
Grape duduk dengan tatapan datar di depan komputernya. Jari jarinya saling beradu dengan meja yang terbuat dari bahan porselen itu. Menatap datar kapsul hitam yang dikenal dengan nama Black Dragon, pengacau yang akan mengancam nyawa istri dan anak-anaknya.
Beberapa kali terdengar suara Hela nafas berat dari mulut pria itu, rangkaian foto para pelaku terpampang jelas di papan tulis transparan di hadapan meja kerjanya.
"Dia adalah ayah kandung Abang dan Hansel, dia orang jahat yang tidak mengingat keberadaan kami, bahkan Mom meninggal karena dia tidak peduli, berpikir kalau Alvaro dan Hansel adalah anak haram," tiba-tiba Alvaro berbicara.
Grape terkejut, sebelumnya Alvaro memang sudah memberitahukan hal itu pada Grape saat mereka berada di ruang kerja ayahnya, tapi nyatanya masih ada kejutan lain bahwa Ayah kandung keduanya tak mengakui Alvaro dan Hansel.
Wajah Nagata dan Nathama dipasang di tempat itu. Alvaro berdiri tegap sambil menatap gambar kedua pria yang merupakan kembar identik itu. menatap dengan di tatapan dingin dan tangan yang terkepal dengan kuat.
"Tenang sayang, Daddy akan pastikan dia tidak mengganggu keluarga kita nak, selama kamu nyaman dengan semua ini," ucap Grape sambil menatap putranya.
" Abang mau dia pergi, jangan mengganggu kita lagi, Abang benci pria itu!!!" ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Grape paham beban yang ditanggung anak sekecil itu usianya saja yang muda, tetapi sifatnya sudah seperti orang dewasa.
Dia memeluk putranya dari samping, menguatkannya dan meneguhkan hati Alvaro.
...****************...
...23.35...
Tim Alpha bekerja di belakang mereka bersama Tim Sarah dan Tim Phineas yang bergabung dalam penyelidikan besar ini.
" Sepertinya tim Alpha juga akan merambah ke dunia pertahanan karena tikus tikus sialan ini!!" umpat Grape dengan wajah masam menatap gambar gambar itu. Dia sangat kesal karena tak bisa bersama istrinya malam ini. Dia harus begadang untuk mencari tau hal itu sampai tuntas. Alvaro mengekorinya sampai ke markas Tim Alpha, menunjukkan wajah orang yang diberitahu pada Daddy bahwa orang itu adalah ayah kandung yang membuang Alvaro, Hansel dan mendiang ibu mereka.
Seluruh Tim Bekerja dengan maksimal, meretas dan menyerang sistem keamanan data Big Mouse. Namun jangan pikir kalau mereka menyerang dengan cara yang orang lain pikirkan.
Grape meregangkan jari-jarinya sambil menggeretakkan lehernya. Terdengar suara renyah persendian yang diregangkan. Dia menyeruput kopi hangatnya dan mulai memainkan papak keyboard itu dengan lihai.
" Kita lihat seberapa licik sistem kalian, ingin bermain main dengan ku!?? akan kuladeni!" ucap Grape dengan bibir tersungging sebelah sambil menatap layar komputer yang sangat banyak itu.
" Semuanya bersiap, kita akan bermain dengan tikus tikus curut ini, pasang ID no.3 kita lihat apa mereka bisa menemukannya!!" ucap Grape pada seluruh tim.
" Siap tuan!" jawab mereka serentak dengan. suara lantang dan penuh semangat sekalipun jam sudah menunjukkan pukul 1 dini hari.
__ADS_1
" Tim pelajari pola serangan mereka, sepertinya aku tau siapa di balik penyerangan ini, ingat kah kalian dengan si leher tikus!??" ucap Han Tae Rin sang Hacker dengan rambut pendek, sepertinya perempuan itu baru cukur rambut dan menggantinya jadi warna merah menyalah Semerah wajah Nagata di seberang sana.
" Leher tikus!?? si Nino kah nona Han!?" balas salah satu anggota tim.
Clakkk...
" Yap kau benar, sepertinya Nino terjebak dalam organisasi ini, cihh si bodoh itu masih belum menyerah juga soal membobol data tim Alpha, " ucap Han Tae Ri sambil mengeraskan rahangnya.
" Apa maksudmu Tae Ri? apa dia salah satu anggota kita!?" tanya Grape yang sudah mendapatkan tangkapan layar dengan wajah Nino si leher tikus di komputernya.
Semua anggota terlihat takjub, tuan muda mereka memang berbakat," Waahhh kami kalah cepat!!" ucap mereka yang juga sudah mendapatkan gambar yang sama dengan Grape. Satu kelompok ini menyerang pertahanan Nino di seberang sana tanpa membuat orang itu sadar kalau dia sedang diawasi.
