Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
250


__ADS_3

Sarah dan Dante berada di hotel tempat pria itu menginap. Sesuai arahan Dante Sarah mengemudi ke hotel yang beruntungnya dekat dengan lokasi konser yang mereka kunjungi tadi.


Dengan cepat Dante berlari sekuat tenaga menuju ke kamarnya sambil menarik tangan Sarah. Kedua orang itu terengah enagh sampai membuat orang orang terperangah melihat mereka belum lagi wajah Dante terlihat memerah, saraf sarafnya menegang kala efek obat itu semakin menggila di tubuhnya yang kekar nan tinggi .


Dante memijit pelipisnya , menggigit bibirnya sendiri dan menahan agar dirinya tak membawa Sarah dalam masalah ini, bisa gawat kalau sampai dia menyentuh Sarah hanya karena pengaruh obat sialan itu. Selagi bisa pria itu akan menahan dirinya sekuat tenaga smapai tiba di kamarnya.


“ Apa ada yang bisa aku bantu? Aku tidak tahan melihatmu seperti ini?” ucap Sarah yang spontan memegang lengan Dante.


Namun Dante dengan cepat menepis tangan Sarah yang berada di lengannya, sentuhan itu malah membuat otaknya semakin kotor.


“ Apa pun yang tejadi jangan mendekatiku, sama sekali jangan mendekatiku Sarah.. akan sangat berbahaya.. aku tidak mau melukaimu...” ucap Dante.


Sarah terhenyak, pernah dia dengar kalau seseorang meminum obat seperti, mereka akan sangat sulit menahan hasratnya, bahkan dengan brutal akan menyerang siapa saja yang bsia membantunya menuntaskan gairah mengerikan yang muncul karena obat itu.


Tetapi Dante sama sekali tidak mendekati Sarah, pria itu langsung menahan dan memukul dirinya sendiri agarr tetap sadar sebelum efek obat itu menelan semua kesadarannya.


“ Dante..... ahhh kenapa bisa seperti ini,” batin Sarah.


Lift yang mereka naiki tiba di lantai yang dituju, dengan cepat Dante membuka pintu kamar hotel dengan pas code, yang tak jauh dari lift itu, dia berlari masuk ke dalam diikuti Sarah. Gadis itu tetap mendampingi Dnate sekalipun tau risiko besar yang bisa dia dapatkan jika dia terus di dekat Dante.


Dante berlari dan mengambi tasnya lalau membogkar isi benda itu, dia mengambil sebuah kotak kecil berisi cairan berwaran biru teras berkilauan persis seperti kapsul yang pernah dimakan oleh Elton saat pria itu meminum obat yang sama seperti Dante .


Tentu saja Sarah terkejut saat tahu pria itu memiliki kapsul keturunan Alchemis yang artinya orang yang memegang kapsul itu memilik hubungan dengan darah Alchemis.


Dengan cepat Dante menelan satu kapsul itu lalu membuka kosnya dan berlari ke arah kamar mandi,” Sarah jangan masuk, kau tidak boleh masuk sekalipun kau mendengarku berteriak, kumohon padamu..” ucap Dante dengan tatapan mata sayup.


Pria itu mengurung dirinya di dalam kamar mandi menunggu obat yang dia minum bereaksi. Sarah tak tahu harus apa, yang jeals dia tetap meunggu Dante sampai pria itu keluar dengan sleamat.

__ADS_1


“ ya Tuhan jangan sampai Dante kenapa kenapa..” batin Sarah. Karena terlalu khawatir dia sampai berjalan mondar mandir di dalam ruangan itu sambil menggigit jari jarinya sendiri berharap agar Dante tetap aman dan selamat.


Arkkhhhh... Sadar Dante...


Teriakan Dante terdengar begitu keras dari dalam ruangan itu, Bahkan suara benda pecah terdengar dari dalam kamar mandi yang malah membuat Sarah semakin tak bisa tenang.


“ Dante ada apa? Suara apa itu? Teriak Sarah sambil memukul pintu kamar mandi, namun Dante tak menjawab. Sarah terdiam sambil menangis, ini bukan sesuatu yang mereka harapkan terjadi tetapi Sarah melihat betapa Dante menjaganya. Sekalipun berada dalam pengaruh obat kurang ajar itu, Dante masih bertahan dan tidak memanfaatkan Sarah .


Sarah menatap ruangan itu, dia memungut barang-barang Dante yang berserakan di atas lantai. Tangan lentik gadis kopral itu mengambil semua barang yang terjatuh. Sebuah dompet tampak terbuka dan isinya keluar, dengan lembut dia mengangkat kertas seperti foto yang terlepas dari dalam dompet itu.


Sarah terkejut saat melihat foto seorang perempuan yang sangat cantik di dalam dompet Dante. Foto perempuan dengan wajah secantik dewi Aprhodite, hidungnya menjulang bak jembatan emas, bibirnya membentuk hati yang sangat indah, kedua bola matanya memancarkan galaksi biru yang terang benderang. Kulitnya putih dan rambutnya berwarna abu abu kebiruan, sangat cantik dan menawan.


Di belakang foto itu tertulis, “I love you so much Kiara...” dengan gambar hati di akhir kalimat itu.


Tangan Sarah bergetar, dia merasa tertampar saat membaca dan melihat foto itu. Rasa tidak percaya dirinya membuat gadis itu hancur. Dia baru saja menyukai seorang pria yang sudah punya kekasih, atau mungkinkah pria itu batal move on dari kekasihnya?


Dia terus menatap foto yang sangat cantik itu, akan sangat hebat bila bersanding dengan Dante yang jelas memiliki wajah yang tampan dan berkharisma.


Dengan membawa kemarahannya, gadis itu keluar dari ruangan itu. Rasanya sangat sakit dan memalukan saat sadar kalau dirinya hanya dijadikan tempat pelampiasan.


“ Apa dia putus dengan kekasihnya dan malah mendekatiku untuk pelampiasan? Arhhh sialan kenapa juga kau terhanyut dengan ucapan bajingan itu.. sial sial sial...” Sarah menggerutu marah. Ingin dia menangis karena rasanya hatinya sakit saat melihat foto itu.


Padahal jelas sekali kalau Sarah tadi mendengar Dante mengatakan kalau dia suka pada Sarah tapi nyatanya dia menemukan foto perempuan lain di dalam dompet pria itu.


Sarah meninggalkan Dante yang masih menunggu dirinya kembali sadar. Gadis itu dengan penyesalan keluar dari dalam kamar tanpa mengatakan apa paun pada Dante, dia merasa seperti sedang di tipu oleh pria itu.


“ Sialan, lebih baik aku menangkap ter*ris saja daripada harus berhubungan dengan bajinagn seperti dia..” umpat gadis itu. Dia berjalan keluar sambil melepaskan jaket Dante, turun dari dalam hotel dan mencampakkan jaket Dante ke atas motor pria itu.

__ADS_1


“ arrhh persetan dengan pasangan, aku bisa melajang seumur hidupku, dasar pria berengsek!!” Dengan wajah kesal Sarah menghubungi rekannya di kemiliteran dan meminta untuk menjemputnya disana. Dia tak ingin melanjutkan liburannya dan memilih bekerja sebagaimana Sarah yang biasanya.


Pikirannya masih di penuhi dengan Dante yang mengungkapkan perasaan padanya tadi , dan sekarang dia dibuat marah karena fakta menyakitkan itu.


Tak beberapa lama, mobil Jeep hitam milik rekan Sarah tiba di depan hotel setelah gadis itu berdiri menunggu selama 20 menit.


“ lama sekali,” Sarah berdecak kesal.


“ hei kopral, ada apa denganmu, baru juga bertemu kau langsung menyemprotku, kali ini apa kesalahanku?” ketus rekan kerja Sarah yang tak kalah menarik dengan Dante.


Pria bertubuh kekar, kultinya putih, garis wajahnya tegas, hidungnya mancung dan aisnya tebal, dia sangat tampan , salah satu jendral yang dihormati oleh setiap anggota tapi bagi Sarah dia itu seperti anak ekcil yang terus mengganggunya.


“ Pak Jendral... ahhh.... sudahlah... apa kita akan menjalankan operasi malam ini? Aku sudah tak sabar ingin membunuh para bajingan itu...” ucap Sarah.


“ Wahhh kau benar benar gila, ada apa denganmu adik kecil? Ada yang mengusik mu? “ celetuk Pria bernama Xavier itu.


“ Lanjut saja kak.. aku sedang tidak mood berbicara...” jawab Sarah sambil menggembungkan pipinya.


Xavier terkekeh, di menyentuh pipi gadis itu ,” dasar cerewet, kita makan malam dulu baru ke kamp.. perutku lapar..” ucap Xavier.


“ baiklah, aku mau hot pot.... yang porsi besar...


“ Tentu saja nona, kita segera meluncur...” jawab Xavier.


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen


__ADS_2