
Semua orang di dalam ruangan itu tercengang dengan penjelasan Tuan Dalton perihal anak mereka. Siapa yang menyangka bahwa di masa lalu ketika Phineas masih kecil dia sudah kehilangan satu adik perempuannya. Anak kedua keluarga Dalton hilang setelah wanita itu melahirkan. Sehari setelah lahir, anak itu tidak terlihat dan dinyatakan meninggal setelah menemukan kain pembungkus bayi yang tertinggal di pinggir rel kereta api.
Anak perempuan pertama di keluarga itu tetapi malah hilang karena ulah lawan bisnis keluarga Dalton yang kala itu hendak menghancurkan mereka sampai berkeping-keping. Tuan dan Nyonya Dalton menutupi hal ini dari Phineas. Kala itu usianya masih 3 tahun, dia tidak ingat apa apa soal adiknya yang tak tau dimana keberadaannya.
Tiga tahun kemudian lahirlah Rara, putri bungsu di keluarga itu. Rara menjadi obat pelipur lara bagi tuan dan Nyonya Dalton yang mengalami banyak guncangan dalam rumah tangga mereka. Kala itu tuan. Dalton terjun ke dunia politik, sebagai salah satu Calon Menteri di negara Inggris, tempat kelahiran mereka. Tuan Dalton hendak mengikuti jejak ayahnya yang sukses sebagai seorang Menteri perekonomian di Kerajaan Inggris. Tapi siapa sangka terjun ke dunia politik membawa banyak problema bagi keluarga mereka.
Sejak tuan Dalton terjun ke dunia politik kejadian mengerikan banyak mereka terima, kemalangan yang pertama kali terjadi adalah kehilangan anak kedua mereka sehari setelah dilahirkan.
Setelahnya kejadian malang terjadi secara beruntun. Tuan Dalton masih belum menyerah untuk menjadi salah satu bagian dari pemerintahan disana, dia semakin banyak berusaha dan mencari nama. Perusahaannya juga berkembang dengan pesat.
Orangtua Elton dan Cherry kala itu juga memberikan dukungan besar bagi mereka. Meski tinggal di negara berbeda mereka memberikan banyak bantuan untuk mewujudkan impian tuan Dalton.
Namun semakin dia berusaha, semakin banyak teror yang keluarganya dapatkan.Hingga puncaknya saat nyonya Dalton mengandung anak mereka lagi. Kala itu mereka mendapatkan pesan misterius, menunjukkan foto bayi kecil mereka yang malang, tanpa dibungkus kain dan terlihat sangat menyedihkan.
" PERGI DARI NEGARA INI ATAU ANAK ANAK KALIAN AKAN MENGALAMI NASIB YANG SAMA DENGAN SAUDARANYA!!!!"
Isi pesan menohok yang sampai saat ini masih diingat jelas oleh keduanya.Tuan Dalton tak sanggup melihat keluarga menderita. Dia dengan lapang dada merelakan semua impiannya dan pindah ke Swiss dimana keluarga Alchemis berada.
Tak ada lagi permainan politik, perusahaan tuan Dalton dijual dan membangun usaha yang baru di negara baru. Keamanan mereka tetap terjaga hingga beberapa tahun.
Tuan Dalton adalah seorang pebisnis yang ulung, hanya saja sedikit lalai dengan musuh musuhnya yang tanpa dia ketahui sudah mengintai mereka terus menerus bahkan setelah mereka pindah.
Tuan Dalton melebarkan sayap bisnisnya, dia dibantu oleh saudaranya dan keluarga serta sahabatnya hingga berhasil menjadi salah satu perusahaan besar yang memiliki cabang di berbagai negara.
__ADS_1
Namun kejadian itu seolah tak pernah berhenti mengusik mereka. Saat Phineas remaja, pria itu mengalami kecelakaan besar tepat satu tahun setelah keluarga Alchemis hancur lebur dan Elton di titip pada mereka.
Phineas hampir di tabrak sebuah mobil misterius namun berhasil di selamatkan oleh Pak Andre yang bekerja di rumah itu sejak masih sangat muda. Beberapa tahun kemudian, mereka kehilangan putri bungsu mereka tanpa tau siapa penyebab kematian Rara, karena pelakunya di bawah umur dan berkelompok kasus kematian Rara hanya dianggap sebagai kasus bunuh diri tanpa ada pelaku yang jelas.
