
Philip menarik Bella dan merangkulnya, ada yang aneh dengan sikap gadis itu. Bella memang cengeng tetapi dia tak akan semudah ini menangis di depan banyak orang. Beberapa waktu terakhir Bella juga lebih ekspresif dan sensitif dne.gan perasaannya, dia mudah takut, mudah marah dan seperti hari ini dia menangis karena wanita yang menamparnya tadi.
“ Ada apa dengannya, tak biasanya dia seperti ini, “ batin Philip.
“Biasanya kalau melawan atau dilawan Bella akan ribut berkoar-koar seperti ayam bertelur tapi kenapa saat di pukul di wajahnya dia tidak melawan? Ada apa denganmu Bell.. kemana Bella yang bar-bar itu?” pikir Philip.
Istri direktur menatap Bella dengan tatapan merendahkan, “ nyonya, dia pasti menangis ketakutan karena pak direktur langsung turun tangan, hahahah rasakan itu kalian pasti akan dituntut atas perusakan barang, “ hina salah satu dokter disana.
“ Dia menangis, hahah mana perempuan yang menghancurkan komputer tadi ? mana gadis yang merusak seisi lobi ini tadi , dasar perempuan gila, beraninya berteriak dan mengoceh akan menghancurkan rumah sakit ini , dan sekarang kau diam hahahha.... “ mereka semua menertawakan bella.
Philip semakin panas hati, jelas orang-orang itu yang salah, jelas mereka yang memperlakukan pasien dengan cara yang tidak hormat, jelas mereka yang membuat luka Bella semakin melebar dan terpaksa mendapatkan beberapa jahitan di punggung gadis itu.
“ Sialan...” geram Philip.
Di saat yang sama direktur rumah sakit tiba di sana, namun anehnya orang-orang penting lainnya yang berpengaruh di rumah sakit itu juga turut ikut menghampiri mereka. Semua orang terkejut melihat kedatangan pemangku kepentingan di rumah sakit itu berkumpul di Lobi hanya karena masalah kecil ini.
Istri direktur dan pendukungnya mulai berbesar kepala, mereka tersenyum dengan arogan tanpa tahu akhir apa yang akan mereka hadapi setelah ini.
“ Ya ampun apa yang sebenarnya terjadi disini? “ ucap direktur rumah sakit, Tuan Dharma.
Dia menatap beberapa barang yang masih dibiarkan berantakan karena petugas asyik cari perhatian pada istri direktur dan anaknya, pasien yang menumpuk dan beberapa yang dibiarkan terbengkalai. Wajah pria itu terlihat pias dan pucat begitu juga dengan eksekutif yang hadir disana.
“ Pa.. mereka menghalangi anak kita berobat, jari anak kita terjepit tapi perempuan itu membuat keributan hingga penanganan pada anak kita terlambat, tapi jangan khawatir aku sudah menamparnya dan memberinya pelajarn keras.” Ucap wanita itu dengan angkuh.
Philip tersadar, ada sesuatu yang tak boleh dilaukan pada Bella, dan hal itu pernah terjadi sekitar tiga tahun yang lalu.. Salah satu kolega bisnis mereka meminta nomor pribadi Philip tetapi Bella menolak habis habisan dan berujung dia disiram lalu di tampar di wajahnya. Saat itu gadis itu memang melawan balik dan mempermalukan kolega mereka bahkan menghentikan semua kerja sama dengan perusahaan itu karena sikap buruk mereka,.
Bella memang menang, tetapi saat tiba di kantor gadis itu mengurung diri di dalam kamar mandi selama berjam-jam. Philip yang penasaran mengambil kunci cadangan dan membuka pintu, saat itu dia melihat Bella menangis sesenggukan dengan nafas yang sesak sambil mengusap usap pipinya yang dipukul oleh orang tersebut.
Memang aneh, tetapi Bella sepertinya memiliki kenangan buruk atau memiliki masalah serius jika seseorang memukul wajahnya. Dan sampai saat ini Philip belum tahu alasan dibalik tangisan Bella yang berjam jam itu.
__ADS_1
Sementara itu, mendengar penjelasan istrinya Tuan Dharma terbelalak dengan wajah pias, tiba tiba pria itu duduk berlutut di depan Philip dengan wajah pucat pasi.
“ tuan ma.. maafkan kami... tidak...mohon ampuni kami atas kesalahan besar ini...” ucapnya dengan suara lantang sambil membungkuk menyentuh lantai seolah sedang meminta pengampunan dari seorang raja.
Semua orang tercengang dengan apa yang terjadi, direktur rumah sakit yang berusaha mereka cari perhatiannya meminta maaf dan membungkuk hormat pada seorang pasien biasa yang tidak mereka kenali adalah pemegang saham terbesar alias pemilik rumah sakit itu.
Sontak semua orang duduk di atas lutut mereka dengan wajah pucat pasi, pemilik rumah sakit tiba tetapi mereka malah mengacuhkan dan melontarkan ejekan bahkan sampai membuat gadis yang dirangkul Philip terluka.
“ Ya ampun... mati kita, “ Semua orang mengumpat diri mereka sendiri saat sadar dengan siapa mereka berhadapan. Bella yang menangis juga tersentak kaget saat melihat orang orang itu duduk meminat maaf di depan mereka.
