Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
198


__ADS_3

Berita besar tersebar luas ke seluruh negeri di kala markas besar Big Mouse dan komplotannya berhasil di tangkap oleh pihak pertahanan keamanan dengan bantuan Tim Alpha. Dengan ini keresahan terhadap organisasi hitam yang telah masuk dan merenggut beberapa lembaga penting telah usai.


Dalam waktu 24 jam seluruh barang ilegal kapsul hitam ditarik dari peredaran. Seluruh oknum yang terlibat dalam bisnis Big Mouse ditangkap dan akan diproses secara hukum sesuai degan undang-undang yang berlaku di negara itu. Penangkapan Big Mouse dan pemusnahan produk mereka menjadi berita paling menggemparkan di seluruh dunia.


Alasannya karena Big Mouse adalah organisasi gelap yang selama ini tak bisa ditembus oleh siapa pun. Tetapi berkat kerja sama kepolisian dan kemiliteran serta Tim Alpha semua berjalan dengan baik tanpa ada drama lanjutan. Bahkan Nagata dengan sadar dan tanpa paksaan menyerahkan diri dan resmi mengumumkan runtuhnya Big Mouse . Dia mengakui semua kejahatannya di depan umum dan bersedia menerima hukuman yang pantas untuknya tanpa berusaha untuk mendapatkan pengurangan hukuman karena dia sadar benar apa yang dia lakukan selama ini adalah kesalahan fatal.


Proses hukum dilakukan dengan cepat dan tepat. Nagata juga tidak melakukan perlawanan kecuali atas tuduhan yang tidak sesuai dengan apa yang dijatuhkan padanya.


Kini pria itu mendekam di dalam penjara menunggu keputusan pengadilan untuk masa tahanannya. Mungkin orang biasa akan marah, stress, panik bahkan depresi jika masuk penjara, tetapi pria ini sama sekali tidak tertekan. Wajahnya penuh dengan senyuman bahagia. Seolah dia sudah lepas dari semua rantai yang mengikat dirinya selama ini. Dia duduk di sudut selnya, atas perintah Phineas, sel tahanannya dipisahkan dari yang lain .


Nagata duduk bersila di sudut kamarnya, ruangan abu-abu dan pakaian cokelat khas penjara dia kenakan. Rambutnya dicukur, wajahnya lebih bersih dan berseri, tidak terlihat kalau dia sedang depresi atau marah, yang ada hanya gurat bahagia di wajah pria itu saat menatap foto tiga orang terpenting di dalam hidupnya.


“ Saat kau berada di penjara nanti, lihatlah foto mereka, kau punya keluarga, sekalipun kau melakukan kesalahan tetapi semua sudah terbayarkan dengan pengakuanmu,” kata-kata yang diucapkan Cherry saat pria itu akan dibawa ke penjara masih teringat jelas di kepalanya.


“Aku akan mengunjungi secara rutin kak, akan kucoba mengenalkanmu pada anak-anak, berubah dan merenunglah,” kaimat dari Nathama adik kandungnya .


Bibir pria itu melengkung ke atas, dia mengusap foto mending istrinya, Nagata sudah tau tragedi yang menimpa istrinya dan Adiknya berjanji akan membalas perbuatan orangtuanya demi mendiang istri Nagata.


Di tatapnya foro Alvaro dan Hansel sambil menitikkan air mata,” aku sudah tidak jadi badut mereka lagi sayang, aku sudah bebas walaupun kita tak bisa bertemu lagi seperti janjiku waktu itu, kuharap aku bisa menemuimu secepatnya, aku merindukanmu, apakah kau melihatku dari atas sana sayang? Ahhh anak-anak kita sangat tampan, aku bangga punya anak seperti mereka, ingin rasanya aku mendengar mereka memanggilku ayah tapi kurasa aku akan jadi orang paling serakah, hah... apa yang kuharapkan...” gumam pria itu. Dia menatap foto-foto itu dengan mata berkaca-kaca.


Nagata hidup sebagai boneka ayah dan ibunya yang memperalat dia dan menghancurkan seluruh hidupnya dengan merusak keluarga nya. Semuanya kini jelas, Keluarga Hong juga kerabat keluarga Alchemis yang tidak mendapat darah keturunan asli. Mereka memburu Alchemis untuk kepentingan mereka.


Tetapi setelah penangkapan Big Mouse, Keluarga Hong menjadi target selanjutnya dan melibatkan dunia internasional.


Sementara itu di Kota tempat tinggal Cherry dan yang lainnya, apartemen Elton sedang dalam keadaan darurat.


Alesha dan anak-anak mengintip dari balik dinding ruang tengah ke arah dapur dimana pria yang diminta Ziora sedang berbincang-bincang bersama kepala pelayan dan membuat sibuk orang itu sembari tangannya memasukkan serbuk dari amplop putih ke dalam makanan yang akan dihidangkan untuk makan malam mereka.


" Aunty dia memasukkan serbuk itu!!" bisik Alvaro sambil menunjuk pria itu.

__ADS_1


"Kita harus lapor Mommy!! Kakek dan Nenek juga harus tau!!!" ucap Hansel dengan suara pelan.


" Kalian benar sayang, tapi kita kerjain yuk, beraninya dia melakukan itu!!!" kesal Alesha sambil menggebungkan kedua pipinya.


"Sayang ayo kita bilang sama Kakek dan nenek!!" ucap Alesha sambil menarik lengan kedua anak ayam menggemaskan dengan kostum ayam mereka itu.


Beberapa menit lalu Alesha, Alvaro dan Hansel sedang bermain bersama tuan dan Nyonya Dalton di ruang depan sambil menonton acara televisi dan menunggu makan malam selesai dimasak.


Karena merasa haus, Alesha dan dua anak ayam beranjak ke dapur untuk mengambil minuman serta beberapa makanan pembuka sebelum makan malam.


Tetapi yang mereka dapati malah pengkhianat yang sedang berusaha melakukan kejahatan pada mereka.


Alesha membawa anak-anak pada tuan dan Nyonya Dalton tanpa membawa apa pun.


" Bukannya mau minum? kenapa tidak jadi?" tanya Asraf yang melihat ketiga orang itu mengintip beberapa saat lalu.


Alesha, Alvaro dan Hansel serentak menaruh jari mereka di depan bibir sambil melirik ke arah dapur di mana pengkhianat itu sedang beraksi.


Asraf sedikit bingung tetapi dia mengikuti mereka. Keempat orang ini berjalan pelan pelan seperti sedang dalam tugas mata-mata.


" shhhtt jangan ribut nanti ketahuan!!" bisik Alesha saat mendengar suara langkah kaki Asraf yang terlalu keras.


" Kenapa aku merasa kembali jadi anak-anak ?? mereka ini sedang apa sih??" pikir Asraf seraya menggelengkan kepalanya.


Mereka tiba di ruang depan sambil berjalan dengan cara mengendap-endap.


" Sudah minum??" tanya Nyonya Dalton.


Sontak ketiga manusia menggemaskan itu menaruh jari mereka di bibir lagi.

__ADS_1


Nyonya Dalton melirik Asraf yang sama sekali tidak tau apa-apa, pria itu hanya mengangkat bahunya sambil menggelengkan kepalanya. Dia pun tak mengerti dengan situasi ini.


Alesha, Alvaro dan Hansel duduk di atas sofa sambil celingak-celinguk ke sana kemari, manusia satu frekuensi ini berhasil membuat semua orang penasaran dengan tingkah mereka.


" Om, Tan, kak Asraf kemari merapat!!" bisik Alesha seraya menggerakkan tangannya.


Tuan dan Nyonya Dalton juga Asraf mendekat sambil menyerngitkan kening mereka.


" Ada apa?" balas Asraf yang ikut berbisik.


" Begini, salah satu pengawal seperti nya menaruh serbuk ke dalam makan malam kita, kami melihatnya saat hendak ke dapur tadi, gerak-geriknya mencurigakan, selain itu Hansel bilang dia melihat pria itu datang dari luar dengan terburu-buru dan wajah panik, aku takut ada pengkhianat, apa yang harus kita lakukan??" tanya Alesha.


" Apa!??" sontak ketiga orang itu terbelalak dengan mata membulat sempurna.


" Sialan, beraninya!!!" geram Asraf. Pria perfeksionis ini sangat benci jika ada celah diantara para pengawal yang dia latih.


" Kita kerjai saja, buat dia mengaku, kalau perlu kita ikat!!" usul Alesha.


" Setuju!!!" seru kedua bocah menggemaskan itu sambil mengangkat tangan mereka.


"Kalian mau apa?"


"Lihat saja, kita akan punya badut di rumah ini!!!" ucap Alesha dengan senyuman licik di wajahnya sama persis dengan kedua anak ayam di sampingnya.


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 🤗


__ADS_2