Nino dengan sengaja dibuat sibuk dengan serangan serangan di sisi lain website dan sistem data Big Mouse.
"Wahh benar tuan, dia orangnya, dia mantan anggota yang dipecat karena gagal membangun aplikasi yang dia usulkan sendiri,dia cukup berbakat tapi tidak lebih dari itu, standar hacker biasa!" jelas Han Tae.
Grape mengangguk paham, " hmmm baiklah, jadi tak ada yang perlu aku khawatirkan bukan!?" tanya Grape seraya mengangkat sebelah alisnya.
" Tidak tuan, kami akan mempermainkan dia, seperti caranya sendiri," ucap Han Tae Ri dengan senyuman licik di wajahnya.
Di saat yang sama Sarah memasuki ruangan itu sambil melangkah dengan cepat.
Setelah acara pertemuan mengharukan tadi sore, Phineas dan Sarah serta seluruh tim memiliki tugas yang harus mereka selesaikan. Tuan Dan Nyonya Dalton dibawa ke apartemen Elton sedang yang lain pasti sudah terlelap di malam yang dingin ini.
" Kak lokasinya di Kota A, bar Mystic,markas utamanya ada disana tetapi tidak terlihat seperti markas, tujuan mereka adalah mencari darah Alchemis!!!" jelas Sarah sambil menunjuk Phineas yang menyeret seorang pria berpakaian loreng sama seperti Sarah.
Mereka semua terkejut dengan apa yang dibawa Si Nanas dan Sarah bar bar itu.
" Siapa itu? kenapa dibawa begitu nanas!?" Grape terkejut bukan main sama halnya dengan tim Alpha.
" Penguntit, mata-mata dan pengkhianat di tim kemiliteran, benar kata Sarah, kalau kemiliteran sudah dimasuki oleh organisasi gelap itu!" jelas Phineas.
"Sialan!" umpat Grape.
Dengan demikian dapat dipastikan bahwa beberapa lembaga strategis di negara itu telah terkena wabah Big Mouse.
__ADS_1
"Kami akan mengurusnya, perhatikan dia sudah tidur, apa yang kau lakukan sejak tadi!?" ketus Phineas sambil melirik Alvaro yang ketiduran di atas sofa sambil memeluk bantal sofa dengan wajah terlelap.
Grape tak sadar, cepat-cepat dia beranjak dan mendekati anaknya," bodohnya aku sampai tidak memperhatikan Alvaro sudah tertidur seperti ini," ucap Grape merutuki dirinya sendiri.
Sarah menatap anak itu, tak dia sangka Alvaro dan Hansel adalah putra dari Nagata Hong, pimpinan Big Mouse yang jadi buronan selama bertahun-tahun.
"Ternyata mereka kembar, pantas saja tak mengenaliku hari itu," gumam Sarah.
Grape membawa putranya tidur sedang Phineas dan Sarah memulai penyelidikan mereka. Pria dari tim Kemiliteran itu diseret menuju ruangan paling bawah gedung Alpha dimana biasanya mereka melakukan hukuman dan menginterogasi tersangka, pengacau di perusahaan Alpha.
" Lepaskan aku bajingan, kalian tak akan lepas dari Big Mouse!!!" teriak pria itu sambil meronta-ronta kesakitan karena Phineas menarik rambutnya dan menyeretnya di atas lantai.
Plakkk....
" Diam atau kuhancurkan rahangmu itu bangsat! kau tau ini sudah malam, saatnya tidur!!" ucap Phineas. Di saat yang sama Sarah menutup kepala pria itu dengan kain hitam dan memukul tengkuknya sampai dia pingsan tak sadarkan diri.
Dia diseret, " Sepertinya kita tidak boleh menyimpannya disini, kita bawa saja ke markas pendekar Alpha, disana akan lebih baik," usul Phineas.
" Tempat apa itu?" tanya Sarah.
" Tempat yang disebut neraka oleh para narapidana yang bermain-main dengan tim Alpha dan Cornelius Grup! akan menyenangkan menyiksa orang disana heheheh...." jawab Phineas dengan tawa menyeramkan.
" Cihh dasar psikopat!" ejek Sarah.
" Hei sadarlah adikku yang manis, kau bahkan lebih parah dari itu, apa kau tak ingat bagaimana kau menusuk si bangsat ini hanya dengan pulpen, siapa yang lebih gila daripada itu," ucap Phineas.
" eh itu sih untuk pertahanan diri kak, " jawabnya sambil tersipu malu.
"ngeles aja kamu kayak becak..."
.
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen