Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
152


__ADS_3

Seorang pria tampan dengan rambut lurus, kulit putih bersih, wajahnya yang begitu indah bagaikan ukiran yang sangat indah, sebuah mahakarya yang begitu luar biasa indahnya membuat hati setiap Yan melihatnya terpikat dengan pesona yang diberikan pria beristri itu.


Dengan kedua kalinya dia melangkah masuk ke dalam sebuah toko perhiasan terbaik di negeri itu, menjemput cincin pesanannya untuk diberikan pada sang pujaan hati yang telah berpisah dengan dirinya selama hampir dua Minggu.


Kakinya melangkah dengan normal, wangi parfumnya bahkan membuat orang orang menoleh ke arah pria tampan dan muda itu. Seorang CEO muda dengan segala prestasi yang dia pegang dan pengaruhnya yang luar biasa di hadapan publik, dengan wajah dinginnya masuk ke dalam toko itu.


" Apa pesananku sudah selesai?" tanya pria itu dengan suara bass yang menggoda dan terkesan maskulin di telinga setiap yang mendengarnya.


Hati para wanita langsung meleleh melihat dan mendengar suara dingin tanpa ada bumbu emosi di dalamnya.


" Su..sudah tuan... wahh... anda..tampan sekali!!" ucap manager toko itu sambil menatap pria itu dengan mata berbinar-binar seraya membusungkan dadanya seolah ingin menggoda pria di depannya.


Pria itu menatap dingin manager toko yang bertingkah di luar batas itu, hanya dengan tatapan dinginnya saja sudah berhasil membuat wanita itu terdiam dengan tubuh membeku dengan tatapannya yang tajam dan menyeramkan.


Dengan tangan gemetaran wanita itu cepat cepat memundurkan tubuhnya dan mengambil pesanan sang manekin hidup yang sudah disiapkan secara langsung oleh pemilik toko perhiasan itu.


" Ma..maafkan saya tuan!" ucapnya sambil membungkuk ketakutan karena menyadari kesalahannya. Dia telah mengganggu suami dari seorang wanita bar bar yang memiliki aura menyeramkan jika di hadapan publik.


Pria itu mengambil kotak itu begitu saja lalu keluar dari sana dengan wajah masam. Ingin dia membatalkan pesanannya tetapi mengingat pemilik toko adalah orang yang banyak membantunya memenuhi segala keinginan anehnya, dia mengurungkan niatnya lalu keluar tanpa mengatakan apa pun.


" Pecat managermu!" ucapnya melalui earphone yang terhubung dengan pemilik toko setelah dia menghubungi orang itu.


Kepergian nya membuat semua orang bergidik ngeri. Sekalipun tampan dan berkharisma, dia terlihat seperti orang yang menyeramkan dan tak mudah di dekati. Tubuh yang tinggi dan tegap membuat orang lain merasa terintimidasi.


" Apa ini yang dinamakan aura neraka? kenapa aku merinding melihat tatapan mata pria itu!!"


" Apa dia malaikat pencabut nyawa!? sangat menyeramkan melihat wajahnya begitu datar dan dingin!!'


"Beruntung aku tidak berurusan dengan manusia seperti itu!!"

__ADS_1


Sementara itu di kediaman Elton, Cherry masih berada di dalam kamar dimana Nyonya Dalton dirawat. Cherry masuk dengan langkah perlahan, seperti yang dikatakan oleh Elton, Nyonya Dalton sangat marah bila dibuat terkejut dan itu justru akan mempengaruhi kesehatannya.


Cherry terdiam menatap seisi ruangan yang sudah hancur berantakan karena ulah nyonya Dalton. Vas bunga hancur berantakan, cermin di lemari pecah dan pecahannya berserakan di lantai, tempat tidur hancur di robek, kain dikeluarkan dari dalam lemari dan di dinding terlihat jelas sisa sisa minuman berwarna yang dibuang ke dinding itu.


" Ya ampun, keadaannya sampai separah ini!? Rara pasti sedih melihat ibunya seperti ini, padahal Rara sangat menyayangi mereka...." lirih Cherry sambil menatap seisi ruangan itu.


" Mana anakku... hahahaha... anakku mati!? hiks hiks hiks... anakku yang malang, maafkan Mommy tak bisa menjamu Rara sayang, Mom gak berguna hiks hiks hiks... Rara pulang nak... pulang sayang, Mom rindu kamu... Mom rindu kamu sayang..." wanita itu duduk diantara pecahan beling sambil menangis sesenggukan dengan kaki dan tangan yang terluka akibat terkena goresan beling.


