
Pagi kembali berkuasa atas bumi dimana keluarga aneh dan bobrok itu berada. Cherry menggeliat menelusupkan kepalanya ke dalam pelukan sang suami tercinta saat bilah bilah cahaya sang mentari menggelitik wajah lembutnya yang cantik.
Belaian aroma pagi yang semerbak dan suara aktivitas manusia yang mulai terdengar. Grape terkekeh menatap kelakuan sang istri yang begitu manja. Semakin dekat hubungan mereka, semakin kelihatan pula sifat Cherry sebenarnya. Gadis bar bar dan penuh tingkah kocak dibarengi sifat keibuannya yang langsung muncul jika sedang bersama Alvaro dan Hansel.
"Aku tak menyangka kalau gadis ini adalah istriku, milikku dan harta yang paling berharga bagiku, apa yang sudah kulakukan sampai aku mendapatkan seseorang seperti dirinya," pikir Grape.
Tangannya bergerak dengan lembut mengusap surai istrinya. Wajah cantik dan polos itu begitu memikat hati Grape. Hatinya yang dulu tersakiti karena ditinggal pergi oleh mantan kekasihnya saat dia sedang sayang-sayangnya menorehkan luka membekas di hati pria itu. Dia ditinggal setelah sang kekasih tau kalau Grape mengalami kelumpuhan total. Shela saat itu, Grape menutup diri dari orang luar dan tak percaya dengan cinta.
Tapi kehadiran Cherry membuatnya kembali percaya kalau cinta sejati itu ada.
Dia mengusap wajah Cherry, menjelajahi garis wajah istrinya dengan lembut. Merasakan bentuk mata, alis, hidung, bibir dan wajah istrinya.
Di saat yang sama Cherry terbangun dari tidurnya, dia mengedipkan kedua matanya, menyesuaikan penglihatannya dengan cahaya kamar.
"emmhhh... udah pagi ya..." gumam gadis itu dengan suara parau sehabis bangun. Dia memeluk Grape semakin erat, rasanya teramat sangat nyaman dalam pelukan suaminya sendiri. Grape terkekeh," iya sayang udah pagi, kamu tidurnya nyenyak sekali, tidur lagi aja, kita bangun sebentar lagi," ucap Grape seraya melirik jam yang masih menunjukkan pukul 6 pagi.
Cherry menggesekkan kepalanya di dada Grape," pengennya begitu tapi aku udah gak ngantuk, mau malas malasan aja sebelum cari cuan heheheh..." ucapnya sambil terkekeh.
Tiba tiba...
muahhh...
"Good morning my husband," ucap gadis itu setelah dia mengecup pipi Grape dengan lembut lalu kembali memeluk suaminya dengan erat.
Grape terkejut, meski bukan pertama kali diperlakukan demikian oleh Cherry, dia selalu berhasil dibuat terkejut dengan tindakan tiba-tiba gadis itu.
"Kamu mulai nakal ya sayang," goda Grape sambil menarik wajah Cherry dan menatapnya dengan tatapan meledek.
"Hahahah.... gak apa apa kali baby sayangku, hahahah kan pasutri gemesh hahahahha...." Cherry tertawa terbahak-bahak di pagi yang begitu indah ini.
"Dasar nakal," celetuk Grape sambil mengusap pucuk kepala istrinya dengan lembut.
__ADS_1
Cherry hanya terkekeh geli, dia menatap Grape dengan tatapan berbinar binar," aku bahagia, gak pernah aku merasakan kebahagiaan seperti ini, makasih ya udah setuju dengan rencana nikah dadakan waktu itu," ucap Cherry.
"Tragedi semangka kecil itu ya," goda Grape yang tangannya di balik selimut sudah menjalar ke dalam kaos yang di pakai istrinya dan dengan tatapan licik menyentuh aset berharga Cherry.
"Yakakkk... Grape.... kenapa akhhh kenapa disentuh!!!!" Cherry terbelalak kaget saat tangan Grape menyentuh semangka kecilnya.
"pffthh wahahahhaha...... gak apa apa kali sayang kan pasutri gemesh hahahah... lagian aku udah lihat semua loh, semangka kecil kesayangan," bisik Grape seraya memijit lembut bagian dada sang istri dengan wajah nakal dan licik.
Cherry terbelalak, sontak tubuhnya gemetar saat pria yang sah jadi Suaminya itu mengerjai dirinya. Namun bayang-bayang Alex kala itu masih teringat di kepala Cherry. Tiba-tiba gadis itu menarik tangan Grape dengan paksa dan meringkuk ketakutan. Dia merasa takut setiap kali mengingat betapa keji ya Alex dan juga para penculik itu hampir mempermainkan dirinya.
