Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
251


__ADS_3

Keesokan paginya Dante terbangun di dalam kamar mandi. Air menggenang membasahi tubuhnya, dengan sekuat tenaga kedua tangan kekar itu menopang tubuhnya yang tak memakai sehelai benang pun. Dia keluar dari dalam bathtube, menatap sekeliling ruangan itu,


Seluruh bumi rasanya seolah sedang berputar, dan terjadi pemanasan global pada tubuhnya. Sangat panas dan rasanya terbakar, pria itu menaruh tangannya ke kening lebar bak lapangan sepak bola itu.


“Ahhh aku demam...” ucapnya sambil menghembuskan udara panas dari dalam mulutnya. Bagaimana tidak demam? Dia berendam di dalam air dingin semalaman setelah tiba dirumah itu. Efek obat yang begitu berat membuat Dante kehilangan kesadarannya.


Kakinya melangkah dengan berat seolah ada batu yang diikat di kedua benda kekar nan berotot itu. Kain putih berbahat serat dia tarik dari gantungan pakaian dan dililitkan pada tubuhnya yang berotot.


Dung... dung... dung...


Telinganya seolah berdengung, kepalanya seperti dipukul dengan palu kayu yang sangat besar. Berat dan pening, dengan lambat dia keluar dari ruangan kamar mandi dan berharap menemukan Sarah di sana.


“ Sarah... apa kau....” Dante terdiam kala mendapati ruangan yang kosong tanpa penghuni. Padahal jelas dalam memorinya bahwa dia membawa sang pujaan hati ke kamar itu saat dia dalam kekacauan semalam.


Ruangannya masih berantakan, persis seperti saat dia tiba disana semalam, jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi dan dia dalam kondisi yang tidak baik.


Netra biru nan terang dengan gradiasi hitam di pinggiannya terlihat jelas kala sinar lampu menyorotinya. Rambut berwarna abu abu kebiruan terlihat berkilau di bawah sinar lampu. Warna itu berubah, berubah setelah dia meminum kapsul ruby keturunan asli sang Alchemis.


Brukk...


Dante terjatuh di atas Kasur, kakinya lemah dan tubuhnya terasa sangat sakit. Berendam di dalam air dingin semalaman berhasil membuat pria itu ambruk. Dengan lemah dia menatap sekeliling ruangannya. Kedua manik matanya menangkap foto gadis cantik dan dompetnya yang terletak di atas lantai.


Tentu saja Dante terkejut,belum lagi tak melihat Sarah disana membuatnya bingung.


“ Foto ini keluar dari dalam dompetku? Apa dia melihatnya?” ucapnya sambil memungut foto itu. Dia mengusap foto gadis cantik itu sejenak sambil tersenyum, lalu dengan lembut dia memasukkan foto itu tepat di depan foto lain di dalam dompetnya.


Wajah Sarah ada di dalam dompet Dante, posisinya terbalik, segera dia mengubah posisi foto Sarah yang dia cetak sendiri agar bisa dia lihat setiap hari.


“ Ahh apa dia melihat foto ini? Apa dia marah? Melihat sikapnya, dia mungkin marah dan berpikir yang tidak tidak..” batin Dante.

__ADS_1


Dengan menggenggam dompet itu, Dante berbaring di atas kasur sambil memijit kepalanya yang terasa sangat sakit.


Udara panas keluar dari rongga dadanya, pahanya bahkan sampai memar karena dia pukuli habis habisan semalam, dan lengan kirinya robek karena dia melukai dirinya agar tetap sadar. Siapa yang menyangka kalau efek obat yang dimasukkan Rebecca sangat dahsyat, jika saja Dante tak menahan diri dan berusaha tetap sadar, dia mungkin akan memaksa Sarah untuk melayani hasratnya yang sudah pada puncaknya.


“ Dasar perempuan sialan... beraninya membuat kacau kencan kedua ku.. sialan, dia pasti salah paham saat melihat foto ini.. arhhhhhh.... kepalaku sakit.....” Dante menutup kedua matanya, wajahnya pucat dan suhu tubuhnya sangat tinggi. Dia terlalu lemah hanya untuk berdiri, pria itu memilih berbaring disana dan kembali terlelap hanya dengan harapan kalau dia akan kembali pulih.


“ Pilnya berhasil, Dante jadi merindukan Mama... apa memang keturunan klan ini tidak berumur panjang? “ gumam pria itu sambil menatap langit langit.


Pil yang dimakan Dante semalam adalah pil yang sama dengan milik Elton, dengan demikian dia berarti adalah keturunan campuran darah Alchemis. Terlihat dari warna rambutnya yang sedikit berbeda dari keturunan asli.


