
Sarah terbelalak dengan mata membulat sempurna saat melihat kemana Kevin membawa Rania. Mereka berdua masuk ke dalam kamar dan Sarah mengikuti mereka diam diam.
Gadis itu melangkah dengan pelan melirik kamar dengan nomor 45 itu. Dia menatap pintunya dan memijit kepalanya karena Rania masuk ke dalam tempat itu.
"Waduhh.... kak Rania kenapa kesini sih!!??" batin Sarah seraya menatap ruangan itu.
Di saat yang sama seorang pria berjalan keluar dari kamar lain di lorong itu. Tanpa sengaja di menginjak sesuatu yang dibungkus dengan kertas putih.
"Apa ini?" gumam pria berambut cokelat dengan wajah tampan yang dihiasi dengan kacamata itu. Alis tebal, mata berbinar dan bola mata berwarna abu abu kebiruan. Tubuh tinggi dan kekar sedang mengangkat kertas bungkusan kertas kecil itu lalu menatap seorang gadis yang berjalan di depannya sambil menatap langit-langit di lorong itu.
"Apa mungkin milik nona itu?" pikir pria berkacama itu.
Dia berjalan lalu menghampiri Sarah," nona sepertinya anda menjatuhkan ini!" ucap Pria berkacamata itu.
Sarah menoleh, wajah cantiknya dan rambut blonde terkibas dengan begitu indah. Pria itu terdiam sejenak dengan mata melongo melihat seorang gadis cantik dengan kaos hitam dan celana panjang senada berdiri di depannya sambil menatapnya dengan tatapan penasaran.
deg... deg... deg...
"Jantungku..... " batin pria itu yang malah melongo melihat Sarah si kopral wanita yang sangat cantik di depannya.
Sarah berjalan menghampiri pria itu dengan cepat, namun di mata si pria berkacamata itu Sarah berjalan seperti seorang model yang begitu lihai, tubuhnya yang jenjang dan penampilan nya yang berani membuat dada pria itu bergemuruh.
"Tadi anda bilang apa tuan?" tanya Sarah seraya menyelipkan rambutnya ke daun telinganya sambil menatap pria berkacamata itu dengan serius.
Dia tetap melamun dan tertegun dengan wajah di depannya itu, bahkan matanya tampak berkaca-kaca melihat Sarah.
"Halo tuan!??" Sarah melambaikan tangannya di depan wajah pria aneh itu.
"Aduh... ma..maaf," jawabnya gugup.
"Sepertinya kamu menjatuhkan ini," ucapnya yang langu memberikan bungkusan kertas putih itu ke tangan Sarah.
"Aku menemukannya di atas lantai, " ucapnya sambil melangkah dengan cepat dari sana meninggalkan Sarah sambil menutup matanya dan wajahnya yang semerah tomat itu.
Sarah menggelengkan kepalanya," aneh!"pikir gadis itu. Dia membuka kertas putih itu kalau menatap bubuk putih di dalamnya dengan kapsul hitam yang sudah kosong, sepertinya isi kapsul itu di keluarkan dari dalam benda itu.
"Apa ini!?" pikir Sarah.
__ADS_1
Namun tak lama perhatiannya teralihkan setelah mendengar suara benturan yang cukup keras dari kamar 45 dimana Rania dan Kevin berada. Cepat-cepat dia memasukkan kertas itu ke dalam kantongnya.
Brukk....
"Astaga Tuan Elton cepatlah datang, apa yang sebenarnya terjadi disini!!!" batin Sarah sambil menatap pintu itu.
Terdengar suara benda jatuh sebanyak dua kali setelah itu tak terdengar apa- apa lagi di dalam kamar itu.
Di dalam kamar, Rania diikat dengan tali di kedua tangan dan kakinya. Tangannya diikat di ujung kasur dan mulutnya dibungkam dengan kain.
Gadis bergetar ketakutan setelah mendapatkan satu pukulan di kepalanya setelah dia menolak meminum anggur yang disiapkan oleh Kevin beberapa menit lalu.
"hemphh... arrhhhhkkkk.... lemmphaassskann aakkuhhh....." Pekik gadis itu dalam kondisi mulut di bungkam.
Kevin melepaskan sabuk celananya, dia menatap Rania dengan tatapan lapar.
