
Gadis berseragam loreng-loreng itu berjalan dengan gagah memasuki rumah keluarga muda Cornelius, dia baru saja pulang dari kantor setelah melakukan rapat penting terkait masalah yang sedang mereka kulit sampai tuntas. Masalah mengenai kapsul hitam dan keberadaan markas organisasi hitam big mouse, manusia pengerat yang mengeringkan kantong semua orang dengan sistem bisnis jahat mereka.
“ Jangan menyebarkan informasi ini ke yang lain, kita tidak bisa percaya siapa pun di kemiliteran, kau tahu maksudku bukan? Organisasi ini adalah sebuah organisasi besar siapa yang tahu sampai ke ranah mana pengaruh mereka telah menjalar? Tetap berhati-hati dan lakukan penyelidikan dengan diam-diam,” ucap gadis itu melalui teleponnya.
“ baik Bu,”
Sarah berjalan masuk dengan langkah besar, tubuhnya tinggi semampai dengan proporsi tubuh yang indah. Melangkah dengan cepat memasuki rumah besar itu sambil melepaskan topi yang menutupi kepalanya.
“ Aunty... baru sampai?” Hansel menyambut kedatangan Sarah sambil berlari menyongsong gadis itu dengan senyuman semanis madu di wajahnya. Berlari tanpa alas kaki dengan bandana berbentuk kodok yang melingkar dengan sempurna di kepala bulatnya itu.
“ Waahhhhh iya sayang....” Sarah berjongkok di atas lantai sambil merentangkan kedua tangannya menyambut Hansel.
Grep...
Anak kecil itu memeluk Sarah dengan erat dan mengecup pipinya. Hansel mungkin akan tumbuh menjadi seorang pria yang romantis berbeda dengan kakaknya yang dingin dan hanya bisa bersikap romantis pada ibu mereka.
“ Wahhh siapa yang pasang bandananya?” tanya Sarah sambil memainkan hiasan kodok di bandana hijau itu dan menggendong Hansel .
“ Mommy... heheh... kata mommy Hansel jadi makin imut, Mom sangat suka makanya Hansel pakai terus supaya Mom tersenyum heheh...” balasnya dengan jawaban polos.
Sarah mencubit gemas pipi merah muda Hansel. Dia berjalan ke ruang tengah dimana Cherry, Rania, Alvaro, Daniel, Pak Bono dan Phineas yang sudah nangkring di rumah itu sejak siang, sedang menikmati teh sore dengan roti hasil buatan tangan anak-anak siang tadi.
“ Wahhh harum sekali tehnya,” ucap Sarah sambil memasuki ruangan itu. Matanya bersitatap dengan Phineas, entah kenapa dia tak tahan melihat mata pria itu. Ingin rasanya dia mengungkap siapa dirinya pada Phineas, tapi akankah mereka percaya dengan ucapan Sarah?
__ADS_1
“ Kau tiba? Bagaimana pekerjaanmu lancarkah?” Phineas dengan spontan menanyakan hal itu pada Sarah. Mendengar pertanyaan Phineas, Sarah terdiam sejenak sambil duduk di samping Cherry yang sedang menikmati roti.
“ Baru tiba tu.. tuan, pekerjaanku lancar,” jawab gadis itu dengan nada kikuk. Tak pernah dia melihat ataupun mendengar Phineas berbasa-basi seperti itu pada orang lain. Tetapi hari ini Phineas tampak berbeda terutama saat menyambutnya pulang dengan senyuman lembut di wajahnya.
“ Kudengar tim yang kau pimpin yang mencari tahu tentang Big Mouse, apa sudah ada perkembangan? Sepertinya kepolisian dan kemiliteran akan segera bergabung dalam tugas ini,” jelas Phineas sambil menaruh beberapa potong roti di dekat Sarah dan menuangkan minuman untuk gadis itu.
“ Nikmati selagi hangat, ini buatan anak-anak dan Cherry,” jelasnya singkat.
Tangan Sarah gemetar, dia merasa ada yang aneh dengan orang di rumah itu hari ini. Tadi siang Grape memintanya untuk pulang ke rumah dengan alasan untuk menemani Cherry di rumah karena pria itu memiliki urusan penting, tetapi situasi yang dia lihat saat baru pulang tidak menunjukkan kalau Cherry dalam kondisi untuk dilindungi, sekalipun demikian dia tetap ingin bersama sahabatnya itu karena ada beberapa cerita yang ingin dia sampaikan.
“ bagaimana?” tanya Phineas yang duduk di dekat Sarah sambil menepuk kepala gadis itu.
“ Eh... i... itu sudah sampai pada tahap pencarian markas, berdasarkan info yang kami terima, mereka sudah menyelundupkan pil itu sampai ke semenanjung China dan ke Afrika bagian dalam, tetapi markasnya sama sekali tidak terlacak,” jelasnya singkat.
“ A.. ada apa tu.. tuan?” tanya Sarah dengan wajah gugup.
