
Semua orang dibuat melongo dengan gadis Badas bergaun indah merah merona dan sangat wangi itu. Semua yang dia kenakan adalah barang branded, terlihat sangat berani dengan atasan crop top dan rok di atas lutut dengan layer menggantung di bawahnya. Gaun crop top yang sangat past di tubuhnya.
Seperti boot hitam dengan tali spaghetti yang mengikat betisnya, jam tangan berbentuk ular yang melilit di pergelangan tangannya, anting keluaran rumah mode C*anel, dan tas branded keluaran Brand ternama Eropa.
Penampilannya sangat misterius dengan masker hitam dan kacamata yang dia gunakan. Tidak menunjukkan wajahnya sama sekali tetapi berdiri dan membungkuk hormat pada pria cacat yang tidak diinginkan di ruangan itu.
Dante menatap ke arah gadis misterius yang tidak pernah dia lihat itu. Bahkan para eksekutif dan Lia, si asisten Presdir sebelumnya itu tidak pernah melihat gadis Badas dengan penampilan yang luar biasa cetar.
" Dia perempuan tadi!?? grrhhhh beraninya memakai pakaian tidak senonoh itu dan malah masuk ke ruangan ini, siapa dia sebenarnya!!!" batin Lia yang mulai kesal kala melihat gadis yang menabrak tubuhnya di lorong tadi ternyata berada disana dan malah memberi hormat pada Dante.
Padahal pakaian yang dipakai wanita itu juga tak sesopan yang seharusnya. Merasa tersaingi dengan kecantikan gadis yang melabraknya tadi, dia mengganti pakaiannya dengan pakaian yang lebih memukau, tak taunya gaun gadis itu multifungsi dan bisa diubah jadi beberapa gaya.
" Hy everyone, senang bertemu anda semua," ucapnya dengan nada mendayu sambil melambaikan jari jari lentiknya pada seluruh bagian eksekutif.
Semua orang bergunjing tentang gadis misterius itu, siapa gerangan sosok di balik masker hitam itu.
" Ekhmmm... baiklah kita akan melanjutkan acara tahunan kita, semuanya silahkan perhatikan ke layar....
Brakkkkk....
Tiba-tiba meja digebrak dengan begitu keras sampai membuat botol air mineral dan gelas di atas meja di depan pelakunya terjatuh ke atas lantai.
" Apa apaan anda nona, tolong bersikap tenanglah di ruangan rapat ini sebelum saya mengusir anda dari perusahaan ini!!!" bentak Lia yang tidak senang dengan kelakuan gadis itu.
" upsss...siiii..... hehehehe...." Dia tertawa cengengesan sambil menaruh jarinya di depan wajahnya," Sawrrryyy every one, hahhahahaha...." ucap gadis gila itu lagi sambil melambai dan tertawa cekikikan.
" Apa apaan anda, sebaiknya bersikap tenang dan hargai kami yang ada disini nona, kami adalah pemegang saham terbesar di perusahaan ini, anda bahkan tidak sebanding dengan saham yang kami pe...
__ADS_1
" DIAM KAU!!" Tiba-tiba gadis pengacau itu berteriak dan menunjuk pria botak di sisi kanan meja bundar ruangan rapat itu.
Padahal Presdir mereka belum duduk bahkan tidak diberi hormat oleh para bawahan, tetapi dengan lantang Lia memerintah semuanya memperhatikan ke depan.
" BERANI NYA KAU MENGACAUKAN RUANGAN INI, SIAPA KAU SEBENARNYA,!??" suara Lia Terdengar mendominasi seolah dia adalah pimpinan perusahaan itu.
Wanita itu menurunkan sedikit kacamata nya lalu melirik Dante yang sejak tadi berdiri dan tidak dipedulikan oleh bawahan yang menolak dirinya.
" Hei... mulut comberan bau lumpur busuk, " celetuk wanita itu dengan tangan lemah gemulai," Presdirmu belum duduk, Presdirmu belum diberi hormat tapi kenapa kalian berani duduk tanpa mengucapkan salam pada pemilik perusahaan ini!? kalian bisa dipecat loh, dia kan pemegang kewenangan tertinggi, kalau mau memecat kalian dalam sekejap kalian bisa berakhir jadi sampah, huhhuhhh.... maafkan mereka ini tuan muda Laurent Boile yang terhormat, otak mereka tinggal di rumah sampai tidak dipakai buat berpikir," seloroh gadis itu dengan nada sindiran paling mematikan yang pernah Dante dengar.
