
Kediaman Philip,
Bella diletakkan di atas kasur, gadis itu demam tinggi dan sudah di periksa oleh dokter. Dia harus mendapatkan cairan infus dan beberapa suntikan di tubuhnya untuk mengurangi rasa sakit bekas operasi dan mengurangi demam gadis itu.
“ apa kau yakin tak ingin menghubungi keluarganya?” tanya Dante sambil menatap Philip yang dengan sabar mengompres gadis itu untuk membantu menurunkan demamnya.
“ Dalam kondisi begini? Kau tidak pakai otak? Dia masih demam, dasar kau ini tak peka sama sekali, pantas kau melajang terus…” ejek Philip yang menatapnya dengan tatapan kesal.
Dante hanya bisa terkekeh, dia tentu saja terkejut saat mendengar cerita Philip kalau pria itu dan Bella terluka karena kejadian tak mengenakkan, padahal jelas Philip menutupi apa yang dia coba lakukan beberapa jam lalu agar Dante tak khawatir.
“Ya sudah kau juga istirahatlah, lukamu masih baru dijahit, biar pelayan yang merawatnya, kau harus istirahat yang banyak, aku akan menginap disini dan memasak untuk kalian, “ ucap Dante.
“aku akan tidur disini, dia mungkin akan terkejut jika saat bangun tak melihatku disini,” ucap Philip.
“ hah? Kau piker dia begitu? Si mak lampir? Hahahha.. mimpi apa kau Philip, palingan saat bangun nanti dia sudah segar dan Kembali mengoceh , sudahlah terserah kau mau tidur dimana yang penting kau harus segera istirahat, sudahlah aku juga mengantuk, selamat malam.. semoga mimpi yang indah bareng mak lampir…” ucap pria itu sambil melenggang keluar dari dalam kamar Philip.
Si presdir lollipop merangkak ke atas ranjang lalu berbaring meski dengan Gerakan yang sangat hati hati karena perutnya yang terasa sakit dan lengannya juga berdenyut. Kejadian hari ini benar benar berat, bertemu dengan ibunya di jalan membuat pria itu tertekan bahan traumanya kembali kembai diungkit.
“ hah…..” hela nafas berat terdengar ,” kapan ini akan berakhir…” gumamnya, dia menutup kedua matanya hingga terlelap di bawah selimut yang sama dengan Bella.
Jam terus berjalan, hingga pagi yang baru Kembali menguasai bumi, episode kehidupan yang baru dimulai bersam sinar Mentari yang masuk dan menggelitik wajah Bella.
Siapa sangka Bella terlelap hampir dua hari, dokter mengatakan bahwa hal itu bukan masalah selama Nafasnya stabil.
Gadis itu menyerngitkan keningnya, sinar matahari yang nakal dan suara alarm ponselnya membuat gadis itu bangun dengan cepat sambil meraih ponsel yang diletakkan di dekat nakas di samping tempat tidur itu.
“ aku dimana ?” gumam Bella sembari menggosok kedua matanya dan menyesuaikan penglihatannya dengan cahaya kamar.
__ADS_1
“ Di kamarku sayang, sudah dua hari kau di atas ranjang ku," suara bariton nan berat dari Philip terdengar di telinga Bella, tentulah gadis itu terkejut. Mimpi apa dia semalam sampai saat bangun tidur malah mendengar suara pria tampan itu mengawali pagi harinya.
“ Ehhh.. pak? Kenapa saya disini?” mata Bella membulat, dia menatap sekeliling ruangan itu, jelas itu adalah kamar Philip. Kenapa dia tau? Karena Bella sudah berkali kali menginap di rumah pria itu hanya untuk berburu kolor impian memalui komputer pribadi Philip.
“ Kita habis skidipapapap sayang…” celetuk Philip sambil mengedipkan sebelah matanya dan menggigit bawah bibirnya menggoda gadis yang wajahnya tetap cantik walau baru bangun tidur.
“ eh apa apaan sih pak… skidipapapap apanya dasar otak mesum….” Kesal Bella sambil duduk dan menatap pria itu dengan tatapan mematikan.
“ hahahhaa.. kalau kau sudah bisa mengomel seperti ini , berarti kau Sudah normal..” ucap Philip sambal tertawa geli melihat wajah kesal Bella, tangan pria itu menyentuh kening Bella, lalu turun ke lehernya,” tuh kan demamnya sudah berkurang, syukurlah, kau tidur lama sekali, kupikir kau akan mati disini,” ucap Philip sambil tersenyum manis.
