Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
81


__ADS_3

Azura Davichi Kim, gadis cantik blasteran Korea Rusia. Wajah cantik yang membuat seorang Bian Cornelius menerima lamaran pernikahan dari teman satu perguruan silatnya itu. Keduanya bertemu di sebuah perguruan bela diri ketika ada ajang lomba antar perguruan.


Saat itu usia mer masih 17 tahun, dan keduanya menjalin kasih setelah Bian menyatakan perasaannya saat mereka sedang bergelut dalam pertandingan.


Dengan kekalahan telak Azura, Bian menyatakan perasaannya pada gadis itu sehingga mereka menjalin kasih selama 3 tahun . Lalu di usia mereka yang ke 20, Azura yang kala itu baru masuk menjadia nggota termuda badan intelijen negara melamar Bian dan mereka menikah di usia muda.


Rumah tangga mereka tetap akur, sering LDR dan keduanya merupakan pasangan yang hebat.


"Dia sebentar biar ku bersihkan," ucap Bian sambil membersihkan wajah istrinya dengan lembut dan penuh perhatian.


Azura menurut, satu satunya yang bisa membuat gadis itu patuh adalah suami tercintanya. Bian juga demikian.


Rania menatap pasangan itu, sedikit iri karena percintaannya tak semulus percintaan adik adiknya.


"Apa rencana selanjutnya? Dia sudah keluar dari rumah ini, mungkin hubungan kalian akan segera terekspos ke publik, apa kalian siap?" Tanya Rania sambil menatap mereka berdua.


Bian dan Azura saling menatap. Dengan Bian yang membersihkan wajahnya dari sisa perekat topeng, dia berbicara tanpa menolah," dia tidak punya bukti apa pun kak, semua orang akan menganggap ucapannya sebuah omong kosong, dia hanya akan dianggap sebagai seorang perem bodoh yang tergila gila dengan keluarga Pratama," ucap Bian sambil mengusap lembut kedua pipi istrinya.


"Udah beres, begini kan cantik, " ucap Bian sambil mengecup kening Azura tanpa malu meski di depan kakaknya sendiri.


“ Tapi apa yang akan kita lakukan pada perempuan itu?” tanya Azura sambil menatap Rania danBian bergantian.


“ Grape sudah memulai rencana pembalasannya Azura, kita buat Raharja sialan itu gila,” ucap Rania sambil terkikik geli membayangkan bagaimana wajah Raharja saat ini kebingungan dengan semua berita dari pengirim anonim yang masuk ke portal berita perusahaan Raharja.


“ Kak, dua hari lagi hari peringatan kematian Mom dan Daddy, apa kita akan bawa Cherry kesana?” tanya Bian tiba tiba.


Rania yang mendengar hal itu langsung terdiam. Dia menatap bian dan Azura bergantian,” tentu saja, dia adalah menantu Mom dan Daddy, kita harus mengenalkan Cherry pada Mom dan daddy, gadis yang membuat Grape kembali tersenyum setelah sekian lama,” ucap rania.


Bian dan Azura mengangguk mereka setuju dengan ucapan Rania.


“ Aku awalnya sangat meremehkan kakak ipar, tapi saat kejadian hari aku melihat berbagai sisi dari gadis itu. Dia memang takut dan gemetar, bahkan dia terlihat tertekan dengan situasi itu, tetapi hatinya yang begitu tulus ingin menyelamatkan orang lain membuatnya kuat, aku heran dimana ada manusia seperti itu,” ujar Azura.


“ Apalagi saat dia dengan berani mengangkat bom itu dan melemparkannya ke lautan lepas, dia sama gilanya dengan kakaknya,” ujar Azura.


Bian dan Rania mengangguk,” kamu benar bae, dia sedikit gila, bahkan saat memberikan tawaran pernikahan itu dia dengan berani mengancam akan membongkar identitasku sebagai pria beristri ke hadapan publik, merekam pembicaraan kami dan mengambil foto kita berdua saat kau sedang bertugas hari itu,” ucap Bian.

__ADS_1


“ Aku tak menyangka rencana ini malah berubah haluan ,” tambah Rania.


Mereka malanjutkan diskusi mereka di daam rumah itu. Sementara itu waktu terus berlalu dan hari semakin malam. Kini waktunya bagi semua penduudk bumi untuk kembali terlelap dalam tidur mereka setelah melakukan aktifitas seharian penuh.


Cherry tampak keluar dari dalam ruangan kamar anak anak. Mereka kini tingal di lantai bawah tanah yang memiliki fasilitas lebih mewah dan lengkap, atas permintaan Grape, untuk sementara mereka akan tinggal di sana .


“ Apa mereka sudah tidur? “ tanya Phineas penasaran. Cherry mengangguk,” sudah, mereka tidur bersama kak Elton, apa kakak mau masuk kesana juga?” tanya Cherry sambil membawa nampan di tangannya.


“ emmm ... kakak sepertinya gak bisa, harus pergi lagi malam ini Cher, ada urusan mendadak,” jelas Phineas.


