
Cherry kedatangan tamu lagi. Kali ini adalah seseorang yang tidak dia sangka akan datang menemuinya di rumah sakit itu. Grape menatap orang itu sambil menggenggam tangan istrinya dengan posesif.
"Vera!?? kamu... bagaimana keadaanmu!??" Cherry terkejut saat melihat Vera gadis yang menjadi korban Alex itu datang bersama gadis gadis lain yang dia selamatkan waktu itu . Keadaan mereka sudah lebih baik dan mereka berada di bawah pengawasan khusu dari penjaga yang diberikan oleh Phineas untuk melindungi gadis gadis itu serta psikiater yang merawat mereka dari trauma mereka hingga mereka bisa keluar dari dalam ketakutan dan trauma itu.
Cherry berdiri dan menatap mereka dengan mata berkaca-kaca.ada rasa lega di hatinya saat melihat gadis gadis itu selamat dan sudah bisa keluar meski harus menutup diri mereka .
"Bagaimana keadaan kalian!?" tanya Cherry sambil menatap mereka.
Vera menatap Cherry sambil menangis, dia meringsut ke atas tanah seolah memohon belas kasihan Cherry.
"Cherry ma..maafkan aku untuk kata kata jahatku padamu, maafkan aku yang menyebarkan rumor buruk tentang mu, aku memang jahat, maafkan aku, dan...dan terimakasih sudah menyelamatkan aku waktu itu hiks hiks hiks.... aku menyesal, aku menyadari semua yang kuucapkan tentang dirimu hiks hiks hiks...." Vera menangis sesenggukan sambil menyesali perbuatannya yang tak terpuji kala itu.
Cherry berjongkok dia memeluk Vera," tak apa, semua orang bisa berbuat salah, kau sudah melewati semuanya dengan baik, syukurlah kau baik baik saja Vera, tak apa, berdirilah, jangan seperti ini, " ucap Cherry sambil menarik gadis itu untuk berdiri.
Vera menangis sesenggukan, dia tak berani menatap Cherry. Dia dan para gadis itu sudah mendengar bagaiman aksi heroik Cherry menyelamatkan mereka dari Alex yang entah bagaimana nasibnya saat ini di penjara markas milik Phineas.
Cherry memeluk Vera dengan lembut," tak apa, semua sudah berlalu, jadikan pelajaran untuk masa depan, aku tidak membencimu, aku selalu berharap.kau juga bisa menyadari kesalahan mu, tapi menilai orang hanya dari covernya itu salah, jadi kuharap kedepannya kamu menjadi pribadi yang lebih baik!" ucap Cherry.
Vera mengangguk sambil menangis," aku janji, aku janji akan berubah, terimakasih membuatku sadar Cherry, dan maaf atas kata-kata kasarku selama ini ," ucapnya..
"Nggak gratis loh!" ucap Cherry sambil tersenyum licik.
"eh... kamu mau aku ngapain? bilang aja akan kulakukan aku serius!" ucap Vera dengan yakin.
Cherry tersenyum," Aku ingin melihat kamu berubah dan membawa gadis gadis ini jadi gadis pemberani, pimpin mereka jadi orang yang percaya diri, aku yakin kamu pasti bisa!" bisik Cherry.
"Cher....
"Ya kamu bisa Vera, mereka adalah tanggungjawab mu mulai sekarang, kau harus membuktikan kalau kamu bisa berubah jadi orang yang lebih baik!" ucap Cherry.
"Ku..kupikir kau akan memintaku melakukan segala perintahmu... tapi kau..kau malah...
Cherry tersenyum," Vera aku bukan orang kejam, kita sama sama menghadapi kerasnya hidup, aku tak ingin jadi orang kejam yang menyiksa sesama teman, kau harus buktikan kalau kau benar benar berubah melalui mereka!" ucap Cherry.
Vera menatap Cherry, tak dia sangka gadis yang selama ini dia jelek-jelekkan itu adalah gadis berhati besar dan sangat lembut. Vera mengangguk," aku yakin aku pasti bisa, aku akan mengembalikan mereka!!" ucap nya dengan yakin.
Cherry tersenyum," Hebat!" ucap ya sambil tersenyum pada gadis gadis lain yang masih keliatan takut.
__ADS_1
Di sisi ini Grape menatap istrinya sebagai orang berhati besar yang tidak memiliki niat jahat pada orang lain. Semakin bangga pria itu pada istrinya yang begitu baik dan di saat yang sama semakin besar pula rasa takut Grape akan kenyataan yang akan dia sampaikan pada Cherry tentang kebenaran bahwa dia memanfaatkan gadis itu untuk rencana balas dendamnya. Entah apa reaksi Cherry nanti saat mengetahui kebenaran tentang suaminya dan keluarga Pria yang dia anggap sebagai keluarga nya selama ini.
