Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
209


__ADS_3

Ziora duduk di atas ranjang sambil mengusap-usap dagunya dan tersenyum dengan wajah gembira bahkan sejak tiba di rumah itu. Grape palsu membawanya dan berhasil mengelabuinya habis-habisan dengan dalih kalau mereka akan menikmati sesuatu yang hari ini.


Ziora berbaring di atas kasur, dia mengenakan pakaian tembus pandang seperti jaring laba-laba berwarna merah dengan dalaman yang terpampang nyata di tubuhnya. Benar-benar persis seperti ulat bulu tanpa bulu, menjijikkan dan murahan.


Dia berbaring sambil tersenyum malu-malu membayangkan seperti apa nantinya permainan yang akan dia dan pria kaya pujaannya mainkan, belum lagi wajah Grape sangat tampan pasti tubuhnya juga bagus dan begitu indah.


Ziora mulai membayangkan tubuh pria itu, bermain dengannya, mengusapnya dan bersentuhan kulit dengan tubuhnya sendiri. Segurat senyum bahagia tergambar jelas di wajahnya. Dia mengusap wajahnya sendiri masih membayangkan adegan-adegan erotis yang siap dia mainkan bersama Grape.


"Aku haus," gumamnya, dia berjalan menuju nakas dan mengambil air mineral yang tersedia disana, kama roti cukup bersih dan rapi, sebuah ranjang besar yang membuat otak liarnya berkelana kesana kemari membayangkan adegan panas di atas benda itu


Klakk...


Tutup botol dibuka dengan muda, tanpa curiga dia menenggak habis air mineral itu. Ziora meletakkan botol kosong itu di atas meja, dia merasa sedikit kedinginan karena Grape palsu cukup lama. Beberapa menit tadi pria itu mengatakan agar Ziora memakai pakaian di dalam paper bag yang tersimpan di dalam lemari dalam ruangan itu. Sedangkan Grape palsu pergi keluar tanpa memberitahu apa pun pada Ziora.


Ziora duduk di atas kasur, lama-kelamaan rasanya semakin dingin dan tubuhnya terasa seperti merinding. Dia naik ke atas ranjang dan membungkus tubuhnya dengan selimut tebal itu karena rasanya sangat dingin..Tanpa dia ketahui AC dalam ruangan itu sudah dipreteli oleh anak buah Tim Alpha.


"Haihhhsss kenapa dia lama sekali? aku sampai kedinginan, ruangan ini kenapa lama kelamaan beruang jadi seperti ruangan pembeku bahan makanan!!" gerutu wanita itu sambil mengerutkan wajahnya.


Dia sangat kesal karena semakin lama dia menunggu, Grape tak kunjung tiba. Ingin dia keluar tetapi dia teringat kalau pakaiannya tadi diambil oleh pelayan untuk diganti dengan pakaian lain atas perintah Grape.


Ziora hanya bisa berdecak kesal dan menunggu sampai Grape tiba di ruangan itu..Tak mungkin dia keluar dengan menggunakan lingerie merah merona itu apa kata orang dan apa kata Grape nanti, tujuannya belum tercapai, dia harus berhati-hati jika tak ingin terkena masalah.


Ziora duduk sambil membungkus tubuhnya, dia menatap ke arah pintu berkali-kali, dia sangat resah dan tak atau harus melakukan apa. Rasanya semakin dingin dan dingin.


"" Grape!!!" panggil gadis itu berharap agar pria itu mendengarnya, tapi kenyataannya Grape sama sekali tak mendengar nyam


" Sayang kamu dimana? kenapa lama sekali, hampir satu jam aku gak pakai baju disini, kamu kemana!!!" teriak wanita itu sambil melangkah turun dari atas kasur dan mendekati pintu.


" Grape... kenapa lama sih!!!'dia mulai bosan dan kesal karena Grape tak kunjung datang, wanita itu memutar engsel pintu dan....

__ADS_1


Ceklek....


Di saat yang sama,dirinya yang berdiri hanya dengan pakaian jaring laba-laba itu berhadapan dengan seorang pria bertubuh besar dengan perawakan menyeramkan, berdiri tepat di depan wajahnya tanpa mengucapkan apa pun.


Ziora terkejut bukan, main dia kenal pria yang berdiri sambil menutup mata dan memberikan sepotong kertas untuk Ziora.


" Fiki!?? ka..kau!!!!" Suara Ziora tercekat, dia menerima kertas itu lalu berjalan mundur dan...


Blam!!!


Pintu di tutup dengan keras sampai Ziora tersentak kaget dan terjatuh ke lantai dengan wajah pucat.


