Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
155


__ADS_3

Cherry duduk melamun dengan air mata yang terus mengalir di kedua pipinya. Gadis itu duduk di dekat jendela kamar lantai atas sambil memandang keluar dengan tatapan kosong. Matanya memandang langit yang sudah menghitam pertanda malam sudah bertahta atas hari itu.


12 jam terlah berlalu sejak pesawat Grape dinyatakan hilang dan dapat dipastikan tak ada awak kapal yang selamat.


Hati Cherry hancur berkeping-keping, dia menangis terus memanggil nama pria yang sangat dia cintai. Air matanya bahkan tak ada habisnya mengalir dari kedua pelupuk matanya.


Gadis itu terus melamun sambil memeluk pakaian suaminya. Sama sekali dia tidak bisa menerima berita ini. Dia menangis sesenggukan, merindukan sang suami yang entah bagaimana kabarnya disana.


" Grape... pulang, kumohon sayang... pulang ke rumah... bagaimana aku akan hidup jika kamu gak ada disini... kamu yang bilang kalau kamu akan jadi rumah untukku, tapi apa ada rumah yang meninggalkan penghuninya? hiks hiks hiks... Grape pulanglah.... pulang kesini, aku kesepian...." Kembali lagi gadis itu menangis dengan pilu sampai matanya membengkak.


Dia mengurung diri tak mau makan dan minum sejak berita itu disampaikan. Ingin dia mencari Suaminya tapi kemana dia akan mengadu? kemana dia akan menemukan sosok suami yang sangat dia rindukan, kemana dia akan mencari Grape? Apa dia harus masuk ke dalam lautan dingin untuk bertemu dengan suaminya?


Tubuh gadis itu lemah, dia tak bisa terlelap padahal jam sudah menunjukkan pukul 1 dini hari. Dimana orang orang sudah terlelap disana Cherry menangis sendirian di dalam kamarnya.


Tok.. tok... tok...


" Cher?" suara panggilan Elton daro luar kamar terdengar di telinga Cherry.Dia mengetuk pintu kamar itu karena tau pasti kalau Cherry masih menangis.Isak tangisnya bahkan terdengar sampai ke ruangan depan dimana Philip, Elton, Phineas dan Kopral Sarah mengerahkan seluruh koneksi mereka untuk mencari tau keberadaan Grape. Sekalipun Grape tak selamat setidaknya mereka menemukan jasadnya.


Sedang Bella bersama anak anak sudah terlelap di ruang bawah tanah. Anak-anak terus menangis, tetapi mereka berhasil di tenangkan dan dibawa tidur oleh Bella yang sebelumnya di angkat oleh Philip menuju kamar anak-anak.


Elton berdiri dengan nampan berisi makanan di tangannya. Dia tau Cherry sama sekali belum makan atau minum apa pun sejak berita itu dipastikan.


" Cher... kamu makan dulu dek, atau setidaknya minum dulu, jangan begini!!" panggil Elton dengan suara khawatir.


Namun sama sekali tak ada jawaban dari Cherry. Berkali kali dia memanggil adiknya, selama itu juga Cherry tak mendengar panggilan dan tetap diam di dalam kamar itu.


" Elton biarkan saja dulu, letakkan saja minumnya di meja dekat pintu, biarkan dia tenang, dia butuh waktu sendirian," ucap Philip.


" Bagaimana aku bisa tenang jika dia seperti ini Philip, aku tak bisa tenang kalau dia sama sekali tidak makan dan minum!!! Dia juga harus memerhatikan kesehatan nya, kita semua kehilangan disini, aku tak bisa membiarkan adikku menderita!!!" ucap Elton dengan tegas. Namun jelas terdengar kalau suaranya gemetar, dia juga kehilangan sahabat sekaligus sosok adik ipar yang berharga baginya.

__ADS_1


Mereka tak bisa mengatakan apa pun lagi. Tak ada kata kata yang bisa menghibur di saat seperti ini.Belum ada kepastian, mereka masih menunggu konfirmasi jasad para penumpang yang mulai ditemukan.


Jam, menit detik terus berlalu. Seolah kejadian hari kemarin bukan apa apa. Semuanya berlalu dengan sangat lambat bagi mereka. Waktu terasa menyesakkan.Kali ini pun waktu menguji kesabaran mereka akan kepastian jasad Grape.


Cherry masih mengurung diri di dalam kamarnya terhitung 22 jam setelah kabar itu.Tak makan dan tak minum, bahkan tak bisa tertidur. Dia hanya melamun sambil menatap kamar itu dengan tatapan kosong.


Cherry memeluk foto suaminya, dengan tangan gemetaran gadis itu lagi lagi menangis. Hingga pagi menjelang,belum ada tanda kalau Grape akan pulang.Cherry bangkit dari tempat tidur sambil memeluk foto suaminya.Dia memakai kaos dan jaket Grape untuk memastikan bahwa suaminya selalu ada di dekatnya sekalipun hanya aroma tubuh pria itu.


Cherry berjalan dengan wajah pucat pasi,dia menatap ruangan tengah dimana semua orang sedang berkumpul dengan wajah murung. Mereka semua mengenakan pakaian berkabung. Mata Cherry menatap nanar ke arah mereka. Jantungnya bagai dicengkram dengan kuat, nafasnya terasa sesak.


" Kak...Grape sudah pulang?" suara Cherry terdengar lirih sambil menatap mereka dengan tatapan penuh duka.


Elton, Philip, Phineas, Bella, Sarah, Hansel dan Alvaro melihat ke arah gadis yang tampak sangat kacau itu. Mereka menatap Cherry dengan tatapan menyedihkan yang mengatakan bahwa tak ada harapan Kalau Grape akan ditemukan.


" Mommy, Daddy.. belum pulang...Daddy hiks hiks hiks... om itu bilang kalau Daddy pergi!!!" Hansel menangis dan merengek menatap Cherry sambil menangis sesenggukan.


Mereka semua yang berada dalam ruangan itu juga menangis. Phineas terdiam, Philip menunduk sedih, Bella dan Sarah juga menangis sesenggukan, Alvaro tampak dingin dan murung, Hansel juga menangis sesenggukan.


Elton berjalan dengan kaki lemas mendekati Cherry. Pagi ini mereka mendapatkan kabar kepastian bahwa seluruh penumpang pesawat tidak ada yang selamat dan tubuh mereka hancur dalam ledakan kapal pesawat yang hanya ditemukan bangkainya di dalam perairan laut dalam.


Dia memeluk Cherry sambil menangis pilu, ini juga duka mendalam baginya.


" Cherr... yang kuat," ucap Elton sambil memeluk adiknya dengan erat.


Cherry menggelengkan kepalanya, dia menangis histeris tidak terima dengan kenyataan yang harus dia hadapi.


"Nggak mungkin hiks hiks hiks... suamiku gak mungkin pergi, nggak mungkin kak!!!! " pekik Cherry.


" Kembalikan suamiku!!! kembalikan dia padaku, arrkhhhhhh harusnya aku ikut, harusnya aku bersamanya, harusnya dia ada yang menemani, harusnya.. harusnya ku larang dia pergi hari itu!!!!" pekik Cherry sambil memukuli tubuhnya sendiri, menyalahkan dirinya atas kepergian Grape untuk selamanya.

__ADS_1


" TIDAK MUNGKIN ARHHHH ...KEMBALIKAN SUAMIKU!!!" pekik gadis itu.


Mereka semua menangis sesenggukan di tengah ruangan itu. Tak ada yang bisa mereka lakukan.Semuabya begitu tiba-tiba, tak ada yang tau kapan maut itu akan datang.


Sesak rasanya, seolah semua ini hanya mimpi dan berharap kalau semua ini hanya mimpi buruk yang menghampiri kepala mereka. Namun mereka salah, ini bukan mimpi tetapi kenyataan yang harus mereka hadapi.


" Cher... sayang yang kuat dek.. kakak disini bersamamu... kamu harus kuat...." Elton juga menangis sambil memeluk adiknya dengan erat.


" Nggak kak...Suamiku belum meninggal, suamiku nggak mungkin meninggal, ayo ke bandara,dia pasti pulang...ayo antar aku ke bandara kak...antar aku ke bandara, aku mau menunggu suamiku pulang, aku mau menunggu suamiku!!!" ucap Cherry sambil menarik lengan kakaknya memohon untuk membawa dirinya ke bandara.


" Cher...percuma, tak ada yang selamat dalam kecelakaan itu!!!" tegas Elton.


"nggak!!!" pekik Cherry.


"Suamiku belum mati!!!"teriaknya lagi.


" Aku mau ke bandara,aku mau ke bandara sekarang!!!"pekik Cherry sambil berdiri dan berlari keluar dari rumah dengan kaki telanjang.


"Cherry!!!"



.


.


.


like, vote dan komen

__ADS_1


__ADS_2