Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
57


__ADS_3

Mereka semua kembali berkumpul ke rumah tinggal mereka. Philip, Phineas dan Rania serta beberapa anak buah Phineas kembali ke rumah itu dengan tangan kosong. Cherry tak ditemukan dimana pun, mereka masih harus melacak keberadaan gadis itu tak peduli sampai jam berapa.


Rania berjalan dengan wajah lesu, dia tak tau dimana Cherry, semua tempat dia kunjungi tapi tak ada satu pun yang menunjukkan titik terang dimana Cherry berada.


Grape menatap mereka dengan wajah penuh harap kalau istrinya kembali pulang. Namun kini dia berwajah pias karena sosok yang dinanti tak turut ok kita bersama mereka.


"Dimana Cherry!?" tanya Grape sambil menatap mereka bertiga, pria itu ada di luar rumah. Baru saja dia selesai memperbaiki listrik rumah itu.


Phineas menatap Grape,"maaf Kami tak berhasil menemukan dia," ucap Phineas dengan suara lemah. dia berusaha melacak keberadaan Cherry melalui ponselnya namun karena habis daya dia terpaksa pulang ke rumah setelah menghubungi anak buahnya untuk datang ke rumah itu.


"Bagaimana bisa!?? dia tak mungkin pergi jauh Phineas!!" ucap Grape tak yakin.


"Di rumah Bella atau Alesha, atau orang dekatnya yang lain apa kalian tak menemukan dia Diaman pun!? tempat makan, hotel, Restoran, street food taman dan semuanya yang pernah dia kunjungi, apa kalian sudah memeriksanya dengan benar!?" Tanya Grape dengan nada tajam dan memberikan tatapan tak yakin pada mereka.


"Maafkan Kakak Grape, Kakak sudah mencariku semua tempat yang kau sebutkan tadi Philip juga sudah memeriksa di rumah Bella dan Alesha, Phineas mencari ke pasar tapi hasilnya nihil kami tidak dapat menemukan keberadaan Cherry!" jelas Rania sambil menangis sesenggukan. Gadis itu terlihat lelah tampak dari wajahnya yang pucat dan matanya membengkak karena menangis.


Grape memijat pelipisnya dia benar-benar kesal pada dirinya sendiri yang tak bisa membuat Cherry bahagia.


"Sial! " umpat pria itu sambil memutar kursi rodanya. rasa sakit kembali menyerang pergelangan kaki sampai bagian lutut pria itu. Sepertinya stres dan banyak pikiran mempengaruhi saraf-saraf kakinya sehingga membuat Grape kembali merasa kesakitan.


"Aku tidak berguna, arkhhh sialan kaki sialan!!!" pekik Grape lagi-lagi memukul kakinya sendiri, mengumpat dirinya dan mengutuk nasibnya yang buruk.


"Grape hentikan, tak ada gunanya kau melakukan itu, kita harus mencari posisi Cherry, Aku khawatir karena banyaknya kasus penculikan, jangan sampai Cherry jadi korban mereka!" ucap Philip.


Mendengar kata-kata Philip, mereka semua sontak menatap pria itu.


"Benar kata Philip, Cherry menghilang di gang sepi di dekat pasar lokasi street food yang sering dikunjungi oleh cherry dan Elton!" jelas Phineas.


"sebaiknya kita bicarakan hal ini di dalam rumah!" usul Phineas.


Mereka semua masuk ke dalam rumah kecuali anak buah Phineas sering ditugaskan untuk berjaga-jaga di depan rumah dan tetap mengawasi lingkungan itu sekaligus memantau apakah Cherry pulang ke rumah.

__ADS_1


Mereka semua kini masuk ke dalam ruang bawah tanah di mana seluruh peralatan lebih lengkap dan fasilitas untuk melacak keberadaan Cherry lebih memadai.


Phineas menatap mereka semua dengan wajah serius, dia mengeluarkan gelang Cherry dan alat suntik yang dia temukan dan meletakkannya di atas meja. Semuanya menatap kedua benda itu. Gelang itu jelas mereka kenal kalau benda kecil itu adalah milik. Cherry karena hanya dibuat oleh Elton sendiri. Dan alat suntik dengan cairan tuan obat itu mereka langsung kenal saat melihat ya lebih jelas.


"Suntikan ini, awalnya kukira hanya cairan biasa dan hampir ku buang, setelah Melihat lebih jelas lagi ternyata ini cairan ramuan yang sama dengan ramuan yang sering dipakai Elton untuk mengubah warna rambutnya!" jelas Phineas sambil menatap mereka satu-persatu.


Grape menatap benda itu, dia kenal dengan cairan itu, cairan yang persis sama dengan obat yang sering dipakai Elton, untuk menemukan bahannya tidak terlalu sulit tapi meracik bahannya butuh kesabaran.