Selama ini, Dante dan ayahnya merahasiakan bahwa mereka berhubungan dengan klan asli Alchemis untuk menghindari pembantaian yang dilakukan oleh keluarga Hong. Dia hidup tanpa mengenal ibu kandungnya, dan hanya tau wajah wanita itu dari foto yang di berikan oleh sang ayah.


Sementara Dante berbaring disana dengan sekujur tubuhnya yang sakit, di kamp pertahanan negara dimana Sarah berada, tampak gadis itu uring uringan. Dia berjalan kesana kemari dan membentak semua orang yang membuatnya kesal.


“ Ck... apa yang harus kulakukan...” gumam gadis itu, dia jelas ingat kalau semalam dia meninggalkan Dante dalam kondisi dipengaruhi obat jahanam yang dimasukkan Rebecca.


Ibarat benang dengan jarum, kedua makhluk gila ini saling melengkapi di dalam kemiliteran. Strategi dan kemampuan mereka dalam berperang dan mempertahankan batas batas negara serta cara kedua nya bernegosiasi membuat semua musuh ketar ketir jika sudah berhadapan dengan dua pentolan dari kemiliteran pusat ini.


“ Pak Jendral...” Sarah membalas rangkulan Xavier sambil berjalan.


“ Hmm? Apa?”


“ Shhhh.... jika seseorang meminum obat per*ngsang apa yang akan terjadi pada orang itu jika tidak dipenuhi keinginan hasratnya?” tanya Sarah tanpa segan pada Xavier.


Xavier menaikkan kedua ulat bulu tebal yang bertahtah di atas kedua matanya yang cerah,”pada umumnya, akan mengalami kerusakan saraf bahkan mungkin akan membahayakan nyawa, karena pada saat itu saraf menegang dan membuat seluruh hormon dalam tubuh bekerja aktif, jika tak disalurkan atau tak mendapat penawarnya mungkin bisa menyebabkan pembuluh darah pecah dan memar di sekujur tubuh , tergantung seberapa besar tingkat dosis obatnya,” jelas Xavier.


Sarah memicingkan matanya sambil menatap Xavier, dia tiba tiba melepas rangkulan mereka dan menunjuk Xavier dengan tatapan curiga...” Wahhh ini bahaya!!" teriak Sarah yang sontak membuat semua orang di dalam ruangan itu menatap mereka.


“ Ehhh kenapa lagi kau....” Xavier terkejut," Sial kena lagi aku..." ucapnya pasrah.

__ADS_1


“ Pak Jendral paham betul dengan pemakaian obat jahanam itu , apa bapak pernah pakai.. wah aku jadi curiga dengan dia.. hei kaian perhatikan sedikit jendral kalian ini, dia memakai obat perangs*ng... dia hempkkk...


Xavier langsung menutup mulut Sarah dengan wajah kesal,” apa apaan kau ini dasar setan licik... kau ini ya, jangan membuat rumor yang tidak tidak... mana pernah aku memakai itu..kau benar benar menjengkelkan dasar gadis unta...” kesal Xavier.


“ Wahh pak.. apa itunya....” kru Sarah menatap inti Xavier,” tidak bisa bangun ya sampai pakai obat segala? Bapak tidak perkasa?” celetuk pria itu sambil menaikturunkan alisnya.


Semua anggota malah menatap Xavier dengan tatapan aneh ke arah inti pria itu,” sial.. apa yang kalian lihat, mau mati hah? Aku ini perkasa.... bahkan tidak memakai itu pun aku bisa melakuannya sampai berkali kali, jangan meremehkan aku!!!”pekik Xavier.


Karena kesal, dia tak sadar kalau setan kecil di kemiliteran itu sudah terlepas dari kungkungannya,” hahahahPak jendral gak perkasa... siapa pun kalin tolong ajari dia untuk jadi pria perkasa.. terutama di bagian itunya hahahahhaha... kasihan sekali....” teriak Sarah yang sudah mengambil kunci mobil Xavier dan lari dari tempat itu sebelum pria itu mengejarnya.


“ Kopral Sarah.. dasar perempuan ini benar benar membuatku kesal.. aku ini perkasa!! jangan bermain-main denganku....” teriak Xavier.


“ohhh ayolah pak...mau saya ajari caranya supaya tahan lama, saya sudah berpengalaman, tahan lama akan membuat pasangan senang..” celetuk yang lain sambil menghedipkan sebelah mata..


“ Diam kau... aku tidak selemah itu.. arhhkkk ini semua gara gara setan kecil itu.... diam!! jangan ada yang membahas ini lagi!!" kesal Xavier sambil beranjak dari ruangan itu diiringi dengan tawa anggotanya yang menggodanya habis habisan.


“ pak saya punya produk yang hebat..bisa ..


“ DIAAAAMMMM!!"


Bwahahahahahahahhaha


.


.


.


Like vote dan komen

__ADS_1


__ADS_2