
Alesha telah dibawa pulang ke apartemen milik Phineas. Alasannya karena pria itu ingin membantu Alesha sampai dia benar-benar pulih karena sebagian besar luka yang dia terima juga terjadi karena insiden itu. Alasan lainnya, Rania sebagai dokter yang merawat bersama dokter lain menyarankan rumah terpisah untuk Alesha agar pengobatan dan terapi bisa dilakukan dengan maksimal. Tidak boleh terlalu banyak orang dan keributan apalagi ada banyak kucing garong yang selalu berulah dan membuat keributan di manapun mereka berada.
" cihh.... ini semua karena si rambut gulali ini, seandainya kakak bukan jelmaan kucing garong, pasti Alesha tinggal di rumah kami!!!" kesal Cherry seraya memicingkan kedua matanya ke arah Philip.
" Lah kenapa cuma aku Cher... perasaan kamu juga kucing garong, kakakmu juga, temanmu itu juga apalagi suami kamu!!!" balas Philip yang tidak mau dijadikan sebagai penyebab kerusuhan di rumah itu walaupun sebenarnya memang dia pembuat rusuh paling menyebalkan dalam sejarah perkucing Garongan.
"Sudahlah, bisa tidak kalian diam sehari saja? tidak sadar kalian sejak tadi berdebat di depan orang sakit!?" ketus Phineas sambil menatap mereka berdua dengan wajah kesal. Sejak tadi kedua manusia minim akhlak beda gender itu terus berdebat di depan Alesha dan Phineas, sebuah pemandangan yang membuat kepala sakit dan gula darah naik.
"Dia yang mulai!!" ucap keduanya saling menunjuk satu sama lain.
" hemphh....
Grape terkekeh melihat tingkah mereka, Yang lain juga menyaksikan tingkah jenaka kedua manusia itu. Sarah dan Bella menghampiri Alesha dan memeluk sahabat mereka itu, sesungguhnya ini kali pertama Sarah dan Alesha bertemu setelah kejadian terakhir saat Sarah menghilang.
" Aku sangat merindukanmu, maafkan aku terlambat mengetahui semua ini, maaf karena aku membuat kekacauan," ucap Sarah sambil memeluk Alesha. Gadis itu menangis dan memeluk sahabatnya dengan sangat erat.
Bella si gadis cengeng nan bar bar juga turut menangis, dia memeluk Alesha dari sisi lain.
" Isshhh tuan minggir dulu, nempel terus sama Alesha, awas!!! saya mau meluk si kulkas ini hiks hiks hiks!!" celetuk Bella sambil menarik tangan Phineas bahkan hampir membuat pria itu terjungkal ke atas lantai, beruntung refleknya bagus, jika tidak dia mungkin sudah menambah cedera baru di tubuhnya.
"Manusia sekarang minim akhlak!" kesal Phineas yang langsung beranjak dari sana dan memilih duduk bersama Hansel yang sedang bermain di atas karpet dengan mobil mobilan dan Dinosaurus sedangkan Alvaro asik membaca buku buku klasik yang menarik perhatiannya.
Bella dan Sarah memeluk mereka, namun mereka bertiga merasa ada yang aneh dan ada yang kurang.
" Cher... kenapa gak gabung?" tanya Bella dengan wajah heran menatap Cherry yang hanya berdiri dan malah memeluk lengan suaminya sambil mengendus endus kaos pria itu.
" hmm... harumm... harum banget" gumam wanita itu sambil meraba-raba dada suaminya.
__ADS_1
" Sayang, hei sadar dilihatin orang !" bisik Grape yang terkejut dengan ulah istrinya tapi di dalam hati sebenarnya dia senang dengan tingkah istrinya yang mirip anak kucing itu.
" Ehh... maaf hihihi....kamu harum banget soalnya, enak banget pengen cubit cubit!!" bisik wanita itu sambil cekikikan. Grape balas tertawa, dia sangat senang dengan tingkah menggemaskan istrinya itu.
" uhh sayang gemesin banget, hahahah...." balas Grape sambil mencubit gemas pipi merona Cherry dengan lembut.
Semua orang di dalam ruangan menganga tak percaya dengan apa yang mereka lihat. Rahang mereka bak terjatuh ke dasar bumi saat melihat dan mendengarkan dua manusia bucin yang tak segan segan menunjukkan bunga bunga cinta mereka di hadapan semua orang.
" A..aku gak salah lihat kan Sar?? siapa pun tolong pukul kepalaku, sejak kapan dia manusia ini jadi sebucin itu!!" celetuk Bella. Matanya hampir keluar dan rahang nya menganga.
Plakkk....
" Akhhhhhh sakit!!! siapa yang memukul kepalaku!!!!" pekik Bella. Kepalanya menoleh ke arah mana saja untuk menemukan pelakunya.
" Kan kau yang minta, ini bukan mimpi Mak lampir!!" Celetuk Philip si pelaku penabokan kepala sekretarisnya sendiri.
" Hemphhh bukan di pukul beneran kali pak, ihhhh dasar bikin kesal saja, predir gila predir gila!!!!" gerutu gadis itu. Dia mendelik kesal dan mendorong Philip sebagai balasan kejahilan atasannya itu.
" Haihhh.... mulai lagi," gumam Sarah sambil geleng-geleng kepala. Saat semuanya sedang asik dengan pembicaraan mereka tiba-tiba Sarah mendapatkan panggilan dari kantornya.
" Aku keluar dulu, ada panggilan dari atasan," bisik gadis itu yang dianggukan oleh mereka.
Disaat yang sama Elton datang bersama Bian dan tim Alpha, memasuki rumah itu sambil membawa tuan dan Nyonya Dalton untuk menemui mereka dengan kondisi yang sudah lebih stabil.
" Kami datang," ucap pria itu sambil menggandeng tangan nyonya Dalton. Di saat yang sama Sarah berjalan melewati mereka, matanya terpaku pada netra hitam pekat tuan dan Nyonya Dalton. Mereka bertiga merasakan gemuruh aneh di dalam hati mereka masing-masing. Wajah Sarah yang tadinya tersenyum berubah datar, dia mengalihkan pandangannya ke arah lain sambil memberi bungkuk penghormatan pada mereka.
" Gadis itu...." gumam nyonya Dalton seraya menatap lekat Sarah sampai dia benar-benar keluar dan menghilang dari ruangan itu.
__ADS_1
" Ayo Mom, Dad," ajak Elton dengan lembut. Mata Elton bertemu dengan mata sang adik, namun Cherry mengalihkan wajahnya, dia menyembunyikan dirinya di balik tubuh tinggi dan dada bidang sang suami sambil mencengkram lengan pakaian Grape.
" Sayang?" panggil Grape sambil menggenggam tangan istrinya dengan lembut.
" Aku tidak mau melihatnya, biar aku seperti ini sebentar, kumohon..."Suara Cherry terdengar memelas. Dia tak ingin melihat wajah Elton, hatinya masih sakit dengan kata-kata kasar dari bibir pria itu.
Grape mengangguk," baiklah tak apa, kita duduk disana, kau akan lelah berdiri terus," Ajak Grape. Dia merangkul tubuh istrinya dan membawanya menuju sofa yang berada di dekat Alesha dan Phineas.
Alesha menatap Cherry, ingin dia bertanya tapi suaranya tak bisa keluar barang sekali pun, rasanya menyedihkan tapi dia harus kuat, karena banyak yang melindunginya disini. Gadis itu menoleh ke arah lain, di sampingnya Phineas terlihat terdiam sambil mengepalkan kedua tangannya dan menunduk saat kedua orangtuanya tiba di rumahnya, rumah yang terpisah dari mereka, tempat pelarian Phineas di kala terburuk dalam hidupnya.
Bella sendiri langsung menghindar dan memilih menemani anak-anak mengganti posisi Phineas tadi. Tau taunya si predir kolor ijo juga mengekorinya sampai kesana, dua sejoli ini memang satu paket lengkap yang tak bisa dipisahkan.
" Pak mau ngapain ngikutin saya!? penguntit ya!??" celetuk Bella dengan wajah masam.
" Bukan penguntit, tapi mau kentut... ahhhhh.... preett.... uhhhh masuk angin bestieee......
" huweekkk.... Pak Philip!!!!!!"
"Om bau ishhhh.... syuh...syuh....." Celetuk Hansel yang langsung menjauh dari sana. Sedang Alvaro malah terdiam dengan wajah pucat dan perut mual sambil menganga tak percaya dengan apa yang baru saja dia cium dan dia dengar.
" Bau busuk... huwekk.... jorok, om jorok!!!!" gumam bocah itu sambil melamun seolah tak sadarkan diri karena dahsyat nya kentut seorang Philip.
"Alvaro ayo pergi dari sini, bisa mati kita mencium gas busuk, haihhh polusi udara di mana mana!!" ketus Bella sambil menutup hidungnya dan menarik Alvaro dari sana.
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 🤗