Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
203


__ADS_3

Cherry dan Grape bersiap untuk tidur, namun tiba-tiba Cherry merasakan mual yang begitu hebat saat dia akan berbaring. Wanita itu bangkit dan berlari menuju kamar mandi sambil menutup mulutnya.


Grape yang sedang berkutat dengan laptopnya di atas sofa terkejut melihat istrinya berlari terburu-buru menuju kamar mandi. Dia menyingkirkan benda persegi panjang itu lalu pergi menghampiri istrinya dengan wajah panik.


huweekkk.... Huwekkkk...... Huwekkkk....


Cherry memuntahkan semua isi perutnya, wanita itu duduk di dekat bibir kloset sambil menepuk-nepuk dadanya, perutnya terasa mual, kepalanya sakit dan wajahnya pucat pasi.


Grape masuk dengan wajah panik, " Sayang ada apa!??" mata pria itu mengatakan segalanya bahwa dia sangat panik dengan kondisi Cherry saat ini.


"Aku... epmkkk... huwekkkk.....


Lagi lagi Cherry muntah, dia sampai lemas dan tubuhnya berkeringat. padahal beberapa saat lalu tidak terjadi apa-apa pada wanita itu, entah apa yang membuatnya mual dan muntah sampai separah ini.


Grape mengusap punggung istrinya, " Apa jangan -jangan gara gara sate tadi!??" ucap Grape.


Cherry hanya menggeleng, rasanya kepalanya sangat pusing dan berat saat ini.


" Sayang aku mau ke kasur, kepalaku sakit," lirihnya sambil memijit pelipisnya dengan pelan.


"Baiklah, sebentar dibersihkan dulu ini," balas Grape sambil mengambil handuk lalu membasahinya dan membersihkan mulut dan tangan Cherry dengan benda itu.


Hap...


Dalam sekali hentakan dia berhasil mengangkat istrinya lalu membawa Cherry ke atas kasur.


" Kamu keringatan sayang, sebentar kuambil baju ganti," ucap Grape. Pria itu dengan cepat mengambil pakaian istrinya dan menggantinya dengan yang baru. Cherry tak mengelak, toh Grape Suaminya.


Setelah selesai, Grape menyelimuti Cherry dengan selimut tebal, tangan wanita itu dingin dan wajahnya pucat," Sayang sebentar minum dulu," ucapnya.


Cherry menenggak air putih yang diberikan oleh suaminya. Dia terlihat sangat lemas dan tak berdaya.

__ADS_1


" Kita ke rumah sakit ya, atau aku panggil dokter ya sayang, " ucap Grape dengan wajah khawatir.


Cherry menggelengkan kepalanya, dia menarik tangan suaminya dan menatap pria itu dengan mata memelas," nggak mau, pliss jangan tinggalin aku, disini aja," ucap Cherry dengan mata berkaca-kaca.


Hati Grape tak sanggup melihat istrinya dalam keadaan seperti itu.


"Baiklah aku akan disini," ucap Grape yang berbaring di samping Cherry.


" Peluk..." ucap Cherry pelan sambil merentangkan kedua tangannya. Dengan lembut Grape memeluk Cherry, tubuhnya yang kecil membuat Grape seolah sedang memeluk bantal guling, diusapnya rambut sang istri dengan pelan.


Cherry merasa sangat nyaman dalam dekapan sang suami, dia mengendus-endus tubuh Grape sampai membuat pria itu keheranan.


" Sayang? " panggil Grape seraya menaikkan sebelah alisnya.


" Kamu harum.." gumam Cherry yang memeluk Grape dengan erat, menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya dan menutup matanya dengan nyaman.


" Masih mual? sakit kepala? mana yang sakit sayang? kita ke rumah sakit yuk, aku panggilan dokter aja kali ya..." ucap Grape yang masih khawatir dengan kesehatan istrinya. Sehari lalu Cherry tiba-tiba mogok makan dan minta yang aneh-aneh dan lebih anehnya lagi Grape malah ikut-ikutan. Entah apa yang terjadi pada mereka berdua, tentu Grape sangat kebingungan.


Cherry hanya menggeleng saat mendengar ucapan suaminya, yang dia butuhkan bukan itu semua," Saat ini aku cuma pengen peluk dan cium aroma tubuh kamu, enak banget gak bikin aku mual lagi," celetuk Cherry dengan suara pelan pertanda dia nyaman dalam pelukan suaminya.


