Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
46


__ADS_3

Cherry dan Grape sedang duduk berdua di taman rumah sakit, sudah seminggu penuh gadis itu dirawat di rumah sakit dan luka di punggungnya telah membaik. Grape tidak pernah barang sekalipun membiarkan Cherry sendirian di rumah sakit.


Philip, Phineas, dan Rania memiliki pekerjaan mereka masing-masing sehingga terkadang tidak bisa menemani mereka berdua. Sedangkan Elton sejak lima hari yang lalu tidak lagi pernah datang ke rumah sakit. Dia pamit pada mereka dan mengatakan akan pergi ke suatu tempat yang tidak dia beritahukan dimana persisnya tempat itu.


Sahabat sahabat Cherry secara rutin mengunjungi Cherry di rumah sakit setelah mereka pulang kerja. Mereka selalu menyediakan waktu sebanyak mungkin untuk bisa menemani sahabat baik mereka itu.


Cherry dan Grape duduk di taman rumah sakit. Taman yang cukup indah dengan banyak pohon dan bunga ditanam di sekitarnya. Anak anak pasien rumah sakit itu juga bermain dengan gembira di sana meski mereka sedang sakit.


Cherry menatap anak anak yang sedang bermain bersama pendamping mereka. Seketika gadis itu teringat dengan Alvaro dan Hansel anak anak yang ditemuinya beberapa waktu lalu saat makan berdua bersama Elton.


"Bagaimana ya kabar anak anak tampan itu sekarang? apa mereka bisa bertahan hidup? kasihan mereka," lirih Cherry sambil menatap anak anak di depannya dengan tatapan sendu.


Grape mengusap rambut Cherry dengan lembut dan menyisipkan anak rambut istrinya ke belakang," Apa yang membuatmu melenguh begitu keras, apa yang sedang kau pikirkan Cherry?" tanya Grape sambil menatap Cherry dengan tatapan penuh cinta. Sepertinya perasaan di hati pria itu semakin hari semakin bertambah, semakin dia dekat dengan Cherry maka semakin besar rasa sayangnya pada gadis berstatus istrinya itu.


Cherry mulai terbiasa dengan kebiasaan Grape mengusap usap kepalanya. Dia membalas tatapan Grape," Aku khawatir dengan anak anak yang kutemui beberapa waktu lalu, mereka bukan anak anak pribumi, sepertinya mereka anak yang dibuang atau korban kekerasan, entah bagaimana bisa mereka terlantar di negeri ini dan menjadi pengamen, kasihan mereka," lirih Cherry.


Grape yang mendengar itu malah terheran-heran dengan sifat Cherry. Bisa bisanya dia mengkhawatirkan anak anak yang bahkan bukan bagian dari keluarganya, bahkan anak anak itu bukan darah dagingnya tapi dia sampai sekhawatir ini.


"Anak anak? Kau mau punya anak!? sabar ya aku belum bisa jalan sayang," celetuk Grape dengan tatapan jahilnya. Sontak Cherry menatap Grape dengan tatapan tajam.


"ihh dasar mesum, suami mesum!!! bukan itu maksudku, " ketus Cherry sambil menepuk lengan Grape.


"Hahaha... maaf maaf aku hanya bercanda," ucap pria itu.


"Dasar kau ini, yang kumaksud ada anak-anak yang hidup terlantar di luaran sana Grape, mereka hidup tanpa orangtua, makan pun sekali sehari sudah syukur, tinggal di kolong jembatan yang dingin, dipaksa cari uang sama preman preman sialan dan jadi korban kekerasan, aku gak tahan melihat mereka diperlakukan seperti itu," ujar Cherry.


"Sejak dulu, aku ingin membangun rumah untuk anak anak terlantar, mendirikan rumah bagi mereka dan tempat untuk mereka berteduh, membuat mereka merasakan yang namanya keluarga dan mengasuh mereka dengan benar, tapi sekarang semuanya tinggal cita-cita, aku harus bekerja keras mencari uang untuk mewujudkan itu semua, sangat sulit tapi aku ingin mewujudkan hal itu, " ujar Cherry .

__ADS_1


Grape menatap istrinya dengan tatapan bangga, gadis sederhana itu memiliki impian yang besar. Cherry melihat anak anak homeless itu seperti dirinya yang meski memiliki orang tua tapi tak merasakan apa itu keluarga.


"Sayang kau itu manusia atau bukan sih?" celetuk Grape.


