Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
65


__ADS_3

Perang besar terjadi, serangan mati matian dilancarkan oleh para anak buah yang jumlahnya tak main main. Kapal itu disabotase.


Cherry menatap ke arah bagian depan kapal pesiar, dia jelas melihat ketiga kakak laki lakinya dan juga Bian disana. Rasa lega pun menghampiri gadis itu.


Ponselnya berbunyi, tampak nama sang suami menghubungi gadis itu," Grape, kapal sudah aman, syukurlah, Kaka Elton dan yang lain sudah naik!!" Ucap Cherry dengan nafas lega.


"Belum sayang, kalian belum aman, kamu dimana sekarang, sebaiknya segera turun dari atas kapal itu, mereka meletakkan bom bunuh diri di tengah kapal dan diikat di tubuh para tawanan!!!" Ucap Grape dengan suara panik.


Cherry terkejut bukan main, dia tak menyangka kalau orang orang itu akan membuat keputusan segila itu.


"Tapi bagaimana bisa!!!!?" Ucap Cherry.


"Tentu saja mereka melakukan itu untuk memastikan identitas mereka tidak diketahui terutama oleh bos mereka, jika sampai bocor ke hadapan publik maka beberapa perusahan besar dunia akan segera tumbang akibat pasar gelap ini,oleh karena itu pilihan terakhir adalah dengan meledakkan kapal dan membunuh semua awak kapal termasuk para tawanan," jelas Grape.


"Sayang kau harus cepat turun dari kapal, kau bisa berenang kan? Kau bisa melompat dan memakai pelampung, kami berada tak jauh dari kapal, aku akan meminta yang lain untuk segera turun!"ucap Grape .


Cherry terdiam, matanya melirik ke arah semua anak buah dan para tawanan yang berjuang melawan komplotan penculik itu.Suara tangisan anak anak yang begitu menyayat hati, keinginan para gadis korban penculikan untuk pulang ke rumah mereka masing-masing dan keinginan untuk tetap hidup itu.


"Grape, bagaimana bisa aku memutuskan hal yang begitu egois seperti itu, semua orang disini ingin bertahan hidup, aku... Aku akan menyelamatkan mereka, katakan padaku dimana bom itu!!!" Ucap Cherry.


Di atas kapal lain Grape menggebrak mejanya dengan keras bahkan hampir menghancurkan benda itu saat mendengar jawaban istrinya yang begitu dangkal baginya.


" CHERRY JANGAN MELAKUKAN HAL YANG MEMBUATMU RUGI, KENAPA KAU BEGITU NAIF, NYAWAMU DIPERTARUHKAN DISINI CEPAT TURUN!!!" Tegas Grape.


Jujur saja, tingkat kekhawatiran pria itu sekarang berada di level maksimal, dia tak bisa membiarkan istrinya melakukan hal nekat lagi.


"Grape, disini ada banyak anak anak dan ratusan gadis yang diculik bagaimana bisa aku menyelamatkan diriku sendiri, mereka juga ingin bertahan hidup, aku akan melakukan semampuku, aku akan bantu mereka!!" Tegas Cherry sambil menoleh ke belakang dimana beberapa tawanan yang lari dari kamar menatap Cherry dengan tatapan khawatir dan tatapan anak anak yang penuh harap ingin segera lepas dari sana.


"Sa... Sayang kumohon jangan begini, aku takut terjadi apa apa padamu kenapa kau keras kepala!!!" Ucap Grape memohon sekali lagi agar istrinya mengubah keputusannya.


"Grape aku tidak mau menyesal saat melihat mereka berubah menjadi manusia panggang padahal kita masih punya waktu untuk menyelamatkan mereka, Sarah ada disini, di adalah seorang penjinak bom, kalau kau pernah menyelidiki tentang aku kau pasti tau Sarah itu siapa!" Ucap Cherry.


"Sayang bomnya bukan hanya satu!! Bagaimana kalian akan menangani itu, semuanya terhubung dan diletakkan di enam sudut kapal itu, para pengawas bayaran mereka yang menjaga bagaimana kalian akan menangani itu!!!!" Ucap Grape panik.


"Kumohon jangan berbuat yang tidak-tidak, jangan membahayakan nyawamu!!" Pinta Grape.

__ADS_1


"Aku tidak peduli Grape, aku belum memaafkanmu jadi jangan atur atur aku, jika kau mau membantu maka katakan letaknya jika tidak aku akan putus sambungan telepon ini, jangan pikir aku bisa memaafkan perbuatanmu sebelum ini, aku masih belum bisa melupakan itu!!!" Ucap Cherry dengan nada mengancam.


Grape terdiam di depan komputernya yang menyabotase semua sistem keamanan kapal itu.


"Kau mau membantu atau tidak!?" Tanya Cherry sekali lagi.


"Kumohon maulah Grape, aku memaafkanmu tapi kalau aku menurut bagaimana nasib anak anak ini!?? Kumohon...." Batin Cherry penuh harap.


Grape terdiam untuk waktu yang lama, dia benar benar pusing, "bagaimana Grape!?" Tanya Cherry dengan nada mendesak.


"Kau tidak menjawab!!??" Tanya Cherry.


"Baiklah akan kulakukan se....


"Baik akan kubantu! Dengarkan arahanku dan kumpulkan tim untuk menjinakkan bom itu!" Titah Grape seraya melirik waktu yang mereka punya.


"Kita hanya punya lima menit sebelum bom itu diledakkan, kalian harus cepat!" Ucap Grape.


"Baik, akan kupanggil timku!" Ucap Cherry.


Gadis yang sedang menyaksikan pertarungan itu menoleh dengan tatapan sinisnya," apa?" Jawabnya dengan nada dingin.


"Ikut aku, kita akan menjinakkan bom!!" Ucap gadis itu dengan anda memerintahkan yang tegas dan tak terbantahkan.


"CK... Siapa kau memerintahkan aku!!" Kesal Azura.


"Nyonya barumu Azura!!!" Bisik Bian yang ternyata mengejar mereka ke dekat kontainer untuk memastikan keselamatan Cherry.


"Cherry, kau baik baik saja!!!" Elton berlari memeluk Cherry dengan perasaan lega saat dia tau adiknya selamat.


Cherry mengangguk," aku baik tapi kita harus cepat kak, lima menit lagi kapal ini akan meledak, kita harus segera menjinakkan bomnya!!" Ucap Cherry.


"Tidak!! Kita pulang, Biarkan saja mereka disini, aku hanya datang untuk menyelamatkan Adikku!!" Tegas Elton sambil menarik tangan Cherry dengan kuat.


Ptaasss...

__ADS_1


Gadis itu menepis tangan Elton dan melepaskan dirinya dari pria itu. Dia menatap Etlon yang memiliki penampilan persis sama dengannya," jika kau memang kakakku maka kau pasti tau keluarga Alchemis tidak akan pernah menyerah dalam pertarungan dan akan menyelamatkan siapa pun meski nyawanya terancam, itu prinsip keluarga Alchemis!" Tegas gadis itu.


Elton sampai dibuat terdiam dengan ucapan Cherry, keluarga Alchemis, nama yang lama tak dia pakai, awalnya dia ragu kalau Cherry adiknya dan takut kalau gadis itu adalah keturunan paman yang telah membunuh ayah mereka, tapi nyatanya tes DNA yang dia lakukan beberapa waktu lalu menyatakan kalah Cherry adalah adik kandungnya.


"Prinsip itu ya, bibi mengajarimu dengan benar padahal saat itu kau masih kecil, Baik aku akan ikut!!" Ucap Elton.


"Kalau begitu ayo cepat!!" Ucap Cherry.


"Sayang mereka semua terhubung denganku, aku akan meminta bantuan mata mata lain, kalian akan bertemu di bawah, semuanya akan mendengar perintah Sarah, dia yang terbaik!" Ucap Grape.


"Sarah!? Siapa lagi dia!?" Tanya Azura dengan nada sinis.


"Gadis yang masuk ke kamar kita tadi Azura, dia sahabatku, " ucap Cherry.


Bian dan Elton saling menatap," Sarah? Kenapa dia disini?" Tanya Bian.


"Dijual Mak lampir!" Jawab Elton .


"Hah? Wah dia ditipu kedua wanita gila itu ya? Pantas saja dia berakhir disini," ucap Bian.


Cherry masuk ke dalam kontainer," Grape dimana saja letaknya?" Tanya gadis itu sambil memastikan anak anak aman.


"Maaf mengatakan ini Cher, tapi salah satunya di tubuh anak yang ada di dekat mu itu, bomnya dipasang di tubuh bocah itu," ucap Grape dengan nada menyesal.


Mata Cherry terbelalak, dia menatap Alvaro yang tergelatak di atas lantai dibukanya jaket dan kaos bocah itu seketika matanya terbelalak saat melihat bom kecil bertenaga nuklir dipasang di perut anak itu.


"Ya Tuhan bagaimana ini!!!!"


.


.


.


Like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2