
Cherry terbelalak saat melihat Azura mencekik pria itu dari belakang dan dalam seketika mematahkan lehernya tanpa ampun.
"Ka..kau!!" Cherry menatap Azura yang tampak sangat garang dan menyeramkan di saat yang sama.
"Berhati-hati atau kau akan gagal!" Ucap Azura sambil menyeret tubuh pria itu ke dekat kontainer.
Cherry menenggak salivanya dengan kasar, hampir saja dia ketahuan. Gadis itu mengintip dari balik kontainer, dia melihat para penculik itu sedang berpesta ria di tengah kapal
"Heh makanlah sampai perut kalian membuncit bajingan sialan!" Umpat gadis itu dengan seringai licik di bibirnya.
"Apa yang sedang dia rencanakan!?" Pikir Azura saat dia melihat tatapan pembunuh dan senyuman licik di wajah gadis Putih itu.
Cherry memeriksa setiap kontainer, total ada tujuh kontainer yang entah diisi dengan apa. Dengan cepat dia mengambil kunci yang dia curi dari pria penjaga di lorong tadi.
Perlahan tapi pasti Cherry membuka pintu kontainer besar itu. Tak ada yang mengawasi disana sehingga membuat dia bergerak bebas membuka setiap kontainer.
Cherry membuka kontainer biru tua, tercium bau amis dari dalam ruangan itu. Cherry mengeluarkan ponsel dan menyalakan senternya, betapa terkejutnya Cherry saat melihat puluhan anak kecil dimasukkan dalam kontainer berisi ikan kering itu, tak ada toilet, air dan makanan. Mereka diam dan menangis disana.
Ketika dibuka tampak anak anak meringkuk ketakutan di dalam kontainer sambil memeluk teman dan diri mereka masing-masing. Tak berani mengeluarkan suara.
Cherry membuka kontainer itu hingga cahaya matahari sore menyinari ruangan itu. Anak anak kecil tak berdosa yang dijadikan pengamen selama berbulan bulan dan dijadikan sebagai alat untuk memancing pada gadis sebagai korban ditahan di dalam kontainer itu.
Hancur hati gadis itu saat melihat anak anak tak bersalah itu diperlakukan bagai hewan hina.
"Ya Tuhan... Kenapa mereka melakukan ini!!!" Cherry terdiam dengan tubuh gemetaran, dia menutup mulutnya dengan kedua tangannya, sangat terkejut dengan apa yang terjadi disini.
Cherry menatap anak anak itu dia melirik lagi ke luar, tak ada siapa-siapa selain Azura yang memastikan keadaan aman.
Cherry membuka pintu lebar lebar, gadis itu masuk dan menatap anak anak itu.
"Nak kalian baik baik saja!??" Suara Cherry terdengar lirih, ingin dia menangis saat melihat kondisi mengenaskan dari anak anak itu.
Ada yang wajahnya dipenuhi bekas luka pukulan, ada yang terluka di kening, ada yang meringkuk ketakutan dan sakit.
Cherry mengusap wajah anak anak di dekatnya, dia menatap mereka dengan mata berkaca-kaca.
"Tante.... Tolong adik...." Lina, gadis yang menjadi umpan untuk menculik Cherry hari itu merangkak mendekati Cherry dengan tangan gemetaran sambil membawa adik kecilnya yang sedang demam dan terliha kurang gizi. Bahkan tubuh kakaknya sendiri sangat kurus dan dingin.
__ADS_1
"Ya Tuhan, dia demam.... Bagaimana ini...." Cherry gemetaran, dia memeluk Lina dan adiknya. Tatapan mata anak anak lain terlihat begitu menyedihkan.
"Tenang ya, sebentar lagi kita akan selamat!" Ucap Cherry sambil mengusap wajah Lina.
"Hangatkan tubuh adikmu, biar Tante periksa anak anak lain dulu," ucap gadis itu.
Lina mengangguk lemah dengan perlahan dia memeluk adiknya yang hampir sekarat itu dan hanya berharap jika waktu bisa menyelamatkan mereka.
Cherry berjalan, anak anak lain menatap dirinya dengan mata berkaca-kaca.
"Tante help... Hiks hiks hiks....Tante Alvaro is sick!!!" Suara Hansel kecil terdengar di telinga Cherry. Anak anak yang selama ini dia khawatirkan ternyata ada di dalam kontainer itu.
Jantung Cherry berdegup kencang, dia melihat Alvaro yang tergeletak di atas lantai kontainer, tak berdaya dengan luka memanjang di bagian kaki bawahnya, wajahnya pucat dan suhu tubuhnya begitu tinggi.
