Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
249


__ADS_3

Dante menatap ke lantai bawah, dia benar benar mengawasi pujaan hatinya dari kejauhan. Jelas dia melihat Sarah telah berkomuniakasi dengan rekan-rekannya yang sudah ada di area itu juga. Dengan tatapan serius Dante melihat gadis itu.


“ Tuan, sedang melihat apa?” Rebecca terlihat mendekati Dante sedangkan ayahnya mengedipkan mata pada gadis itu seolah mengatakan bahwa apa yang Rebecca lakukan sudah benar dan dia harus melanjutkannya. Orangtua gila yang menggunakan anaknya untuk mendekati rekan bisnisnya demi keuntungan nya pribadi,benar-benar orang gila.


“ Melihat masa depanku menangkap penjahat,” Dante mendorong gadis yang sengaja menempelkan dadanya di lengan Dante sambil ikut menyaksikan apa yang sedang terjadi di bawah.


“ Astaga apa apaan itu... “ Rebecca meringkuk dan memeluk lengan kekar Dante bahkan sampai mengarahkan tangan pria itu ke bokongnya.


“ Sialan apa yang kau lakukan!!" Bukannya tertarik, Dante si pria mesin waktu yang bisa ada di mana-mana dalam waktu sekejap mendorong Rebecca sampai perempuan itu terjungkal ke atas lantai karene ulahnya sendiri.


“ Beraninya kau menyentuhku sialan...” Dante berteriak kesal. Teriakannya yang besar berhasil membuat semua orang menoleh ke arah mereka. Rabecca benar-benar dibuat kelabakan dengan Dante yang tak bisa di menangkan sama sekali, kali ini dia salah sasaran, pria itu bukan pria sembarangan yang bisa diajak melakuan hal hal berbau kenajisan dan berbau dosa.


Benar rumor yang mengatkaan bahwa Dante, wajah dari Phoensix adalah seorang pebisnisn berdarah dingin dan sangat membenci wanita.


Dante hampir tak pernah telrihat bersama perempuan dalam artian yang lebih intim daripada sekedar teman kerja. Dan hari ini Rebecca menelan perbuatannya sendiri karena mencoba mendekati si raja hutan yang berusaha sabar dan mengawasi ratunya dari kejauhan.


“ tuan Hermanto , tolong kau ajari putrimu yang tida tau opan santun ini tentang cara bersikap yang benar, beraninya kau menyentuh ku sialan...” pekik Dante yang jadi terbawa amarah akibat kelakuan si ular beludak yang mencoba menggodanya.


“ Tuan.. Anda.. Anda tidak perlu seperti ini, bukankah hal biasa , bukannya Anda sudah terbiasa dengan hal seperti ini?” tuan Hermanto tampak tak terima.


Dante memutar malas kedua bola matanya,” orang orang seperti kalian, mau dijelaskan sampai ke nenek buyut pun tak akan paham apa itu arti privasi, apa itu arti prinsip dan zona pribadi , dasar manusia liar!!” geram Dante.


Saking kesalnya Dante menengguk habis cola yang ada di atas meja tadi. Dia benar-benar kesal. Melihat Dante masuk jebakannya, Rebecca malah tersenyum senang lalu bangkit dengan tenang dan duduk di samping ayahnya,” maafkan saya tuan.. saya tidak akan mengulanginya...” ucap Rebecca sambil membungkuk penuh penyesalan.


Dante menatap perempuan itu sambil memicingkan kedua matanya, rasanya ada yang aneh dengan tingkah Rebecca dan Dante tak bisa di bohongi. Dia menatap perempuan itu ,” Pergi!" tiba-tiba Dante mengusir mereka.


“ tapi tuan, kita bukannya akan memiiki pembicaraan penting?” tuan Hermanto terlihat pucat saat Dante mengusir merkea, padahal jelas merka akan membicarakan hal yang penting disana terkait bisnis mereka, tak disangka karena ulah Rebecca mereka malah di usir.


Dante berdiri sambil berkancah pinggang,” apa kau bodoh atau tidak memakai otak tuan? Pergi atau kau akan menyesalinya ..” ancam Dante.

__ADS_1


Taun Hermanto cepat cepat bangkit berdiri lalu menarik tangan Rebecca,” ba.. baik tuan, kami akan pergi... kami akan pergi ...” ucapnya yang langsung beranjak dari tempat itu meninggalkan Dante.


Rebecca berdecak kesal sekaligus menatap Dante yang sepertinya tidak terkena efek apa pun padahal jelas pria itu meminum campuran serbuk obat per*ngsang yang dia masukkan tanpa sepengetahuan pria itu.


