Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
111


__ADS_3

Akhir pekan pun tiba. Rumah Grape tampak sepi padahal jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi. Sepertinya orang-orang di dalam rumah itu masih terlelap dan terlena dalam dunia mimpinya. Namun tidak untuk Rania yang sudah bersolek dengan cantik dan menawan seperti biasanya. Namun kali ini riasannya tampak lebih cantik dari biasanya. Gadis itu menggunakan outer putih dengan tanktop putih dan celana denim. Rambutnya dikepang dan diberi beberapa helaian yang lepas membuat kesan cantik dan imut.


lipstik merah yang sangat kontras dengan kulit putihnya dan lensa kontak blue ice yang sanga cocok untuk bola mata besarnya. Wajah yang sempurna dan tubuh yang indah, tentu saja penampilannya hari ini sangat matang meski baginya itu biasa saja dan merupakan penampilan terjeleknya.



Rania keluar dari kamar setelah menyemprotkan beberapa tetes parfum yang sangat wangi dan menenangkan.


Sepatu heels hitam menjadi pelengkap penampilan gadis cantik ini. Dia tak bertugas hari ini sehingga ada waktu luang untuk meladeni si Kevin teman kuliah nya itu.


Dia melangkah dengan anggun, Tampak beberapa pasang mata terbelalak dengan penampilan cantik dan segar anak perempuan pertama di keluarga Cornelius itu.


Matanya langsung menangkap pemandangan aneh di ruang depan dimana Elton sedang berbaring dengan kemeja acak-acakan, celana robek robek di bagian lutut dan sepatu nya malah berantakan kesana kemari sembari berbaring dengan wajah lemah.


Ada Sarah yang sedang merapikan barang-barang Elton yang berantakan. Gadis itu juga tampak sama berantakannya dengan Elton, pakaiannya masih acak-acakan dan terlihat terkantuk-kantuk sambil mengumpulkan barang-barang Elton yang berserakan ke sisi ruangan sampai dia tak sadar kalau Rania berdiri menatapnya.


Sarah juga baru tiba di rumah itu setelah dua hari tak pulang karena pelatihan junior dalam angkatan darat yang berada di bawah bimbingannya.


"Kenapa pria ini jorok sekali sih, dasar saudaranya Cherry, hoaammmm... aku mengantuk," gumam Sarah sambil membaringkan tubuhnya di sofa lain lalu terlelap begitu saja setelah ruangan itu sedikit rapi.


Gadis ini memiliki masala dengan yang namanya kebersihan, dia seorang perempuan yang tidak suka tidur jika sekelilingnya berantakan. Namun hal itu dianggap Rania sebagai bentuk perhatian Sarah pada Elton dan tentu berhasil membuatnya tiba-tiba merasa cemburu.


"Apa mereka sudah jadi sepasang kekasih? kenapa aku jadi seperti ini!??" pikir Rania sambil menatap gelang pasangan yang tampaknya dipakai oleh kedua orang itu.


Gadis itu menenggak pil kekecewaan, rasanya jantungnya bergemuruh padahal yang dia tau dia tak memiliki perasaan apa pun pada Elton yang selalu mengganggunya. Tapi entah kenapa saat melihat Elton dengan gadis lain membuat kesal, marah dan cemburu.


"Wahh... Wahh... Wahh... uwaahhh!!!" Hansel dan Alvaro tampak takjub melihat penampilan Rania. Perhatian Rania kini beralih pada kedua anak itu. Saking takjubnya, Hansel sampai mengelilingi Rania dan mengecek sekali lagi apakah gadis itu benar benar tantenya yang cerdas yang biasanya selalu bau obat-obatan jika pulang dari rumah sakit.


Rania terkekeh melihat tingkah menggemaskan Hansel. Sedangkan Alvaro hanya berdiri di depan Rania seraya menatap penampilan gadis itu seolah dia adalah seorang penilai yang handal.


"Tante, you need something!" ucap Alvaro yang mengeluarkan sebuah kacamata hitam yang dia tarik begitu saja dari wajah Elton yang sedang berbaring di atas sofa sambil terlelap dengan mata bengkak dan pipi kemerahan.


"Apa sayang?" tanya Rania.


"Eye glasses Tan, itu akan sempurna!" ucap Alvaro sambil menyodorkan kacamata hitam petak berlambang CHA*EL itu.

__ADS_1


"thanks boy, you have a great fashion art.," ucap Rania seraya memakai kacamata itu, membuat penampilannya menjadi semakin sempurna.


"Wahh Kelen ante, " seru Hansel dengan senyum sumringah. Anak itu mengambil ponsel Elton lalu memotret Rania dengan tangan kecilnya itu.


"Anak anak jangan ribut, Daddy Elton sedang tidur, dia pulang jam 4 tadi, jangan bikin Daddy terbangun," Tegur Grape yang keluar dari kamar dengan kursi rodanya.


"Sorry Daddy," ucap mereka berdua yang langsung duduk dengan tenang.


"good boy,"


" Mau kemana kak?" tanya Grape seraya menatap Rania sambil menyelimuti Elton yang terlihat sangat kelelahan. Dia pulang jam 4 pagi dalam keadaan setengah mabuk, beruntung dia bertemu dengan Phineas yang baru selesai bertugas, jika tidak, mungkin saja kadal gurun itu sudah membuat banyak kekacauan.


"Mau kencan, bagaimana kakimu? apa masih belum bisa?" tanya Rania.


"Bukannya anggotaku menga...


"Sshhhtttttt.... nanti kita bahas" ucap Grape yang tampak tak ingin membahas hal itu di rumah.


Rania paham dengan maksud Grape," baiklah, kalau begitu kakak pergi dulu, jangan lupa hubungi Bian dan Azura, kakak rasa Bian pasti kesulitan menghadapi Azura, semoga dia baik-baik saja," ucap Rania seraya melangkah menuju lantai atas.


"Hati-hati Kak, jangan banyak minum apalagi sampai mabuk!" ucap Grape yang dibalas dengan anggukan setuju oleh Rania.


" Ingat jangan sampai mabuk!" teriak Grape sekali lagi.Dia sudah mewanti-wanti kalau kakak perempuannya itu mabuk dan malah akan membuat kekacauan besar. sejujurnya, dia dan Elton memiliki kebiasaan yang sama jika sedang mabuk. Keduanya sama-sama menggila dan mengungkapkan semua kekesalannya.


"iya bawel," balas Rania sambil melangkah keluar.


"Perlu ku antar?" tanya Phineas dan Philip bersamaan.


Rania terkekeh," nggak perlu, bye," balas gadis itu.


Di saat yang sama Cherry keluar dari dalam kamar dengan wajah bantal dan rambut Acak-acakan seperti sarang tawon, celana pendek yang menunjukkan paha mulusnya dan piyama yang tersibak mengekspos bahu indahnya.


Elton terbelalak melihat penampilan istrinya yang begitu terbuka. Sontak dia menjadi panik dan menatap tajam ke arah Philip dan Phineas yang melihat kedatangan Cherry.


" Astaga gadis ini!?" ucap Phineas dan Philip seraya geleng-geleng kepala.

__ADS_1


"Apa yang kalian lihat, tutup mata kalian!!" kesal Grape yang langsung menarik lengan istrinya untuk masuk ke dalam kamar.


"Dasar posesif, kau pikir kami akan berpikiran lain pada adik kami sendiri, bodoh!" ejek Phineas.


"Dia memang begitu, kau maklumi saja," ucap Philip yang sedang duduk anteng di depan Laptop sambil mengupil dan menggaruk-garuk telinganya.


Beberapa saat kemudian dia mencium jari jarinya," bau... wleekk... pahit!" ucapnya setelah mencicipi jari jarinya sendiri


Pletak!!


"Dasar jorok, pergi kau dar hadapanku Philip!!!!" kesal Phineas sambil melemparkan bantal.ke wajah pria itu.


"Mau coba heh!!" celetuk Philip seraya menunjukkan jar jari bekas upil dan telinganya itu.Pria pecinta kolor ini sangat jorok dan membuat orang terus menerus kesal.


Sementara mereka melanjutkan aktivitas mereka disana, waktu terus berlalu hingga sore pun tiba. Jam temu Rania dan Kevin diundur menjadi sore hari. Meski sedikit kesal, Kevin dengan senang hati menuruti keinginan Rania yang punya jadwal operasi mendadak yang tak bisa dia elakkan lagi.


Pria itu berdiri di depan rumah sakit sambil menggenggam sesuatu di dalam kantong celananya. Sambil menatap Rania yang baru keluar dari rumah sakit, pria itu tersenyum dengan benda yang dia pegangi itu.


"Kita akan melalui malam yang panas sayang, aku akan menjadikan Rania Cornelius menjadi pasanganku, seumur hidupku, hahahah jadilah budak cintaku sayang, layani aku dengan tubuh indah mu itu!" batin Kevin dengan senyuman menyeringai menatap Rania yang begitu cantik dalam balutan pakaian yang dia ganti menjadi gaun hitam itu.


"Kev ayo!!" seru gadis itu.


"as you wish my lady," ucap ya sambil mengecup punggung tangan Rania.


"apaan lu!" ketus Rania seraya mengusap punggung tangan yang dicium pria itu.


"Hahahha jangan malu malu baby," balas Kevin sambil mengedipkan sebelah matanya.



(mbak Sarah, si kopral wanita)



(Alesha kembaran Siberian Husky yang gak tau kemana)

__ADS_1


__ADS_2