Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
75


__ADS_3

Alvaro belum diijinkan keluar dari dalam kamar, sehingga Cherry, Grape dan Elton menemani bocah itu disana. Mereka bercerita dan berusaha menghibur Alvaro yang masih belum mau melepaskan Cherry. Cherry duduk sambil memangku Alvaro yang tenang dalam pelukan gadis itu.


“ Nanti kalau Alvaro sudah sembuh, kita main ke pantai ya? Kamu suka gak dengan pantai?” tanya Cherry.


Alvaro mengangguk,” suka tapi cuma bisa lihat dari gambar, Hansel juga suka, dia paling senang melihat papan seluncur,” balas anak itu sambil menatap Cherry.


“ wahhh... benarkah? Kamu pernah lihat orang berselancar?” tanya Grape yang berusaha akrab dengan anak itu.


Alvaro mengangguk,” em... belum sih om, tapi lihat di gambar, sepertinya seru,” jawabnya dengan polos.


“ Wahhh dulu sebelum om kecelakaan, om suka berselancar bersama paman paman yang tadi, om juga hebat loh berselancar, rasanya seru, nanti kita ke pantai , om yang lain akan ajarin kamu buat berselancar pasti bisa,” ucap Grape dengan senyum sumringah.


Mendengar ucapan Grape, Cherry menatap pria itu dengan tatapan sedih,” pasti dia merasa sedih dengan kondisinya sekarang, melaukan hobbynya pun dia tidak bisa,” batin Cherry.


“ Om saja yang ajari, om kan baik, om sayang sama tante, Alvaro sayang sama tante jadi karena itu, Alvaro juga sayang sama Om, karena om baik,” ucapnya.


Mereka terkejut mendengar jawaban bocah itu, siapa sangka anak sekecil itu sudah pandai menilai orang lain,” om mau tapi kaki om bermasalah nak, belum bisa jalan,” ucap Grape sambil menahan rasa sedihnya.


“ Emm? Tante apa kaki om nggak bisa diobati?” tanya Alvaro.


“ Bisa kok, Cuma karena beberapa kejadian belakangan ini, pengobatan om terhenti, tante yakin om Grape bisa sembuh,” ucap gadis itu dengan senyuman yakin.


“ Ehh.. om juga baik loh sama tante Cherry, masa iya hanya om Grape yang disayang? Om juga mau...” ucap Elton sambil memanyunkan bibirnya seperti anak kecil.


“ mau ya? Om juga mau dekat sama Alvaro... boleh ya hmmm?” ucap Elton dengan tatapan memelas .


“ Om juga bisa surfing .. nih lihat nih...” Elton berdiri di depan mereka sambil menirukan gaya penikmat olahraga itu.


“ syuuurtttt...meluncur ke kanan, ke kiri.... jaga keseimbangan, rasakan desiran ombak... yuhuuuuu......” celetuk Elton mempraktekkan orang yang sedang berselancar. Dia merentangkan kedua tangannya , sedikit berjongkok dan menatap lurus ke arah Alvaro.

__ADS_1


“ om bisa putar putar juga kalau ombaknya tinggi, nanti om bawa Alvaro dan Hansel juga, kita belajar surfing sama sama sambil nunggin om Grapenya sembuh, pasti seru ...” ucap Elton.


“ hahahah... om lucu... baiklah , Alvaro juga menyukai om putih...” ucap anak itu sambil tertawa.


Cherry dan Grape sedikit lega melihat Alvaro yang mulai bisa menerima orang asing di sekitarnya. Di saat yang sama , ketika mereka asik bercerita, Bella dan Alesha masuk ke dalam ruang perawatan.


“ Cherry, bagaimana keadaanmu!!" Alesha langsung berlari dan menghamburkan pelukannya pada Cherry memeluk gadis itu dengan erat.


“ apa yang terjadi padamu? Kenapa sampai hilang? Kenapa sampai dirawat di rumah sakit lagi, ada apa? Apa mereka menyakitimu? Siapa yang melakukan ini padamu?” tanya gadis itu beruntun .


Cherry terkejut dengan sikap Alesha yang sangat berbeda dari biasanya, dia melirik Bella seolah ingin bertanya apa yang sebenarnya terjadi pada gadis yang sedang memeluknya itu.


Bella hanya mengangkat bahunya, dia saja tidak tau apa yang membuat Alesha tiba tiba aneh seperti itu. Yang jelas selama ini Alesha tidak mengatakan apa pun terkait dirinya yang sedang memiliki masalah.


“ Aku baik baik saja, hanya ada kejadian kecil kemarin, maaf tidak langsung memberitahu kalian, aku takut kalian khawatir,” jelas Cherry sambil menepuk nepuk punggung Alesha yang memeluknya dari samping.


