Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
44


__ADS_3

Kediaman Pratama


Bian baru saja pulang kerja, pria itu masuk ke dalam 'rumah buatan' mereka dengan tubuh lelah. Dia berjalan masuk sambil sesekali menghela nafas kesal karena harus menunggu waktu yang lama untuk mematangkan rencana mereka menghancurkan Raharja.


Dia menatap rumah itu sebentar, bibirnya tersinggung ke kiri," ini akan jadi neraka yang sempurna untukmu Viona, karena telah berani membuat Kakak iparku menderita selama ini!" gumam Bian.


Bian membuka jasnya, melemparkan benda itu begitu saja di atas lantai, membuka sepatunya dan meletakkannya sembarangan di atas lantai dengan kaos kaki dan dasinya yang berhamburan kesana kemari.


Di saat yang sama di disambut 'Tuan dan Nyonya Pratama' boneka yang mereka kendalikan .


"Selamat datang tuan muda!" sapa kedua orang tua yang memiliki penampilan elegan sesuai dengan peran mereka dalam sandiwara ini. Tuan dan nyonya Pratama buatan yang dikarang oleh Rania yang kala itu masih berusia Lima belas tahun. Keluarga Pratama yang merupakan keluarga tersohor padahal siapa yang tau kalau Keluarga ini adalah keluarga buatan dari tiga orang anak yang kehilangan kedua orang tua mereka di masa lalu


"Dimana dia?" bisik Bian dengan pelan.


"Di ruangan dapur tuan muda, sedang memasak seperti yang tuan muda perintah kan sebelumnya, tapi ahhh... ruangan itu sudah persis seperti Kapala pecah membuat kepalaku sakit!!!" kesal si tuan Pratama palsu.


"Dia bukan gadis yang tau bersih bersih tuan, semuanya terletak sembarangan dan sangat sombong, beberapa pelayan habis dimarahi padahal dia yang membuat kesalahan dan tidak tau masak!!" balas si nyonya Pratama palsu.


Bian terkekeh mendengar keluh kesah orangtua palsunya itu," Pa, Ma tenang saja, kita akan memulai neraka baru untuk wanita tidak tau diuntung itu!!!" ucap Bian sambil menyeringai.


"Apa sudah dimulai tuan? lalu kapan kami akan bertemu...


Bian menaruh jarinya di depan bibirnya," shhhh jangan melupakan peran kalian, belum waktunya ku bicarakan tapi kakak sudah memulai semuanya!" ucap Bian sambil melangkahkan kakinya ke dapur .


Bian pria tinggi berwajah tampan, dikenal sebagai pebisnis kelas atas dari kasta tertinggi dengan kehidupan mewah sejak dia lahir. garis rahang yang tegas ,hidung mancung yang berdiri tegak seperti jembatan emas, bibir Semerah buah berry dan mata yang bersinar indah. Pria tegas dengan tatapan mata menusuk yang senang mempermainkan musuh musuhnya dengan cara paling keji sekalipun.


Bian menapakkan kakinya yang bahkan tak memakai alas kaki menuju dapur. Belum masuk ke dapur sudah membuatnya pusing dengan bau menyengat dari ruangan itu.


"Sialan apa yang dilakukan wanita sinting ini pada dapurku!!!" kesal Bian . Dia berjalan cepat cepat menuju dapur dan ...


Jreng... jreng... jreng....


Di hadapannya terpampang nyata kapal pecah akibat pertempuran sengit antara Viona si Mak lampir dengan penggorengan panas.

__ADS_1


"Ya Tuhan, hancur sudah marmer mahal untuk lantai ini, ya ampun semuanya berlumuran minyak apa yang sebenernya dilakukan wanita sialan ini!!!!!" geram Bian dengan wajah kesal .


"Viona!!!" pekik Bian.


Ini kali pertama dia berteriak pada gadis ular pembuat onar yang sangat dia benci itu. Viona yang sedang menghias masakan yang dia tata di atas piring terkejut saat mendengar suara Bian di ruangan itu.


"Bian!??? aku terkejut kenapa kau berteriak!???" pekik Viona dengan wajah panik saat dia mendengar suara Bian yang begitu keras.


Mendengar Viona membalas bentakannya membuat Bian naik darah dia mengeraskan rahangnya , belum lagi kekacauan yang ditimbulkan wanita itu di dapurnya membuat kepalanya sakit.


Bayangkan saja seluruh piring dan peralatan dapur keluar dari tempatnya , berantakan dengan sisa sisa makanan yang terbuang karena gagal dalam percobaan memasak perempuan itu. Bekas kecap dan bumbu bumbu yang bertaburan di atas lantai dan meja, air yang bertumpahan dari wastafel, semuanya terlihat sangat berantakan padahal tadi pagi Bian hanya meminta perempuan itu untuk memasak dengan niat mengerjainya tapi nyatanya apa yang dilakukan Viona berhasil membuat Bian si pria super bersih dan rapi itu naik pitam.


Bian berjalan dan menarik Viona dengan kasar sambil mencengkram leher perempuan yang menikah dengannya itu.


