Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
146


__ADS_3

Phineas sangat terkejut saat melihat Alesha berbaring di atas lantai dengan kondisi wajah kembali pucat dan tangannya yang meradang padahal baru sebentar terlepas dari selang infus.


Cepat-cepat pria itu menghampiri Alesha dan mengangkat gadis itu ke atas brankar dengan wajah panik dan khawatir.


" Mati!!!??? jangan!!! jangan mati!!!!" Nyonya Dalton berteriak histeris sambil menangis dan memukuli kepalanya sendiri. Melompat lompat kesana kemari membuat keributan sambil berteriak ketakutan.


" Jangan mati arrkhhhh jangan mati!!!!!" Pekik nyonya Dalton histeris sambil menunjuk nunjuk Alesha.


" Mom!!" Phineas membentak ibunya dengan wajah kesal dan marah dia berpikir kalau ibunya yang membuat Alesha seperti ini. Mendengar bentakan Phineas sontak membuat Nyonya Dalton terdiam dan berlari ke bawah meja sambil menangis ketakutan karena dibentak oleh pria itu.


" Jahat... orang jahat hiks hiks hiks... orang jahat, pergi sana jahat hiks hiks hiks...." Wanita itu menangis sesenggukan di bawah meja sambil memeluk kedua kakinya dengan tubuh gemetaran. Bahunya naik turun, air matanya berjatuhan.


Di saat yang sama Elton tiba di ruangan itu bersama tim medis setelah diberitahu kalau Alesha terluka. Mereka datang dan langsung menangani Alesha dengan cepat.


" Mom!??" Elton mencari keberadaan Nyonya Dalton di dalam ruangan itu.Jelas dia mendengar suara tangisan Nyonya Dalton. Dengan langkah besar, pria itu menghampiri ibu angkatnya di bawah meja bersembunyi sambil menangis ketakutan.


" Mom!?? Mom nggak apa apa... jangan takut, Abang biru disini, maaf mom, maafkan Abang gak perhatikan mom..." Elton memeluk Nyonya Dalton dengan erat sambil menepuk nepuk punggung perempuan itu dengan wajah khawatir.


Nyonya Dalton masih meracau sambil menangis sesenggukan, satu satunya cara untuk menenangkan wanita itu adalah dengan memeluknya dan menepuk nepuk punggungnya sambil bersenandung seperti yang dilakukan oleh Elton saat ini.


Perlahan wanita itu mulai tenang dan ikut bersenandung seperti Elton. Sikapnya terlihat persis seperti anak kecil yang mengalami tantrum. perubahan emosi yang sangat besar membuat orang orang yang menghadapinya butuh kesabaran ekstra besar untuk bisa menenangkan wanita itu.


" Mom?" Elton menatap wajah Mommy nya, sambil mengusap air matanya.


" it's okay, semua baik baik saja," ucap Elton sambil mengajak Nyonya Dalton berdiri.


Mereka berdua keluar dari bawah meja. Phineas langsung menghampiri ibunya dengan penuh rasa bersalah karena telah membentak wanita yang melahirkannya.

__ADS_1


"Mom...." lirih Phineas sambil menatap ibunya dengan mata berkaca-kaca.


Melihat Phineas di depannya, Nyonya Dalton langsung bersembunyi di belakang punggung lebar si Kadal biru.


" Bang Biru, itu ada penjahat! usir dia usir dia!!! nggak suka, Mom nggak suka, dia jahat, Mom nggak mau disini, ayo pergi dari rumah ini hiks hiks hiks....." Rengek wanita itu sambil menyembunyikan wajahnya dari Phineas.


" Mom... please...jangan begini, Phineas minta maaf, Phineas salah tadi, maafkan Phineas karena marah tadi, Phineas panik maafkan Phineas!!!" Pria itu duduk berlutut di hadapan nyonya Dalton memohon maaf dari wanita itu.


Namun emosi nyonya Dalton yang kacau membuatnya membenci Phineas.


" Nggak!! jahat, gak boleh tinggal sama orang jahat!!!" teriak wanita itu sambil menarik lengan Elton.


" Bang Biru ayo pergi, ayo pergi dari sini, Mom gak mau tinggal sama dia..." pekik wanita itu sambil menarik lengan Elton dengan kuat.


Elton menatap Phineas yang sangat terpukul, dia memegang bahu sahabat sekaligus adik angkatnya itu," Aku akan bawa Mom ke luar, tenangkan dirimu, akan kucoba membujuk Mommy, jangan menyalahkan dirimu, cobalah untuk tenang Phineas," ucap pria itu .