"Berapa kali kubilang untuk minum minuman ini dasar perempuan sialan, kenapa kau melawan perintahku, jika tidak kita tak akan seperti ini!!!" pekik Kevin sambil menggenggam botol wine yang masih belum disentuh itu dan menggenggam sabuk di sisi lain tangannya.
Rania menangis ketakutan. Tubuhnya gemetaran dan rasanya sangat mengerikan saat melihat Kevin tiba tiba berubah jadi pria buas yang ingin melecehkan dirinya.
"Kau minum atau tidak!!??"pekik Kevin lagi.
"Aku akan memukulimu dengan ini dan memaksamu minum sekarang juga!!!" ucap pria itu.
Rania meronta tinta sambil.menangis ketakutan. Dimatanya, Kevin bukan lagi temannya yang baik dan perhatian, pria itu sekarang adalah seorang keparat yang mencoba melecehkan dirinya
"Siapapun tolong aku hiks hiks hiks.... Grapee.... Eltooonnn..... akhhh tolong aku!!!!" batin Rania menangis pilu. Bilur-bilur air mata mengalir di mata gadis itu. Seorang psikopat sudah menjebak dia dalam perangkap nya.
"Kau minum atau tidak!!!!" tanya Kevin sekali lagi sambil mendekatkan wajahnya dan mengusap tulang bahu gadis itu. Dia menyibakkan gaun Rania, membuat matanya dengan bebas mengeksplorasi tulang bahu Rania yang begitu indah.
"minum atau tidak!? jawab aku Rania!??" ucap Kevin sambil menarik penyimpan mulut gadis itu.
Tangan nya masih mengusap dada Rania dengan sensual, menyebarkan ketakutan yang sangat mengerikan di tubuh gadis itu.
"jawab!!!" Hardik Kevin.
"Hiks hiks... ba...baik.. a...akan....kuminum... hiks hiks...." jawab Rania dengan tubuh gemetar ketakutan. Air muka Kevin langsung berubah 180 derajat, dia tersenyum lalu meletakkan wine itu di atas meja dan mendekati Rania lagi.
"Nah kalau begini kita bisa melakukanya dengan tenang dan nikmat sayang," bisik Kevin seraya mengusap telinga Rania.
__ADS_1
"Jangan sekali sekali kau berteriak atau melawan, Atau aku akan langsung memperk*samu disini!!" ancam pria yang sudah terobsesi dengan Rania itu.
Rania menangis sesenggukan, dia sangat takut, rasanya dia ingin berlari keluar dari kamar itu sekarang juga. Dia benar benar ketakutan melihat Kevin saat ini.
Kevin membuka pengikat tangan dan kaki Rania " bangkit dan rapikan pakaianmu, lalu duduk disana!" titah Kevin.
Rania mengangguk dengan wajah pucat pasi, belum lagi melihat pisau yang terletak di atas meja.
Kevin duduk terlebih dahulu lalu memutar mutar pisau itu sambil menggoyangkan kakinya.
Rania dengan cepat menuruti kata kata Kevin meski dengan tangan gemetaran.
Dia duduk di depan Kevin Lalu menunduk sambil memainkan jari jarinya. Rasanya sangat menakutkan, dia tak pernah menyangka Kevin akan melakukan hal sekeji ini pada dirinya.
"Ke..kenapa kau melakukan ini hiks hiks hiks.... apa salahku..." tanya Rania pelan.
Mendengar pertanyaan Rania membuat Kevin menata gadis itu dengan intens," karena ku sumber uang dan kekayaan bagiku Rania, Selian itu aku mencintaimu, jadi tak ada siapa pun yang boleh memiliki dirimu selain aku!" tegas Kevin.
"Cepat minum!!" bentak pria itu.
Rania benar benar ketakutan, dia menjulurkan tangannya lalu memegang botol wine yang sudah dibuka penutupnya oleh Kevin.
"Minum sekarang bodoh!" umpat pria itu.
Rania mengangkat benda itu dengan tangan gemetaran, tiba-tiba....
Grep.....
Glekk... glekk... glekkk.... Pranggg....
Seseorang menerobos masuk ke dalam kamar itu lalu meminum anggur itu dalam beberapa tegukan dan membuang sisanya ke atas lantai dengan mencampakkan botol wine itu dengan keras hingga hancur berantakan.
"Beraninya kau mengganggu wanitaku!!!!!"
.
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen 🤗