Cepat cepat Cherry menghampiri anak kecil itu, keadaannya sangat parah.
"Alvaro, Hansel, astaga lihat yang terjadi pada kalian!!!" Cherry terlihat begitu terpukul ketika melihat kedua bocah itu dalam kondisi menyedihkan.
"Tante... Please take care of my brother, dia masih kecil,dia butuh perlindungan," lirih Alvaro sambil menggenggam jari Cherry dengan lemah.
"Tante akan jaga kalian berdua, tenang ya pertolongan akan segera datang!" Ucap Cherry.
Cherry menatap anak anak disana, kelaparan, haus dan ketakutan.Entah apa yang dia harapkan dengan mengatakan kalau pertolongan akan segera datang padahal dia tak tau pasti kapan itu akan datang.
Sementara itu di luar kontainer, Azura menghubungi semua rekan mata-matanya yang sudah menyusup ke dalam tawanan itu sejak pagi tadi setelah Grape menemukan lokasi Cherry. Mereka bergerak dengan begitu cepat, orang orang yang bergerak di bawah perintah Grape itu masuk dan menyusup diantara semua awak kapal.
"Semuanya, waktu menyabotase kapal!" Ucap gadis itu dengan suara lantang .
"Hei sedang apa kau disana, kenapa kau bisa lepas!!!" Salah seorang awak kapal komplotan meliha Azura yang berdir di atas kontainer dengan senyuman menyeringai dan senjata lengkap di kedua tangannya.
"Sedang mempersiapkan jalan kematianmu bangsat!!!" Ucap Azura dengan senyum sumringah.
"BERANINYA KAU!!!!" Pekik Bon bon saat meliha Azura di atas sana.
"Bos bukannya dia salah satu pengawas!?" Bisik rekannya.
"Hahahha kalian terlalu bodoh sampai bisa di tipu, hanya dengan tato pedang dan wajah palsu ini kalian percaya aku adalah salah satu pengawas ? Bodoh!!!" Teriak Azura sambil menarik topeng kulitnya dan tampaklah wajah khas orang Asia dengan mata tajam sepe mata kucing, bibir kecil, hidung mancung dan tahi lalat di bawah bibir dengan rambut pendek seperti potongan rambut pria yang membuatnya semakin mempesona.
__ADS_1
Cherry yang baru saja keluar dar dalam kontainer untuk memeriksa apa yang terjadi, terkejut ketika topeng wajah Azura dicampakkan dan terjauh tepat di atas kepalanya," ya ampun kepalanya copot!!" Ucap Cherry terkejut sambil membuang benda itu.
Namun sedetik kemudia dia paham kalau wajah asli Azura bukanlah yang dia lihat tadi.
"Berapa banyak wajahnya? " Gumam Cherry sambil menatap Azura yang berada di atas kontainer di depan kontainer yang dia masuki tas.
Kembali ke Azura, gadis itu menaikkan bendera merah ke atas pertanda sabotase dimulai.
"SERANG!!"Pekik gadis itu dengan berani.
Tanpa sepengetahuan orang-orang bodoh itu mereka telah di kepung oleh anak buah Bian, Grape dan Phineas dar masing-masing sisi kapal. Hebatnya mereka menyerang bukan dengan kapal tetapi dengan speed boat dan sekoci kecil yang diturunkan dari kapal kapal yang seolah melaju ke arah lain padahal mereka telah menyelinap untuk menyerang mereka.
Pengalih perhatian membuka topeng mereka, Bon bon si gigi emas terkejut bukan main saat melihat orang-orang di dekatnya yang dia pikir anak buahnya ternyata memakai topeng dan membuka wajah asli mereka saat ini.
"SIALAN, BERANINYA KALIAN!!!" Pekik pria itu dengan suara kencang.
"Tentu saja perut Babi!" Ucap mereka sambil menyeringai.
Kapal itu diserang, terjadi perang besar antara awak kapal para penculik dengan komplotan penyerang yang dikirim oleh Bian.
"Serang, jangan biarkan satu pun penjahat yang tersisa, malam ini akan jadi malam terakhir kalian!!!" Pekik Phineas yang sudah naik ke atas kapal pesiar bersama Philip, Bian dan Elton.
Serangan besar besaran terjadi, gencatan senjata tak terelakkan.
Semua tawanan berteriak histeris saat para penjahat mengancam akan membunuh mereka jika mereka keluar dari dalam sel.
"Sialan, jangan sampai kalian keluar dari sini!!!"ancam para penjaga sambil memastikan kamar kamar itu aman.
"Tidak semudah itu bangsat!!!"
.
.
.
Like, vote dan komen 🤗
__ADS_1