Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
176


__ADS_3

Sarah dan Philip memimpin penyerangan bersama Bella dan anak buah tim Alpha. Gencatan senjata terdengar, orang orang aneh itu berlari menerjang mereka dengan senjata yang mereka bawa. Langkah kaki menderu menghiasi langit malam.


Pertarungan sengit itu tak terhindarkan. Kekacauan besar terjadi di rumah utama keluarga Dalton. Sarah menerjang dan menusuk siapa pun lawannya.Bella dan Philip juga tak kalah dalam pertandingan mereka. Si Presdir kolor ijo itu tampak sangat bersenang-senang dengan pertempuran hari ini.


" Wohoooooo.....sudah lama tidak menarik kolor orang huwahahahahah... rasakan kau!!!' teriak Philip sambil menarik celana bagian dalam para targetnya. Pria ini tak bisa jika jika tidak berhubungan dengan pakaian berbentuk segitiga Bermuda itu.


" Lah si bapak sempat-sempatnya mikirin kolor disaat begini?? psikopat anjir!!!" Celetuk Bella sambil memukuli targetnya. Dia tak kalah bar bar dengan Cherry dan Sarah, satu satunya dar mereka berempat yang tak bisa bertarung hanyalah Alesha.


" Pak ngapain tarik kolor orang sih!??? malu pak malu, bapak itu Presdir!!! " teriak Bella.


" Helehh dari pada kolormu yang kutarik hahahahaha!!" celetuk Philip yang urat malunya sudah ditelan kodok di halaman rumah tetangga sebelah.


" ishhhh dasar Presdir mesum Lo!!!!!" teriak Bella mengamuk.


bughh... baghhh...bughhh...


" Sialan kenapa orangnya gak habis habis!!!" pekik Bella dengan amarhnya yang sudah di ambang batas.


" Hahahahahha... yuuuuhuuuu..... tarik kolor ya sister!!!!!" teriak Philip sambil memutar-mutar orang yang dia jahilin tanpa akhir.


Sarah terlihat ngos-ngosan, dia menarik nafas dalam dalam, tubuhnya sangat lelah, namun rasa lelahnya terbayarkan dengan melihat dua manusia super gila yang sedang bermain komedi di tengah halaman rumah.


Bella menendang kesana kemari dan Philip menarik kesana kemari.


" pdffthh hahahaha.... apa apaan mereka itu, apa mereka pikir ini taman kanak-kanak??? " Seloroh gadis itu sambil duduk di tangga menuju rumah untuk mengambil tenaga.


Tak butuh waktu lama, mereka semua akhirnya dikalahkan dan tim Alpha menang.


Pletakkk...


" huh... banci muka penggorengan bihun, beraninya kau menonjok kepalaku tadi kampret!!!" ketus Philip. Sebuah pukulan telak mendarat di wajah orang itu.


" nona, semua sudah diamankan, Kami menemukan banyak sekali manekin di dalam rumah, sangat mengerikan, manekin itu adalah orang orang yang dibuat mati suri!" jelas anak buah tim Alpha


Sarah, Bella dan Philip sama-sama terkejut, mereka saling menatap untuk sekilas lalu melihat ke arah orang itu lagi.


Tiba-tiba suara genjatan senjata terdengar dari samping bagian rumah besar itu.


Duarr..... Duarrr.....

__ADS_1


" Apa apaan itu!!!????"


" Bukannya Cherry ada disana!???" teriak Bella panik.


"Sialan,apa mereka menyerang Cherry!!!" Philip panik, sontak dia berlari sekuat tenaga ke arah sumber suara. Bella dan Sarah juga ikut di belakang Philip.


Mereka berlari sekuat tenaga hingga tiba di bagian halaman di samping rumah itu.


Betapa terkejutnya mereka saat melihat dua penjahat terbaring lemah di atas tanah dengan kondisi kaki yang terkena timah panas yang berasal dari si ibu kost, sedang Anggo tim Alpha tergeletak di belakang Cherry dengan ben. Sementara Cherry berdiri di depan mereka dengan wajah kesal dan merah seperti kepiting rebus.


" Cherry apa yang terjadi!?? " tanya Philip panik, dia segera menghampiri wanita itu dan memeriksa kondisi Cherry.


" Hiks hiks hiks.... kak... huwaaaaa.......... bagaimana ini!!!!" tiba-tiba wanita itu menangis sesenggukan di depan mereka semua sambil mengangkat benda kecil berkilauan.


" Cherr... apa kamu terluka??"tanya Sarah.


" Huwaaaa.... lihat ini hancur!!!" rengek wanita itu sambil menunjukkan kalung manik-manik buatan kedua putranya yang rusak karena ditarik oleh salah satu penjahat tadi.


" Tadi sudah disuruh berhenti tapi mereka gak mau, hiks hiks karena yang lain terus dipukul dan aku di tampar terpaksa ku tembak huwaaaa...." rengek wanita itu sambil mengusap pipinya yang terlihat lebam.


" DITAMPAR!????" ucap mereka bertiga dengan rahang mengeras lalu berbalik menatap semua anak buah si psikopat itu dengan mata berapi-api karena telah berani menyentuh perempuan kesayangan mereka nitu.


Sementara itu, di lorong bawah tanah, suasana pertempuran sangat sengit. Elton,Grape dan Philip terkepung oleh banyaknya anak buah si psikopat penipu yang kedoknya terbongkar.


Dengan menggendong Alesha dalam pangkuannya, Phineas menghadapi Pak Andre jadi jadian itu dengan rahang yang mengeras dan nafas berat. Sedang Grape dan Elton menghabisi manusia-manusia aneh yang berjalan layaknya Zombie akibat pengaruh kapsul hitam misterius itu.


" Sialan, kau harusnya jadi manekin milikku bajingan, beraninya kau melawanku!!!" teriak Pak Andre jadi jadian itu sambil mengeluarkan sebilah belati dar tangannya.


Phineas tersenyum, sejak turun dari lantai kamar atas, dia sudah tau kalau pria itu bukan Pak Andre yang asli. Pak Andre tak akan menjelaskan apa yang dia ketahui tentang rumah itu karena mereka sudah sering bertemu secara rahasia saat Phineas berkunjung ke rumah itu agar tidak di lihat oleh kedua orangtuanya .


Pak Andre yang asli juga tidak bisa berjalan secepat itu, selain itu ada semen putih yang tertempel di ujung sepatu pria yang menyerupai pak Andre itu.


"heh... kau pikir aku akan terkecoh bajingan!??" ucapnya sambil menyeringai dan...


sraakhhhh....


Segenggam tanah bercampur pasir yang dia ambil beberapa saat lalu saat duduk di sisi lorong dia lemparkan ke mata Pak Andre palsu.


" Arrkkhhhhh sialan apa yang kau lakukan bajingan sialan!!!!!" pekik Pak Andre sambil mengusap kedua matanya. Phineas tak melepaskan kesempatan itu, dia melayangkan satu tendangan dan...

__ADS_1


syuuuttt.... bughhh....


Hap...


Belati yang ada di tangan pria itu terbang ke atas bersamaan dengan terjatuhnya pria psikopat itu ke atas jalan . Tubuhnya ambruk seketika setelah terkena tendangan maut dari Phineas.


" Habis kau di tanganku bajingan!!!" umpat Phineas sambil mengambil ancang-ancang dan...


syuuutt...


Jleb !


Belati tersebut tertancap di bagian ************ si psikopat gila yang membunuh banyak orang hanya untuk kesenangan batin dan memenuhi keinginan ketua gengnya untuk menghancurkan Phineas, polisi yang berhasil menguak beberapa kasus yang berhubungan dengan Organisasi Hitam Big Mouse.


Kaki pria itu gemetaran, rasa sakit menjalar dari ************ nya ke seluruh tubuhnya. Dia mengedipkan kedua matanya sambil menahan darah yang mengalir dari antara sela pahanya itu.


" Akhhh... si..sialan... kau harus mati bangsat!!! kau harus mati, beraninya kau mengusik Big Mouse, seluruh keluarga mu akan habis di tangan kami bajingan!!!" pekik pria itu.


Phineas tak gentar dan tak takut sama sekali, dia berjalan dengan pelan, mendekati pria itu dan berjongkok d dekatnya.


Craakkkk...


Belati nan tajam itu di cabut begitu saja dari antara paha pria itu.


" Arrkhhhh..... sakitt!!!!!" pekiknya tak tahan dengan perbuatan kejam orang gila yang lebih menyeramkan dari dirinya.


Tangan Phineas terangkat, sekali lagi dia mengayunkan benda itu dan Jleb!!


Belati itu menusuk dada orang sinting tumbal Big Mouse yang menyerang keluarga Dalton.


" Sudah lama aku menantikan kedatangan kalian bajingan!!!" geram pria itu dengan tatapan pembunuh yang siap membunuh pria itu dengan perlahan lahan.


.


.


.


like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2