Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
52


__ADS_3

Rania terdiam di posisinya. Dia tak bisa menghentikan Cherry yang terlanjur kecewa setelah mengetahui kenyataan kalau dirinya hanya dijadikan alat balas dendam untuk menghukum keluarga Raharja.


“ Katakan satu alasan yang tepat kenapa kau memanfaatkanku Grape?” Cherry menatap pria itu dengan tatapan marah dan kecewa.


Grape merangkak dari kursi rodanya, “ jangan merangkak begitu biar ku bantu...” ucap Philip.


Namun Grape menepis tangan Philip dan berusaha untuk bangkit berdiri dengan kakinya sendiri , hendak menghentikan Cherry .


“ Aku... aku hanya ingin membalaskan dendam keluarga kami, tuan Raharja yang kau kenal sebagai ayahmu membunuh kedua orang tua kami dan menjadikan kami sebagai yatim piatu di saat usia kami masih sangat kecil, kami kehilangan keluarga kami karena orang itu,” ucap Grape .


Orangtua Rania, Grape dan Bian meninggal dalam sebuah kecelakaan yang disebabkan oleh ayah angkat Cherry yang dengan sengaja menabrak mereka ketika keluarga Cornelius yang kala itu menjadi saingan bisnis paling kuat yang menjadi rival tuan Raharja merusak semua rencana tuan Raharja untuk menjadi satu satunya pengusaha bidang fashion yang paling berjaya padahal uang yang dia kelola adalah uang milik mendiang Mommy Cherry.


Ayah dan ibu ketiga bersaudara itu meninggal di tempat setelah berjuang dengan titik darah penghabisan melindungi ketiga anak mereka dengan menjadikan tubuh mereka sebagai tameng untuk melindungi ketiga anak kecil itu.


Grape yang masih kecil dengan jelas melihat wajah mengerikan tuan Raharja yang menembak tubuh orangtua mereka berkali kali tanpa merasa bersalah sedikitpun. Lalu dengan liarnya mendorong mobil itu ke dalam jurang. Nasib ketiga anak itu tak seburuk yang orang lain perkiranakan, mereka bertiga selamat tetapi identitas mereka disembunyikan oleh paman dan bibi pengasuh yang berperan menjadi orangtua palsu mereka sampai saat ini.


Sejak saat itu tujuan utama ketiga anak itu adalah untuk membalaskan dendam kematian orangtua mereka karena persaingan bisnis yang menyebabkan dua orang baik itu meninggal dunia secara mengenaskan.


Mendengar penuturan Grape dan Rania bergantian membuat gadis itu terdiam di tempatnya. Dia menatap Grape yang berusaha untuk berdiri dengan menggunakan tongkat.


“ Meski demikian bukan berarti kau bisa memanfaatkan orang lain utnuk membalaskan dendamu Grape, aku kecewa...aku... aku telah jatuh cinta pada orang yang salah, aku tak sanggup melewati ini hiks hiks hiks... aku pergi!!! ” ucap Cherry sambil menangis sesenggukan, dia berlari keluar dari rumah dan berlari menuju pangkalan ojek di sekitar rumah itu meninggalkan Grape dan teman temannya yang tak berhenti memanggil dan berusaha agar Cherry mendengarkan penjelasan mereka.


Namun Cherry terlanjur kecewa, dia tak tau harus melakukan apa untuk menanggapi hal ini, rasanya sangat sesak di dalam dadanya, saat tau kalau dirinya hanya sebagai alat untuk balas dendam oleh pria yang dia cintai.


Di dalam rumah, Grape terbujur kaku di atas lantai dengan penyesalan terbesar yang kini menggerogoti hatinya. Cherry istrinya mencintai dirinya dengan tulus tetapi yang dia lakukan adalah memanfaatkan Cherry untuk balas dendam.


“ Bagaimana ini... hiks hiks... Cherry... kenapa kau pergi Cherr....” Rania menangis sesenggukan sambil memeluk Grape yang juga tak bisa mengatakan apa apa.

__ADS_1


Phineas tampak diam begitu juga dengan Philip. Mereka tak menyangka kalau Cherry akan sesakit ini ketika tau kenyataan tentang diri mereka terutama tentang semua rencana balas dendam itu.


“ Cherry.. bagaimana ini... tidak boleh begini Grape!" ucap Phienas yang tak rela jika Cherry pergi dari rumah itu. Dia berlari keluar dan mengeluarkan mobilnya dari garasi bawah tanah untuk mengejar Cherry yang sudah pergi meninggalkan mereka disana.


“ Grape kau harus tanggungjawab!" ucap philip sambil bangkit berdiri dan juga pergi mengejar Cherry menggunakan sepeda motornya.


Grape terdiam dengan air mata penyesalan membasahi pipinya, dia tak lagi bisa bergerak, kakinya seakan kaku dan tak bisa di gerakkan.


