
Sementara itu, Ziora yang asli tersenyum puas setelah rencana dadakannya terlaksana. Dia sejak awal sudah merencanakan ini semua. Dia mengubungi Vira, perempuan yang dia pernah temui semasa SMA, kala itu mereka berdua sama-sama terkejut saat wajah mereka begitu mirip, hanya saja Vira memiliki tanda lahir dan rambutnya hitam pekat, dia terlihat tomboi dan lebih berisi dahulu.
Sampai saat ini pun Ziora berhubungan baik dengan perempuan yang entah bagaimana memiliki sifat yang sama dengannya.
Vira setuju melakukan semua itu hanya untuk membalas Ziora yang pernah meminjaminya uang banyak untuk melunasi hutang-hutangnya di masa lalu sampai akhirnya dia lepas dari jeratan lintah darat.
Mereka sama-sama merencanakan kejahatan untuk keuntungan masing-masing. Ziora awalnya tidak tau kalau Grape yang palsu buka lah Grape, sampai Vira dibawa ke rumah terasing. Ziora jelas Inga, Grape bukan pria yang mau mengajak perempuan ke tempat sepi. Grape orang yang baik tetapi kebaikannya membuatnya mudah ditebak.
Sebelumnya dia sudah menerka bahwa semua yang berhubungan dengan dirinya akan diungkap hari itu termasuk Rara Dalton, adik Phineas yang tentu berhubungan dengan Grape dan yang lainnya. Dia memberitahu semuanya pada Vira dan meminta gadis itu untuk berakting dan bertingkah seolah dia adalah Ziora yang sebenarnya hanya untuk mengecoh mereka dan Ziora bisa menjalankan aksinya menculik anak-anak dan membawa Cherry secara diam-diam.
Ziora duduk di dala mobil besar yang dia dan bayarannya pakai. Sepertinya dia benar benar gila, sambil merokok dia menatap jalanan itu dengan senyuman puas.
" Hahahah... Grape.. Grape, jika aku tak bisa memilikimu maka siapa pun termasuk orang-orang di belakang ini tak akan bisa memilikimu, aku akan membunuh siapa pun yang dekat denganmu!!" gumam wanita itu.
Sementara itu di bagian belakang mobil yang memiliki box terbuka untuk mengangkut barang, Cherry dan kedua anak ayam pingsan tak sadarkan diri setelah diculik oleh orang suruhan Ziora.
Alvaro dan Hansel diculik saat akan pulang sekolah, mereka diculik saat menunggu di post satpam dan satpamnya dipukul sampai tak sadarkan diri oleh orang itu.
Sedangkan Cherry diculik saat dia di berada di supermarket. Cherry ke supermarket untuk membeli beberapa kebutuhan anak-anak ditemani Pak Bono dan Daniel, saat ke toilet siapa sangka Ziora sudah menyuruh beberapa orang bayarannya mengikuti Cherry dari belakang disaat Pak Bono dan Daniel lengah.
Cherry dibuat pingsan lalu dibawa diam-diam dengan menggunakan kursi roda seolah-olah dia sedang sakit.
Di belakang mobil tersebut Cherry menyerngitkan keningnya saat dia merasakan panas matahari yang menyengat membakar kulitnya. Hari cukup panas dan terik dan mereka bertiga di ikat di belakang mobil, hanya ditutupi dengan plastik yang bisa terkena panas matahari dengan mudah.
" Akhhhh... kepalaku... dimana ini!!!" batin Cherry yang mulutnya tertutup.
Tiba-tiba Alvaro menggeser tubuhnya untuk memberitahu Mommynya bahwa dia sadar. Cherry menoleh dengan wajah terkejut, kedua putranya duduk di dekatnya sambil menangis menatap Cherry dengan wajah khawatir dan ketakutan terutama Hansel yang terlihat sangat pucat karena traumanya kembali lagi.
Cherry terkejut, dia hanya bisa bergumam, ingin berteriak tapi mulutnya di tutup dan kedua tangannya diikat.
" Ya ampun anak-anak... bagaimana ini, kenapa kami disini!!!" Cherry panik belum lagi melihat anak-anaknya menangis.
Cherry menarik nafas dalam-dalam, dia tidak boleh stress dan tertekan, janinnya masih rentan, dia takut terjadi apa-apa pada kandungannya. Dia menenangkan diri sejenak, lalu menatap putranya Alvaro.
__ADS_1
Alvaro menatap Mommynya dengan mata berkaca-kaca, dia ketakutan tetapi berusaha untuk tetap tenang agar Mommynya juga tenang.
Cherry menatap Alvaro, dia memutar matanya dari kori ke kanan, memberi kode agar anak itu berputar. Beberapa kali dia melakukannya sampai Alvaro paham dan memutar tubuhnya.
Cherry melakukan hal yang sama, dia dalam posisi saling membelakangi dengan Alvaro, tangan mereka yang diikat di belakang bertemu satu sama lain. Dengan cepat dan berusaha tak melukai putra nya, Cherry membuka ikatan anaknya. Beruntung tali yang digunakan tidak terlalu erat sehingga dengan cepat ikatan itu terbuka.
