Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
137


__ADS_3

Brukkk...


Plakk...Plakk...bughhh.....


Tubuh kecil gadis itu dihempaskan begitu saja ke dalam sebuah ruangan serba putih dengan bau obat yang sangat menyengat. Alesha tak bisa bergerak. tubuhnya diikat dan sangat lemah. bibirnya terluka dan pipinya lebam. Sekujur tubuhnya terluka karena tindak kekerasan yang dia terima selama seminggu di rumah itu.


Alesha menatap mereka dengan harapan mereka memberi sedikit keringanan..Namun tak ada ampun bagi orang orang jahat itu . Bak hewan liar, Alesha dipukuli dan ditendangi oleh seisi rumah itu. Bahkan pelayan turut menyiksa Alesha .


" Hari ini kau akan melakukan donor ginjal, satu ginjalnya akan ku jual, beruntung kau punya tipe darah unik sampai harganya bisa cukup mahal untuk kunegoisasikan pada yang membutuhkan, cihh kau manusia yang dilahirkan untuk menyelamatkan nyawa orang lain dengan anggota bagian tubuhmu itu, jadi bersyukur lah karena menghasilkan banyak uang untukku ahahhaha.... terimakasih nona!!" Makcik Nyonyo A rambut kering tertawa puas dengan semua rencana busuknya.


perubahan pada tubuh Alesha terjadi dengan begitu drastis. Berat badannya hilang, kini yang terlihat hanya tulang tulang yang diselimuti dengan kulit.


" Biar kuberi satu fakta lagi, Alesha, kau adalah anak hasil hubungan gelap seorang dengan kedudukan tinggi yang dibuang ke depan panti asuhan, jadi berterimakasih lah karena aku menganggap mu sebagai keluarga, hahahhaha....." jelas Makcik Nyonyo dengan suara besarnya itu.


Alesha menangis lagi, setiap hari hanya dia lalui dengan tangisan pilu di dalam kamar bau apak tempat dia di kurung lelah mereka.


" Mulai operasinya, tapi pastikan dia bertahan dua Minggu lagi, jantung, Hati, kedua bola mata dan paru-paru serta sisa ginjalnya sudah dipesan jangan sampa benda benda berharga itu rusak!" ucap Makcik Nyonyo dengan nada angkuh seraya melirik Alesha yang terdiam gemetaran.


Akhirnya setelah kepergian Makcik Nyonyo, Alesha dipaksa berdiri dan ditelanjangi. tubuhnya di taruh di atas meja operasi dengan paksa. Harga diri gadis itu benar-benar sudah hancur sekarang, dia dipaksa dan disiksa.


Pengambilan ginjal dilakukan, Alesha tak berkutik, semuanya dilakukan sesuai prosedur dan bagian perut Alesha diisi dengan kasa untuk mengelabui.


Semuanya terjadi begitu cepat. Stelan Mengalami penyiksaan mengerikan tanpa makan dan minum teratur selama dua Minggu setelah operasi, Alesha dihajar habis habis untuk membuat keadaan tubuhnya semakin memburuk.


Hingga gadis itu di rawat di rumah sakit. Entah dia ini jelmaan kucing, dia masih bertahan sampai saat ini seperti seekor kucing yang memiliki sembilan nyawa.


Jantungnya sudah dibayar oleh seorang pebisnis kaya raya, ginjalnya akan dikirim ke USA, pria dan hatinya akan digunakan untuk kebutuhan lab DNA bagian tubuhnya yang lain akan digunakan sebaik mungkin untuk mendapat uang.


Brakkkk.....


Phineas menghancurkan meja kayu yang ada depannya. Saking besarnya kekuatan Phineas, meja kayu itu terbelah empat begitu saja karena ulah Phineas.


" Masih ada manusia separah itu di jaman ini!??? sialan, perempuan sialan itu, beraninya menginjak injak yang lemah, cuihhh.... lihat saja aku akan memastikan untuk menangkap semua jaringan pekerjaan gelapmu itu, akan kuhabisi kalian!!!" geram Phineas sambil mencengkram kertas itu dengan sangat kuat

__ADS_1


Membaca Kronologi kejadian itu saja sudah membuat Phineas pusing. Dia benar benar kesal dengan manusia yang bisa seenaknya terhadap nyawa orang lain.


Di saat pria itu tengah melamun, tiba-tiba Pak Andre si kepala pelayan tua tapi tampan itu menghampiri Phineas dengan wajah gugup.


" A..anu... i...itu nona itu menangis histeris karena melihat orang asing, kami tak paham maksudnya kami....


syuuutt.....


Pak andre seketika berhenti bicara saat Phineas langsung menyelonong ke arah lain untuk melihat lihat kondisi gadis itu sekarang.