"Apa kau juga bisa memaafkan ku jika kau tau aku memanfaatkan mu untuk balas dendamku Cher? apa kau akan marah atau tersenyum seperti ini? yang mana yang akan kau tunjukkan padaku, semakin kau sehat semakin takut diriku dengan kebenaran yang akan kuungkapkan," batin Grape.
Cherry selesai berbicara dengan Vera dan gadis gadis itu, mereka kembali ke tempat dimana mereka dirawat dengan pengawalan ketat dari pengawal dan dampingan psikiater. Rencananya mereka akan direhabilitasi di rumah sakit terbaik di Jerman dan akan berangkat hari ini.
Cherry duduk dengan hati lega setelah melihat semuanya perlahan lahan membaik. Tetapi dia menangkap wajah sendu suaminya yang tampak murung dan sedih untuk beberapa saat .
"Grape!?" panggil Cherry sambil menepuk lengan suaminya.
Grape tersadar, segera dia mengubah wajahnya. dia menatap Cherry dengan tatapan bangga seraya mengusap pucuk kepala istrinya dengan lembut.
"ada apa?"tanya Cherry.
Grape hanya menggeleng," Aku bangga punya istri semanis kamu," ucap Grape sambil tersenyum dan selalu berhasil mengobrak-abrik hati gadis itu.
"Dasar raja gombal!!" ejek Cherry yang tersipu malu.
"Nggak gombal loh Cher memang kenyataannya begitu hahaha..." balas Grape sambil menggenggam tangan Cherry dengan tatapan penuh cinta.
"Tangan kamu dingin ,kita ke dalam, cuacanya mulai buruk seperti nya akan segera hujan," ucap Cherry yang langsung berdiri di belakang kursi roda suaminya.
"Udah jangan bawel, kita ke dalam kamu bisa sakit kalau berlama-lama di luar, lagian cuacanya kok tiba tiba buruk ya!?" ucap Cherry.
Mereka berdua masuk ke dalam gedung rumah sakit. Benar saja, cuaca semakin buruk dan hujan pun mengguyur bumi belahan Timur itu. Langit berubah menjadi sendu dan cuaca menjadi dingin. Cherry memanggil perawat yang bertugas untuk membantu menaikkan suaminya ke atas brankar pasien. Selama di rumah sakit tanpa sepengetahuan Cherry, Grape juga menjalani perawatan medis untuk kakinya.
Cherry dengan penuh perhatian selalu memijit kaki Grape, kebiasaan yang tak bisa dia hilang kan .
"Kupijat ya," ucap Cherry yang sudah duduk di ujung brankar dengan krim pijat di tangannya.
"Sayang gak usah, kamu masih sakit!" tolak Grape.
Cherry menatap suaminya," Justru aku akan merasa bersalah kalau gak melakukan ini suamiku yang keras kepala!" celetuk Cherry.
"Cher... kenapa? kenapa kau sangat baik padaku? padahal aku ini hanya seorang pria lumpuh, aku bahkan nggak pantas untuk mu," ucap Grape.
Cherry tersenyum," Karena aku mencintaimu sayang," batin Cherry.
__ADS_1
"Kewajiban Grape, aku udah jadi istri kamu, dan kamu bertanggungjawab atas hidup ku seenggaknya aku bisa berguna meski hanya memberikan pijatan ini," ujar Cherry yang mulai memijat telapak kaki Grape yang dingin.
"Astaga dingin sekali, apa kau tadi kedinginan saat di luar!?" tanya Cherry.
"Sedikit," jawab Grape.
"CK... dasar ceroboh kenapa gak bilang!? kalau begini kan kamu bisa sakit!" kesal Cherry.
"Aku gak akan sakit hanya karena kedinginan Cherry, aku bukan anak bayi!" ucap Grape.
"Iya iya, kau itu tetap bayi, bayi besar yang harus dirawat baik baik!!" celetuk Cherry sambil menjulurkan lidahnya ke arah Grape.
"Kau mengejekku!?" tanya Grape.
"wleeekkk kalau iya kenapa, mau marah wleekkk Grape jelek hahaahhaha....."
"Dasar gadis aneh, menistakan suami sendiri!!!" balas Grape.
"Cherry kakak pulang, ini bawa martabak!!!" Suara teriakan Phineas terdengar di ruangan itu.
"Martabak!??? Wahhh... Kak Phineas!!!!!!" Cherry langsung melompat kegirangan saat melihat Phineas datang namun seketika gadis itu terbujur kaku saat melihat wajah Phineas.
"Astaga Phineas ada apa denganmu!!!??" Grape sama terkejutnya dengan Cherry.
"Ka...kAk... ke..kenapa a...ada darah!???" tubuh Cherry gemetaran melihat Phineas datang dengan berlumuran cairan merah yang mengotori wajah dan seluruh tubuhnya.
Bruk....
Cherry terjatuh ke atas lantai, sepertinya trauma itu kembali menyerang gadis itu.
"Cherry!!!!
.
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen 🤗