Sejak saat itu kehancuran keluarga Dalton benar-benar terjadi. Nyonya Dalton gila, tuan Dalton Depresi sedang kedua putranya, Phineas dan Elton hidup seolah tak punya keluarga.
Semua orang di dalam ruangan itu tercengang dengan rahasia kelam keluarga Dalton. Keluarga yang dulu dikenal dengan lambang naga berkaki enam itu, lambang unik yang menjadi milik keluarga Dalton dan sudah dipastikan sejak mereka pertama kali lahir.
Begitu dilahirkan, lambang itu di cetak di salah satu bagian tubuh mereka sebagai tanda yang tidak akan pernah hilang.
" Mom... kenapa tidak pernah cerita..." Elton memeluk ibu angkatnya sambil menangis. Dia sama sekali tidak tau rahasia besar itu.
" Mana bisa Mom Cerita nak, kami takut kamu dan adikmu Phineas jadi sasaran selanjutnya. Entah dendam apa yang mereka miliki pada keluarga kita, tapi sampai sekarang pun kita masih mendapatkan teror itu..." nyonya Dalton menjelaskan sambil menangis sesenggukan.
" Jika kami bertahan untuk tetap terlihat normal, jika kami tidak pura-pura gila, maka entah nyawa siapa yang akan orang-orang itu ambil, kami terlalu takut menghadapi nya, dua putri kami pergi, kami tak ingin mengulang kesalahan yang sama sekalipun kalian membenci kami nak, maafkan ketidakmampuan kami..." ujar tuan Dalton sambil menunduk sedih.
Grape menatap mereka sambil berpikir keras dengan serangkaian kejadian ini. Benar benar sesuatu yang tidak terduga.
" Om,Tan apa kalian tau siapa dalangnya??" tanya Grape. Semua orang menatap ke arah pria itu.
" Awalnya kami pikir ini ulah Tommy, ternyata pria itu adalah samaran dari pelakunya, tapi yang kami curigai adalah orang yang sama, dia adalah orang yang juga menyerang keluarga Dalton saat di Inggris, lawan politik dan lawan bisnis Daddy..." jelas Nyonya Dalton.
" Pria yang sangat tergila-gila dengan Mom di masa lalu, orang yang masih menghalalkan segala cara untuk mendapatkan Mom bahkan setelah kami menikah. Tapi entah dia masih hidup atau tidak, aku takut dia melanjutkan dendamnya pada keturunannya," jelas tuan Dalton sambil menggenggam tangan istrinya.
__ADS_1
Elton, Cherry, Grape dan semua orang yang mendengarnya terdiam tak bisa berkata-kata. Cinta dan obsesi gila jadi alasan sepele untuk membuat kehidupan keluarga Dalton hancur. Sebuah alasan yang dianggap sepele tapi nyatanya berhasil melukai satu keluarga.
"Jadi benar yang Rara katakan, bahwa penderitaan nya juga terjadi karena kalian?" tiba tiba Cherry teringat dengan pembicaraan beberapa jam bersama Rara di masa lalu.
" Sayang apa maksudnya?" tanya Grape heran.
" Yang Cherry katakan benar!" kali ini Bella menyela, karena dia juga bertemu dengan Rara di masa lalu, bukan hanya sekali tapi sebanyak tiga kali.
"Bella? jangan menyela," celetuk Philip.
" CK... bapak diam, jangan bawel, gue sumpel pakai kaos kaki tau rasa Lo!" kesal Bella, pasalnya sering kali Philip mengganggu nya jika sedang serius.
'' What!? jadi kaos kaki bau busuk bekas dua Minggu lalu yang sering nangkring di mulut gue itu kerjaan Lo Bel!??? dasar sekretaris lak... hemphhh...
"DIAM LAMPU NEON!!!" kesal Grape sambil menyumpal mulut ceplas-ceplos Philip dengan buah mangga yang belum di kupas.
" Akhh.... asem pak!!!!"
" Lanjutkan Bella," ucap Grape dengan nada dinginnya.
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 🤗