lainnya, Bella dan Philip juga sudah tiba disana dan menyaksikan hal itu dengan penuh haru.
“ Syukurlah, anak Mommy hiks hiks hiks.. maafkan Mom sayang ...maafkan Mom... maaf hhuhuhuu...” Nyonya Dalton menangis sesenggukan. Rasanya sangat lega dan bersyukur setelah mengetahui fakta besar ini. Nana Dalton, putri kedua mereka masih hidup dan kini kembai pada mereka walaupunn sudah bertahun -tahun berlalu.
Tuan Dalton menatap wajah putrinya. Beberapa jam yang lalu saat Phineas memberitahu mereka tentang Sarah, keduanya langsung terjatuh ke atas lantai dengan kaki lemas. Merutuki diri mereka sendiri karena tak mengenali putri mereka. Semua bukti bahkan tes DNA telah mereka baca, Sarah anak kandung mereka yang hilang puluhan tahun yang lalu.
“ Anak Daddy.... maafkan Daddy sayang. Maafkan Daddy..” Hanya kata-kata maaf yang terus terucap dari bibir kedua orang itu. Sambil mengusap wajah Sarah mereka memohon maaf dari gadis itu karena tidak kompeten sebagai orangtua. Tangisan mereka menggelegar di dalam ruangan itu. Cherry berjalan mendekati suaminya dan memeluk Grape sambil menangis sesenggukan,” Sayang terimkasih telah bertindak dnegan cepat,” lirih Cherry sambil memeluk lengan suaminya.
Grape memeluk Cherry dengan erat, sejak kejadian hari itu, Cherry pertama sekali membicarakan tentang Sarah pada Grape. Atas usul Grape mereka berbicara dengan Phineas dan memncari tahu seluruh detail tentang latar belakang Sarah sekali lagi. Bahkan Grape sampai mengirim anak buah ke tempat penitipan anak dimana Sarah dahulu dibuang dan hampir mati tetapi berhasil selamat karena pemilik panti yang cepat menemukan tubuh Sarah saat bayi. Saat usianya 2 tahun, gadis itu diadopsi oleh pasangan yang belum diberkahi anak di usia pernikahan mereka yang sudah cukup lama.
Sarah memang hidup dengan penuh cinta dari kedua orangtua angkatnya, namun seiring berjalannya waktu ayah angkatnya sering berulah bahkan puncaknya adalah berselingkuh dan menceraikan ibunya. Ibu angkatnya meninggal dunia dan Sarah hidup sebatang kara.
Seolah Alam sangat menyayangi gadis ini, tak berselang lama, dia menemukan keluarga kandungnya.
Phineas dan Elton menatap kedua orangtuanya itu, mereka terharu melihat bagaimana pertemuan ini bisa dilalui. Setidaknya mereka bersyukur karena Sarah hidup dengan baik. Sekarang adalah waktunya bagi mereka untuk menebus waktu yang hilang bersama gadis itu.
Tuan dan Nyonya Dalton menggenggam tangan Sarah dengan erat, menatapnya dengan mata berkaca-kaca masih tak percaya kalau mereka bisa bertemu kembali dengan putri mereka.
“ ahh... anak Mom... anak mommy....” lirih nyonya Dalton.
Sarah terlihat bahagia, dia membalas genggaman tangan mereka dengan air mata yang masih mengalir begitu deras dari kedua pelupuk matanya. Gadis itu bersyukur ternyata dia diterima oleh keluarga kandungnya.
“ Bukannya kami tidak mencari kamu sayang,” ucap tuan Dalton.
"Keadaan kami waktu itu sangat kacau, berpindah negara beberapa kali, diteror, bahkan kami menerima kain pembungkus tubuh kamu yang baru dilahirkan hari itu. Kain itu berlumuran darah, kami syok dan tak bisa berbuat apa-apa, bahkan Mommymu sampai drop karena kehilangan kamu, berat sayang... sangat berat... tapi kami bersyukur kamu bertahan sampai saat ini... terimakasih pada orang yang menyelamatkan kamu anak...” jelas tuan Dalton yang tak ingin ada kesalahpahaman diantara mereka lagi.
__ADS_1
“ Sarah paham... terimkasih banyak seklaipun 25 tahun sudah berlalu kalian masih menerima Sarah yang tiba-tiba muncul seperti ini, Sarah bersyukur, setidaknya Sarah tak lagi sebatang kara di dunia ini...” ucapnya sambil menangis.
“ Mama yang mengadopsi Sarah meninggal karena ulah keluarga Raharja yang dulu, Papa sudah lama meninggalkan kami dan menceraikan Mama, Sarah juga menjalani kehidupan yang sulit, tapi karena ada sahabat-sahabat Sarah yang selau mendukung ku, aku bisa bertahan... terimakasih karena mau menerimaku... aku bahagia...” Sarah mengungkapkan perasaannya.
