Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
83


__ADS_3

Deru jantung Grape dan Cherry meningkat tiga kali lipat dar biasanya. Cherry masih berada di atas tubuh suaminya, menatap pria itu sambil tersenyum dengan wajah memerah karena malu.


"Aku mencintaimu," bisiknya sekali lagi.


Grape tak tahan lagi melihat tingkah imut istrinya, dia menarik Cherry dan memutar tubuhnya sampai gadis itu berada di bawah kungkungannya.


Keduanya bertukar posisi, tatapan mata yang saling menerawang satu sama lain berhasil memicu Dopamin dalam tubuh mereka membuat keduanya gugup namun bahagia.


"Apa kau serius dengan kata katamu?" tanya Grape yang menatap intens kedua bola mata itu. Cherry tipikal gadis yang blak blakan dengan perasaan nya, tipikal perempuan yang tidak akan menyembunyikan kalah dia menyukai seseorang, dan baru saja dia membuktikan hal itu.


Pengakuan Cinta yang blak blakan dan tak malu. Baginya, apa pun akan dia lakukan selama dia masih bisa mendapatkan apa yang dia inginkan selama hal itu tak merugikan orang lain.


mendengar pertanyaan Grape membuat Cherry menangkupkan kedua tangannya di wajah pria itu," tentu saja, aku sangat mencintaimu, " ucap Cherry dengan wajah bersemu merah.


Pipi merona yang menunjukkan kalau dia jatuh cinta dan tatapan lembut yang tak dia berikan pada sembarang orang membuat hati Grape berdebar tak karuan.


Pria itu tak sanggup lagi menahan gejolak asmara di dalam dadanya. Dia mendaratkan ciuman lembut di bibir ranum sang istri. Menyalurkan rasa yang selama ini di tahan di dalam hati. Memberikan ciuman lembut pada istrinya.


Cherry mengalungkan kedua tangannya di leher Grape, menikmati waktu berdua mereka. Suara decapan terdengar riuh di dalam kamar yang cukup luas dan besar dengan segala fasilitas lengkap di dalamnya.


Grape mengeksploitasi rongga mulut Cherry, masuk sesuka hatinya menyalurkan rasa cintanya pada gadis itu. Wanita yang membuatnya kembali mengenal apa itu cinta setelah dikhianati dan ditinggalkan.


Mereka saling menatap dalam lautan asmara yang berapi api. Keduanya tersenyum bahagia.


"Aku..."Grape berbicara dengan suara serak yang tentu membuat Cherry mabuk kepayang dengan godaan dari sang suami tercinta.


Mata gadis itu menatap lekat netra suaminya," aku mencintaimu sayang, sangat mencintaimu," ucap Grape sambil mengusap lembut pipi istrinya.


Cherry tersenyum bahagia, jantung nya berdegup kencang tak karuan saat mendengar pengakuan sang suami. Air mata kebahagiaan lolos begitu saja dari kedua pelupuk mata Cherry.


"Terimakasih..." lirih gadis itu sambil memeluk Grape dengan erat dan menangis harus disana.


Grape membalas pelukan itu dengan erat, akhirnya dia mengakui perasaannya pada sang istri.


"Terimakasih banyak Grape hiks hiks hiks...." balas Cherry sambil menangis sesenggukan penuh haru.


Grape menatap wajah istrinya, mengusap air mata gadis itu dengan lembut sambil berbaring di samping Cherry dengan posisi menyamping.


"kenapa menangis sayang?" tanya Grape dengan tangannya masih memegang pipi istrinya.


"Aku terharu..." ucap Cherry.


"Kenapa terharu coba?" tanya Grape sambil mencolek hidung istrinya dengan gemas.


"Hmm... karena aku dapat suami yang mencintai ku yang punya banyak plusnya," jawab Cherry sambil menatap Grape dengan mata merahnya yang berkaca kaca.


"Ummm? banyak plusnya? apa coba?" tanya Grape sambil memainkan rambut Cherry.

__ADS_1


"ummm.... kamu ganteng heheh... terus baik, sayang sama anak anak, dan terakhir kaya hahahahha.... aku dapat suami tajir hahahahhaha....." jawab gadis itu sambil tertawa bahagia.


Grape terkekeh, dia mencubit gemas pipi merona gadis itu," dasar kamu, emang iya sih hahahah.... tapi aku lebih beruntung tau, dapat istri secantik, sebaik dan sesabar kamu, meski agak cerewet dan sedikit bar bar hahahah... tapi aku sayang," ucap Grape yang tak berhenti mengusap usap pipi istrinya.


Cherry tersenyum malu dengan pipi merah merona," iya dong sayang," ucap Cherry dengan wajah malu malu. Dia menyeludupkan kepalanya ke dalam pelukan Grape dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya.


"Hmm? bilang apa tadi hmm? gak dengar tuh?" tanya Grape.


Cherry mendongak dengan wajah merona," sayang hehehehe...." ucapnya sambil tersenyum malu malu. Lagi lagi menyembunyikan wajahnya dibalik dada Grape.


"eh sayang kurang jelas tuh, bilang apa tadi coba? ulang dong? lebih jelas lagi," ucap Grape yang sangat senang dengan panggilan Cherry pada dirinya.