“ Justru karena kamu gak kasih tau ke kita, kamu bikin kami khawatir Cher... aku takut terjadi apa apa padamu, kamu baru keluar dari rumah sakit tapi langsung hilang, apa suamimu gak bisa jaga kamu dengan benar hah...” omel Alesha.


“ Heh pak, apa tidak bisa jaga teman saya dengan benar sampai dia harus diculik orang hah? Apa anda pikir saya gak bisa bawa Cherry, kalau anda gak bisa jaga dia dengan benar jangan nikahi dia.. kalian semua membuat hidupnya makin berat!" kesal Alesha.


Bella dan Cherry terbelalak saat mendengar omelan gadis itu. Tidak seperti biasanya. Keadaan malah berbalik, yang biasanya mengomel adalah Bella tapi kali ini Alesha malah marah marah bukan seperti dirinya yang pendiam, dingin dan selalu memakai logika.


“ apa ini Alesha yang selalu berpikir terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu? Ada ada dengan dia? Kenapa dia seperti ini?” batin Cherry sambil menatap Alesha dengan tatapan heran.


“ kalau kalian tidak bisa menjaganya, jangan membuatnya tersiksa,” kesal Alesha.


“ Lesha... sudah tenangkan dirimu, kenapa kamu begini? Ada apa? Kamu tidak seperti dirimu yang biasanya,” ucap Cherry.


Alesha menatap Cherry,” aku... aku... tidak apa apa, aku hanya khawatir,” ucap gadis itu sambil menunduk.

__ADS_1


Cherry menggenggam tangan Alesha dan mengusapnya dengan lembut,” tenanglah, aku baik baik saja," ucap Cherry.


“ maaf ya Grape, Alesha sepertinya sedang dalam keadaan buruk, dia biasanya tidak seperti ini,” ucap Cherry yang merasa tak enak pada suaminya.


Grape mengangguk sambil tersenyum,” iya gak masalah kok, aku paham, dia mungkin khawatir, lagipula benar katanya aku memang tidak menjagamu dengan baik, jadi mulai sekarang aku akan melakuan yang terbaik sayang,” ucap Grape sambil mengusap lengan istrinya dengan lembut.


Cherry tersenyum dan tersipu malu membuat Bella dan Elton menatap gadis itu sambil senyum senyum sendiri.


“ Cieee... cieee... yang mulai bucin hahahaha...” celetuk bella sambil menunjuk Cherry dan Elton bergantian.


Cherry tersipu malu tapi jelas dia terlihat bahagia, melihat hal itu membuat Alesha bernafas lega. Meski gadis pendiam ini kelihatan selalu memakai logikanya, ada saat saat tertentu ketika dia akan merasa down ketika keadaan di sekitarnya terlalu berat termasuk kasus hilangnya Cherry kemarin dan masalah lain yang harus dia hadapi.


Sementara mereka di rumah sakit, di kediaman Pratama, Viona sedang naik pitam karena suaminya tidak pulang selama berhari hari. Bian tak pernah pulang ke rumah, dia selalu diminta memasak ini dan itu tetapi ujung ujungnya Bian tak pernah menyentuh masakan masakan yang di buat oleh wanita itu.


Praaangg.... praangg...


Suara benda benda pecah terdengar di ruangan dapur keluarga Pratama. Perempuan itu menggila, meghancurkan semua yang ada di atas meja dan membuat kekacauan besar di dapur rumah mewah itu.


“ Arrrkhhhh Bian berengsek, kemana kau bajingan!! kau memintaku memasak, bersih bersih dan merawat rumah ini dengan tanganku sendiri tapi kau bahkan jarang di rumah bajingan sialan... arkrkhhh beraninya kau mempermainkan diriku!!" pekik gadis itu .


Hancur sudah semua barang barang yang ada di dalam dapur itu. Dia memakai pakaian mahal, make up terbaik dan dandanan terbaik hanya untuk menuruti perintah suaminya, tapi nyatanya Viona berubah menjadi gadis yang di kurung dalam sangkar emas. Memang dia menikmati kemewahan di rumah itu tetapi dia tak bisa keluar dari rumah yang memiliki penjagaan ketat itu , bahkan ‘mertua’nya tak pernah kelihatan di rumah itu.


“ kemana kalian semua? Kenapa meninggalkanku sendirian disini aarrhhhhhkkk...” Viona menangis sesenggkan, dia tak tahan jika harus dikurung di rumah itu lebih lama lagi. Tanpa dia ketahui seseorang menatapnya sambil tersenyum dari balik pintu,” ini masih belum cukup Viona berengsek!! belum saatnya, tunggu sampai kau melihat orang yang kau injak injak menjadi bersinar, hehehe.... aku penasaran dengan reaksi mu!" gumam orang itu sambil tersenyum dan menyesap winenya


.


.


Like, vote dan komen

__ADS_1


__ADS_2