“ Apa dia tidak terkena efek obatnya?” batin Rebecca yang menatap Dante dengan tatapan serius.


Tampak Dante baik baik saya, dia tidak terlihat gelisah atau pusing karena efek benda haram itu. Dengan kesal Rebecca dan ayahnya pergi dari sana setelah diusir oleh Dante. Tapi tiba-tiba saja Dante mencengkram pahanya sendiri, dia menahan sesuatu yang membuatnya panas seperti sedang terbakar, dan dia merasa aneh dengan tubuhnya,” sialan... aku terjebak..” umpat pria itu.


Sementara itu Sarah tampak sudah selesai dengan pekerjaannya, dia terus menatap ke atas dimana Dante masih duduk dan baru saja jelas Sarah lihat pria itu berdebat dengan sepasang anak dan ayah yang tampak membuat Dante kesal.


“ Bu, apa Anda akan ikut dengan kami? Pria ini harus segera di bawa ke bagian pertahanan,” ucap rekan Sarah.


“ Ini hari liburku, apa aku boleh mmeilih tidak ikut kali ini? kalian urus bajingan ini boleh kan?” tanya Sarah smabil menatap mereka dengan tatapan tegas. Aura sang kopral benar benar berbeda dengan saat dia menatap Dante. Dalam hal pekerjaan dia sama garangnya dengan pria itu.


“ Baik bu akan kami kerjakan,” jawab rekannya sambil memberi hormat.


“ Kerjakan dan berikan laporannya padaku, jangan sampai dia lepas..” ucap Sarah .


Bughh..


“ Kau mengacaukan kencanku saja bajingan,” umpat gadis itu sambil menendang perut buronan yang sudah tertangkap itu.


“ Sisanya mungkin sudah mengawasi kita dari kejauhan, kalian tetap berhati-hati dan saling berkoordinasi dengan pimpinan regu, ini bukan latihan , tetap fokus dan lakukan dengan benar!” tegasnya.


Rekan Sarah mengangguk paham, Mereka berpisah jalan disana. Sarah beranjak ke arah lantai dua untuk menemui Dante yang mulai kelihatan aneh, sebab sejak tadi Sarah memperhatikan pria itu seperti sedang gerah dan menahan sesuatu dalam dirinya.


Sarah melihat Rebecca yang turun bersama ayahnya sambil berdecak kesal, dengan langkah cepat Sarah berjalan dan dengan sengaja melewati kedua orang yang tampak sednag berdiskusi itu.


Namun betapa terkejutnya Sarah saat mendengar ucapan Rebecca tentang obat yang dia masukkan ke minuman Dante, tentang obat yang tidak bereaksi.

__ADS_1


“ ya ampun Dante...” Sarah panik, dengan kakinya yang jenjang itu dia melangkah cepat ke lantai dua sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan pada Dante, melihat pria itu sudah gelisah sejak tadi.


Sarah berlari dengan cepat bahkan dia tak peduli kalau tubuhnya yang kecil menabrak orang-orang yang berjalan di tangga itu. Sarah tiba disana dengan nafas tersengal-sengal, benar saja sudah ada dua perempuan jal4ng yang berusaha mendekati Dante yang mulai mabuk dan terkena pengaruh obat jahanam itu.


“ Beraninya kalian mendekati pria ku... minggir kalian!!! ” kesal Sarah.


“ Get out of here bit*chs...” pekik Sarah yang sudah dibuat marah dengan semut semut liar yang mencoba mendaki pria yang dia sukai.


Sarah mendekati Dante,” Dan.. ada apa denganmu....” gadis itu menepuk bahu Dante..


“ Sarah.. ini gawat.. aku harus segera pergi dari tempat ini... kita harus cepat.. ini bahaya, au meminum sesuatu yang tak seharusnya aku minum akkhhh... “ Dante bangkit berdiri dan langsung menarik tangan Sarah.


Dnegan sigap gadis itu mengambil ponsel dan barang-barang Dante, “ Bagaimana ini, arrhh sialan, dasar perempuan licik ...” geram Sarah .


Mereka berdua berlari sekencang mungkin menuju parkiran,” apa kau bisa bawa motor?” tanya Sarah.


“ aku.. akhh sepertinya tidak...” jawab Dante sambil memukuli pahanya sendiri agar dia tetap sadar.


“ Sial.. biar aku yang bawa.. cepat naik, kita ke rumah sakit,” ucap Sarah.


“jangan, kita ke hotel.. aku punya penawarnya disana, ayo cepat... aku akan meledak ini benar benar mengesalkan...” ucap Dnate yang terus mengendalikan dirinya agar tidak menyerang Sarah.


.


.


.


Like, vote dan komen

__ADS_1


__ADS_2