Deg deg deg…
Jantung bella berdetak kencang, rasanya ia ingin berlari dan melompat kegirangan karena perhatian kecil dari Philip yang membuatnya berdebar debar sampai salah tingkah.
“ Apa kau sudah menyukaiku?” tanya Bella tiba tiba sambil menatap pria itu dengan penuh harap.
Philip menarik tangannya dari kening gadis itu,” belum tuh.. jangan kepedean…” celetuk Philip.
“ Iya kau ketiduran seperti kerbau selama dua hari, kau demam makanya diinfus, kebanyakan mengomel sih…” ejek Philip.
"Hah? dua hari? "
Di saat yang sama ponsel Bella berbunyi, gadis itu menatapnya dan melihat nama ibunya disana, “ Mom?” ucap gadis itu sambil menatap ponselnya.
“ Siapa Bel?” tanya Philip.
“ Ibuku…” jawab gadis itu dengan suara yang berubah menjadi datar. Philip memperhatikan perubahan perilaku pada Bella, gadis itu seperti ketakutan,” angkat dan besarkan suaranya,” ucap Philip.
__ADS_1
Bella menurut, dia menjawab panggilann itu dan menyalakan mode loud speaker, “ KEMANA SAJA KAU ANAK SIALAN, BERANIANYA TIDAK MENURUTI PERMINTAAN IBUMU, CEPAT PULANG, KAU AKAN MENIKAH HARI INI….” Teriakan ibu Bella berhasil membuat gadis itu dan Philip tersentak kaget, belum lagi cacian yang keluar dari bibir ibu Bella membuat hati gadis itu terluka.
“ Jawab aku Bella, kau dimana sekarang, calon suamimu Sudah datang dan kau berkeliaran, apa kau sedang menjual dirimu pada laki laki di luar sana hah? Berapa kali harus kukatakan kau harus menikah dengan pria pilihan kami…” ucap Wanita itu dari seberang sana.
“ Tapi Mom, Bella gak mau… biar Kak Elsa, kan mereka sejak awal memlilih kak Elsa kenapa harus Bella….” Ucap gadis itu sambil menangis.
“ apa kau bilang? Kakakmu Elsa terlalu berharga untuk dijodohkan , sementar kau,.. kau tidak ada apa apanya dibandingan dengan Elsa, jangan mengada-ada dan cepat pulang atau kau kami buang dari daftar keluarga… “ ucap wanita itu.
“ Aku tidak mau… aku punya pilihanku sendiri, kenapa kalian terus memaksaku, kalian tidak tau apa yang dia lakukan padaku kan!? dia hamper melecehkanku tapi kalian menutup mata, aku tidak mau menikah dengannya!!!” teriak Bela.
“Sialan, anak kurang ajar, jika kau tak datang sekarang maka jangan salahkan aku kalau seluruh dunia tau kau bukan gadis p*rawan lagi!!!”ancam ibu Bella dari seberang sana.
Sekujur tubuh Bella gemetar, dia tak menyangka ibunya akan mengungkit masa lalu Bella yang kelam, Gadis itu pernah mengalami kejadian mengerikan saat dia SMP, sejak saat itu sifatnya berubah dan jadi gadis yang nakal sebelum bertemu dengan Cherry dan teman-temannya.
Fakta tentang dirinya yang tak lagi per*wan karena kejadian miris waktu itu, saat dia dis*tubuhi dengan paksa oleh kakak kelasnya sendiri, luka itu kembali diingatkan. Mental Bella Kembali diuji, padahal dia sudah melupakan semuanya dan menjalani terapi, tetapi demi tujuan keluarganya, sang ibu dengan tega mengungkit luka batin Bella.
Philip tersentak kaget saat mendengar fakta tentang Bella, dia menatap gadis itu dengan tatapan syok, dia tak tau hal itu sama sekali.
Tangan Bella gemetaran, wajahnya pucat pasi, apalagi saat sadar kalau ibunya membongkar aibnya di depan pria yang dia cintai, pria yang dalam pikirannya tak akan pernah membalas cintanya karena fakta suram tentang Bella.
Gadis itu menangis tanpa bersuara, dengan tubuh gemetaran, dia turun dari ranjang sambil menggenggam ponselnya,” sa.. saya pulang pak, maaf… ini sebabnya saya mengatakan bahwa bapak mungkin tak akan bisa membalas perasaan saya, saya sudah dirusak, ma... maaf karena saya mencintai anda….” Ucap gadis itu dengan suara pilu sambil melepaskan jarum infus yang tertancap tdi tangannya.
“ Bella… kau…” Philip syok, dia tak sanggup berucap lagi, ini benar-benar sebuah kejutan yang sangat besar baginya.
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen