Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
110


__ADS_3

Keesokan harinya,


Penghuni rumah itu telah bangun dari tidurnya. Hanya saja formasi mereka tidak selengkap Sebelumnya. Sarah bertugas di kemiliteran, Rania betugas di rumah sakit, sedangkan Bian dan Azura sedang ke luar kota untuk mengunjungi keluarga istri Bian dan memberitahukan kabar baik kehamilan wanita itu.


Elton mengacak-acak rambutnya, semalaman dia tak bisa tidur memikirkan kalau Rania dan Kevin akan berkencan akhir pekan ini yang artinya besok mereka akan berkencan dan ada kemungkinan mereka berdua akan jadi pasangan kekasih.


Wajah pria itu terlihat kusut dengan rambut berantakan.


"Daddy Elton kenapa?" suara Alvaro yang sudah rapi dan bersih setelah mandi pagi dengan mandiri terdengar di telinga pria itu.


"Lagi pusing sayang, kamu sudah mandi? baru jam 6 pagi loh, cepat banget,"ucap Elton.


"Abang suka mandi, " jawab anak itu dengan polos.


"Daddy pusing karena apa?" tanya anak itu sambil duduk di samping Elton dan menatapnya dengan tatapan penasaran.


"Ummm.... nak, kalau kamu sayang sama seseorang apa yang ku lakukan kalau orang itu gak tau?" tanya Elton pada Alvaro.


Mungkin pilihan yang aneh menanyakan hal seperti itu pada seorang anak yang tak paham apa pun tentang dunia orang dewasa, tetapi jawaban dari jiwa yang polos itu terkadang bukan pilihan yang salah.


"Ya Abang kasih tau kalah Abang sayang, seperti Abang saya sama Mommy dan Daddy Grape, Abang selalu bilang kalau Abang sayang lalu puk mereka dengan hangat setiap hari supaya mereka tau kalau Abang sayang," ucap ana itu dengan polos nya.


"Seperti saat ini..." ucap anak itu yang memeluk Elton," Abang sayang sama Daddy Elton, jadi jangan pusing pusing lagi," ucapnya.


Hati Elton menghangat mendengar ucapan anak itu, Alvaro yang terkesan dingin dan mirip menjadi penerus Phineas dan Alesha memiliki sisi yang hangat bagi orang-orang yang dia sayangi.


"Daddy juga sayang," ucap Elton.


"Jadi intinya adalah komunikasi ya, anak anak polos ini memang selalu memberikan jawaban yang tepat," batin Elton.


Sementara itu Bella tampak sudah sadarkan diri dengan kondisi tubuh yang cukup buruk. Dia demam tinggi, wajahnya pucat dan tubuhnya dipasangi infus untuk membantu nutrisi gadis itu.


"Bel makan dulu yuk, kamu harus sembuh," bujuk Cherry.Tentu dia khawatir dengan keadaan sahabatnya. Menurut penjelasan tim medis, dia mendapatkan serangan fisik bukan hanya sekali dua kali tetapi beberapa kali dalam waktu yang berdekatan.


Mulut Cherry sebenarnya sudah tak sabar ingin menanyakan apa yang terjadi pada gadis itu, tapi dia menahan diri agar tidak membuat Bella sedih. Dia menunggu Bella pulih untuk menanyakan kejadian ini dengan lebih detail lagi.

__ADS_1


"Aku gak selera makan Cher..."ucapnya dengan lirih. Sejak bangun tadi, Cherry sudah sibuk mengurus Bella, dia menyiapkan bubur dan minuman hangat bahkan dirinya sendiri tak diurusnya hanya demi membuat Bella sehat kembali.


"Kumohon makanlah, baru satu siap Bel," bujuk Cherry lagi.


Bella menggelengkan kepalanya, rasanya perutnya mual dan dia tak selera makan.


Melihat Bella susah makan membuang Philip yang duduk di dekat tempat tidur gadis itu berdecak kesal.


"Biar aku Cher, kamu bersih bersih saja dulu, kamu juga belum makan, sana sama Phineas dan Grape, makan dulu," ucap Philip.


"tapi kak...


"Sudah tak apa, kamu juga harus sehat, " ucap Philip.


"Baiklah terimakasih kak," ucap gadis itu sambil beranjak dari sana.


Philip duduk di depan Bella sambil memegang mangkuk bubur itu.


