Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
53


__ADS_3

Cherry menoleh saat mendengar suara dua orang anak tengah memanggilnya. Gadis itu sangat terkejut saat melihat seorang anak perempuan berusia sekitar 10 tahun dengan adiknya yang masih berusia kurang lebih 3 tahun berada dalam pangkuannya, berdiri sambil menatap Cherry dengan tatapan kelaparan.


Penampilannya Kumal, bahkan mereka terlihat begitu jurus dan tak berdaya. Ada beberapa luka lebam di wajah anak anak itu. Kain tipis yang sudah bolong bolong lah menjadi penutup tubuh mereka di malam hari yang dingin ini.


Hati Cherry terenyuh, seketika dia mengingat Alvaro dan Hansel yang dia bantu hari itu. Hatinya tersayat melihat anak anak seperti mereka yang seharusnya hidup dalam lingkungan penuh kasih dari orangtua mereka tapi nyatanya mereka malah harus berjuang melawan kerasnya hidup di usia mereka yang harusnya dilimpahi dengan kasih sayang.


Tak kuasa melihat kedua anak yang kelaparan itu Cherry berdiri dan menatap mereka lalu menggenggam tangan si gadis sepuluh tahun itu.


"Kalian belum makan?" tanya Cherry dengan lembut.


gadis sepuluh tahun itu mengangguk lemah dengan tatapan takut. Takut dimarahi dan dipukul oleh orang yang baru dia temui. Sebab hari ini dia sudah mendapatkan 5 pukulan dari orang tidak kenal ketika dia meminta makanan dan mengemis kepada mereka.


"Jangan takut, sini duduk sama Tante, siapa nama kamu?" tanya Cherry sambil mengajak gadis kecil itu duduk,adiknya tampak kurang gizi dan terlihat lemas dalam pangkuan gadis kecil itu.


"Saya Lina ta..Tante... " jawabnya dengan nada takut.


Cherry menepuk punggung gadis kecil itu dan menenangkan nya, berusaha untuk memastikan kalau gadis kecil itu tidak takut dengan kehadiran Cherry.


"Tak apa, kalian belum makan bukan?" tanya Cherry dengan lembut.


Lina kecil mengangguk lemah sambil memeluk adik kecilnya yang kelihatan sangat menderita. Lagi lagi hal ini membuat hati Cherry tersayat sayat. Dia tak bisa melihat anak anak dalam situasi seperti ini.


Gadis berambut biru itu mengambil roti bakar yang dia beli dalam beberapa porsi tadi. Memberikannya pada Lina dan adik kecilnya yang tampak kelaparan.


"ini makan dan minumlah, kalian pasti sudah lelah," ucap Cherry.


Lina menatap roti bakar itu dengan tatapan berkaca kaca, baru kali ini ada orang lain yang mau memberikannya makanan seenak itu. Biasanya dia akan menerima nasi basi atau makanan sisa dari restoran itu pun di tambah dengan hinaan dan cacian. Tetapi hari ini dia bagaikan menemui seorang malaikat tanpa sayap yang mau memberinya makanan enak .


Gadis itu menerimanya dengan tangan gemetaran sambil melirik ke arah dinding besar di dekat mereka.


"Makanlah, kamu dan adikmu pasti lapar, tak apa apa, gak perlu takut," ucap Cherry dengan lembut membuat hati gadis kecil itu merasa nyaman.


"hiks hiks hiks... te.. terimakasih Tante, ini makanan pertama kami hari ini, adikku sudah sangat kelaparan..." Lina menangis sesenggukan sambil menggenggam roti bakar itu dengan hati yang bahagia.

__ADS_1


Cherry juga hampir menangis, dia menahan dirinya agar tidak membuat gadis kecil itu semakin bersedih.


"tak apa, makanlah, nanti Tante belikan lagi, kamu dan adikmu harus makan yang banyak," ucap Cherry sambil menepuk nepuk punggung gadis kecil yang begitu kurus itu.


Lina menangis sesenggukan, sejujurnya alasan dia menangis bukan hanya karena hal ini tapi karena dia merasa bersalah terhadap Cherry yang akan menjadi sasaran penculikan oleh komplotan yang memanfaatkan anak anak seperti Lina untuk menarik perhatian gadis gadis muda sebagai incaran mereka untuk bisnis yang sedang mereka jalankan.


"Ta..Tante... maaf... Tante seharusnya tidak disini, maafkan Lina, Tante harus pergi atau tante bisa diculik... pergilah Tante, Tante harus selamat!!!" tiba-tiba Lina berdiri dan menarik Cherry sampai gadis itu berdiri . Tentu saja Cherry terkejut dengan apa yang baru saja dilakukan oleh gadis kecil itu.


"Ada apa Lina!?" tanya Cherry yang malah panik.


Sementara itu kedua pria yang mengawasi Cherry dan menyuruh Lina memancing gadis itu berdecak kesal karena anak suruhan mereka justru menghancurkan rencana besar mereka untuk menculik Cherry sebagai tawanan untuk mereka bawa .


"Sialan,dasar bocah kurang ajar, lihat saja aku akan membunuhmu jika aku menangkapmu!!!" geram pria dengan rambut panjang di seberang jalan itu.


"Kita harus sehat menangkap gadis itu misi ini harus selesai hari ini karena gerak gerik kita sudah mulai terlacak, kita harus segera meninggalkan kota ini dan membawa semua tawanan sebelum para pelanggan menanyakan pesanan mereka!" ucap rekannya, seorang pria bertubuh besar dengan perut buncit dan kepala botak, serta kumis tebal dan gigi taring berwarna emas .


Mereka berdua keluar dari tempat persembunyian mereka dan berlari menerjang Cherry yang terkejut saat melihat kedatangan kedua pria aneh itu.


"Pergilah Tante!!!" pekik Lina yang berlari ke arah kedua penjahat itu untuk menghalangi jalan mereka meski harus mengorbankan diri mereka.


Lina berlari dan merentangkan kedua tangannya di depan kedua pria itu berharap dia bisa menghentikan mereka dengan tubuh kecilnya.


"Lina ayo lari!!!" pekik Cherry yang panik saat melihat kedua pria itu mengeluarkan alat pemukul di tangan mereka. Cherry panik, kedua pria berbadan besar itu tampaknya bukan tandingan Cherry sekalipun dia jago bela diri belum lagi ada anak kecil disini.


"Lina!!" pekik gadis itu.


"Pergi Tante!!"pekik Lina sambil menangis dia berlari ke arah kedua pria itu .


"Dasar gadis sialan beraninya kau menentang kata kata kami!!!" teriak si pria botak bertubuh tegap itu.


"Kumohon jangan tangkap Tante itu, aku akan cari perempuan lain!!!" pinta Lina sambil menangis dan memeluk kaki kedua pria itu berharap agar Cherry tidak menjadi korban mereka selanjutnya.


"Apa apaan kau mengatur kami bocah sialan, seharusnya sejak awal kau sudah kujual gadis sialan, beraninya kau menghancurkan rencana kami!!!" kesal pria itu. Dia menarik rambut Lina dengan kasar namun gadis kecil itu terus memeluk kaki kedua pria itu sambil menata Cherry seolah mengatakan kalau dia baik baik saja, dan Cherry harus segera pergi.

__ADS_1


Tak ada orang disana, Cherr berada di lorong yang sepi.


"Tante pergilah!!!" pekik Lina sambil menangis, berusaha sekuat tenaga menahan kedua pria berbadan besar itu untuk tidak mengejar Cherry.


"Sialan lepaskan aku anak sialan!!!" pekik si pria berambut panjang itu .


Plakkk... Plakk... Plakkk....


Tiga tamparan telak mendarat di wajah gadis kecil itu, membuat wajahnya lebam dan sudut bibirnya berdarah. Tangisan adik Lina terdengar membuat kedua orang itu panik dan langsung menutup mulut anak kecil itu dengan tangan mereka.


"Lina!!!apa yang kalian lakukan!!!" pekik Cherry.


Dia tak bisa meninggalkan gadis itu disana bersama adiknya. Kedua pria itu tersenyum licik,si pria bergigi emas mengangkat Lina dengan mencekik lehernya membuat Lina menangis dengan nafas tercekat.


"Lepaskan mereka!!!" pekik Cherry mencoba mendekati mereka dengan sepotong kayu di tangan nya.


"Jika kau ingin dia selamat maka ikuti kami dengan baik!" ucap si pria berambut panjang sambil menodongkan pentungan kayu ke kepala adik kecil gadis sepuluh tahun itu.


Cherry tak bisa membiarkan keduanya dipukul, dia berjalan dengan ragu-ragu.


"Apa yang harus kulakukan!!!!" pikir Cherry.


"Aku pasti akan dibawa bersama mereka, tapi kalau tidak ikut, Lina dan adiknya bisa mati!" pikir Cherry.


"Ba.. Baiklah!!!"


.


.


.


like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2