" Tapi... Mom....


" Tenanglah, aku akan membujuk Mom, kami akan bertemu Cherry, tak apa kan? " tanya Elton.


Phineas mengangguk pasrah, mengingat Cherry, pria itu teringat dengan Alesha yang setiap malam menatap ponselnya dengan tatapan sedih, melihat foto kebersamaan mereka .


" Elton, beritahu kondisi Alesha pada mereka, sudah waktunya, kasihan dia... dan tolong jaga Mom, tolong bujuk mom... kumohon..." lirih pria itu yang mencoba untuk menggenggam tangan ibunya tetapi dengan cepat di tepis oleh Nyonya Dalton.


" Baiklah akan ku sampaikan, tenangkan dirimu, aku akan membawa Daddy juga, mereka akan tenang jika bersama," ucap Elton.


Phineas mengangguk sambil menunduk sedih. Kekacauan di keluarga nya masih belum menemukan titik terang untuk beroleh kebahagiaan. Rasanya hati ya hancur setiap kali melihat kedua orangtuanya dalam kondisi tak sehat.

__ADS_1


Ingin rasanya ia memutar waktu dan menghajar semua orang yang menyebabkan adiknya meninggal dunia. Air mata pria itu tak terbendung.Tak akan ada yang paham rasa sakit yang dialami oleh Phineas.


" Sabarlah Bro, semua akan baik baik saja, adikku harus kuat, ingat ada kami di sisimu, ingat ada Cherry dan dua bocah menggemaskan Nyang juga mendukungmu, tenanglah, semua akan baik baik saja,serahkan pada kakak!" ucap Elton menenangkan adik angkatnya sambil menepuk bahu pria itu.


" kumohon... bantu aku... kak..." ucap Phineas dengan wajah penuh harap sambil menatap Elton. Dia jarang memanggil pria itu kakak, tetapi ketika keadaan sulit, sosok Elton akan menjadi seorang kakak yang selalu melindunginya dan menguatkan dirinya di masa masa terburuk dalam hidupnya.


" Baiklah, jangan menangis, kau seperti perempuan saja!" ejek Elton.


Phineas mengusap wajahnya sambil menghela nafas berat. Elton dan Nyonya Dalton pergi dari sana dengan nyonya Dalton yang terus merengek meminta keluar dari rumah itu. Sekali berkata demikian maka nyonya Dalton benar benar igun berpisah dari Phineas. Dia tak ingin berada di dekat pria itu. Ini bukan yang pertama kali, tetapi sudah berkali kali nyonya Dalton jika dalam keadaan marah, pergi dari rumah.


Oleh karena itu, demi membuat ibu dan ayahnya nyaman, Phineas memilih tinggal bersama Grape dan sesekali berkunjung ke ke rumahnya. Itupun datangnya ketika malam sudah tiba.


" Sampai kapan mom, Dad... sampai kapan kalian akan begini terus, aku... aku merindukan kalian, bukannya aku juga anak kalian hiks hiks hiks.... aku juga terluka kehilangan Rara, aku juga butuh kasih sayang dari kalian, apa yang harus kulakukan agar kalian kembali Mom, Dad??" pria itu terduduk di lantai sambil menangis.


" Seberapa lama lagi aku menunggu, seberapa lama lagi aku bersabar, ini sudah dua belas tahun tetapi kalian semakin membenciku, apa aku yang membuat Rara meninggal? aku juga terluka, aku kehilangan setang hidupku dan sekarang kalian pergi juga? lalu bagaimana aku akan hidup mom? dad!?? Hiks hiks hiks... sialan... sialan!!!!" pekik Phineas sambil menangisi hidupnya yang miris.


Hidup seolah tak punya orangtua padahal ia punya, beruntung ada Elton, Grape dan Philip. Jika tidak, dia mungkin sudah jadi lebih gila dari nyonya Dalton.


" Kumohon jangan perlakukan aku seperti ini... aku juga butuh kalian... aku butuh mom dan Daddy, aku anak kalian kan? aku.. aku juga butuh kalian!!!"


Alesha yang sudah selesai diperiksa terbangun mendengar suara tangisan pria itu. Setelah mendapatkan infusnya kembali, Alesha terbangun meski kepalanya berkunang-kunang. Tim Medis sudah keluar dari ruangan itu karena Phineas berada di dalam, mereka tak ingin terkena masalah karena mendengar tangisan pria itu.


" Dia menangis? " pikir Alesha sambil menatap dan mendengar racauan Phineas yang membuatnya terbangun.


.


.

__ADS_1


.


Liek, vote dan komen 🤗


__ADS_2