
Sementara mereka tertawa disana, di Singapura Phineas , Rania dan Sarah sedang di buat gugup dengan operasi yang akan segera dilaksanakan untuk pendonoran ginjal pada Alesha.
Mereka bertiga tampak khawatir bahkan lebih khawatir dari pasien yang akan dioperasi. Alesha malah terlihat tenang dan tak takut sama sekali. Dia merasa tenang setalah berbicara dengan Cherry, dan Bella di negara tetangga.
“ Kalian jangan memasang wajah begitu, aku nggak takut, kenapa malah kalian yang ketakutan?” tatap Alesha pada ketiga orang itu.
“ Sayang aku takut.. bagaimana kalau terjadi sesuatu.. bagaimana kalau dokternya memotong telalu dalam ,bagaimana kalau pendarahan... bagaimana kalu.. arrhhh aku gak bisa membayangkannya, aku takut...” Phineas terlihat seperti anak kecil ketika berbicara dengan kekasihnya.
Alesha malah tertawa cekikikan melihat reaksi Phineas yang benar benar di luar perkiraan gadis itu,” ya ampun ahhahahhaa.. kamu kayak anak kecil tau.. jangan takut, perasaan kemarin aku yang takut kok sekarang malah kebalik sih?” ucap gadis itu sambil mengusap lembut rahang Phineas yang menggenggam tangannya sejak tadi.
“ bagaimana gak takut coba sha, kamu masuk kesana sendirian, kami khawatir,” ucap Sarah.
“ Iya... harusnya aku ikut di dalam tapi Grape sudah nentuin timnya, katanya sih mereka yang terbaik tapi kalau kakak gak mastiin ke dalam Kakak tetap panik ini..”imbuh Rania.
Alesha terkekeh sekaligus terharu di saat yang sama, mereka selalu menghiburnya sejak tiba di rumah sakit itu dua hari yang lalu, dan sampai sekarang setelah dia tenang malah keadaan berbalik.
“ Tenang saja, aku akan baik baik saja, kalian jangan panik begitu, lihat dokter sudah menunggu, kalau begini terus jadwalnya bisa berantakan, sudah ya.. kalian lepas aku.. biar operasi bisa berlangsung, gak enak loh sama keluarga pendonor dan juga dokternya..” ucap Alesah.
“ Tapi kan...
“sudah sana.. atau aku marah ini?” ancam Alesha sambil menatpa mereka bertiga.
Phineas memeluk kekasihnya sekali lagi dan mengecup kening Alesha dengan lembut,” baiklah, kamu harus kuat, kami akan tunggu di luar sayang,” ucap pria yang mulai jadi budak cinta itu.
Akhirnya setelah drama panjang berlalu, Alesha dibawa ke ruang operasi oleh tim medis yang sudah disiapkan oleh Grape . Alesha masuk ke ruangan itu sedang ketiga manusia itu hanya menunggu di ruang tunggu, harap harap cemas dengan keadaan Alesha.
Operasi dilaksanakan, dalam hitungan jam mereka menunggu sampai akhirnya lampu ruang operrasi berubah pertanda operasi telah sukses dilakukan.
“ Sudah selesai..” ucap Rania yang lansgung berdiri pensaran dengan hasil operasinya.
Dokter yang menangani Alesha keluar sambil menghela nafas lega,” operasi berhasil, pasien akan ditempatkan di ruang perawatan, “ ucap sang doker.
“ wahh benarkah? Akhirnya.. ahhaha terimakasih dok.. terimakasih banyak..” mereka abertiga akhirnya bisa bernafas lega setelah mendengar bahwa operasi Alesha berhasil dilaksanakan denagn baik.
__ADS_1
Alesah dibawa ke ruangan perawatan, gadis itu masih terlelap mungkin sampai beberapa jam ke depan. Mereka diperbolehkan masuk tetapi harus satu persatu. Setelah Sarah dan Rania melihat Alesha, giliran Phienas yang masuk dan duduk mendampingi kekasihnya disana.
“ syukurlah dia selamat, akhhh aku lega, akhirnya Alesha bisa kemabli seperti semula,” ucap Sarah .
“ apa operasinya sudah selesai?” suara bariton seseorang terdengar di lorong rumah sakit itu. Siapa gerangan yang datang menghampiri mereka disana, belum lagi suaranya terdengar begitu familiar.
Sarah dan Rania berbalik dan sontak mereka terkejut melihat Dante si ganteng tapi ngeselin telah tiba di rumah sakit itu dengan penampilan yang sangat berbeda dari biasanya. Dia memakai pakaian kasual, terkesan santai dan lebih berwarna belum lagi rambutnya berponi dan sangat cocok untuknya.
“ wahhh ini anak lama lama jadi ganteng juga ya..” guam Rania yang jelas di dengar oleh Sarah.
Benar kata Rania, Dante semakin di perhatikan semakin tampan dan memikat hati, penampilannya tak pernah gagal. Ketika di kantor dia akan terlihat seperti seorang CEO dan ketika di luar dia jelas memiliki aura boyfriend material yang sangat diidamkan para perempuan di luar sana.
Sarah tak bisa berkata kata lagi, pria itu terlalu tampan untuk dilihat dan terlalu sayang jjika dilewatkan begitu saja. Selain itu parfumnya yang maskulin dan cara berjalannya yang gagah menarik perhatian banyak orang.
Dengan senyum di wajahnya yang biasanya kaku seperti kolor ijo Philip yang masih baru kini wajah kaku itu sudah lebih elastis dan banyak tersenyum.
Sarah menatapnya tanpa berkedip.
“ehhh.. aku...
“ bagaimana keadaannya?” Dante tampak hanya berbicara dengan Rania dan mengacuhkan Sarah yang sudah gugup tak karuan .
“ operasinya berjalan lancar, kapan kau tiba? Wahhh penampilanmu..”Rania meantap dari ujung kepala sampai bawah.
“ sempurna,” ucap Rania sambil tersneyum.
“ Benarkah? Kupikir aku jelek,” ucap Dante seraya melirik Sarah dari ekor matanya dia sedang memainkan permainan tarik ulur untuk merayu gadis pujaannya yang sangat tidak peka itu.
“ kau tampan, kapan kau tiba? Bagaimana Cherry apa dia baik baik saja?” tanya rania.
“ aku tiba dini hari tadi, Cherry dan yang lain baik baik saja, masalah Philip dan Bella juga sudah selesai, kalian pasti sudah tahu kan?” ucap Dante .
“ ya kami sudah tahu, syukurlah mereka sudah menyelesaikan masalah mereka, tapi ngomong-ngomong ada yang ingin kubicarakan” Rania menarik Dante menjauh dari Sarah,” Sarah kami bicara dulu, kamu disini ya..”ucap Rania sambil menarik tangan Dante pergi dari sana,” loh ran jangan tarik tarik napa sih? Gue mau mancing Sarah tahu...” kesal Dante yang malah dijauhkan dari gadis pujaannya.
__ADS_1
“ Ck... diam dulu, gue mau tanya bagaimana persiapan kalian? Waktunya sudah dekat loh... dia pasti marah kan?” bisik rania.
“ahhh masalah itu? Tenang saja, Cherry menahannya di sana, dia tak akan kemana mana, persiapannya sudah matang tinggal tunggu jam tayang, tapi kenapa lo gak jujur aja Ra, ini soal keadaan Lo,” Dante menaikkan satu alsinya,” sia sampai uring uringan loh... kasihan gue lihatnya,” ucap dante.
“ Gak bisa gue kasih tau tentang kondisi gue, selain itu Karena dia udah berjuang buat gue dan selalu sabar menghadapi sikap gue yang seenaknya, makanya gue melakukan ini,"
"Cherry dan Grape ngomong sama gue tentang bagaimana perjuangan Elton, dia selalu menyempatkan diri buat nemuin gue sekalipun dia punya banyak kerjaan, dia pantas mendapatkan ini.. gue mau bikin dia ingat ini seumur hidupnya..” jelas Rania.
Dante mengangguk,” haihh kalain enak sudah mau menikah , lah gue pdkt saja susah banget, itu cewek gak peka , bikin naik gula tahu...”
“ sabar bestiee.. semua ada prosesnya, lo harus pelan pelan, dia itu cewek yang gak mudah dimenangkan, tarik ulur saja dulu,buat dia jatuh hati, lo bawa gih jalan jalan biar makin deket, gue akan jagain Alesha disini bareng Phienas,” usul Rania.
“ Boleh nii?” tanya Dante dengan mata bersemangat.
“ Boleh lah, apa yang nggak buat lo, orang Cherry udah nitip lo tadi sama gue, dia benaran jadi emak-emak ya, ngurusin kia semua, tapi senang banget , gini rasanya diperhatiin,” ucap Rania.
“ benar ra.. Cherry itu ibarat emak buat gue, sekalipun baru dekat dia sudah nerima gue.. salut gue..”
“ ya sudah sana bawa si Sarah, jangan lupa kabarin kalau udah jadian hahahha..” celetuk Rania.
“ Siap bestie... “ balas Dante dengan senyuman merekah sempurna di wajahnya yang tampan.
Rania menatap Dante yang tengah berbunga bunga. Dia kenal dengan pria itu ,orang yang dulunya selau bersikap dingin tetapi setelah mengenal cinta malah jadi pria yang sangat ceria.
Rania mengingat elton, “ maaf sayang, aku harus melakukan ini, " Rania mengusap bagian bawah ketiaknya yang terasa sedikit nyeri," aku akan membuat kejutan besar untukmu, haihh melihat wajahmu hari itu saja membuatku sedih, tapi sudah terlanjur kulakukan, tinggal menunggu beberapa hari lagi maka semuanya akan kembali ke tempatnya masing-masing. “ gumam Rania.
.
.
.
Like, vote dan komen
__ADS_1