" Hahah... A...aku pasti mimpi kan!? ma..mana mung..mungkin Fiko disini, ahahah... ad ada saja kau Ziora... ini pasti mimpi karena Grape terlalu lama... huhfff ayo sadar Ziora!!" gumam nya namun beberapa saat kemudian dia tersadar kalau benda yang dipegangnya nyata.Ziora bangkit berdiri sambil membalik kertas putih itu dan....


Mata nya membulat sempurna dan wajahnya panik kala melihat foto berlumuran darah ketika Rara korban bully Ziora di masa lalu ditemukan dalam kondisi mengenaskan di atas aspal dengan darah yang bercucuran.


Wanita itu terjatuh ke atas kasur, kakinya lemas, tak sanggup dia duduk saat melihat foto itu. Memori kelam beberapa tahun silam kembali terbuka.


Berita mengejutkan yang tersiar ke siaran televisi nasional ketika Rara Dalton dinyatakan meninggal dunia setelah terjatuh dari sebuah gedung tinggi dan dinyatakan sebagai kasus bunuh diri. Berita itu sampai ke telinga Ziora yang kala itu sedang berpesta dengan teman-teman nya di rumah barunya. Ziora pindah ke kota besar saat dia masih SMA dan sudah memulai Karis sejak saat itu, perjalanannya tidak mudah tetapi sikapnya berubah-ubah.


Ziora adalah kakak kelas Rara di SMA, kakak kelas yang merasa kehadiran gadis secantik Rara akan merusak karir cemerlangnya sebagai calon model masa depan, sejak saat itu dia melakukan bullying terhadap Rara tanpa meninggalkan bukti apa pun bahkan menggunakan orang lain sebagai alat untuk merusak mental dan fisik Rara.


" Ke..kenapa... kenapa foto itu ada disini!!!!" Ziora syok, dia jelas Inga kalau dia yang menyuruh para pria untuk melecehkan Rara dan mengganggu gadis itu sampai dia tersiksa karena dianggap menyaingi kepopuleran Ziora kala itu.


Ziora bermain dengan bersih dan namanya tak terseret sama sekali sehingga sepanjang karirnya sebagai model, dia terkenal dengan citra baik ga.


Ziora terkejut bukan main ketika foto itu dilihatnya, tentu saja dia masih mengingat apa saja yang dia lakukan untuk membuat Rada tidak berkembang.


"Sialan!!!!" pekik Ziora... dia merasa tubuhnya tiba-tiba panas dan berkeringat, tak tau kenapa tetapi sepertinya ada yang salah dari minuman yang dia tenggak tadi.

__ADS_1


" akhhhh...sialan, apa aku minum obat perangs*Ng!??" matanya membulat sempurna sambil tangannya yang mulai mengusap lehernya yang terasa tidak nyaman.


Ziora menarik nafas dalam-dalam dia mula merasakan sesuatu yang bergejolak di dalam dirinya ,rasanya harus segera dilepaskan dan dipuaskan.


" Akhhh... ****!!!"


Perlahan dia berjalan ke arah pintu, berusaha untuk membuka pintu kamar itu dengan wajah memerah seperti orang mabuk, namun betapa sial nasibnya, pintu itu terkunci!!!


"Akhhh... tolong aku!!!" pekik Ziora sambil menggedor-gedor pintu itu sekuat tenaganya walaupun dia tau kalau itu hanya akan jadi usaha yang sia-sia.


Tiba-tiba lampu dimatikan lalu pancaran sinar dari layar proyeksi masuk dari setiap sudut ruangan dimana sebuah video sedang diputar.


Suara desah*n mengerikan terdengar di dalam ruangan itu, sentuhan antar tubuh yang satu dengan yang lain terdengar membuat mata Ziora terbelalak bukan main. Dia melihat video dirinya yang sedang bercumbu dengan semua laki-laki yang dia temui, baik yang dia sewa ataupun yang menyewanya atau yang sama-sama berengsek hanya ingin mencair teman tidur.


" Siapa... si..siapa yang melakukan ini darimana semua video itu arrkhhhhhh hentikan!!!!" teriak Ziora histeris. Melihat dirinya sendiri berada dalam posisi tak senonoh membuatnya merinding.


" Siapa kalian, bajingan sialan!!!!" pekik Ziora.


tiba-tiba suara tawa seseorang terdengar menggelegar di dalam ruangan itu," Ahhahahahaha.....hahahahhahahaha...... bukankah ini menyenangkan Ziora hahahhaha.....


"


.


.


.


like, vote dan komen status

__ADS_1


__ADS_2