Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
82


__ADS_3

Setelah merapikan rumah, Cherry perlahan lahanmasuk ke dalam kamarnya takut mengganggu suaminya yang dalam pikirannya sudah terlelap sejak tadi.


Langkahnya sangat pelan , dia masuk diam diam sambil mengintip isi ruangan kamar mereka dengan berhati hati. Namun saat masuk, situasi yang dia hadapi membuat hatinya terenyuh.


Di dalam kamar, Grape masih belum tidur, bukan karena lembur untuk masalah pekerjaan, tetapi dia sedang berlatih berjalan di penyangga yang dipasang di dalam kamarnya. Penyangga itu sudah lama disana dan sering dia pakai sebelum Cherry bergabung di rumah itu.


Dengan perlahan Grape menggerakkan kakinya yang terasa sakit dan nyeri ketika berjalan. Dia mengayunkan kakinya ke depan , melangkah perlahan sambil mengatur pernafasannya. Pria itu berusaha keras untuk sembuh.


“ akhhh... ayo... Grape satu lagi!” gumam pria itu sambil menggeser kakinya dengan susah payah. Dia berjalan dengan sangat pelan.


“ aku tak bisa terus dalam kondisi seperti ini, Cherry butuh suami yang normal, aku tidak mau jadi orang cacat yang menyusahkan istriku...ayo Grape kau bisa...” ucapnya menyemangati dirinya sendiri.


Motivasinya untuk sembuh bertambah, bukan hanya untuk menyiapkan pembalasan dendam bagi keluarga Raharja tetapi untuk melindungi istrinya dan juga orang orang yang menjadi tanggung jawabnya termasuk Alvaro dan Hansel yang menjadi anggota keluarga mereka .


Grape mencengkram tiang penyangga itu sekuat tenaga dan berjalan selangkah demi selangkah. Pinggangnya terasa berat untuk di gerakkan, dia butuh bantuan tetapi tak ingin jadi orang yang cengeng.


“ Akhhh kenapa sangat berat...” gumam Grape . Dia terlihat kesulitan menahan tubuhnya untuk tetap berdiri.


Grep....


Tiba tiba Cherry memegangi pinggangnya dari belakang dan menopang tubuh suaminya di belakang,” ayo kau bisa..” ucap gadis itu sambil menahan tubuh Grape dari belakang agar dia tetap berdiri.


Grape menoleh, dia melihat istrinya di belakang,” Che..cherr... kapan masuknya?” tanya Grape bingung.


“ barusan, udah ayo coba, kamu bisa, beberapa langkah lagi, pasti bisa..” ucap gadis itu dengan penuh semangat padahal ini sudah larut malam.


Grape mengangguk, dia melangkah dengan Cherry yang menopang tubuhnya di bagian belakang. Dia berhasil melangkah hingga beberapa langkah lagi dengan bantuan istrinya.


“ akhirnya ..”ucap Grape yang bernafas lega karena hari ini dia bisa melangkah lebih banyak dari biasanya.

__ADS_1


“ yeayyyy.. kamu berhasil!!" seru Cherry dengan senyum sumringah , dia masih berada di belakang Grape. Tanpa aba aba gadis itu memeluk suaminya dengan erat, dia tadi melihat ekspresi sedih di wajah Grape yang sedang menggambarkan susana hatinya tentang keadaannya yang tak juga membaik sampai saat ini. Meski sudah mengalami perkembangan lebih baik dari sebelumnya tetapi Grape masih sulit berjalan.


Grape merasakan pelukan hangat dari Cherry yang mencairkan hatinya yang dingin, dia bisa merasakan kalau gadis itu benar benar tulus padanya bahkan sejak sebelum dia mengungkapkan identitasnya.


“ maaf aku belum bisa jadi suami yang baik untukmu, semua yang kulakukan hanya merepotkanmu, aku sangat tidak berguna ya,” ucap Grape .


Cherry menggelengkan kepalanya,” nggak, kamu hebat, kamu sangat hebat Grape, aku yakin kamu pasti akan segera sembuh,” ucap Cherry dengan yakin.


“ aku bahkan tidak seyakin itu pada diriku Cher bagaimana bisa kamu sampai seyakin itu kalau aku bisa sembuh?” tanya Grape.