Alvaro melakukan hal yang sama begitu tangannya lepas, dia membuka ikatan tangan Mommynya.
Keduanya berhasil lepas, mereka membuat penutup mulut dan Cherry beralih pada Hansel yang menangis ketakutan di sana.
Akhirnya ketiganya lepas, kedua anak itu langsung memeluk Cherry sambil menangis sesenggukan karena takut.
" Mom... hiks hiks hiks... takut..." ucap mereka berdua sambil memeluk Cherry dengan air mata berderai yang membasahi pakaian Cherry.
" Ahh.... tenang sayang, Mom disini, kita akan selamat!!!" ucap wanita itu. Suaranya terdengar gemetar, dia menangis sambil menguatkan dirinya. Dia tidak takut diculik, yang dia takutkan anak-anak nya dalam bahaya dan janinnya terganggu karena hal ini, dia tak bisa membuat dirinya dalam keadaan bahaya.
" Sekarang kalian tenang, jangan berteriak, Mom akan cari cara supaya kita pergi dari sini! Daddy pasti mengikuti kit!!" ucap Cherry pada kedua putranya.
" Tapi Hansel takut mommy... Hansel ta..takut...." ucap anak itu dengan suara gemetar.
" Mommy disini, adek jangan takut, kita pasti bisa sayang," ucapnya dengan yakin.
Alvaro juga mengusap kepala adiknya dengan lembut," Abang dan Mommy akan jaga Hansel dan baby Corn, jangan takut, kita pasti bisa keluar, Abang yakin Daddy sudah mencari kita!!" ucap anak itu.
Cherry menatap putra sulungnya dengan mata berkaca-kaca, anak itu bahkan sudah peduli dengan janin yang dia kandung.
"Tapi bagaimana?" tanya Hansel.
Cherry menunjukkan cincin pernikahan nya dan kalung hadiah yang diberikan Grape pada mereka bertiga setelah tiba dari Finlandia waktu lalu.
" Daddy memasang pelacak disini, posisi kita akan selalu terpantau dari benda ini, jadi jangan takut, yang perlu kita lakukan adalah keluar dari mobil ini!!" ucap Cherry menatap keduanya bergantian.
Hansel masih memeluk Cherry sedang Alvaro langsung paham dan yakin dengan Mommynya.
__ADS_1
Cherry membuka plastik yang menutupi mereka, matanya menatap jalanan dengan serius. Bersamaan dengan itu kepala dua anak ayam muncul keluar dari balik plastik itu, mengintip dan mengamati jalanan yang mereka lalui.
" Hutan Mommy!!!" ucap Hansel sambil menatap lingkungan itu dengan mata bulat besarnya Nyang masih berkaca-kaca.
"Eh buset, gemesin banget anak gue, tapi kasihan nangis tapi imut juga arkrhhhh... gimana sih kok gemesin di saat begini!!!" batin Cherry tak tahan melihat wajah menggemaskan itu.
Saking tak tahannya, Cherry mencubit gemas pipi Hansel yang merah merona dengan mata besar berkaca-kaca bagai kristal bening itu.
" Aduhh maaf sayang Mom gak tahan lihat wajah kami..." ucap Cherry sambil mencubit gemas dan mencium pipi Hansel berkali kali.
Alvaro tergelak begitu juga dengan Hansel, bisa-bisanya bumil itu melakukan hal demikian di saat begini.
Sementara itu, di bagian depan,Ziora yang asli mendapatkan panggilan telepon dari Nagata yang membuat dirinya terkejut.
" Datang ke alamat ini, kau diikuti oleh anak buah Grape, kau bodoh atau tolol hah? ingin mempermainkan mereka, kalau mau melakukannya harus dengan bersih tolol!!" umpat Nagata dari seberang sana.
Mereka melakukan panggilan Video dan jelas dalam video itu, Grape, Philip, dan teman-teman mereka diikat dalam ruangan gelap dengan wajah babak belur.
" Ka....kau... bukannya kau dipenjara bagaiman bisa!!??" mata Ziora membulat sempurna.
" Tentu bisa, si bodoh yang kau inginkan ini..." Nagata menarik kepala Grape, wajahnya dipenuhi luka lebam dan bibirnya berdarah sedang tubuhnya diikat," ingin menggunakanku untuk menangkapmu, dia terlalu naif, cepat kesini dan bawa mereka, aku ingin menikmati wanita itu dan kau dapat keinginanmu!!" ucap Nagata sambil mendorong Grape begitu saja ke lantai sampai wajahnya membentur lantai.
" Yakk...kenapa kau mendorongnya begitu, wajahnya akan rusak bodoh!!!" pekik Ziora mengamuk.
" makanya kesini tolol, kau mau atau tidak? aku bisa membunuhnya sekarang tapi kau tak akan dapat apa-apa!!" ucap Nagata.
" Haishh sialan, kau selalu saja tak sabaran, aku akan kesana kirim alamat nya!!!" teriak Ziora kesal.
" Baiklah..."
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 🤗