"Tapi untuk apa istriku memakai ini!?" tanya Grape.


"Rambut biru terang khas keluarga Alchemis tidak boleh ditunjukkan ke publik, warna itu terlalu mencolok dan bisa menyebabkan masalah, aku juga tak tau pastinya tapi terkadang Elton menyembunyikan warna rambutnya juga ketika ada situasi genting yang harus dihadapinya" jelas pria itu.


"Jadi apa ini berarti Cherry dan Elton itu!?" Philip menatap mereka.


"Jadi mereka bersaudara!?" ucap Rania tak percaya.


Phineas tampak berpikir," Mungkin satu keluarga, kita belum bisa memastikan apa mereka saudara sedarah ataukah Cherry anak dari paman Elton! ada beberapa keturunan Alchemis yang tak bisa ditemukan, mungkin salah satunya adalah Cherry, dan Elton merahasiakan identitasnya sebagai bangsawan Alchemis!" jelas Phineas.


Namun sedikit banyak informasi berhasil dia temukan saat mencari tau tentang Elton dan Cherry yang semakin lama semakin mirip.


Grape sangat kacau, perasaannya hancur saat ini. Dia merasa kalau Cherry ada dalam bahaya.Pria itu dengan diam beranjak menuju ruang kontrol pengawasan yang sudah terhubung dengan banyak kamera CCTV yang dia sadap.


Rania, Philip dan Phineas mengambil bagian mereka untuk mencari tau keberadaan Cherry. Mereka tak akan bisa tenang jika belum menemukan lokasi pasti gadis itu.


"Grape titik terakhir Cherry ada pasar area street food yang sering dia dan Elton kunjungi! Cherry menghilang dititik ini!" ucap Phineas yang menunjukkan titik hilangnya Cherry.


"Ponselnya mati dan tak bisa dilacak karena GPsnya tak berfungsi, apa yang harus kulakukan!?' gumam Grape. Pria itu memutar otaknya mencari berbagai cara untuk melacak keberadaan Cherry.


Terpaksa dia menyelidiki semua rekaman CCTV yang ada di area pasar dan menemukan ponsel atau mobil yang melewati area terakhir Cherry berada.


Mereka semua terus mencari selama ber jam jam, menemukan Cherry tanpa pelacak bagai mencari jarum dalam jerami, sangat sulit. Belum lagi warna rambut dan mata Cherry pasti berubah setelah memakai ramuan itu dan akan mempersulit pencarian mereka.

__ADS_1


Mereka berempat mencari dengan serius, mata mereka menandai setiap titik yang mungkin menunjukkan lokasi Cherry.


18 jam berlalu sejak hilangnya Cherry, mereka semakin panik karena gadis itu tak kunjung pulang ke rumah.Grape semalaman menatap layar komputer sampai hari kembali menjadi siang. Dia tak tidur, tak makan dan tak minum, mencari posisi Cherry dengan serius. Ama halnya dengan Philip dan Phineas, bahkan Bian juga tiba di tempat itu saat mendengar kakak iparnya tak ditemukan.


Rania terlelap karena kelelahan, gadis itu tidur di atas kaki Philip yang sedang duduk di atas sofa sambil mencari lokasi Cherry.


Phineas duduk di samping Grape sambil menatap layar komputernya. Kali ini dia mengikuti rute para penculik anak dan wanita yang sedang dia selidiki.


"Sialan, Cherry pasti dibawa oleh orang orang itu!!!!" ucap Phineas yang menemukan titik mobil Van hitam yang tampak mencurigakan.


"Phineas mobil itu juga lewat dari daerah street food apa jangan-jangan!??" Grape menatap Phineas.


Seketika kedua pria itu mengubah jalan pencarian mereka, melacak keberadaan mobil itu dan posisi terakhir mereka.


"Grape bajingan apa yang terjadi sebenarnya!!!??? kenapa Cherry sampai pergi dari rumah!!!!!" Suara teriakan Elton menggelegar di ruang bawah tanah membuat mereka semua terkejut saat dia tiba disana.


"Elton!"


"Sialan, kenapa bisa begini apa yang kau lakukan pada adikku!!!" Elton tampak sangat marah, wajahnya memerah, rahangnya mengeras dan dia berjalan menghampiri mereka dengan wajah kesal sambil menenteng koper berisi serangkaian alat pelacak miliknya.


"Sialan kau Grape, menjaga seorang wanita saja kau gagal!!!" umpat Elton .


Grape terdiam dengan luka besar di hatinya. Dia bagia terkena ribuan anak panah yang menusuk hatinya, sakit tapi tak berdarah, sesak tapi tak bisa menangis, rasanya dia semakin hancur, rasa bersalah semakin menjadi-jadi membuatnya hanya diam ketika Elton mengamuk padanya.


.


.


.


like, vote dan komen

__ADS_1


__ADS_2