Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
151


__ADS_3

Elton, Philip dan Cherry serta Daniel yang merangkap menjadi asisten Cherry melaju menuju apartemen Elton setelah mendengar penjelasan dari anak buah yang menjaga Tuan dan Nyonya besar Dalton.


Dengan kecepatan tinggi mereka melaju menuju rumah itu. Kali ini pun Daniel dibuat muntah muntah oleh Cherry yang mengikuti jejak kakak laki-laki nya yang mengemudi dengan cara gila-gilaan.


" uhuk.. uhuk.... gila... gila... benar benar gila!!!" pekik Philip di dalam mobilnya saat melihat dua bersaudara Alchemis mengemudi seperti orang gila DJ jalanan yang sepi menuju rumah Elton.


" Ahahahahha... wohooo... mereka berdua kakak beradik yang gila, bagaimana bisa mere menghabisi jalanan ini dengan cara sinting benar benar gila hahahah...." pekik pria itu yang juga ikut menggila dan meratakan jalanan itu dengan kecepatan tinggi.


Dalam waktu singkat mereka bertiga tiba di rumah Elton menggunakan mobil masing-masing.


" Ayo Cher!!" ajak Elton yang langsung menarik tangan Cherry. Salah satu alasan Elton membawa gadis itu adalah karena Cherry pernah menjadi sukarelawan di panti sosial yang merasa orang dengan gangguan jiwa.


" Sebenarnya kenapa kak?"tanya Cherry sambil keluar dari dalam mobil tanpa peduli dengan Daniel yang sudah teler dengan perut mual.Pria itu membuka pintu dan keluar dari dalam mobil dengan wajah pucat karena ulah nyonya mudanya.


" Nyonya muda sangat mengerikan... huweekkk....


Pria itu berlari ke tempat sampah dan muntah disana.


" Mom Dalton didiagnosa mengidap gangguan jiwa sejak kehilangan Rara, dan sudah bertahun-tahun dia dalam kondisi seperti ini, kali inipun Mom sedang mengamuk, kami sudah melakukan yang terbaik untuk pengobatan mom tapi sama sekali tidak bisa,tiga tahun lalu Mom masih bisa kembali normal walau sesekali, tetapi sekarang ini beliau berubah ubah dan membuat kami takut," jelas Elton sambil melangkahkan kakinya dengan wajah panik menuju ruangan dimana nyonya Dalton kini dikurung atas perintah Elton.


Wanita itu mengamuk dan memukuli semua orang yang ada di dekatnya. Bahkan tuan besar Dalton sampai terluka.


" Baiklah," ucap Cherry mengangguk paham.


Mereka berjalan menuju kamar yang dimaksud, di ruang tengah mereka mendapati tuan Dalton sedang diurus oleh perawat yang membersihkan luka di kepala pria itu.


" Daddy!!!" Elton panik, dia segera menghampiri pria tua itu dengan wajah khawatir, duduk di dekat kaki tuan Dalton yang terus diam sambil menatap kosong ruangan itu padahal kepalanya berdarah karena dipukul dengan benda keras oleh nyonya Dalton.


" Dad..." lirih Elton sambil menggenggam tangan pria itu. Tuan Dalton menatap anak angkatnya dengan mata berkaca-kaca, ini kali pertama sejak sekian lama pria itu menunjukkan perasaannya.


" Nak... Daddy mohon sembuhkan Mommymu...." lirih tuan Dalton dengan suara serak.Jika ditanya, mungkin luka batin yang dialami oleh pak tua ini sangat dalam. Dia hancur tetapi berusaha untuk terlihat baik baik saja padahal di dalam hatinya dia menangis pilu.

__ADS_1


"Dad.... bang Biru usahakan..." ucapnya sambil menelan air matanya kuat kuat.


Cherry menatap tuan Dalton, dia tau kalau Keluarga Dalton dalam kekacauan sejak kematian Rara. Bahkan Phineas kakaknya hancur sampai ke titik paling rendah. Hampir saja air mata gadis itu lolos dari kedua pelupuk matanya. Jika dia tak menahannya mungkin sudah terjadi banjir air mata di ruangan itu.


" Kak Cherry bersiap dulu, jelaskan kondisi Tante pada Cherry," ucap gadis itu seraya melepaskan ikatan rambutnya lalu mengucur rambutnya dengan gaya dandan kepang dua seperti Anna dalam karakter Frozen.