" anakku sayang hiks hiks hiks... anakku yang cantik, anak gadis Mom.. maafkan Mommy gak tau kejadian yang menimpa kamu sayang, maafkan mom yang terlalu sibuk cari uang, maafkan Mom yang gak peduli pada kalian hiks hiks hiks... ini semua salah mom... ini salah mom... lebih baik mom mati!!!" ucapnya sambil meneteskan air mata yang begitu deras.


Dia memukuli dadanya yang terasa sesak. Ditumpahkannya segala kerinduan dan kesedihan yang jad makanannya selama ini. Hatinya yang kosong dan jiwanya yang rapuh menghancurkan seluruh hidupnya.


Cherry bagai tersayat mendengar tangisan wanita itu. Perasaan inilah yang terus dihadapi Phineas dan Elton selama beberapa tahun terakhir ketika melihat ibu mereka dalam kondisi tak stabil seperti itu.


Cherry menangis sedih, dia jelas masih ingat percakapannya dengan Rara saat mereka menghabiskan waktu walau hanya sebentar. Kala itu Rara banyak berbicara tentang ibu dan ayahnya juga kedua kakaknya. Dia sangat menyayangi mereka tetapi lebih sayang pada Phineas dan Elton yang selalu ada untuknya. Kedua orangtuanya selalu sibuk bekerja dan tak pernah memperhatikan dirinya padahal dia butuh ibu dan ayahnya.


Perlahan Cherry melangkah, dia menangis. Bibir kecilnya terbuka sambil bersenandung. Menyanyikan lagu yang sering disenandungkan oleh Rara dan Nyonya Dalton. Bahkan saat bertemu Rara, gadis itu memberitahu lagu favoritnya pada Cherry dan Bella.


" Great big bang and dinosaur... Fairy raininh meteors.... it all ends unfotunately... But you're gonna live forever in me.... i guarantee.... just wait and see.....


Cherry mulai menyenandungkan lagu yang dipopulerkan oleh John Mayer tersebut. Lagi dengan alunan lembut dan menenangkan yang membuat Nyonya Dalton tiba-tiba terdiam saat mendengar suara lembut itu bersenandung.


Langkah gadis itu sanga pelan, dia tak ingin membuat Nyonya Dalton terkejut. Semakin lembut dan semakin pelan ketika jarak mereka sudah sangat dekat.


Nyonya Dalton terdiam, dia tak menangis lagi, wanita itu berbalik dan menoleh ke arah sumber suara dengan wajah penasaran. Betapa dia terkejut saat melihat seorang gadis cantik yang berpenampilan sama dengan mendiang putrinya kini berdiri di dekatnya sambil bernyanyi dengan lembut.


Jujur saja melihat keadaan nyonya Dalton yang bersimbah darah membuat trauma Cherry kembali. Bayang bayang kematian nyonya Versha tergambar jelas di kepala gadis itu. Berlumuran darah dan tak bisa bergerak tepat di depan matanya.


" kau harus kuat Cher... kau harus kuat demi kak Phineas!!" batin gadis itu menguarkan dirinya sambil terus bernyanyi.

__ADS_1


Nyonya Dalton terlihat tertarik dengan senandung Cherry, wajah itu membuat Nyonya Dalton penasaran bahkan rambut itu membuatnya terkejut.


Cherry menyentuh tangan nyonya Dalton dengan lembut sambil bernyanyi. Dia menarik wanita itu sambil berjalan dengan pelan dan menyingkirkan pecahan beling dengan kakinya.


Bibirnya terus bernyanyi dan tatapan menatap dalam ke netra hitam wanita di depannya.


Mereka berdua bernyanyi bersama, hati nyonya Dalton bagai dipenuhi bunga yang bermekaran, dia menjadi sangat tenang dan penurut.


Seketika wajahnya menjadi tersenyum sambil menatap Cherry dan menggenggam tangan gadis itu melupakan rasa sakitnya.


Cherry membuka pintu dengan tenang, tidak membuat keributan dan dengan sangat perlahan.


" Cher...


Tangan gadis itu memberi kode pada yang lain agar tetap tenang dan diam sampai nyonya Dalton dibawa keluar.


" Mom.... " lirih Phineas dengan air mata mengalir menatap keadaan ibunya.


Mereka semua tetap tenang dan diam saat Cherry membawa Nyonya Dalton keluar dari kamar itu dengan tubuh penuh luka tetapi tersenyum sambil bernyanyi menatap Cherry.



.


.


.


like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2