"Makan!" titah pria itu dengan tegas. Bella menatap Philip dengan tatapan kesal," saya gak selera loh pak!" balas gadis itu.


"Manja, buka mulutmu!" ucap Philip lagi.


"Makanlah yang benar supaya kau sembuh, kau tak lihat semua luka di badanmu itu membuat Cherry ketakutan kalau kau akan mati!" ucapnya dengan sarkas.


"sudah saya bilang saya gak selera makan pak, perut saya mual!" tolak Bella dengan tegas.


Philip tak sabar beberapa kali dia mengarahkan Bella untuk buka mulut tapi gadis itu terus menolak.


"Ayolah Bella, makan yang benar!" bujuk Philip lagi, namun jawabannya sama, gadis itu menutup mulutnya rapat-rapat.


"Kau yang meminta ini kan, " ucap pria itu dengan wajah kesal.


dia menyendok bubur itu ke dalam mulutnya lalu menarik leher Bella dan menyatukan bibir mereka, memasukkan bubur itu dengan paksa dan memaksa Bella untuk makan.


"hemphh... " Bella bukan hanya terkejut, dia juga syok saat Philip dengan kasar memasukkan makanan itu.

__ADS_1


puk.... puk...


Bukannya melepaskan, Philip mengisi mulut Bella dengan bubur itu dan memaksa gadis itu menelan.Mau tidak mau Bella terpaksa menelan bubur itu sambil menangis sesenggukan.


Dirasa telah selesai, Philip melepaskan Bella, Gadis itu menangis sesenggukan sambil mengusap bibirnya.


"Hiks hiks hiks.... apa yang bapak lakukan, kenapa...


"Karena kau malas makan!" potong Philip.


"Tapi kenapa har..


"Kau pasti akan terus menolak untuk makan, apa kau tidak memikirkan betapa lelahnya Cherry untuk mengurus seisi rumah ini hah? belum lagi memikirkan dirimu yang sakit, dia juga memikirkan dimana tema kalian Alesha yang sudah tak kelihatan batang hidungnya, dia memikirkan makanan seisi rumah ini bangun pagi-pagi sekali, tak bisa tidur dengan nyenyak, dia juga memberangkatkan Azura dan Bian kemarin, kau pikir jadi Cherry itu mudah!? kelihatannya saja dari luar dia tak pernah mengeluh, dia itu capek Bella, apa hanya kau yang mau diurus di rumah ini!?? kemana otak pintarmu dan mulut cerewet mu itu hah!?? pakai logikamu!!" omel Philip.


Dia yang biasanya tak seperti ini merasa bersalah pada Cherry yang mengurus mereka semua. Cherry bukan tipe orang yang bisa membiarkan rumah berantakan, dia harus membersihkan semuanya, memasak untuk orang-orang di rumah dan mengurus anak-anak apalagi Hansel cukup aktif.


Bella terdiam sambil menangis, dia menunduk dan mengusap wajahnya sendiri,"saya...


"CK.. cengeng, makanlah yang benar kah harus sembuh, akan kuurus bajingan bau jengkol itu, kau juga tak pernah bilang apa apa, kenapa juga masih mau bertemu pria itu, ini kan akibatnya, sekali sekali melawanlah pada tantemu itu!" kesal Philip.


Memikirkan Bella mendapatkan serangan fisik membuat Philip kesal bukan main. Dia tak senang jika orang-orang nya disakiti karena akan berdampak pada dirinya.


"Bagaimana bapak tau?" tanya Bella sambil mengangkat kepalanya. Philip mengambil tisu dan mengusap wajah gadis itu," tentu aku tau, kau pikir aku ini bodoh seperti dirimu!" ucap Philip sambil menyentil kening gadis itu.


"awhhhh......


"Sudahlah makan dulu, kita akan selesaikan satu persatu, kau harus cepat sembuh, jangan membuat orang khawatir cepat makan!" ucap Philip sambil mengangkat sendok ke arah mulut Bella.


"Bapak khawatir pada saya? " tanya Bella heran.


'Ck.. cerewet, makan saja Mak lampir!" kesal Philip sambil menyuapi gadis itu.


"Iya aku khawatir, kau sekretaris ku kalau kau sakit bisa rugi perusahaan, " ucap pria itu.


"cih... bapak hanya memikirkan bisnis saja," ejek Bella.

__ADS_1


"Tentu saja,gajimu kan dari perusahaan bodoh,"


bersambung....


__ADS_2