Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
59


__ADS_3

Persiapan matang telah dilakukan untuk misi penyelamatan Cherry dari sindikat penculikan itu. Phineas memanggil semua pasukan hitam yang dia sebut dengan nama 'black Shadow' . Pasukan yang bekerja dan setia di bawah kendalinya dalam kepolisian.Tidak semua orang dalam kepolisian yang berpihak pada kepala kepolisian yang gila dan cukup ekstrim dalam melaksanakan misi itu.


Ada beberapa kandidat yang masih berpihak pada mantan kepala kepolisian yang lama dan sampai sekarang berusaha untuk menghancurkan pekerjaan baik yang dilakukan oleh Phineas.


Pergerakan mereka juga secara diam diam, menyamar sebagai orang biasa dan berpakaian selayaknya orang normal. Tak ada yang tau kalau tim itu melakukan pergerakan padahal mereka sedang bergerak mengikuti pola yang sudah disusun oleh Phineas.


Grape menatap Elton, Phineas, Philip dan Bian yang begitu siap dengan tubuh mereka yang sempurna tak cacat seperti dirinya.Jujur saja dia ingin berlari ke tempat Cherry sekarang menemukan istrinya, tapi apa daya kakinya bahkan sulit digerakkan, yang dia bisa hanya duduk di atas kursi roda sambil menatap yang lainnya sibuk mempersiapkan diri untuk penyergapan hari ini.


Grape mengepal kuat kedua tangannya, dia memukul kakinya yang tak bisa digerakkan. Rasanya menyedihkan, tak berguna dan tak bisa berbuat apa apa, dia hanya bis menonton tanpa bisa membantu apa pun.


"Ayo kita pergi!" ucap Elton yang sudah sangat siap, dia membawa mobilnya sendiri, semua tim dikeluarkan dan dikerahkan untuk mengepung pelabuhan dimana Cherry dan korban lainnya disembunyikan.


"Kita tidak tau berapa orang korban penculikan itu termasuk anak anak yang menjadi korban, kita harus cepat sebelum mereka pergi!" ucap Phineas sambil beranjak keluar dari dalam rumah.


"Aku akan mengepung sisi barat bersama anak buahku, Rania akan pergi bersamaku!" ucap Bian dengan tegas, dia sudah siap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi, tetapi dia juga siapa dengan tim tempurnya sendiri.


"Baiklah kita pergi!" ucap Philip.


Mereka semua pergi, berangkat dari rumah itu.


"Grape kau disini saja, kami akan membawa Cherry, akan merepotkan jika kau ikut!" ucap Elton sambil menatap Grape dengan tatapan tak suka.


Mereka semua semat terdiam dengan keputusan Elton, memang benar jika Grape ikut, dia hanya akan membuat mereka kesulitan karena harus menjaganya. Grape saja sulit bergerak, bagaimana mereka bisa melindungi dirinya sendiri saat pertempuran besar terjadi?

__ADS_1


Grape diam, dia mengepal kedua tangannya. Kata kata Elton ada benarnya, meski menyakitkan mendengar ucapan pria itu, tetapi faktanya dia akan membuat penyergapan menjadi sulit.


"Ayolah Elton, apa dia tak bisa ikut!?' tanya Philip, dia tak ingin Grape merasa sedih.


Elton melirik Grape," dia tak bisa berjalan, mau menyelamatkan siapa dia kesana? yang ada, dia yang akan diselamatkan, bukankah aku benar Grape!? jangan membuang waktu, Cherry dalam keadaan bahaya, kalau kalian ingin membawanya bawalah, aku akan bergerak terlebih dahulu!" ucap Elton dengan nada sarkas.


Pria itu berjalan keluar dari rumah dan masuk ke dalam mobil yang dikendarai oleh Phineas. Elton akan melacak keberadaan Cherry dan meretas sistem keamanan di kapal pesiar itu.


"Maaf Grape, kau harus tau bagaimana pentingnya kesembuhan mu jika kau ingin terus menjaga Cherry, karena kedepannya tantangan kita akan semakin berat, Kisah keluarga kami mungkin akan terulang kembali, jika kau tak bisa berjalan Cherry akan dalam bahaya jika berdampingan dengan orang seperti dirimu!" jelas Elton sebelum dia benar benar keluar dari rumah itu.


