
Keesokan paginya,
Seisi perusahaan dibuat ketar ketir dengan amukan sang presdir yang menyerakkan semua laporan singkat dan tidak bermutu yang dikumpulkan dengan terburu-buru di ruangannya hanya karena tenggat waktu satu malam yang membuat mereka tidak siap untuk itu.
“ APA APAAN INI SIALAN...” teriak Dante, wajahnya mengatakan segalanya. Amarahnya tidak bisa terbendung kala melihat laporan yang tidak sesuai dengan data yang sesungguhnya. Perbedaan antara laporan yang satu degan tim yang lain membuat pria itu mengamuk.
Sebelas orang kepala departemen berdiri di depan Dante dengan wajah pucat pasi saat pertama kali melihat pria gila kerja itu mengamuk. Amukan yang luar biasa mengerikan berhasil membuat bulu kuduk mereka merinding.
Dante berdiri dengan tegap dengan menggunakan kaki palsu yang sudah dia ganti dengan versi lain atas saran Sarah. Setelah racun kemarin terdeteksi, Sarah dan Dante langsung berangkat secara terpisah menuju rumah sakit kemiliteran, bukan ke tempat dimana Dante di rawat selama ini.
Menurut dokter yang merawatnya di rumah sakit militer, dia mengalami inflamasi parah di ujung tungkai kakinya yang diamputasi. Hal itu disebabkan oleh kadar racun yang masuk ke dalam tubuhnya selama dua tahun terakhir.
Ternyata dosis yang dia minum hari itu adalah dosis paling tinggi yang bisa mengambil nyawa Dante jika dia tidak langsung menyadari dan meminum penawarnya. Mungkin saja malam ini dia kehilangan nyawanya untuk selamanya.
Racun itu tidak terdeteksi selama hampir setahun dia meminumnya, ternyata cara kerjanya sangat mengerikan, menyumbat pembuluh darah dan menghentikan peredaran darah ke jantung.
Dante tahu dia diracuni tetapi dia tetap meminum apa yang diberikan padanya dengan alasan ingin mengetahui apa yang terjadi pada ayahnya sebelumnya. Ternyata jenis racun yang sama ditemukan dalam darah Dante. Sang ayah meninggal karena racun yang tidak terdeteksi dan efek yang ditimbulkan muncul setelah meminumnya selama 3 tahun.
Beruntung Sarah langsung cepat mengetahui keadaan Dante, setelah berbicara dengan Rania mereka berdua disarankan ke rumah sakit militer dan Rania sudah menghubungi kenalannya disana untuk segera memberikan penanganan pada Dante.
Fakta paling menyeramkan yang diketahui Dante dari racun ini adalah, dia tidak merasakan efek apa pun pada tubuhnya kecuali hari dimana Sarah mengetahui keadaannya, selama ini dia terlihat sehat dan tidak terkena sakit apa pun. Bahkan sempat ragu dengan argumen yang menyatakan bahwa ayahnya meninggal karena racun.
Dante sangat marah dengan hasil laporan dari masing-masing departemen,” kalian pikir ini sekolah dasar hah? Membuat laporan saja kalian tidak bisa bajingan, kerja apa kalian selama ini? Apa yang kalian makan hah? Gaji buta?” teriak Dante mengamuk.
“ Tuan maaf menyela, tetapi sela..
“ SIAPA YANG MENGIJINKANMU BERBICARA SIALAN...”
__ADS_1
“ Kau...” Dante menghampiri pria itu dan menatapnya dengan tatapan tajam.
Plakkk
Satu tamparan telak mendarat di wajah pria itu,” Dimas, kepala departemen Pemasaran, kau pikir aku tidak tahu apa yang kau lakukan selama ini sialan, memasarkan barang barang yang kuproduksi di pasar gelap dan meraup keuntungannya untuk perut buncit sialanmu itu hah?”
Bughhh...
Tendangan kaki Dante berhasil mencampakkan tubuh pria itu sampai terjerembap ke atas lantai,” akhhhh.. tu.. tuan sa.. saya....
Bughhhh
“ kau pikir aku ini tidak tahu apa saja yang kalian kerjakan di perusahaan ini? Jangan salah, aku adalah wajah Phoenix, dan kalian salah langkah mengambil jalan menentang semua keputusanku, jangan pikir aku tidak tahu kartu kalian masing-masing...” ucap Dante sambil mencekik pria itu dengan kuat bahkan wajahnya sampai memerah.
“ Kau pikir aku diam selama dua tahun dan di permalukan oleh wanita yang kalian puja-puja itu membuatku tidak bekerja hah? ? Dante menjatuhkan pria itu lagi sampai pingsan tidak sadarkan diri.