Phineas berjalan tergesa-gesa, terlihat pria itu khawatir. Tak pernah dia bersikap seperti ini sebelumnya. Jelas yang dia lakukan saat ini sangat berbeda dengan karakternya yang biasa dia tunjukkan.


Setelah membaca apa yang terjadi pada Alesha dan membaca riwayat kehidupan gadis itu, hati Phineas bagai di pukul dengan benda keras. Entah kenapa dia merasa sedih dan kasihan pada gadis malang itu.


Langkah kaki yang besar itu akhirnya tiba kamar dimana Alesha di rawat.


Ketika dia sampai, dilihatnya lah Alesha sedang duduk meringkuk di sudut kamar sambil memeluk kedua kakaknya. Menangis sesenggukan dan menundukkan kepalanya. Terlihat jelas kalau dia ketakutan melihat para medis dengan seragam dokternya. Bayang-bayang kejadian ketika dia dipaksa untuk melakukan pengambilan salah satu organ tubuhnya terbayang dengan jelas di kepalanya.


Bahu gadis itu naik turun, kondisinya sangat memprihatinkan. Trauma dan kekalahan mental membuat dirinya tak berdaya.


Phineas berjalan dengan tenang," Keluar!" titahnya pada para pelayan. Sontak semua orang berjalan keluar dengan langkah pelan meninggalkan gadis itu dan Phineas di dalam ruangan itu.


Pintu ditutup rapat, kini tinggal keduanya yang berada di dalam ruangan itu. Perlahan Phineas mendekati Alesha dan duduk berjongkok di dekatnya by tepat di depan Alesha.


"Hei gadis es, mereka tak disini lagi, angkat Kepala mu, sudah aman sekarang," ucap Phineas dengan pelan. Jujur saja, lebih mudah memukuli para penjahat dan memenjarakan mereka langsung ke balik jeruji dibandingkan dengan membujuk seorang gadis yang sedang menangis. Selain membingungkan, juga menegangkan.


Mendengar suara Phineas, sontak Alesha menengadah dengan mengangkat kepalanya. kedua matanya berderai air mata, luka di pipinya kembali basah.


"Hiks hiks hiks...... ahhhkk.... Ahhkkk.... ahhkk...." Alesha hanya meracau, dia memegang lehernya yang terasa seper bengkak dan sangat sakit.


"Aku tidak bisa bicara tuan, apa yang sebenarnya terjadi, kenapa aku harus mengalami ini!? tolong aku....." Di dalam Hati gadis itu menangis memohon bantuan tetapi yang keluar dari bibirnya hanya suara suara kesakitan dan racauan tak jelas


Phineas tampak paham dengan maksud Alesha, dia melihat leher Alesha yang membengkak," coba buka mulutmu," ucap Phineas.

__ADS_1


Alesha membuka mulutnya. Tampaklah radang di bagian mulut. lidahnya membengkak dan menutupi rongga mulutnya. ini juga lah alasan kenapa Alesha tak bisa makan, menelan saja dia sangat sulit.


"Tenanglah, tak apa, kenapa kau duduk disini, lantainya dingin, ayo duduk di atas," ucap Phineas yang langsung mengangkat tubuh Alesha dan membaringkannya di atas kasur. Alesha menatap pria itu dengan mata berkaca-kaca.


"Mau bilang sesuatu?" tanya Phineas dan dibalas dengan anggukan kepala oleh Alesha.


Phineas beranjak dari sana dan mengambilkan kertas serta pulpen untuk Alesha.


"Tulis yang ingin kau katakan," ucap Phineas.


Alesha mengambil pulpen dan kertas itu lalu menulis sesuatu di atas benda itu. Selesai menulis, Alesha menunjukkan tulisannya pada Phineas.


"TERIMAKASIH SUDAH MENYELAMATKAN SAYA TUAN," tulis gadis itu.


Phineas mengangguk, gadis itu menulis lagi.


"APA ANDA TUAN TAU KENAPA SAYA TAK BISA BICARA? RASANYA LEHER SAYA SAKIT DAN PANAS, SAYA DISUNTIK BEBERAPA KALI, SEJAK SAAT ITU LEHER SAYA SAKIT DAN SAYA KEHILANGAN SUARA SAYA," jelas Alesha dengan singkat.


"Rongga mulut dan tenggorokan mu membengkak, mungkin efek obat itu, untuk sementara kau akan mendapatkan perawatan intensif, pasti akan sembuh, " ucap Phineas.


"APA TUAN MEMBERITAHU CHERRY TENTANG INI?" tanya Alesha.


"Aku tidak bisa membuatnya khawatir, aku belum mengatakan tentang hal ini pada siapa pun, oleh karena itu berjuanglah untuk sembuh, banyak mengkhawatirkan mu," ucap Phineas.


Alesha menatap pria itu, dia menulis lagi," APA ANDA JUGA?" tanya Alesha sambil menatapnya dengan tatapan penasaran.


.


.


.


like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2