Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
222


__ADS_3

Sarah dan Dante berjalan berdampingan memasuki arena bermain di dalam pasar malam. Sarah tampak senang, dia menatap seluruh bagian pasar malam itu dengan wajah berbinar-binar. Jiwa anak kecil di dalam diirnya bangkit setelah sekian lama terkubur dengan Sarah yang harus bersikap dewasa sebagai seorang kopral.


Dante tersenyum tipis, diam-diam dia mengangkat ponselnya dan menangkap gambar Sarah dengan senyuman sumringah menatap semua jenis permainan di dalam pasar malam tersebut. Benar kata orang, malam minggu akan lebih nikmat jika dijalani berdua dengan orang yang menarik hati kita.


Dante yang seumur hidupnya tak pernah pergi ke tempat seperti itu sampai mencari tahu segala seusatu yang harus dilakukan oleh pasangan ketika bermain di pasar malam, mulai dari cara masuk, apa yang harus dibeli, apa yang wajib dimainkan dan sebagainya. Jujur saja pria gila kerja yang biasanya selalu bergelut di depan komputer ini bahkan di akhir pekan baru keluar dari dalam goa dan mengajak seorang gadis untuk berkencan setelah sekian lama hatinya kosong.


Hidup Dante cukup membosankan tetapi karena ada drama Phlip dan Bella yang selalu berdebat tentang berbagai hal, dia tidak terlalu bosan karena punya drama yang setiap hari dia tonton.


Mereka berjalan berdampingan, Sarah menatap semuanya dengan mata berbinar-binar. Dante menarik tangan gadis itu menuju tempat penjual gulali.


“ Dari yang kubaca, para gadis menyukai gulali, mungkin dia akan suka benda manis ini, sekalipun dia lebih manis...”batin Dante.


“ Hei litle chipmunks ayo kesana,” ajak Dante yang dengan lembut menarik lengan Sarah menuju penjual gulali bunga warna warni tak jauh dari tempat mereka berdiri saat ini.


“ Kemana?” Sarah menurut saja seperti anak kecil yang dibawa ayahnya jalan jalan di pasar malam.


“ ikut saja,” ucap Dante dengan senym tipis yang membuat hati Sarah berdebar tak karuan, jujur saja dia bisa gila jika diperlakukan begitu manis seperti saat ini.


“ Ummm.. ta... tanganku....


“ Sini... kita beli ini dulu,” ucap Dante yang tak memperdulikan ucapan Sarah, dia menarik dan menggenggam tangan Sarah dengan erat membuat gadis itu tersipu.


“ A.. apa ini salah? Kami kan tidak punya hubungan apa apa kenapa dia menggenggam tanganku begini, orang-orang akan berpikir kalau kami sepasang kekasih,” gumam Sarah yang masih bisa di dengar telinga tajam pria di sampingnya itu. Dante melirik Sarah dari ekor matanya sambil tersenyum jahil, dia senang membuat Sarah menebak-nebak apa yang sedang dia lakukan saat ini, rasanya lucu seperti memiliki hobi baru yang menyenangkan .


“ Ini ambil satu,” ucap Dante memberikan gulali merah muda yang dibentuk seperi bunga mawar, sangat cantik dan menawan seperti gadis yang menerima benda itu.


“ Wahhhh cantik!!” seru gadis polos itu sambil menatap gulali mawarnya dnegan mata berbinar-binar.


“ kamu labih cantik,” balas Dante dengan berbisik di telinga gadis itu. Sekujur tubuh Sarah merinding kala merasakan hebusan nafas lembut Dante di telinganya.


“ Ayo kesana...” ajak dante sambil memakan gulali warna warni mirip rambut lolipo si Philip.


“ Sarah lihat deh, ini mirip rambut Philip kan?” celetuk Dante sambil menunjukkkan gulali meiliknya pada Sarah.


Sarah terkekeh sambil mengangguk ,” benar, itu sanagat mirip hahahha... apa penjualnya terinspirasi dari rambut kak Philip jahahhahah...” Sarah tertawa girang. Hal itu membuat jantung Dante berdebar-debar, sebuah perasaan yang tak pernah dia rasakan sebelumnya, perasaan yang berbeda dengan gadis-gadis yang pernah singgah di hatinya.


Awalnya dia berikir untuk mencoba memulai lagi dengan Sarah, membuat sebuah hubungan dan menguji hatinya apakah yang dia rasakan sama seperti yang dia rasakan dengan gadis -gadis sebelumnya, apakah ini hanya sebuah perasaan sesaat, ataukah ini memang benar benar rasa yang dia cari selama ini.


Dante tersenyum tipis, wajah tampan, dingin dan arogan itu berubah hangat ketika melihat senyuman cerah di wajah Sarah. Namun dia segera teringat dengan ancaman tiga perempuan cantik dan seekor Siberian Husky yang memberinya peringatan jika sampai Sarah hanya akan terluka ketika dekat dengan Dante.


“ JIKA DIA SAMPAI MENANGIS ATAU TERLUKA KARENA DIRIMU, JANGAN HARAP BISA BERTEMU DENGANNYA LAGI,” kalimat ancaman yang keluar dari mulut mereka terdengar serius dan menyeramkan. Dante tentu sadar risiko yang dia ambil ketika mencoba mendekati Sarah, tantangan pertama adalah tiga sahabat Sarah, tentangan kedua adalah Phineas kakak laki-laki sang kopral, ketiga orangtua Sarah yang posesif dan keempat semua yang bersangkutan dengan Sarah termasuk sepupunya sendiri.