Disaat suasana haru ini sedang berlangsung tiba-tiba ....
“ Ahhh...... ini benar-benar enak... emm... nyam nyam nyammm eggkkkkkk hoarrkkkkk,.....” suara senggawa seseorang menghentikan momen mengharukan mereka. Sontak semua orang menoleh ke arah sumber suara menggelikan itu.
Kros... krios... kros.....
Mata semua orang tertuju pada Philip dan Elton yang lagi lagi berulah dengan segala tingkah bodoh mereka.
“ Enak kan lampu neon,” celetuk Elton yang duduk bersila di atas karpet dengan stoples keripik yang berada di atas pangkuannya. Berseloroh sambil mengunyah makanan itu dengan suara suara renyah nan menggiurkan.
“ Ueeenak tenaaann...” celetuk Philip seperti kebiasaannya menjilati jari jari bekas bumbu keripik yang belepotan di tangannya bahkan kaosnya yang tadinya putih bersih kini dipenuhi dnegan bercak bumbu keripik.
“ Hmmm enaknya... sedap sekaleee hahahhaha... Kadal aaaa.....” celetuk Philip sambil mengangkat satu sendok keripik ke mulut Elton.
“ Aaaa... hap.... nyam nyam nyam.....
Jadilah kedua manusia prik itu menghancurkan momen haru itu menjadi momen lawak karena tingkah mereka.
Philip membersihkan mulutnya dengan kaosnya, sedang Elton memungut makanan yang terjauh di atas karpet dan memakannya lagi. Mau dibawa kemana dunia ini, penduduk buminya saja sudah aneh seperti mereka berdua.
“ Pftthhh hahahhahaha........ Apa apaan mereka ini....” Seisi ruangan tertawa cekikikan dnegan tingkah kedua pria itu.
__ADS_1
Kebahagiaan di rumah itu ditandai dengan suara tawa yang begitu menyenangkan. Semuanya bercengkrama satu sama lain, bercanda tentang banyak hal sekalipun ada sebuah masalah besar yang mereka masing-masing sembunyikan dan belum dibahas sama sekali.
Cherry tersenyum bahagia, dia melirik suaminya yang banyak tertawa. Berbeda dengan sosok Grape yang dulu . Dingin, insecure dan jadi pria yang sangat pendiam. Kini kepercayaan diri Grape telah kembali, kakinya telah sembuh total dan kehidupan bahagia mereka telah dimulai sejak pertemuan Grapedengan Cherry.
“ Kuharap, kedepannya semua akan berjalan dnegan baik, aku percaya kepadamu sayang, aku yakin kamu akan melakukan yang terbaik untuk mengatasi masalah ini, sekalipun badai menghadang aku akan selalu disisimu,” batin Cherry sambil memeluk suaminya dengan erat.
Saat semuanya asyik menikmati acara sore mereka, Alvaro duduk dengan diam di atas sofa dan memperhatikan mereka semua, adiknya sendiri berada dalam pangkuan Bella dan tertawa bersama mereka.
Alvaro mengepalkan kedua tangannya. Keluarga, sebuah kata yang selalu dia inginkan dan jadi miliknya seutuhnya. Keluarga barunya adalah tempat paling hangat yang pernah dia temukan. Tak bisa anak ini pungkiri kalau dia sangat bahagia di rumah itu terutama karena Ibu angkatnya yang begitu menyayangi dia dan adiknya.
Tetapi pertemuan Alvaro dengan Nagata di apartemen Phineas hari itu membuat Alvaro semakin menjadi pendiam. Ada sebuah rasa takut di dalam dirinya kala melihat pria itu. Terbanyang wajah pilu sang ibu saat mempertahankan Alvaro dan Hansel sampai nyawanya melayang karena tragedi yang menimpa mereka.
“ Kenapa dia ada di negara ini? Orang yang bahkan tak mengetahui kalau istrinya sudah meninggal, orang yang jadi penyebab kematian Mommy......” batin Alvaro. Tatapannya tajam, tangannya mengepal kuat, ada api yang bergejolak di dalam dada pria kecil itu.
Namun semuanya seketika menghilang kala tangan Grape mengangkat tubuhnya yang masih kecil dan memeluknya dengan hangat,” Daddy disini sayang, serahkan semua pada Daddy...” ucap Grape dengan lembut, menyentuh lorong gelap dalam hati anak itu, memberi kehangatan dan rasa aman.
"Daddy... bantu Abang.....
.
.
.
Like, vote dan komen
__ADS_1