“ Grape... sadarlah... istrimu kita harus mengejarnya!!" ucap Rania sambil menepuk wajah Graep dengan lembut.


“ Ka.. kak... ba.. bagaimana ini ? aku menghancurkan segalanya, aku membuat gadis yang kucintai menderita.. aku... aku jahat kak..apa yang harus kulakukan ?” ucap Grape dnegan sura tercekat dan menatap Rania dengan raut kesedihan yang mendalam.


“Hiks hiks hiks.... nasi sudah menjadi bubur, sekarang kita harus mengejar Cherry, kita harus menjelaskan semuanya pada cherry... ayo kita perbaiki hubungan yang rusak ini,” ucap Rania sambil mengambil kursi roda adiknya dan membantu Grape naik ke kursi roda itu.


“ apa yang harus aku lakukan kak, Cherry pasti membenci ku sekarang apa yang harus kulakukan kak?” Grape menangis di dalam pelukan kakak perempuannya.


“tenaglah, kakak pasti akan mengembalikan Cherry pada kita, kamu tenanglah...” ucap Rania sambil menangis sesenggukan.


Sementara itu Cherry dibawa oleh ojek yang dia tumpangi menuju pasar sesuai dengan keinginan Cherry. Gadis itu hendak menenangkan diri setelah mendengar semua penjelasan suaminya yang sangat mengejutkan dan membuatnya kecewa.


Cherry turun di pasar tempat dia dan Elton hari itu bermain bersama dan makan jika ada waktu luang atau tak sengaja bertemu di jalan. Mereka pasti akan datang ke tempat yang dipenuhi dengan makanan ini.


“ Aku merindukan kak Elton ... hiks hiks hiks...” Cherry masih menangis sesenggukan. Dia berjalan di sepanjang lorong penjual makanan itu. Melihat apa saja yang bisa dia makan dan berbaur dengan orang orang disana. Apalagi di malam hari street food di lokasi itu pasti ramai pengunjung terutama oleh anak anak muda. Yang di jual juga bukan hanya makanan tetapi berbagai aksesoris dan pakaian juga barang barang fashion yang sesuai dengan trend dan mengikuti gaya anak muda.


Cherry menatap kaosnya yang basah karena air mata juga tubuhnya yang kedinginan karena cuaca dingin di malam itu. Dia pergi ke sebuah toko pakaian dan membeli pakaian hangat untuknya lalu menganti pakaiannya disana. Setelah Selesai gadis itu melangkahkan kakinya keluar dari dalam toko sambil menghirup nafas dan membuangnya dengan kasar. Penjelasan Grape dan Rania tadi masih berputar putra di kepala gadis itu.


“ Jadi mereka juga korban dari si tua Raharja sialan itu? Cih...kupikir hanya Mom yang jadi korban mu raharja, bahkan keuluarga orang yang kucintai pun ternyata menjadi korbanmu apa kau itu manusia? “ pikir Cherry.

__ADS_1


“ ahhh ... aku menangis dan pergi terlalu jauh, aku memang kecewa saat tau dimanfaatkan,rasanya seperti kepercayaanku dikhianati,” gumam Cherry berdiri dalam antrian roti bakar untuk membeli beberapa potong roti bakar untuk mengisi energinya.


“ Tapi dia juga bukan dalam posisi yang menguntungkan, kasihan Grape... haihhh apa yang kulakukan tadi... kenapa menampar wajahnya, pasti sakit, bodoh kau cher kenapa langsung marah tadi...” Cherry merutuki dirinya sendiri karena tak berpikiran jernih dan langsung kabur dari rumah karena terlarut dalam kekecewaan.


“ Bodoh... bodoh...” ucap gadis itu sambil beberapa kali menepuk nepuk pipinya sendiri.


Setelah mendapatkan makanan dan minumannya, Cherry duduk di pinggir pasar yang tampak sepi sambil menatap semua orang yang lalu lalang jauh disana. Tanpa dia sadari ada beberapa orang yang sedang menatapnya dengan tatapan mencurigakan.


"Sepertinya dia akan cocok, kita butuh satu gadis lagi maka misi ini selesai, tuan Nagata pasti akan senang mendapat gadis cantik seperti dia!"


"Shhh diamlah, kita akan pancing dia!" bisik rekannya.


“ Aku jadi merindukan dua bocah itu, apa mereka juga memiliki kisah menyedihkan sampai mereka nyasar di sini?” pikir Cherry.


“ Ahhh, Grape... kenapa kau tak bilang sejak awal, jika bilang aku pasti tidak akan sekecewa ini, rasanya sakit sekali saat tau aku di bohongi pria yang kucintai... kau itu bodoh atau bagaimana sih?” ucap Cherry dengan wajah kesal sambil mengusap air matanya.


Di saat yang sama..


“ Ta... tante... kami mau makan.....” suara beberapa anak kecil terdengar di dekat gadis itu dan membuatnya menoleh.


.


.


.


like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2