Jika pasangan itu dan seisi rumahnya bisa tidur nyenyak, maka di sisi lain kota itu Ziora sama sekali tak bisa terlelap. Hatinya gelisah, pikiran bercabang-cabang, dia tak bisa menghubungi pria yang sudah dia bayar untuk mencelakai seisi apartemen Elton, padahal dia sudah memberikan banyak uang pada orang itu.


Wanita itu berjalan kesana kemari seperti setrikaan, sambil menggigit ujung kukunya dia berjalan dengan gugup di apartemennya yang sederhana tetapi sangat berantakan. Kemasan makanan instan terletak dimana-mana.


Pakaiannya berhamburan, make up-nya bertebaran dimana mana, sangat berantakan, bahkan kandang ternak saja tidak sekotor itu. Yang paling menjijikkan bekas makan sisa semalam masih bertumpuk di atas wastafel dengan tumpukan bekas malam malam sebelumnya yang sudah dipenuhi dengan ulat ulat kecil karena berbulan bulan dibiarkan begitu saja.


Sangat bau dan mengganggu, entah bagaimana wanita ini hidup dengan cara seperti itu. Lantai dipenuhi dengan debu dan minuman kaleng yang tumpah dan di biarkan begitu saja, dia bahkan lebih jorok dari Philip si kolor ijo.


Ziora duduk di atas tumpukan pakaian endorsement yang sudah jadi miliknya, sambil menatap ponselnya menunggu kepastian dari orang suruhannya.


" Sialan, apa apa dia belum memberi obat itu!!!?" kesal Ziora sambil menggigiti kukunya sampai rata.

__ADS_1


Ziora tak punya siapa-siapa yang bisa dia andalkan, itu pun karena keserakahannya, ayah dan ibunya hanya sepasang petani dengan dua saudara yang tinggal bersama mereka, hidup susah dan tak bisa membantu Ziora. Wanita itu dulu seorang gadis baik-baik dan polos, dia pergi merantau untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik, siapa sangka wajahnya yang cantik bisa ia gunakan untuk mencari uang hingga dia terpilih menjadi model.


Sejak awal karirnya dia mendapatkan banyak pekerjaan dan dalam sekejap menjadi wanita mapan yang memiliki banyak harta dan aset dari kerja kerasnya selama ini.


Hal ini yang membuat Grape pada saat itu jatuh cinta pada Ziora. Di awal hubungan, Ziora adalah gadis yang baik dan lembut, tetapi karena terlalu nyaman dengan gemerlap dunia modelling dan segala sesuatu yang bisa dia dapat disana, Ziora lupa diri.


Bahkan melupakan dan tak lagi menganggap keluarga nya dengan memutus hubungan keluarga hanya melalui via telepon. Wanita itu menikmati kehidupannya yang glamour dengan karir yang hebat, kala itu dia adalah model beken yang diminati banyak orang.


Namun siapa sangka, uang yang dia dapatkan membuatnya lupa daratan. Memiliki karir cemerlang dan uang yang banyak serta kekasih kaya raya ternyata tidak membuat Ziora puas, dia terus mencari kebahagiaan di luar sana. Grape bukan pria yang mau mengikuti keinginan Ziora untuk berbuat tidak pantas. Pernah Ziora mengajak Grape melakukan hubungan yang tak seharusnya, Grape yang terlalu cinta perempuan yang mulai berubah itu menolak dan menjelaskan dengan halus sampai berjanji akan menikahi Ziora.


Tapi nyatanya Ziora kesal dan marah dengan Grape, dia mencari pria lain yang bisa memuaskannya sampai dia ketagihan. Hal ini terungkap oleh Asraf dan sejak saat itu hubungannya dengan Grape perlahan hancur.


"Sialan!!" umpatnya lagi.


"Nagata juga kenapa harus tertangkap!!!" kesalnya sambil menggigit bibirnya sampai berdarah.


"Jika begini aku tak bisa menggunakan siapa pun untuk merebut pria itu!!! dia harus jadi milikku, agar karirku kembali seperti dulu, sialan!!!" geramnya sambil menggenggam erat ponselnya.


Tiba-tiba....


Ting....


Notifikasi pesan masuk terdengar, dengan cepat dia membukanya.


..."Sesuai janji, saya sudah melakukannya, besok akan saya bawa mereka, ingat bayaran saya!"...


Ziora tersenyum puas, sambil tertawa jahat, akhirnya ada titik terang dimana dia akan menggunakan kartunya untuk membuat Grape kembali padanya.


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen 🤗


__ADS_2