"Elton kenapa kau berkata seperti itu! dia adalah suami Cherry dia berhak atas Cherry bukan hanya dirimu!!!" kesal Rania yang mulai panas dengan kata kata mengesalkan dari bibir pria putih itu.


"Jawab aku Grape apa aku salah!? Cherry butuh suami yang melindunginya, bukan suami yang lemah dan baru diejek seperti tadi langsung ciut, ini ujian pertamamu sebagai adik ipar, jika kau gagal maka jangan harap kau bisa mendapatkan Cherry sebagai istrimu!!" tegas Elton .


"Elton jangan terlalu keras, kau tau sendiri kan penyebab Grape seperti ini adalah orang orang yang membuat keluarga nya.... ekhmmm..." Philip berhenti bicara saat melihat wajah pias ketiga bersaudara itu.


"Ekhmmm sudahlah ayo kita pergi, Grape ikut denganku saja!" ucap Philip.


Mereka semua pergi dari sana dengan pikiran mereka masing-masing. Grape, Rania dan Bian menyimpan semua kata kata itu di dalam hati. Grape mengepalkan kedua tangannya,dendam ini akan segera dibalas dan kaki pria itu harus segera sembuh.


"Aku akan sembuh, Balas dendam ini juga akan kulakukan segera, Raharja dan kau Viona, kalian akan menanggung semua yang telah kalian lakukan terhadap keluarga kami, mata diganti mata dan gigi diganti gigi!" geram Grape.


Pengepungan dilakukan, anak buah mereka sudah menyebar di seluruh pelabuhan dan orang orang yang tak terlibat dengan hal ini telah diasingkan ke tempat yang nyaman agar tidak memakan korban jiwa.

__ADS_1


Elton tampak sangat berbeda dari dirinya yang biasa.Dia tidak terlihat bisa diajak bercanda seperti sebelumnya, yang ada dalam tatapan matanya adalah tatapan kebencian pada orang-orang yang telah berani mengusik adiknya.


Sementara itu di dalam kapal pesiar, para tawanan sudah dimasukkan ke dalam kamar mereka masing-masing dengan penyelinap di setia kamar. Penyelinap yang menyamar sebagai gadis tawanan padahal sebenarnya mereka adalah pengawas untuk memastikan pra gadis akan terlelap setelah mendapatkan suntikan yang akan mereka berikan setelah semua tawanan tiba.


Di salah satu ruangan itu, Cherry duduk di sudut ruangan dengan kaki dan tangan yang masih terikat dengan ranta besi, dia meringkuk seperti orang bodoh, menjalankan misi penyamarannya.


Tangannya bergerak perlahan-lahan membuka rantai itu. Setiap kamar dipasangi penyekat pemisah antara kamar yang satu dengan kamar yang lain.


Cherry menggerakkannya tangannya perlahan berusaha membuka perangkap itu agar tidak terdengar oleh yang lain.


"Jangan melakukannya seperti itu, kau bisa ketahuan!" tiba tiba seseorang dengan tato pedang di bawah lengannya mendekati Cherry membuat gadis itu terkejut setengah mati. Dia tak menyangka kalau ada yang menyadari perbuatannya, belum lagi orang itu adalah penyelinap yang berpura-pura menjadi tawanan.


"A.. apa maksud ka..kak? kakak si..siapa? aku tak bisa lihat dengan jelas!?" ucap Cherry dengan udara gugup sambil menyipitkan matanya seolah dia tak bisa melihat wajah gadis di depannya itu dengan jelas.


Gadis berambut pendek dengan wajah kecil dan mata besar seperti boneka yang memiliki tato ular di tulang lehernya itu duduk di depan Cherry dan menatap gadis itu dengan serius. Dia perlahan mendekat dan mengungkung Cherry dengan perlahan sambil melirik ke kanan dan kiri.


Dia bergerak sampai bibirnya tepat berada di samping telinga Cherry.


"Jangan banyak bergerak kalau tidak mau ketahuan nona muda!!" bisik Gadis itu.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 🤗


__ADS_2