Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
55


__ADS_3

Phineas, Philip dan Rania berpencar mencari dimana kemungkinan gadis itu berada. Ponsel Cherry tidak aktif dan dalam sekejap gadis itu menghilang dari jangkauan mereka.


Philip menyusuri kota dengan motornya. Pria ini tampak risau, dia merasa sangat bersalah pada Cherry atas kejadian di masa lalu. Tentu saja gadis itu merasa sakit hati saat tau perbuatan Philip di masa lalu adalah hal yang disengaja. Philip juga murni bukan hanya disuruh oleh Grape tetapi keinginan hatinya untuk mengejek Cherry.


Semua orang pernah berbuat salah dan pernah berburuk sangka terhadap orang lain. Demikian halnya dengan Philip yang berburuk sangka pada Cherry di pertemuan pertama mereka m Dia berpikir kalau Cherry sama liciknya dengan tuan Raharja orang yang sudah membuat sahabatnya kehilangan. orangtua mereka. Dia sempat berpikir kalau Cherry hanya gadis buruk yang memiliki sifat bar bar dan nakal seperti wanita wanita licik yang sering dia temui.


Oleh karena itu ketika interview dia bukan hanya menolak CV gadis itu tapi juga menghina dan menjelekkan Cherry di hadapan semua orang, menurunkan nilai Cherry dan menginjak injak harga diri gadis itu.


Brakkk


Philip memukul kamu di motornya dan berdecak kesal atas perlakuannya pada Cherry di masa lalu. Baru kali ini dia merasa tidak berguna sebagai seorang pria. Lagi lagi hanya penyesalan yang datang atas perbuatan yang telah terjadi di masa lalu. Philip menambah kecepatan sepeda motornya mencari-cari di setiap sudut kota di tempat yang mungkin dikunjungi oleh gadis itu. Tetapi hasilnya nihil dia sama sekali tidak menemukan posisi Cherry. Seolah dia hilang ditelan bumi.


"Cherr kemana kau Cher!???" gumam Philip.Dia panik dan sedih di saat yang sama. Dia sudah melewati semua pangkalan ojek dan street food yang biasa mereka kunjungi tetapi tak ada gadis itu disana.


Philip berhenti di pinggir jalan saat dia mengingat sesuatu yang cukup penting. Pria berambut warna-warni itu mengeluarkan ponselnya dari dalam kantong jaket nya.


"Kuharap Cherry bersama dengan Bella dan Alesha, semoga saja mereka berada di tempat yang sama, kedua gadis itu adalah sahabatnya aku yakin dia akan pergi kesana!" gumam Philip sambil menekan nomor Bella dan menghubungi gadis itu.


Dia menunggu beberapa saat, sambil menggigit gigit kukunya dia menunggu sekretaris nya menjawab panggilan teleponnya.


"Halo selamat malam pak, ada yang bisa saya bantu?" tanya Bella dari seberang sana.


Philip berpikir," Kalau Cherry disana mungkin dia tak akan mengatakannya, lebih baik aku langsung ke apartemen gadis itu saja!" ucap Philip dalam hati.


"Dimana kau!?" tanya Philip dengan nada datar sebagaimana biasanya.


"Eh sa..saya di tempat Alesha Pak ada apa?" tanya Bella bingung.


Philip langsung memutus panggilan teleponnya secara sepihak dan menyimpan benda pipih persegi panjang itu ke dalam kantongnya.

__ADS_1


"Sial! "


" Seharusnya Aku tidak menghubungi si cerewet itu tadi!!!" kesal Philip yang tak pikir panjang.


Philip melaju dengan kecepatan tinggi menuju apartemen Alesha. Dia tentu tau lokasi apartemen kedua gadis yang saling berhubungan dan sangat lengket seperti perangko itu.


"Semoga saja dia ada disana!!" gumam Philip yang melaju dengan keahlian mengemudikan motornya.


