Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
101


__ADS_3

Philip menatap Grape sambil memutar kedua bola matanya. Pria beristri di depannya itu mulai menunjukkan taring kebucinannya di depan seorang pria yang kelamaan jomblo.


"Philip bisa panggilkan pengemudi terbaik untukku? aku tak yakin dengan supir supirku!" ucap pria itu yang malah jadi tiba-tiba posesif pada keselamatan istrinya. tentu saja dia posesif, benih benih cinta di dalam hatinya sudah bermekaran dengan indah.


"Hei kau tau tidak!? supir supir yang kau pekerjakan selama ini adalah supir bukan sembarang supir, kau pikir mereka tidak ahli!?" ucap Philip sambil duduk di bahu kursi di depan Grape seraya menatap pria itu.


"Pokoknya pilihkan yang terbaik, mobilnya juga yang besar, ya Van besar supaya anak anak bisa bermain bebas!" ucap Grape lagi yang langsung mengeluarkan ponselnya.


Philip menatap jengah pada pria itu," ini sih udah melebihi bucinnya pada si mantan, ngomong ngomong perempuan bodoh itu sudah bagaimana ya?" pikir Philip.


"Grape gimana kabar mantanmu si Zio , bukannya kau sangat men...


Prakkkk....


"Jangan sekali sekali menyinggung nama perempuan sialan itu terutama di rumah ini apalagi sampai membuat istriku tersinggung!!!" Grape melemparkan ponselnya hampir menghantam kepala Philip. Ponsel dengan gambar apel tergigit itu sekarang malah hancur berantakan karena menghantam dinding rumah itu.


Philip menenggak salivanya, dia salah ambil topik pembicaraan. Hampir saja benda pipih Persegi panjang itu tercetak di wajahnya. Sebenarnya yang dia lakukan hanya ingin mencoba menguji Grape, tak taunya dia malah terkena imbasnya.


"Ya maaf kupikir kau masih mengingat nya," ucap Philip seraya berdiri dan menggaruk garuk kepalanya.


Grape menatap kesal dan marah pada pria itu. Yang dia takutkan adalah Cherry menanggapinya dengan sala dan berpikir kalau Grape masih mencintai mantan kekasihnya itu.


"Sekali lagi jangan mengucap kata kata sembarangan Philip, aku tak ingin ada yang salah dengar dan berujung salah paham, apalagi Cherry, aku baru menjalin hubungan yang lebih dalam dengan istriku, bayangkan betapa hancur hatinya kalau dia sempat berpikir aku ini seorang pria yang tak bisa move on apalagi dari perempuan murahan seperti dia!" ucap Grape dengan tegas.


"Aku tak mau menyakiti hati istriku, masa lalu biarlah masa lalu, aku tak peduli dengan itu, yang ada sekarang akan kujaga dan ku pertahankan sampai aku mati," ucapnya lagi dengan penuh komitmen.


Philip malah jadi merasa bersalah," CK... ya kupikir kau masih mengingat dia, karena dulu kau sangat mencintai nya, baguslah kalau kau sudah move on, jangan sampai menyakiti hati adikku, jika kau berbuat macam-macam saat kakimu sudah sembuh suatu saat nanti aku yakin Elton pasti akan membunuhmu, bukan hanya dia, aku Phineas, Bian dan yang lainnya pasti akan membuat kau tak bisa bertemu dengan Cherry lagi!" ucap Philip dengan tegas.


Grape menatap Philip dengan tatapan datar," Coba kau lihat wajahku dodol, apa kau pikir aku sanggup melepaskan seorang gadis sebaik dia!? yang menerima ku apa pun keadaanku, aku akan jadi bajingan kurang bersyukur yang malah membuang permata seberharga dia demi barang imitasi!" ketus Grape.


"Pffthh hahahhaha baiklah aku paham bestie hahahaha... kau ini tak bisa diajak bercanda hahahaha...." Philip malah tertawa mendengar ucapan pria itu.

__ADS_1


Grape berdecak, dia mengubungi ajudannya dan memerintahkan untuk mengirimkan armada menemani istri dan anak-anaknya untuk berkeliling.


"Kirimkan Mobil Van dan Tim keamanan Alpha! Mereka akan mendampingi istri dan anak anakku!" titah Grape dari ponselnya.


Philip berjalan menuju ruang tengah dimana Bella berada, menurut keterangan Cherry, sekretarisnya itu pasti sedang terlelap. Cherry hanya mendengar dengkuran Bella dan dia sudah tau kalau gadis itu tertidur dan akan bangun 10 jam lagi.


