Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
122


__ADS_3

Pintu kamar dibuka dengan kasar . Kedua manusia di dalam kamar inap itu terkejut saat mendengar suara teriakan seseorang yang sangat familiar di telinga mereka. Siapa lagi kalau bukan si Presdir lolipop pembuat masalah yang selalu menimbulkan keributan di manapun dan kapan pun tak peduli entah itu di situasi apa.


"TIDAK BOLEH!!!!" Pekik pria itu dengan mata panda menghitam dan rambut acak-acakan bahkan kancing pakaiannya sudah tidak pada posisinya lagi. Wajahnya kusut, ilernya mengalir membentuk pulau pulang putih di wajah tampannya.


Rania dan Elton terbelalak, mereka berdua saling menatap untuk sejenak, lalu kembali melihat pria gila di depan mereka itu.


Brukk...


Philip si pengacau ambruk ke atas lantai dan kembali terlelap seperti sebelumnya, pria itu terlelap dengan wajah kusut. Satu hal yang menyedihkan tentang Philip, seumur hidupnya sampai sedewasa ini, dia sama sekali tidak pernah tidur nyenyak. Selalu mengigau dan bermimpi buruk. Berbicara saat tidur atau bahkan tak bisa tidur selama berhari-hari. Mungkin dia punya banyak nyawa dan keberuntungan yang besar sampai dia tak pernah jatuh sakit karena pola tidurnya yang ekstrim itu.


Salah satu alasan sikap bobrok dan gila pria itu juga penyebab warna rambutnya selalu bergonta ganti adalah karena depresi dan stress berat yang dia alami selama ini. Pria itu memilik masa lalu yang menyedihkan tentang keluarga kandungnya. Dan sahabat - sahabatnya tau semua itu. Mereka selalu menjaga dan mendukung Philip sekalipun mereka menjadi sasaran kebobrokan Presdir lolipop itu.


Elton menghela nafas berat, " Sebentar ya," ucap pria itu lalu beranjak dari sana dan menghampiri Philip yang tertidur begitu saja di atas lantai.


"Kak!!" Cherry memanggil pria itu hingga membuatnya menoleh dan mendapati wajah khawatir adiknya yang sangat dia sayangi.


"Cher?? kapan datang sayang?" tanya pria itu sambil mengangkat Philip dan membawanya berbaring di atas sofa dan memastikan pria itu nyaman disana.


"Dasar ceroboh, apa lagi yang dilakukan si bodoh ini?" pikir Elton.


"Kami datang beberapa menit lalu, bagaimana keadaanmu?" Tanya Grape dengan nada datar seraya melirik Philip yang tengah tertidur. Tatapan dinginnya bukan tanpa alasan, tetapi dia tetap menahannya.


"Aku sudah baik, Beruntung Sarah cepat membantuku, jika tidak aku mungkin saja sudah melakukan kesalahan paling buruk di hidupku," ucap Pria itu sambil memeluk Cherry dengan erat.Dia mendengar dari Grape betapa khawatirnya gadis itu sepanjang malam. Sebenarnya semalam Elton sudah bangun dan sempat berbicara dengan Grape, tapi dia meminta pria itu untuk tidak membawa Cherry keluar dari rumah karena sudah larut malam.


"Lalu apa ada yang luka kak? apa kakak di pukul? apa yang sebenarnya terjadi? kenapa kakak sampai dibawa ke rumah sakit?? katakan adaku siapa yang melakukan ini? aku khawatir, aku sangat takut kalian terluka hiks hiks hiks... siapa yang berani melakukan hal itu pada kakak kakakku!!" tangis Cherry.


Elton memeluk adiknya yang memang belum stabil sejak kejadian kejadian berat yang menimpa mereka selama beberapa waktu belakangan.


"Hei tenanglah, kakak baik baik saja, bajingan itu sudah diamankan, tenang ya jangan menangis lagi," ucap Elton sambil mengusap air mata Cherry dengan lembut.


Gadis itu berderai air mata menatap Elton, bayangan kematian Nyonya Versha masih teringat jelas di memorinya. Bagaimana bisa dia melupakan kematian orang yang sangat dia sayangi itu. Rasa takut itu kini berpindah ketika dia mendengar kabar tentang kakak laki-lakinya terluka.


"Aku.. takut hiks hiks hiks... maaf... tapi aku takut kehilangan kalian... hanya kalian yang aku punya, aku takut aku dibuang, aku dicampakkan, aku ditinggalkan hiks hiks.... " Cherry mengungkapkan perasaannya. Mengungkapkan rasa sakit yang dia alami selama ini. Ketakutan yang membuatnya merasa sedih dan down.

__ADS_1


Elton melirik Grape yang sejak tadi tak bisa mengucapkan apa pun terkait ketakutan istrinya. Dia memeluk gadis itu, mengusap kepalanya dan menenangkan adiknya. Bahkan Rania dan Sarah bisa sampai paham rasa sakit yang dialami oleh gadis itu. Rasa sedih karena ditinggalkan oleh orang-orang disekitarnya.


"Tenanglah sayang, kakak tidak akan kemana-mana, kakak akan selalu ada disisi kamu, kakak janji, kalau semuanya akan baik-baik saja, jangan takut...." ucapnya lembut sambil mengusap air mata gadis itu.


Setelah memeluk Elton dia berlari ke arah Rania dan menghamburkan pelukannya pada Rania," Bagaimana keadaanmu kak? kenapa orang gila itu menyakitimu, kenapa harus terjadi pada kakak, CK..m seandainya a ku melihatnya sekarang aku akan menghajar nya sampai mati karena berani menyentuh kakakku, kakak terluka, dia yang memukul ini???" tanya Cherr dengan tatapan khawatir sambil mengusap luka di pipi Rania.


Gadis itu merasakan hangatnya pelukan seorang adik perempuan, dia sangat bersyukur ada Cherry disini.


"Kakak baik-baik saja, sedikit terluka tapi semua sudah baik sekarang," ucap Rania.


Cherry menggenggam tangan Rania dan dia jelas merasakan tangan Rania masih gemetaran.


"Awas saja orang itu dia pasti akan mati di tanganku kalau sampai aku melihatnya!!!" ucap Cherry.


"hiks.. hiks.. beraninya dia menyakiti kakak..." lirih Cherry.


"Kamu cengeng sekali, sudah tenang lah, sepertinya keadaan malah jadi terbalik, yang sakit siapa yang menangis siapa," celetuk Rania sambil mencolek hidung gadis itu.


Setelah Cherry tenang, mereka semua duduk di ruangan tamu kamar inap eksklusif itu. Cherry masih menggenggam tangan Rania dan Elton seolah tak ingin melepaskan mereka.


"Lalu apa yang akan kalian lakukan terkait kejadian ini? " tanya Grape dengan serius sambil menatap Elton dan Rania. Namun matanya lagi-lagi tertuju pada Cherry yang memegang lengan Elton. Rasanya kesal dan cemburu melihat mereka tapi sebisa mungkin dia menahan dirinya.


"huhh... iya sekali ini saja, selanjutnya tidak lagi!" batin Grape.


Elton melirik Grape dengan tatapan jahil," Hahahah dia cemburu hahahha... rasakan kau.." batin Elton.


"Bajingan itu akan mendapatkan hukuman yang setimpal karena telah membuat kekasihku sampai trauma, " ucap Elton.


"Kekasih?" tanya Grape seraya melirik kakak perempuannya yang sudah bersemu merah.


Cherry Nyang jahilnya sebelas dua belas dengan mereka melirik kedua orang itu sambil senyum-senyum sendiri mengingat kejadian membuat adonan tadi.


"Hihihi... cie cie yang tadi lagi cup kecup kecup hihihi.... acieeee......" ejek Cherry sambil menunjuk mereka bergantian.

__ADS_1


"Kak katakan apa yang terjadi? apa maksud Cherry, apa kalian!? apa kalian pasangan kekasih!!??" mata Grape membulat sempurna.


Sarah dan Cherry sama sama cekikikan melihat kedua orang itu malah salah tingkah seolah mereka tertangkap basah melakukan perbuatan yang tidak tidak.


"Sar hahahah... tadi mereka....


Cherry mengerucutkan bibirnya dan memajumundurkan benda itu sambil menatap mereka dengan tatapan menggoda.


"muuah... muaahh... bikin adonan hahahahah.... cieee....." Cherry tertawa cekikikan.


"Wahh hahahaha.... akhirnya jadian niee hahahhaha...." balas Sarah sambil tertawa.


" Kamu melihatnya!??" tanya Rania dan Elton bersamaan namun seketika mereka terdiam dengan wajah semerah tomat.


"wah.. wahh... wah.... Selamat hahahahahahhaha....... akhirnya dua jomblo tertua ini tak lagi jomblo hahahahahahah selamat untuk kalian berdua hahahahhaha...." Grape tertawa bahagia saat mendengar jelas kalau mereka telah jadi sepasang kekasih. Sebuah berita bahagia baginya, Karena kakak perempuannya bersatu dengan pria yang dia cintai.


"Dan kami akan menikah tapi bukan dalam waktu dekat!" ucap Elton yang langsung mengutarakan niatnya.


"Secepat itu!?" tanya Grape dan dibalas anggukan kepala oleh Elton.


"Iya, tapi setelah aku menyelesaikan semua masalah termasuk mengembalikan dan menyatukan keturunan Alchemis yang terpecah, kami masih jadi bahan buruan karena kapsul Ruby itu, jika memang tak terselesaikan, aku akan segera menikahinya, tunggu saja kabar dari kami, iya kan sayang?" tanya Elton sambil menatap Rania.


Gadis itu tersenyum dengan wajah memerah," iya, kami akan skidipapapap... ehh menikah maksudku menikah..." ucapnya panik saat lagi lagi salah mengucapkan.


"pffth hahahhaha....


.


.


.


like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2