Mendengar pertanyaan suaminya membuat Cherry mengerutkan keningnya," ya manusialah, masa iya aku setan, udah jelas loh ini manusia bukan setan! kamu buta ya?" celetuk Cherry.


Grape terkekeh, dia jelas tau reaksi Istrinya akan seperti ini," Hahahha bukan itu maksudku, ku tadinya mau gombalin kamu gak jadi hahahah... kamu gak bisa ya diajak bercanda sedikit aja, serius banget sih!!" Grape tertawa lepas sambil mengacak-acak rambut Cherry saking gemasnya dengan kelakuan gadis itu.


"ihhh jangan diacak acak Grape, berantakan ini!" kesal Cherry sambil merapikan rambutnya dan melemparkan tatapan kesal ke arah Grape yang tertawa di atas penderitaan nya.


"Acak acakan juga gak apa apa Cher, tetap cantik kok," ucap Grape sambil tersenyum manis.


Cup...


"Tetap cantik walaupun acak acakan, aku suka," bisik Grape setelah dia mengecup pipi Cherry . Jantung gadis itu berdegup kencang, wajahnya memerah Semerah tomat dan pipinya merona bak orang jatuh cinta.


"Malu apanya sayang, aku kan suami kamu, lagian aku udah lihat semuanya loh termasuk semangka kecilmu itu hahahahha..." goda Grape sambil mencolek dagu Cherry.


"Dasar Grape mesum ihhh.... malu tau... di dengar orang orang ," ucap Cherry sibuk menyembunyikan wajahnya dibalik lengannya.


Grape tertawa, dia selalu bahagia setiap kali berhasil menggoda istrinya yang menurutnya sangat cantik dan baik itu.


"Jangan malu sayang, kan pakai baju, ngapain malu, " ucap Grape lagi.


"Dasar mesum!! " ejek Cherry.


Grape tertawa terbahak bahak, hal ini membuat Cherry merasa tenang.

__ADS_1


"Kupikir dia tidak akan bisa tertawa lepas seperti ini, selama menikah dan tinggal bersamanya, yang kulihat hanya wajah sedih dan dingin . Tapi semakin hari dia semakin banyak berekspresi, tawanya juga lebih lepas dan dia terlihat bahagianya, aku penasaran apa yang terjadi padanya di masa lalu, apa hubungannya dengan Raharja dan rahasia apa yang akan dia ungkapkan, Grape kuharap kau tau bahwa aku mengharapkan kebahagiaan mu, karena aku tidak bisa melihat orang yang kucintai bersedih untuk waktu yang lam," batin Cherry.


Gadis itu telah jatuh cinta pada suaminya sendiri, jatuh cinta yang diawali dengan ucapan Grape yang meminta Cherry menjadikan Grape sebagai rumah baginya. menjadikan Grape segalanya ketika semua yang dimiliki gadis itu hilang dan hancur.


"Kau sesenang itu mengejek istrimu sendiri? dasar suami laknat, awas kena karma loh!!" celetuk Cherry.


"Hahhahaha.... gak salah loh menggoda istri sendiri," balas Grape .


Cherry tersenyum manis, dia menggenggam tangan Grape membuat pria itu sedikit terkejut," Kau semakin hari semakin banyak tertawa, syukurlah, wajah dinginmu dulu mulai luntur ya, kalau begini kan lebih baik," ucap Cherry sambil menepuk-nepuk punggung tangan suaminya dengan lembut dan melemparkan tatapannya ke arah taman.


Wajah cantiknya dan rambutnya yang indah terkena hembusan angin sepoi-sepoi membuat wajah cantiknya terekspos.


Jantung Grape berdegup kencang, lagi lagi gadis itu menggetarkan hatinya yang dingin dan beku itu. Grape menarik Cherry dan....


Hap..


Pria itu mengecup bibir istrinya dengan penuh kasih membuat Cherry termangu dengan apa yang dilakukan Grape. Grape masih dalam posisinya mempererat pelukannya pada pinggang ramping istrinya.


Jantung Cherry berdegup kencang, dia tak menolak tapi ini sangat tiba tiba. Melihat Cherry tak melakukan perlawanan membuat Grape melanjutkan permainannya menjadi lebih dalam.


"Aku... mencintaimu Cherry... aku.. mencintai mu istriku...." batin pria itu.


"Ciuman pertama.....ciuman ku.... diambil oleh Grape, mimpi apa aku semalam!!! "


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 🤗


__ADS_2