"Bagaimana Cherry bisa tau? hanya mendengar dengkurannya saja dia tau kalau si Mak lampir ini sedang tidur? hubungan mereka sangat dekat ya?" pikir Philip.


Ponselnya berbunyi dan pesan dari anak buahnya masuk," Tuan ini dokumen yang anda inginkan,semua sudah kami rangkum," isi pesan itu.


"Cih... " dia hanya berdecih lalu mengubungi nomor itu," Kalian terlambat 10 detik, kalian mau orang lain mati hah!!!" kesal Philip lalu memutuskan sambungan telepon secara sepihak.


Di sisi lain kota itu,


"Ya Tuhan panjangkan umurku menghadapi Presdir gila ini, bisa kurang umur aku kalau begini terus!!!" ucap asisten Philip seraya mengusap usap dadanya dengan sabar menerima perintah dari Presdir lolipop gila itu.


Kembali ke rumah Grape


Grape menyiapkan armada untuk membawa istri dan anak anaknya hanya sekedar untuk berkeliling. Disaat mereka sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing, Cherry dan kedua bocah itu keluar dari ruang bawah tanah dan naik dengan penampilan baru yang segar dan menawan.



Grape menoleh ke arah pintu masuk, betapa tertegunnya dia saat minta penampilan Cherry yang sangat cantik dan menawan sekaligus memancarkan aura grisl crush dengan balutan pakaian serba putih.


Celana pendek putih dengan kaos dan jaket putih di tambah snikers putih dengan rambut panjangnya yang digerai. Mengenakan make up cukup mencolok dan sesuai dengan warna kulitnya yang putih bersinar bagai porselen.


Kedua bocah itu juga terlihat tampan dan menggemaskan dengan pakaian yang sama. Pakaian keduanya masih sedikit dan rencananya Cherry akan membelikan beberapa pakaian baru untuk mereka.


Alvaro dengan kaos bisbol dan celana panjang hitam serta topi putih yang bertengger di atas kepalanya dilengkapi dengan sepatu berwarna senada dengan kaosnya.


Hansel tampak menggemaskan dengan kaos yang seperti Abangnya dan celana pendek disertai sepatu yang sesuai dengan tas kecil di tangannya.

__ADS_1


Grape melongo dengan mulut terbuka melihat penampilan mereka yang begitu cetar di pagi hari yang indah ini.


"Wahhh.... keren keren keren!!!" Celetuk Philip sambil bertepuk tangan dengan wajah sumringah melihat penampilan mereka bertiga.


Grape malah melongo melihat penampilan Cherry yang begitu cantik, " Cantik!" ucapnya dengan suara lantang dan berhasil membuat Cherry tersipu malu.


"Tentu saja sayang," ucapnya sambil tersenyum manis.


"Ya Tuhan bisa kena diabetes aku kalau cantiknya seperti ini, haihh gak boleh dibiarkan, kalau pria lain menatapnya bagaimana? kalau orang lain mengincarnya dan pria yang lebih baik dan sempurna malah datang menghampirinya aku akan ditikung!!!" gumam Grape yang malah kelihatan seperti sedang kehilangan akalnya.


Cherry dan Philip terkikik geli mendengar ucapan si bucin Grape.


"Sayang jangan pakai itu, kamu terlalu cantik, aku gak mau orang lain menatap kecantikan mu, hanya aku yang boleh! cepat ganti!" ucap Grape panik.


"Bayangkan gimana kalau ada yang dekat dekatin kamu, gimana kalau ada yang suka sama kamu terus kamu juga suka, aku ditinggal dong, cepat ganti, pakai piiyama tidur aja!" ucap Grape.


"Piyama!??" pikir Grape sambil membayangkan saat Cherry tidur disampingnya dengan piyama tidur, bukannya kelihatan jelek, gadis itu malah terlihat semakin menggoda.


"Ahh tidak tidak, pakaian biasa saja, yang jelek, yang gak berwarna jangan yang begitu aku...


Grape berhenti bicara saat Cherry memeluknya," tenang ya, gak akan ada yang menggantikan kamu, kenapa setakut itu sih!? kamu gak percaya sama aku?" tanya Cherry.


"Aku sedih loh kalau begitu... kamu gak yakin sama istri sendiri," ucap Cherry dengan wajah cemberut.



(Bang Grape lagi fokus)


.


.

__ADS_1


.


bersambung.


__ADS_2