
Dante sadarkan diri setelah terlelap selama beberapa jam. Dia membuka kedua matanya, netra biru itu menatap sekeliling ruangan dan mendapati seorang gadis yang terlelap di sampingnya sambil menggenggam tangannya.
Jam menunjukkan pukul 11 malam dan Sarah malah terlelap di sisi ranjang itu.
" Sarah...." panggil Dante pelan, rasa sakit di kepalanya sudah sembuh dan demamnya telah menghilang, pemulihan yang sangat cepat.
Sarah terkejut saat mengetahui suara Dante, sontak dia terbangun dari tidurnya dan langsung berdiri dengan wajah panik," Dante kau bangun, mana yang sakit!? apa kau butuh sesuatu!? bagaimana perasaan mu, aku akan memanggil dokter, tunggu sebentar!!!" Sarah panik, dia terlihat takut kala Dante merasa sakit lagi.
Pria itu langsung menarik Sarah,dia duduk dan menarik gadis itu ke dalam pelukannya, dia adalah seorang pria yang dengan love language physical touching, sangat suka memeluk orang yang dia sayangi.
" Tenanglah, aku baik baik saja, aku sudah cukup sehat, kau panik sekali!" ucapnya dengan tenang.
Sarah menangis, dia tak bisa menahan dirinya karena rasa bersalah yang menyelimutinya. Dia sangat menunggu pria itu kembali sadar, bahkan menemaninya sejak dia masuk ke ruangan itu.
" Hiks hiks hiks.... Dante.....maafkan aku....."
Dante tentu saja terkejut, tak ada angin tak ada hujan gadis itu malah menangis setelah dia peluk.
" Sarah.... ada apa? apa seseorang menyakiti mu? kenapa menangis!??" Dante menatap mata gadis itu sambil mengusap wajahnya dengan lembut.
Sarah menghamburkan pelukannya pada Dante, dia memeluk pria itu dengan erat, sangat sedih dan merasa bersalah karena Dante dalam keadaan buruk.
" Maafkan aku meninggalkan mu semalam, seharusnya aku menemani, kau tidak akan sampai dirawat di rumah sakit karena aku, aku bodoh, aku terlalu malu mengakuinya kalau aku cemburu, maafkan aku," Ucap gadis itu.
Dante malah terkekeh, dia sangat suka melihat Sarah yang seperti ini, rasanya hubungan mereka menjadi lebih dekat sepuluh kali lipat.
" Makanya, lain kali itu tanya dulu, jangan langsung ambil kesimpulan, kamu merasa bersalah sendiri kan!? nakal sih," ejek Dante .
" Iya maaf, aku salah," balas Sarah.
" Sini berbaring di sampingku kalau beneran menyesal," Dante melepas Sarah dan menepuk kasurnya.
" Eh tapi...
__ADS_1
" Udah, sini tidur, ini sudah jam 11 lewat, kamu juga pasti capek, tidur lagi aja, besok kita ngomong," Dante menarik Sarah dan membawa gadis itu berbaring di sampingnya.
Tubuh Sarah yang ramping tentu saja muat di atas tempat tidur berukuran besar itu.
Dante menatap wajah gadis itu," Jadi sudah resmi kan? kita pacaran?" Dante tersenyum. Semburat merah mewarnai pipi sang kopral, Sarah mengangguk dan menatapnya dengan penuh kelembutan.
Tanpa malu dan ragu, Dante mengecup kening gadis itu," Terimakasih," bisik Dante .
" Aku yang terimakasih, kau membuktikan bahwa dirimu benar benar mencintaiku, aku menyayangimu Dante," ucap Sarah. Tangannya memeluk erat tubuh pria itu, jujur saja dia sudah terjatuh dalam pesona mematikan Dante.
Wajah Dante berbinar, tentu dia teringat dengan mendiang ibunya," Ma, Ini pacar Dante, cantik sekali bukan? Dante jatuh cinta padanya, seandainya Mama disini dan melihat dia, Mama pasti akan suka, terimakasih telah melahirkan Dante dan menyiapkan banyak kejutan untuk Dante," batin Pria itu.
Setiap Tahun, ketika dia bertambah usia, Papa nya akan memberikan surat peninggalan yang sudah dipersiapkan sang ibu saat tau dirinya hamil anak pertama dan satu satunya. Dia mengalami masalah yang sudah dideteksi sejak awal kehamilan, tapi tidak diberitahu pada suaminya.
Hanya ada dua pilihan hari itu, antara menggugurkan kandungannya agr bisa mengangkat kista yang mulai tumbuh di bagian rahimnya saat usia kandungannya menjalani 6 bulan atau melanjutkan kehamilannya dengan resiko kematian.
Kiara, ibu kandung Dante memilih melahirkan Dante ke dunia ini dengan meninggalkan banyak kenangan dan hadiah menakjubkan untuk Dante termasuk resep obat keturunan Alchemis.
Setiap ulang tahun, Dante akan menerima satu surat yang disiapkan ibunya sampai Dante berusia 40 tahun nantinya.
" Dante, selamat malam..." ucap Sarah .
" Selamat malam Sarah,"
...****************...
Penyakit dan kematian adalah hak yang tidak bisa diprediksi kapan datangnya. Bagaikan mendapatkan bencana, seluruh keluarga dibuat panik dengan kondisi Rania yang semakin turun.
" Kapan dia akan sadar!?? ini sudah dua hari lebih dan dia masih terbaring disana!?? apa terjadi sesuatu padanya!???" Terdengar suara Sarah terus mendesak penjelasan dari dokter yang merawat Rania.
Mereka diberitahu tentang kondisi Rania yang tiba-tiba memburuk. Tumornya mengganas dan merusak sistem kekebalan tubuhnya dengan begitu cepat.
Dan sudah tiga hari Rania hanya berbaring di atas brankar rumah sakit. Tidak sadarkan diri dengan berbagai jarum yang tertancap di kulitnya.
__ADS_1
Kondisi kesehatannya semakin memburuk, dikira setelah operasi dia akan membaik, tapi nyatanya dia malah drop.
"Rania!" Suara teriakan Elton menggelegar di umah sakit itu.Pria berambut biru mengkilap itu berlari sekencang-kencangnya memasuki rumah sakit setelah mengetahui keadaan kekasihnya dan penyebab Rania memutuskan hubungan mereka secara sepihak.
Dia dan Keluarga muda Cornelius baru tiba di negara bersama keluarga Bian, Philip dan Bella.
Mendapatkan kabar menyedihkan ini tentu membuat semua orang terpukul, mereka tak menyangka kalau Rania akan jatuh sakit.
Dengan tubuh gemetaran, Elton berlari memasuki kamar inap Rania, menatap nanar seisi ruangan itu dengan wajah panik. Air matanya mengalir dengan begitu deras kala melihat sang pujaan hati berbaring di atas brankar.
" Rania.... sayang... aku datang.... ba .bangun sayang...."
Ucapan Rania benar tentang kepanikan Elton ketika melihat orang yang dia sayangi dalam keadaan sakit. Baru saja tiba, kaki pria itu langsung lemas tak berdaya. Dia memeluk Rania sambil menangis menyesali kata kata kasarnya melalui pesan dan panggilan karena Rania memutuskan dirinya secara sepihak.
" Bagaimana keadaannya dok!? bisa kita bicara!?" Grape mengajak dokter yang menangani Rania untuk berbicara dengan dirinya dan Cherry.
Mereka pergi dari ruangan itu setelah melihat Rania, membiarkan Elton menemani sang kekasih disana.
Cherry dan Grape duduk di dalam ruangan dokter dengan layar monitor yang menunjukkan hasil scan tubuh Rania," Pengobatannya berjalan dengan lancar tuan, nyonya, beliau pingsan karena kelelahan dan stress, mungkin ada sesuatu yang membuatnya tertekan atau karena depresi menghadapi penyakit ini," jelas sang dokter.
" Tapi kenapa rambut kak Rania sampai rontok!?" tanya Grape penasaran.
" Efek obat yang diminum, untuk sementara dia akan kehilangan rambutnya, jarang terjadi tetapi ada beberapa orang yang mengalami hal jni,"
Grape dan Cherry berbicara banyak dengan sang dokter untuk solusi pengobatan terbaik yang akan diberikan pada Rania.
Beruntung tumornya tidak menyebar, penyebab Rania pingsan adalah kebanyakan berpikir dan tertekan selama masa pengobatan.
.
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen 🤗