Sementara itu Phineas sedang mencari Cherry di sekitaran Street foot yang sering diceritakan Elton dan Cherry. Dia tau letaknya karena beberapa kali dia mangkal disana sebagai tukang gorengan. Pria itu membawa ponselnya yang berisi foto si cantik Cherry. Dia berjalan ke semua tempat sambil menanyakan apa kah orang orang disana melihat Cherry atau tidak.


Phineas berjalan tergesa-gesa, Semua orang yang dia temui dia tanyai tentang gadis itu namun tak ada yang melihat Cherry.


Dia berdiri di tengah kerumunan orang sambil memijit pelipisnya. Yang jelas mereka ketahui bahwa Cherry hanya punya beberapa tempat yang mungkin dia singgahi namun sudah semua dia kunjungi tetapi dia tak menemukan gadis itu.


"Kemana dia!?" pikir Phineas. Pikirannya mulai kalut belum lagi teringat dengan kasus penculikan yang sedang marak dan meresahkan semua orang. Beberapa kali dia menghela nafas berat .


Phineas menatap gang itu," Tempat sepi, tak ada kamera pengawas!!!" gumam Phineas.


"Baiklah Terimakasih atas bantuannya tuan," ucap Phineas.


"Semoga ketemu, saya lihat tadi dia sepertinya menangis," jelas pria itu.


Phineas mengangguk paham, semakin kalutlah pikiran pria itu saat ini. Dia berlari menuju gang itu, matanya mencari dan menyisir area itu berharap bisa menemukan Cherry disana, dia melihat kesana kemari memastikan bahwa Cherry bisa dia temukan.


Pria itu tiba di gang sempit, tak ada siapa pun disana. Lampu jalan yang mulai redup, namu jika melihat dari tempat itu suasana pasar akan terlihat sangat ramai dan indah ditatap dari sana.


"Pantas Cherry pergi kesini, lokasinya tepat untuk memandang pasar," pikir Phineas yang berjalan mengikuti jalur gang itu.


Krakk...

__ADS_1


Kakinya menginjak sesuatu," Gelang!?" pikir Phineas. Dia mengangkat benda yang tampak familiar baginya.


"Bukannya ini gelang dari Elton!?" Philip ingat dengan jelas kalah seminggu lalu Cherry menunjukkan benda itu pada mereka sebagai gadis dari Elton dan kini dia temukan terjatuh di jalan. Segera pria itu menyalakan lampu ponselnya.


Dia menyinari jalanan berusaha mencari petunjuk, matanya menemukan sebuah alat suntik yang tergeletak di jalan, seperempat isinya tersisa.


"Apa ini? kenapa ada benda seperti ini disini!?" pikir Phineas. Dia mengamati benda itu," apa mungkin ada yang memakai obat-obatan disini!?" pikir pria itu lagi sambil menatap area itu,tak ada siapa pun disana.


"Ahhh kubuang saja,mungkin punya orang tidak jelas,"pikir Phineas, namun dia tak langsung membuangnya, insting nya meminta dirinya untuk mengamati benda itu sekali lagi.


Phineas mengarahkan senternya ke alat suntik itu, menyelidiki benda aneh itu.


"Suntikan ini!? biru emerald!? bukankah ini obat yang biasa di pakai Elton!?" pikir Phineas. Obat yang biasa dipakai Elton untuk menyembunyikan warna rambut dan warna bola matanya memiliki ciri khasnya sendiri.


Warna biru emerald terang secerah Langit dengan cairan obat yang persis seperti kristal bening dan terlihat seperti angkasa biru dengan bintang bintang berkilauan, cairannya kental dan terlihat seperti minyak bukan air.


Phineas sangat yakin kalau benda itu adalah ramuan obat yang biasa dipakai oleh Elton. Dia mengambil sapu tangan dari kantongnya dan membungkus benda itu lalu menyimpannya untuk diteliti.


Phineas duduk di pembatas jalan sambil mengutak Atik ponselnya, mencari kamera keamanan yang merekam jejak Cherry.


"Semoga saja bisa kutemukan!" gumam Phineas.


.


.


.


like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2