Elton menatap gadis itu," kau mau melakukan apa? Mom sedang mengamuk, kita tidak bisa masuk kesana akan sangat bahaya!!" cegah Elton.


" Jika kita tidak masuk, justru akan lebih berbahaya lagi kak, Tante bisa melakukan hal yang akan kita sesali!!" tegas Cherry sambil melepaskan jaketnya. Dia mengubah penampilannya mirip dengan cara Rara berpakaian. Rambut yang dikepang dua dan kemeja yang digulung ke atas.


"Apa Tante suka menyanyi?" tanya gadis itu.


" Suka, mom suka menyanyi, lagu yang dia sukai juga lagu kesukaan Rara ' Your'e gonna live forever in me' itu judul nya!" jelas Elton dengan singkat.


" Apa yang paling dibenci Tante?" tanya gadis itu.


" Mom tidak suka dibuat terkejut, dia akan sangat marah jika dibuat terkejut," jelasnya lagi.


" Jangan bilang kau mau masuk kesana Cher!!" Philip angkat bicara.


" Nyonya muda, jangan mengambil risiko, tuan muda bisa mengamuk jika tau anda terluka!!" ucap Daniel yang kembali dengan sikap protektifnya.


Cherry menatap mereka semua, dia tau mereka khawatir tapi Cherry yakin bisa menghadapi ini.


" Akan ku coba kak, percaya padaku," ucap gadis itu.


Cherry melangkahkan kakinya menuju kamar yang dijaga oleh para pengawal dengan ketat agar nyonya Dalton tidak keluar dari dalam ruangan itu.


Namun tiba-tiba Elton menahan tangan adiknya hingga membuat Cherry menoleh ke arah pria itu.


" jangan dek, kakak gak bisa biarkan kamu terluka, kalau mom sudah mengamuk akan sulit ditangani!" Elton mencegah Cherry masuk ke dalam kamar itu.

__ADS_1


" Biar aku saja!" suara bariton Phineas terdengar di telinga mereka. Pria itu langsung datang ke rumah Elton begitu mendapat kabar kalau ibunya mengamuk lagi padahal semalaman wanita itu tenang, entah apa yang membuatnya kembali kambuh hari ini.


" Apa kau baik baik saja?" tanya Philip yang tak ingin sahabatnya itu merasa kacau seperti terakhir kali.


" Aku baik baik saja," ucap Phineas.


" Biar aku," ucapnya sambil mendekatkan diri ke pintu kamar itu. Phineas menarik nafas dalam-dalam dan menyiapkan mentalnya untuk menemui ibunya.


Dari luar terdengar suara benda benda tumpul yang dilemparkan kesana kemari. Terdengar jelas kalau wanita itu sedang mengamuk dan menghancurkan isi kamar itu sambil menangis sesenggukan.


Phineas terisak, hatinya pedih mendengar teriakan ibunya yang begitu keras.


" Anakku!!! dimana anakku, bawa pulang putriku !!!kalian pembunuh arrkhhhhh.... Rara!!!!" Pekikan nyonya Dalton semakin terdengar di telinga mereka. Sakit hati mereka mendengar suara perempuan itu.


Cherry menatap Phineas, tak mungkin pria itu bisa menghadapi Ibunya jika dalam kondisi seperti ini. Akan sangat sulit bagi Phineas mengendalikan ibunya, karena mengendalikan dirinya sendiri dia tak sanggup.


brakk... brakkk... praaangg....


Suara benda pecah semakin kuat terdengar di dalam ruangan itu. Wanita itu berteriak dan menangis histeris seperti sedang kesetanan. Tuan Dalton terlihat diam dan menatap pintu kamar itu dengan tatapan kosong.Air matanya mengalir meratapi nasib mereka satu keluarga.


Hati Cherry bagai tersayat, dia tak bisa hanya diam dan berdiri menyaksikan hal itu begitu saja. Dengan langkah tegas gadis itu menyerobot pintu dan menggeser Phineas lalu membuka pintu dengan kasar dan masuk ke dalam ruangan kamar.


" Aku akan menenangkan Tante!" ucap gadis itu sambil menutup pintu yang tak sempat di tahan oleh Phineas.


" Cherry keluar!!!"


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 🤗


__ADS_2