“ Apa yang sebenarnya kau coba lakukan di dapur ini Viona? Kau ingin menghancurkan rumah ini hah? Apa otakmu yang hanya pintar soal brand itu tidak tau cara merawat barang mahal hah? Kau pikir kau bisa mengganti setiap inci barang barang yang kau rusak di dapur ini hah? Beraninya kau merusak rumah ini wanita jal4ng sialan!!!” pekik Bian sambil mencekik perempuan itu dengan kuat dan..


Brakkk...


“ Bian...Bian , sayang apa yang kau pikirkan kenapa melamun? “ Viona melambaikan tangannya di depan wajah Bian sambil memegang piring yang sudah berisi dengan larva merah hasil uji coba Viona di dapur mewah itu.


Bian menggelengkan kepalanya, barusan pria itu ternyata hanya berhalusinasi. Keinginannya terlalu besar untuk menghabisi perempuan di depannya itu sampai membuatnya membayangakan yang tidak tidak.


“ sial, sampai kapan aku harus menahan diri, tanganku sudah gatal ingin menjambak jambak si wajah penggorengan ini, melihatnya saja membuatku kesal,” gerutu Bian di dalam hati.


Viona dengan senyuman polos yang dibuat buat menunjukkan kekacauan yang dia masak yang tampilannya lebih terlihat seperti muntah yang ditaruh di atas piring, bagaimana bisa dia menyajikan benda mengerikan itu pada Bian.


“ Sayang aku memasak steak, sedikit godong sih tapi sudah ku cicip rasanya tidak terlalu buruk ini masakan pertamaku, cobain yah…” ucap Viona sambil mengedipkan kedua matanya berusaha untuk bersikap imut di depan Bian .


Bian hanya menatapnya dengan tatapan datar dan dingin, tatapan yang selalu berhasil membuat gadis itu ketakutan dan berubah menjadi kesal.


“ Kau piker aku bisa memakan makanan hina itu? Baunya saja membuat perutku mual, aku menyuruhmu memasak bukan menghancurkan dapurku, aku memintamu membuatkan aku makanan bukan merusak barang barang di rumah ini Viona…” kesal Bian sambil mendorong Viona agar menjauh dari dirinya.


“ Ta.. tapi kan, ka.. kamu yang minta dimasakin aku… aku sudah berusaha untuk membuat masakan yang terbaik , kamu cobain dulu…” pinta Vioan dengan nada memaksa.

__ADS_1


“ Ohhh… jadi begini ya kelakuan anak tunggal Raharja yang seharusnya bersikap sopan seperti bangsawan itu, hahahha… tak kusangka anak tunggal Raharja bahkan tidak tau tata karma makan orang bangsawan seperti kami, apa kau sadar Viona,status keluarga mu masih jauh di bawah keluargaku, jangan menaikkan nada bicaramu padaku dan patuhlah pada perintahku jika kau tidak ingin keluargamu berakhir di tanganku.,..” ancam Bian .


Vioan terdiam membeku, sikap Bian yang tegas dan pemarah ini selalu berhasil membuatnya ketakutan dan terlihat pucat setiap kali melihat Bian yang sedang marah.


“ A… aku…


“ Dengar ini, aku mau besok pagi seluruh ruangan ini sudah bersih dan kau yang bersihkan dengan tanganmu sendiri, sekalian bersihkan ruangan depan, jika tidak kau akan kupulangka ke rumah keluarga Raharja dan aku akan mengatakan pada public kalau putri bangsawan raharja ini hanya seoang gadis tidak berkelas yang tidak tau apa pa bahkan melayani suaminya saja dia tak bisa!” ancam Bian sambil mencekik leher gadis itu .


Viona menangis dengan tubuh gemetaran, perubahan Bian sangat tiba tiba bagi gadis itu, hal yang sangat dia takutkan saat pria itu selalu marah marah pada dirinya .


“ Ke… kenapa kau melakukan ini… sejak hari itu ka…kau bahkan tak pernah menatapku dengan lembut Bian… apa kau masih mencintai Cherry? Dia yang membuangmu hiks hiks hiks… dia yang memilih tidur dengan pria cacat itu…” teriak Viona sambil menangis tersedu sedu dengan semua barang yang berantakan di dekatnya.


“orang yang kau hina itu adalah kakakku dan kakak iparku, aku tidak akan membiarkan kehidupan keluarga mu itu berjalan dengan damai,” batin Bian.


“ ya aku masih mencintainya sampai saat ini, sikap ku waktu itu hanya untuk menarik perhatiannya, puas?” ucap Bian tanpa menoleh lalu beranjak menuju lantait dua tempat dia tinggal sendirian sedangkan Viona ditempatkan di kamar tamu .


“ Sialan kau Cherry… hiks hiks hiks… ini semua karena dirimu, kau seharusnya tidak hadir di dunia ini, seharusnya kau mati bersama ibumu waktu itu ararkhhhhhhh… awas kau sialan!!!" Batin Viona memanas, dia paling tidak bisa menerima kekalahan.


.


.


.


like, vote dan komen 🤗


.


.


.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2