__ADS_1


“ Sarah ayo main itu,” ajak Dante sambil menunjuk tempat permainan gun shot dengan hadiah boneka cantik disana.


“ wahhh sudah lama aku ingin main ini,” seru Sarah.


“ Baiklah, Pak kami pilih 5 putaran,” ucap Dante.


“ Anda yakin tuan? Setiap yang bermain di sini biasanya memilih 10 putaran , apa Anda sehebat itu sampai memilih 5 putaran? Permainan disini sedikit sulit,” ucap pemilik permainan.


“ Dicoba dulu,” ucap Dante.


Akhirnya mereka bermain disana, Dante memulai pertama, dia mengeker sasaran, dan...


Duar....


Tembakan Dante meleset yang membuat Sarah dan pria itu berteriak kecewa sekaligus terkejut dengan permainan ini, objeknya dibuat bergerak saat akan ditembak.


“ Wahhh pak ini mah curang , masa iya objeknya bergerak?” ucap Dante tak terima tembakannya gagal.


“ iya ini si bapak gak bilang dari awal!!"


Pemiliknya hanya mengangkat bahu sambil tersenyum,” kan sudah saya bilang, kalau ini akan sulit, ” jawabnya polos.


Dante mendengus kesal, dia mencoba lagi dan lagi namun sama saja hasilnya gagal, tak ada satupun tembakannya yang mengenai target karena benda itu terus bergerak.


“ Dante kita coba sama-sama,” ucap gadis itu yang masuk ke dalam kungkungan Dante dan mengambil alih senjata penembaknya,” kau bisa?” tanya Dante menatap gadis yang tingginya sampai sebahu pria itu.


“ Kita coba, ayo... pasti bisa!” ucap Sarah dengan semangat.


Jantung Dante berdebar, aroma rambut Sarah membuatnya tenang,” baiklah," ucapnya sambil memegang tangan sarah yang sudah siap di alat penembak.


Keduanya mengeker, Sarah mengarahkan benda itu ke arah zig-zag, saat akan menembak di menggiring senjata ke arah berlawanan dimana titik itu kosong dan...


Duar...


Tak....


Peluru mereka tertancap tepat di tengah papan target yang bergerak sesuai dengan pola yang Sarah perkirakan tadi.


“ Berhasil!!!” seru mereka berdua dengan wajah bahagia sambil melompat kegirangan. Sarah spontan memeluk Dante begitu juga dengan pria itu, mereka tertawa bahagia saat sasaran itu berhasil ditembak.


“ Wahahhahaha kita berhasil!!" seru Sarah.

__ADS_1


“ Yeayyy.....” teriak Dante. Mereka tertawa sampai semua orang dibuat melongo karena ini kali pertama ada pasangan yang berhasil menaklukkan permainan itu, semua orang yang menatapnya bertepuk tangan, bahkan pemilik permainan itu tak menyangka kalau mereka akan berhsil mengikuti pola yang sudah dia atur.


Sarah tersadar saat memeluk Dante, saking malunya dia melepas Dante ,” ma.. maaf...” ucap gadis itu tersipu malu.


“ hahahha... tak apa...” ucap Dante sambil mengacak-acak rambut gadis itu dengan gemas.


“ Wahhhh kalian hebat, bisa beritahu rahasianya?” tanya pelanggan lain, sontak pemilik permainan itu terkejut, jika sampai diberitahu maka dia bisa bangkrut padahal tiketnya cukup murah .


Sarah tersenyum dia melirik Pak tua yang berwajah pias itu,” Ini hanya sebuah keberuntungan, kaian coba sendiri pasti bisa,” ucap Sarah yang tetap merahasiakan hal itu. Wajah pemilik usaha itu kembali segar, dia awalnya berpikir kalau dia akan kehilangan mata pencahariannya.


“ Nona terimakasih...” ucapnya sambil menggenggam tangan Sarah.


Sarha tersenyum,” pak ubah polanya, aku sudah tahu mungkin ada yang sudah paham, ganti saja nanti dikehaui orang ,” bisik Sarah.


“ hahah baik nona, terimakasih merahasiakannya dari mereka,” balas bapak itu sambil tersenyum bahagia .


“ ini untuk kalian,” ucapnya memberikan sepasang gantungan ponsel yang jika digabungkan akan berkilau, serta sebuah boneka besar karena untuk pertama kali mereka berhasil melakukannya.


“ Wahhh cantik pak...


“ Ini untuk nona dan suaminya, semoga langgeng dan cepat di beri momongan, kalian pengantin baru ya kan?” celetuk si bapak.


“ Eh kami bukan..


“ hahah iya pak, terimaksih atas doanya, kami akan menjaganya dengan baik, doakan istri saya cepat hamil,” ucap Dante dengan senyum sumringah.


“ ahhh baik baik tuan, selamat atas pernikahannya,” ucap si bapak sambil tersenyum tulus.


“ pak.. kami bukan..


“ Sayang ayo kesana, kita harus menikmati yang lain,” ucap Dante sambil mengedipkan sebelah matanya.


“ Tapi kita bukan...


“ Sudah ayo!!” ajak Dante dengan senyuman berbinar di wajahnya.


“ Hahhaa menang banyak,”


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen


__ADS_2