“ Karena aku percaya padamu dan kau harus percaya pada dirimu kalau kau bisa melakukannya dengan baik, buktikan pada orang orang kalau kau bisa,” ucap Cherry menyemangati suaminya untuk tetap berjuang dan bisa pulih dari kelumpuhan sementara ini.


Grape mengangguk,” Cherr bisa bantu aku ke atas kasur, aku lelah, aku akan berjalan dari sini,” ucap Grape.


“ Baiklah, ayo hati-hati, aku akan memegangimu,” ucap Cherry yang langsung sigap membantu suaminya.


“ berbaringlah, aku akan memijitmu,” ucap Cherry dengan senyum manisnya.


“ Apa kau tidak lelah, kau tidak harus melakuan ini setiap malam Cher,” ucap Grape sambil menahan tangan istrinya.


Cherry menggenggam tangan Grape dan menatapnya sambil tersenyum manis, “ nggak masalah Grape,aku melakukan ini karena aku mencintaimu, sudah berapa kali ku bilang kalau aku akan memberikan yang terbaik pada pria yang kucintai meskipun kau tak membalasnya,” celetuk Cherry sambil mengoleskan krim pijat ke kaki Grape.


Grape memandangi istrinya, bukannya dia tidak mencintai Cherry tetapi dia merasa terlalu hina untuk menjadi pasangan seorang gadis secantik dia. Dia terlau minder untuk mengakui perasaannya pada Cherry, dia takut dan malu sebagai seorang pria cacat yang berani beraninya mengharapkan cinta seorang gadis sempurna seperti Cherry.


“ Grape, apa kau tidak mau mengatakan sesuatu? Padahal aku berharap hubungan kita lebih baik, atau kau memang tidak suka padaku ya?” tanya gadis itu sambil memijit telapak kaki suaminya dengan lembut.


“ aku tidak pernah merasa seperti ini, tak pernah ada orang yang begitu spesial di hatiku dan sampai saat ini hanya kau yang mengisi ruang kosong yang selama ini membuat hidupku hampa, aku menemukan rumah ku dan menjadikan kau segalanya bagiku, huh... nggak masalah sih kalau ditolak tapi rasanya sedikit mengecewakan,” celetuk Cherry.


“ Apa kau tidak malu? Apa kau tidak merasa kesal mendapatkan suami cacat seperti diriku?” tanya Grape sambil memandangi wajah Cherry dengan serius.

__ADS_1


“ Tidak, tentu saja tidak , meski awalnya aku ragu kalau aku bisa atau tidak menghadapi dirimu yang sangat dingin dan datar bahan terkesan misterius itu, tetapi malah aku yang jatuh cinta padamu hehehe... “ kekeh Cherry .


“ Tapi aku ini hanya seorang yang cacat Cher, bagaimana bisa kau bertahan dengan suami lumpuh tak berdaya seperti diriku?” tanya Grape.


“ lalu mau mu apa? Mau aku pergi ? iya begitu? Tidak segampang itu Grape, lau hatiku ini mau dikosongkan lagi? Aku sih gak masalah kamu menolak membalas perasaanku tapi aku akan melanjutkannya,” ucap Cherry dengan penuh percaya diri.


Melihat Cherry yang begitu sabar dan ceria membuat hati Grape luluh. Rasa takut dan ragu itu kini berubah menjadi rasa percaya dan yakin akan hubungan yang dia bina bersama Cherry mulai saat ini.


“ Cherr... kemarilah..” ucap Grape sambil menarik tangan gadis itu hingga Cherry berada di atas tubuhnya dengan wajah terkejut dengan apa yang baru saja dilakukan oleh pria itu.


"Aku..." Grape menatap kedua manik mata biru terang seindah langit biru itu. Dia mengusap wajah Cherry dan memandangnya lagi dan lagi.


"Aku bukannya tidak menyukaimu..." ucap Grape, mata mereka saling beradu.


"Lalu?" tanya Cherry.


" aku hanya takut... aku takut kau akan kecewa kalau aku tidak bisa berjalan lagi untuk selamanya... aku...


Tiba tiba pria itu berhenti bicara dengan wajah terkejut saat Cherry mengecup bibirnya dengan lembut. Jantungnya bagai ditabuh, berdegup kencang tak karuan saat Cherry melakukan itu padanya.


"Aku mencintaimu," bisik Cherry sambil tersenyum manis.


.


.


.


like, vote dan komen

__ADS_1


__ADS_2