Phineas menghela nafas, tiba-tiba dia menarik Sarah ke dalam pelukannya dan merangkul erat gadis itu dalam dekapannya,” kau sudah tahu tapi kau diam, mau sampai kapan kau merahasiakan identitas mu Nana... mau sampai kapan kau berdiam diri dan menyembunyikan fakta kalau kamu adalah Nana, adik yang bahkan tak kuingat, adik yang kupikir tak pernah ada , kenapa kau tidak bilang apa pun?” ucap Phineas dengan suara bergetar.
Sarah terkejut bukan main, dia sangat syok saat Phineas mengungkapkan hal itu, Sarah tak pernah membicarakan hal itu pada yang lain. Tetapi kenapa Phineas bisa sampai tahu kalau dia adalah Nana adiknya yang bahkan tak dia ingat karena kejadian yang sudah lama berlalu.
Phineas menatap gadis itu sambil menepuk kepalanya dengan lembut, pantas saja sejak melihat Sarah, Phineas selalu merasa ingin melindungi gadis itu apalagi saat Sarah dijual, sekaipun Phineas bersikap dingin tetapi di dalam hati kecilnya ada gejolak tak biasa. Awalnya dia berpikir kalau dia menyukai Sarah tetapi semakin di lihat semakin sulit menjelaskan getaran dalam hati kecilnya itu. Hingga dia teringat dengan tanda naga di bagian paha bawah syarah yang terlihat oleh Phineas saat gadis itu dirawat.
Awalnya dia berpikir kalau tanda itu hanya lah tanda biasa, semua orang bisa memiliki tato seperti itu, tetapi ketika dia membandingkannya dengan tanda miliknya, itu persis sama. Hingga puncak kecurigaannya ketika kedua orangtuanya menjelaskan bahwa dia memiliki seorang adik perempuan yang hilang sehari setelah dilahirkan dan diberi tanda. Phineas terlalu penasaran, dia mengambil tes DNA dan memeriksa latar belakang Sarah. Benar saja dalam waktu tak kurang dari 3 hari dia menemukan semua data tentang gadis itu yang menyatakan bahwa dia adalah bagian dari keluarga Dalton yang hilang.
“ Kau tumbuh dengan baik Nana... kau tumbuh dengan hebat, maafkan kami baru tahu sekarang,” ucap Phineas .
__ADS_1
Sarah terdiam dengan jantung yang berdebar keras, dia menatap Cherry sahabatnya,” Cherr...” lirih gadis itu sambil menangis.
Cherry tersenyum,” Sejak awal aku sudah curiga, apalagi setelah mendengar penjelasan om dan tante Dalton, akhirnya aku menyampaikannya pada kak Phineas, ternyata kakak juga berpikir demikian, kami mencari tahu dan ternyata kamu bahkan sudah tahu lebih dahulu tetapi malah menutupinya, apa yang kamu takutkan ?” tanya Cherry sambil menggenggam tangan Sarah dengan lembut.
“ A.. aku... aku hanya takut kalau mereka tidak percaya, aku takut ditolak oleh kalian, aku takut dibuang jika aku mengatakan hal yang tak mungkin padahal memang terjadi, “ jelas Sarah dengan suara gemetar.
“ Dasar gadis bodoh, seharusnya kau bilang lebih cepat,” ucap Cherry.
Sarah menangis sesenggukan. Dia tahu kalau dia bagian dari anggota keluarga Dalton sejak dia mendengar penjelasan tuan dan nyonya Dalton ketika mereka berada di apartemen Elton. Penyadap yang dia pasang di anting Bella hari itu merekam semua pembicaraan.
Saat itu lah Sarah sadar kalau tanda di bawah paha kirinya adalah tanda yang diberikan oleh keluarga kandungnya sebab pernah dia bertanya pada ibu angkatnya, kalau tanda itu sudah ada sejak Sarah tiba di rumah keluarga itu.
Karena penasaran, Sarah yang hebat dalam mengobrak abrik sistem jaringan mencari tahu semuanya. Masa lalu dan kejadian yang menimpa keluarga Dalton waktu itu. Dalam semalam dia berhasil mengetahui siapa dirinya yang sebenarnya. Tetapi muncul keraguan untuk menyampaikan hal itu pada mereka.
“ Gak mungkin aku tiba tiba bilang, 'hei keluarga Dalton aku adalah Nana, anak kalian yang hilang itu, aku punya tanda!!' “ ucapnya pada mereka, “ yang ada aku jadi bahan tertawaan, dan mungkin kalian akan membenciku,” jelas gadis itu sambil mengusap air matanya.
Phineas mengusap pipi Sarah,” sudahlah tak apa-apa yang penting sekarang sudah jelas kan Mom, Dad, dia Nana anak kalian yang hilang, Adik Phineas, welcome home Nana....” ucap Phineas sambil menatap ke arah pintu masuk dimana Tuan dan nyonya Dalton berdiri bersama yang lainnya menatap Sarah dengan wajah terharu.
.
.
.
Like, vote dan komen
__ADS_1