"Grape ma..maaf... aku... aku...." Cherry terdengar lirih, suaranya gemetar ketakutan.
Grape tentu saja terkejut. ini bukan seperti Cherry yang biasanya, jika dia menggoda istrinya pasti Cherry membalasnya. Entah kenapa hari ini gadis itu malah mengingat traumanya.
"Kupikir traumanya benar benar hilang, dasar bajingan sialan, kau membuat kesayangan ku sampai seperti ini!" umpat Grape di dalam hati.
Pria itu terdiam sejenak, kini rasa bersalah menyelimuti hatinya. Tak tega dia melihat Cherry meringkuk ketakutan seperti itu.
"Cher...." panggil Grape sambil menyentuh kepala istrinya dengan hati-hati.
Cherry masih meringkuk ketakutan, gadis itu menarik nafas dalam-dalam.
"Trauma sialan, aku harus membuangnya, benar benar gila, aku tidak boleh terikat dalam trauma ini, aku milik suamiku dan suamiku milikku. Tubuhku bukan mengikuti trauma gila itu, Cherr jangan buat situasinya jadi canggung! kalian baru memulai hubungan yang baik, di depan lebih banyak tantangan, hanya trauma kecil saja kau pasti bisa!!!" batin gadis itu seraya meredam rasa takutnya.
Grape yang menunggu jawaban Cherry malah kelimpungan karena tak ada respon dari gadis itu. Dia terus menatap Cherry dan tak melepaskan tangan dari kepala istri nya.
"Cherr maaf aku tidak akan mengulanginya," ucap Grape lagi.
Di dalam hatinya Cherry merasa tersentuh dengan pengertian Grape yang begitu besar.
"Dia sangat berlapang dada, bagaiman bisa aku tidak jatuh cinta padanya setiap hari, kau telah memenangkan hatiku dan traumaku sayang!" batin gadis itu.
__ADS_1
Cherry mengangkat kepalanya dan menatap Grape," sudah baik baik saja, gak apa-apa kok," ucap Cherry sambil tersenyum manis.
Grape menatap istrinya, dia segera menarik gadis itu ke dalam pelukannya. Jelas di wajah Grape tergambar rasa khawatir yang begitu besar.
"Ma..maafkan aku, tak akan kuulangi, aku salah sayang, aku salah, aku terlalu bersemangat sampai melupakan trauma mu, maafkan aku, apa kau baik baik saja?" tanya Pria itu.
Cherry hampir menitikkan air matanya, "Bagaiman bisa ada manusia selembut ini, dia sangat pengertian, ahhh hatiku bagai ditaburi bunga mawar," batin Cherry.
"Aku baik baik saja Sayang," ucap Cherry sambil menepuk punggung Grape.
Grape menatap istrinya untuk memastikan apa dia serius dengan ucapannya.
"Kau yakin!?" tanya Grape. Gadis itu mengangguk dengan senyum andalannya," tentu saja sayang, tadi sempat takut, tapi berkat dirimu yang nakal dan mesum ini aku bisa meredamnya!" ucap Cherry sambil terkekeh.
"Ahhh syukurlah, " ucap Grape yang akhirnya bernafas lega.
Cherry tersipu malu," sekarang waktunya pembalasan!" celetuk Cherry yang dengan sengaja menaruh tangannya di atas aset berharga Grape dan mengusap perut pria itu dengan jahil lalu dengan cepat bangkit dari atas tempat tidur sambil menjulurkan lidah mengejek Grape.
"Hahahahah satu kosong jamur cokelat hahahaha... wleeekkk..." Cherry terkikik geli melihat wajah melongo Grape saat dia menyentuh aset berharga sang suami. Pasangan nakal dan mesum ini selalu punya cara sendiri untuk membuat pasangannya tergila-gila.
"Ya Tuhan apa tadi itu... kenapa dia... dia menyentuhnya? " Grape terbelalak sambil melirik bagian bawahnya yang menggembung dibalik lapisan celana itu.
"Astaga dia benar benar sangat baik baik saja, huh... kenapa jadi gerah, tenang Koko, kaki kita belum sehat, entar juga ketemu Cici si nyai, sabar ya sabar huh... panashhh panashhh ya kali main sama si Lux, gak lucu kali!!" gumam pria itu sambil meredam panas asmara di tubuhnya.
.
.
.
like, vote dan komen 🤗
__ADS_1