Cherry lagi lagi mendongak, tangannya memeluk Grape dengan erat, dia menatap wajah suaminya," Sayang.. sayang sayang... hahahahah.... udah ihh malu..." ucap gadis itu sambil tertawa cekikikan di balik dada suaminya.


Kedua manusia ini benar benar manis, sama sama dimabuk cinta membuat para jomblo iri dengan kemesraan nya.


"Hahahahha.... Cieee malu malu nih hahaha... terimakasih sayang, i love you so much..." ucap Grape sambil tertawa terbahak bahak.


Cherry menatap wajah suaminya yang begitu bahagia. Wajah tampannya begitu sumringah dan terlihat kalau dia sangat bahagia jauh berbeda dengan saya pertama kali Cherry melihat Grape.


Cup...


Sebuah kecupan lembut Kemabli mendarat di kening Cherry.Grape menatapnya dengan penuh cinta, dengan harapan akan hubungan mereka yang semakin membaik hari demi hari.


"Mari kita mulai lagi dari awal, aku berjanji akan membuatmu bahagia, aku akan menjagamu dan membuatmu menjadi wanita paling bahagia di dunia ini," batin pria itu.


"Aku juga sayang, ingat kata kata ku ini, mau seperti apa pun keadaan yang kita hadapi nanti, aku hanya ingin rasa percaya dari dirimu,dengan demikian aku akan menjalani hidupku dengan bahagia," ucap Grape.


Cherry mengangguk sambil tersenyum "Kamu juga harus begitu ya," ucap Cherry dengan senyum sumringah.


Grape mengangguk sambil memeluk istrinya dengan erat. Rasanya dia sangat bersyukur karena bisa menikah dengan gadis sebaik dan sesabar Cherry.


"Terimakasih sudah hadir dalam hidupku sayang, aku bersyukur Tuhan memberikan seorang malaikat secantik dan sebaik dirimu, aku sangat beruntung memiliki istri seperti dirimu," ucap Grape.


"Aku juga beruntung hahahah.... " balas Cherry sambil memeluk Grape, tempat ternyaman baginya mulai saat ini.


"Kita tidur ya, Udah malam banget nih, " ucap Grape yang di balas dengan anggukan kepala oleh Cherry.


Saat mereka akan terlelap tiba-tiba pintu kamar mereka di ketuk membuat Cherry cepat-cepat bangun.


"Sayang ada yang ketuk pintu, sebentar aku bukakan dulu," ucap Cherry.


"Siapa? malam malam begini?" ucap Grape. Cherry hanya membalasnya dengan mengangkat kedua bahunya.


Gadis itu berjalan menuju pintu kamar sambil menyingkir botol krim pijat ke atas meja.


"siapa ya?" pikir Cherry.

__ADS_1


Gadis itu membuka pintu dan betapa terkejutnya dia saat melihat Alvaro berdiri di depan pintu dengan mata bengkak dan penuh dengan air mata.


"Tante.... hiks hiks hiks hiks...." Anak itu menangis begitu melihat wajah Cherry di hadapannya.


"Astaga Abang kenapa??" ucap Cherry khawatir, dia langsung menggendong anak itu dan memeluknya dengan erat.


"Alvaro?! kenapa sayang?" tanya Grape.


"Gak tau, dia nangis," ucap Cherry sambil membawa masuk anak itu ke dalam kamarnya.


"Sayang kenapa?" tanya Cherry yang sudah duduk di atas kasur bersama Grape.


"Nak ada apa?" tanya Grape sambil mengusap wajah Alvaro.


"Can i sleep here? Alvaro mimpi buruk hiks hiks hiks....." ucap anak itu sambil menangis sesenggukan.


Cherry menatap suaminya, "biarkan saja dia tidur disini, " ucap Grape sambil mengangkat Alvaro dan menaruh bocah itu di tengah, diantara Cherry dan Grape.


"Abang tidur disini sama om dan Tante, jangan takut, itu hanya mimpi buruk ya sayang," ucap Grape sambil mengusap lembut wajah Alvaro.


Bocah itu mengangguk sambil menghapus air matanya, dia menggenggam erat tangan Grape.


"Sayang kemari, " ajak Grape pada Cherry.


Gadis itu menurut, dia tidur di sisi lain Alvaro. Mereka bertiga tidur di dalam kamar yang sama, Cherry dan Grape memeluk anak itu seperti sedang memeluk anak kandung mereka sendiri.


"Jangan takut ya sayang, kami ada disini," ucap Cherry sambil mengusap wajah Alvaro.


Mereka terlelap dalam tidur mereka. Tanpa mereka sadari, seorang bocah lagi mengintip kamar itu. Dengan tangan kecilnya dia membuka pintu yang lupa dikunci, langkah kaki kecil bocah itu sangat pelan.


"Ummm... ancel uga mau tidur dicini, ancel ngantuk..." celetuk bocah itu sambil memanjat kasur dan merangkak masuk ke dalam pelukan Cherry.


"Tidur sayang, sudah malam," gumam Cherry sambil memeluk Hansel dengan erat.


"Hehehehe... mommy cantik, Daddy ganteng, hancel love you so much," gumam bocah itu.


"Shut up Hansel,"


"good night my love


.


.


.


like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2