Semua orang yang ada di dalam ruangan itu menenggak saliva mereka dengan kasar, entah bagaimana Dante tahu, tetapi semua aktivitas perusahaan itu ada di dalam pantauannya. Bagaikan berada dalam jaman penyaringan, dia akan menyaring bibit yang bisa bertumbuh dan memberi keuntungan bagi perusahaan dan membuang ampas yang tidak berguna.
Tidak ada yang berani berbicara, semuanya diam dan gemetaran saat mendengar ucapan Dante bahwa dia tahu rahasia penting mereka masing-masing.
“ Tu.. tuan... nona Lia yang menyuruh saya untuk memberikan laporan asal-asalan... ti..tim kami sudah punya laporan lengkap setiap tahun tetapi tidak diberi ijin oleh nona Lia untuk diberikan pada Anda.. sa.. saya akan mengambilnya jika tuan mau... ma.. maafkan saya...” departemen produksi tim satu mengaku dan meminta maaf pada Dante dengan wajah panik dan ketakutan.
“ Bodoh.. yang presdir siapa yang kau ikuti siapa, bajingan sialan yang kalah mental dengan seorang rubah licik, KELUAR KALIAN DARI RUANGANKU, DAN SERAHKAN LAPORAN SETAHUN PENUH HARI INI JUGA,” teriak Dante.
“ Ini perusahaanku, peraturanku, jika kau tidak mau mengikuti ucapanku maka jangan salahkan aku meneroboskanmu ke balik jeruji besi karena kejahatan yang kalian lakukan, jika satu orang saja, jika sampai aku tahu ada salah satu dari kalian yang berkhianat dan merusak laporan, maka seluruh departemen akan ku ganti dengan orang baru, “ ucap Dante dengan tatapan berapi api.
Semua orang dibuat gementar ketakutan. Ini sebabnya jangan meremehkan kemampuan orang pendiam. Diam dia dihina tetapi diam diam dia bergerak mencari tahu semua tanpa sepengetahuan siapa pun.
__ADS_1
Dengan langkah cepat mereka semua keluar dari dalam ruangan presdir. Tubuh mereka gemetar ketakutan dengan kemarahan yang tidak main-main dari pria itu.
Tiba-tiba ponsel mereka masing-masing bergetar, pesan masuk dari nomor tidak dikenal masuk ke ponsel mereka.
Semua orang terdiam dengan wajah pucat pasi saat melihat apa yang dikirim oleh Dante ke ponsel mereka. Bukti bahwa ucapan pria itu tidak main-main. Bukti bahwa dia tahu segala sesuatu tentang diri mereka yang bahan tidak diketahui keluarga mereka sendiri.
Sontak mereka menutup ponsel mereka dan berlari menuju departemen masing-masing tanpa berbicara satu sama lain seolah menyembunyikan apa yang dikirim oleh Dante.
Pesan itu berisi bukti kejahatan mereka di luar lingkungan pekerjaan sampai yang ada di lingkup pekerjaan, bukti perselingkuhan dan bermain wanita yang bisa membuat rumah tangga beberapa orang disana hancur, bukti pemalsuan identitas dan banyak lagi yang diberikan Dante sebagai ancaman untuk mereka.
Semuanya berlari dengan kencang menuju gedung departemen sesuai bidang mereka.
“ Semuanya temukan file satu tahun terakhir dan susun dengan benar, diserahkan hari ini jam 7 di meja presdir, siapa pun yang tidak melakukannya dengan baik akan di pecat,” teriak setiap pemimpin departemen.
Seluruh perusahaan dibuat heboh dengan titah dan ultimatum keras dari sang presdir yang akhirnya keluar dari tempat persembunyiannya setelah dua tahun lamanya dia diam dan mengamati perusahaan itu.
“ Jika dengan ancaman bisa menggerakkan manusia bajingan ini, maka aku akan jadi yang paling banyak menggunakannya, kita lihat sejauh mana kau akan bertindak Lia, dan juga pria sialan yang jadi otak dibalik semua ini, habis kau di tanganku...” gumam Dante.
Sementara itu ada seorang pria yang duduk di lobi perusahaan dengan kacamata hitam yang sedang mengamati perusahaan itu dengan tatapan dingin,” Aku akan membuatmu menangis darah di bawah kakiku setelah menghancurkan hidupku, kau tidak akan bisa tenang Dante, tidak akan...” gumam pria dengan tato ular di pergelangan tangannya itu.
.
.
.
Like, vote dan komen
__ADS_1
BY THE WAY, YUK BACA NOVEL BARU AUTHOR,
"BUKAN PEREMPUAN BAYARAN"