“ urusan pekerjaan?” tanya Cherry sambil melangkah menuju dapur. Phineas mengangguk,” iya, ada kasus baru yang harus kakak tangani,” ucap pria itu.


“ Apa Kakak gak capek? Kakak kan punya bawahan? Kenapa kakak kerjakan semuanya sendiri? Bagi pekerjaan kakak pada bawahan kakak,” ucap gadis itu.


“ kalau begini terus badan kakak yang capek, Cherry gak mau orang di rumah ini kelelahan dan sakit hanya karena terlalu gila kerja,” omel gadis itu.


“ lagian uang kakak udah banyak mau ngapain kerja sampai selarut ini? Kakak itu manusia bukan robot, jangan sering sering begadang, kalau masih bisa istirahat seenggaknya 6 jam sehari kakak gunakan, jangan sampai badan kakak rusak hanya karena kerja,” omel Cherry sambil menatap pria itu dengan tatapan kesal.


Pasalnya setiap malam, sejak gadis itu bergabung ke rumah itu, Phineas selalu tidak di rumah. Berbagai alasan dia ucapkan padahal dia bekerja dan menyelesaikan banyak kasus .


“ apa kakak ada masalah? Apa kakak sedang gak baik baik saja sampai kakak gak bisa tidur tenang dan memilih kerja? Bilang kak, cerita sama kita, kalau kakak segan kakak boleh cerita sama kak Elton, kak Philip, suami Cherry jangan menahannya sendirian, itu gunanya sahabat,” oceh gadis itu sambil merapikan dapur.


Dan tanpa sadar, Phineas malah ikut bersama gadis itu . Di saat yang sama cherry melihat Philip yang sedang nangkring di sudut dapur dengan peralatan Pcnya , makan cemilan di atas lantai dengan remah remah roti yang berserakan kemana mana dan kemasan snack yang bertebaran di sekeliling pria itu.


Celana pendek dan kaos oblong putih yang belepotan dengan cokelat terpajang di tubuh pria aneh itu.


“ Hufftthhh...” Cherry menghela nafas sambil menatap Philip dengan berkancah pinggang,” ini nih , udah jam 12 malam tapi masih main di depan laptop,” gumam gadis itu sambil menatap Philip dengan tatapan kesal.


“ kak Philip!!” panggil Cherry.


“ ho oh.. apa dek? “ jawabnya tanpa menoleh sambil mengunyah permen karet yang sudah bercampur roti yang dia makan sekaligus, entah jadi seperti apa rasa benda itu.


“ Istirahat!” ucap Cherry dengan nada tajam dan tegas.


Mendengar ucapan Cherry, Philip langsung berdiri dengan wajah panik sampai semua keripik yang berjatuhan di bajunya sendiri terjatuh ke atas lantai .

__ADS_1


“ i..iya istirahat sebentar lagi...


Grep...


Cherry mengambil paksa laptop pria itu dan menatap apa yang sedang dimainkan Philip.


“Game?” mata Cherry membulat, “ Cepat bereskan itu dan segera tidur!” tegas Cherry sambil menatap Philip dengan tatapan tajamnya. Sudah berkali kali gadis itu mengingatkan agar Philip tidur dengan teratur, tetapi tak diindahkan olehnya.


“ tapi kakak mas..


“ gak ada tapi tapian, cepat bersihkan itu semua dan pergi tidur, kalau kakak gakk tidur juga ini...” cherry mengangkat laptop kesayangan Philip.


“ akan kuancurkan sekarang!" ancam gadis itu.


Philip langsung panik, cepat cepat dia membereskan semau barang barang bekasnya dan membuangnya ke tempat sampah. Phineas yang melihat itu tertawa cekikikan, seisi rumah itu diomeli oleh Cherry yang memang harus super perfect.


“ kalian kok jadi nyebelin sih? Ini udah larut malam tapi masih aja kerja, badan kalian itu perlu istirahat, Cherry gak mau orang yang Chery sayang sakit,” ucapnya dengan nada lirih.


“ iya iya.. kaka gak kerja kok malam ini, kakak akan istirahat ,” ucap Phineas sambil menepuk kepala Cherry.


“Gue juga bestiee... hehehe... kakak istirahat juga, janji gak buka laptop lagi tapi dibalikin ya?” pinta philip.


Cherry menggerakkan jari jarinya,” no... nggak boleh, ditahan sampai besok. Kakak tidur di kamar Alvaro dan Hansel bareng kak Elton, kak Phineas juga, kalau menolak...


“ ahh iya iya,.... baiklah.... akan kami laksanakan,, dasar cerewet..” ejek keduanya sambil melangkah masuk ke dalam kamar menuruti si ibu kost yang sedang mengamuk itu.


“ Aku seperti sedang merawat empat bayi besar dengan dua bayi kecil, mereka ini kalau gak disuruh tidur, sampai bebek punya tangan pun gak akan tidur,” gumam Cherry sambil geleng – geleng kepala.


.


.


.


Like, vote dan komen

__ADS_1


__ADS_2