Bibir pria itu tersungging ke atas," Entah siapa yang mengirimmu, tapi aku suka cara kerjamu," batin Dante.
"Ekhmmm... i..itu...
" Hei ayolah beri salam pada tuan Presdir kita, baru acara di mulai!" ucapnya dengan nada menyindir dan lirikan mematikan ke arah Lia yang berdiri di depan layar proyeksi.
"Ekhnmmmm....
Mereka berdiri dengan ragu-ragu sambil melirik-lirik ke arah Lia. Beberapa terlihat meregangkan ikatan dasi mereka dan beberapa terdengar berdeham sambil berdiri .
“ ohh ayolah, apa kalian sudah berusia 80 tahun sampai kalian bergeraknya sangat lamban bahkan lebih lamban dari si siput yang di depan sana?” sindir gadis itu sambil melirik Lia yang menatap seluruh jajaran eksekutif yang berdiri dengan tatapan mematikan seolah dia siap untuk memakan mereka.
Matanya membulat, hampir saja keluar dari kelopak matanya, dia menatap mereka semua dengan tatapan kesal dan marah, tetapi secara jabatan, sesuai yang dikatakan oleh gadis itu barusan, Dante memiliki wewenang tertinggi di antara seluruh jajaran eksekutif dan berhak memecat mereka kapan pun dia mau.
Hampir saja Lia lupa kalau pria itu pemegang saham 35 %dari milik perusahaan itu, “ jika bukan karena dia pemegang saham dan penerus tuan laurent, dia tidak akan berdiri di depan ini sebagai Presdir, cihh sialan, manusia cacat ini mau memimpin kami!? Jangan harap, jangan sampai ada yang membungkuk hormat padanya!!!" Batin perempuan itu sambil mengepalkan kedua tangannya.
Semua orang sudah berdiri, tetapi mereka tampak ragu untuk memberi hormat pada Presdir Laurent grup yang cukup muda tetapi cacat itu.
__ADS_1
Gadis bermasker itu memulai gebrakan baru," Selamat datang tuan muda!!" Seru gadis itu dengan penuh semangat sambil membungkuk 90°.
Dante menyebarkan pandangannya ke seluruh tim eksekutif dan pemegang saham di perusahaan itu. sedang Lia menahan dirinya, dia sampai menggigit bibirnya karena terlalu kesal dengan gadis misterius di barisan paling belakang itu.
" Selamat datang tuan muda!!" Salah satu dari tim eksekutif mengikuti Gadis itu dengan semangat yang sama.
perlahan-lahan satu persatu tim eksekutif membungkuk hormat pada Dante. Tetapi belum semua yang menghormat, dannitu akan membuat Dante tetap berdiri disana sampai semuanya memberikan hormat sebagai seharusnya.
" Ayolah, beri hormat supaya kita duduk, pinggangku yang cantik mulai sakit woi!!" Celetuk gadis bawel bergaun merah itu.
Akhirnya dengan ragu-ragu, semua orang membungkuk hormat pada Dante kecuali Lia yang merasa harga ini tidak seharusnya didapatkan oleh seorang pemimpin yang cacat.
"Hei siput, cepatlah membungkuk, kau sangat lamban, kami sudah tua, pinggang kami bisa encok, kau mau jadi tukang kusut dadakan hah!!!??" Seloroh gadis itu lagi.
bibirnya bak cabai rawit dan toa yang tak berhenti berbicara, pedas dan menusuk, sangat hebat soal urusan menyindir.
Lia berdiri tegap di posisinya, dalam perusahaan itu dia sebagai asisten yang sangat dihormati oleh seluruh karyawan, posisinya sama kuat dengan posisi mendiang tuan Laurent ayah Dante.
Semua orang menghormati nya sehingga membuatnya merasa bawah dirinya lah yang pantas menjadi Laurent selanjutnya, bukan pria cacat yang berdiri di depan meja Presdir itu.
"Hei sanggul beranak, siput lamban, kau dengar tidak!? cepat memberi hormat!!"
" SIALAN AKU TIDAK MAU!!!!
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 🤗