“ Pak.. ini ada apa?” tanya Bella sambil menengadah.
“ Bukan apa-apa, kita pulang sekarang, aku tidak punya urusan dengan orang orang ini, memulai besok kita tidak akan mendnegar nama direktur rumah sakit ini lagi dan semua orang yang mengabaikan kita tadi, ayo pulang, kekasihku butuh istirahat,” ucap Philip dengan nada datar dan dingin.
Philip memang memiliki banyak aset, dia mendirikan dan membeli beberapa bentuk usaha di berbagai bidang dan memerintah orang lain untuk memimpin menggantikan dirinya sebagai alat untuk menyembunyikan identitasnya, tak ada yang tahu sebesar apa aset pria itu.
“ Dokter Widya, terimakasih telah menunjukkan dedikasi yang tinggi terhadap rumah sakit ini, Anda dan tim kalian akan mendapat balasannya segera,” ucap Philip dengan kharismanya sebagai seorang presdir.
Tuan Dharma berteriak kesal dan marah, dia menarik istrinya yang selalu membuat masalah, padahal dirinya sudah diberi kepercayaan untuk menjalankan rumah sakit itu tetapi semua hancur karena istri keduanya yang sombong itu.
Plakkk... Plakkk...
“ Sialan, beraninya kau menghancurkan kaririku .. arrkhhhhh habis sudah, habis sudah karirku karena dirimu , benar benar memalukan, kalian semau membuatku malu bajingan....”
Kekacauan di rumah sakit diakhiri dengan fakta mengejutkan. Kali ini Bella dan Philip pulang menggunakan supir yang sudah dihubungi pria itu saat bertelepon tadi. Bella dan dirinya duduk di kursi belakang.
Gadis itu menatap Philip dengan tatapan bingung,” ada apa? Kenapa melihatku seperti itu, aku tahu kalau aku itu tampan, jangan dilihat terus,” ucap Philip yang memegang tangan Bella dengan erat.
“ heh... dasar narsis...” ejek Bella.
__ADS_1
“ itu tadi kenapa gak bilang kalau lo yang punya, kan suara gue gak habis buat koar koar kayak ayam beranak dan tenaga gue gak habis bos gesrek, lo bagaimana sih... harusnya ngomong dari awal, biar tenang gitu, ini tunggu gue koar koar dulu kayak mau demonstarsi supaya beruang bertelur, gak lihat urat nadi ku sampai bengkak bengkak tadi hah!??" omel gadis itu, Bella kembai ke mode normal dan Philip akhirnya bernafas lega yang dia takutkan Bella akan terus menangis karena kejadian itu.
“ Heh... ya suka suka gue, kan punya gue...ngapain gue bilang bilang sama lo, kan lo bukan mak gue, gak perlu lo tau” balas Philip.
Bella melirik Phiiip sejenak, “ Cih...makan itu luka, ini yang sok jagoan ingin nusuk badan sendiri rasain lo, untung gak mati.. bikin kesal lo...” ketus gadis itu sambil melepaskan tangan Philip dan memilih menghadap ke arah lain membelakangi Philip dengan wajah kesal.
“ idih ngambek lo....”
Bella tak menjawab dia hanya diam dan menatap langit, saat Philip mengatakan kalimatnya tadi, Bella sadar kalau dirinya masih berekspektasi tinggi terhadap pria yang tak peka pada perasaannya itu, “ Bella kenapa lo bego sih? Sudah jelas cinta lo bertepuk sebelah tangan, masih saja ngarep yang tinggi-tinggi,” batin gadis itu sambil menelan air matanya.
Philip menyadari kalau dia berbicara kurang enak pada Bella, pria itu dengan inisiatif menarik Bella dan membuat posisi mereka saling berhadapan,” katakan padaku, kenapa kau jadi sesensitif ini?” Philip menatap Bella dengan serius, dia penasaran dengan gadis itu, perubahan yang mendadadak dan aneh.
“ eh... nggak kenapa kenapa itu pak,ihhh ga usah megang megang juga kali pak, kan saya bukan siapa siapa... awas ihhh...” kesal Bella sambil melepas tangan Philip.
Pria itu terkekeh,” siapa bilang hmm? Bukannyakau akan menunjukkan apa itu C... I.... N.... T.....A... hahahhaha.... cintaahhhh manjalitahhhh ahahahhaha....... “ Philip menggoda Bella habis-habisan.
Bella hanya bisa mengerucutkan bibirnya,, salah besar dia bisa melihat pria itu jadi orang yang kalem dan tenang,” ck....bisa bisanya aku jatuh cinta pada pria bodoh ini.... “ Bella merutuki dirinya sendiri. Tapi di satu sisi dia bahagia karena Philip tak menolaknya, Philip menerimanya sekalipun resikonya adalah cinta Bella mungkin tak berbalas.
Gadis itu menghela nafas, dia menatap Philip, gangguan kecemasannya sudah hilang, dia memegang kening pria itu dengan lembut,” kau demam, istirahatlah dulu, lukamu baru dijahit jangan ribut,” ucap gadis itu.
“ Kau juga, istirahatlah, punggungmu pasti sakit,” philip menarik Bella dan merangkulnya membuat gadis itu bersandar di bahunya.
“ Aku hanya berharap semua akan baik baik saja sebelum aku....
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen.