Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
144


__ADS_3

Semua orang di dalam ruangan itu tercengang dengan sifat Kiara yang sangat jauh berbeda dengan apa yang orang lain kenal selama dia magang di perusahaan itu. Bahkan teman teman satu tim ya saja sampai menganga tak percaya mendengar Kiara membentak mereka.


"Kau! " Yana menunjuk Kiara dengan tatapan tajam. Tak ada yang boleh merendahkan dirinya di kantor ini. Kantor yang sudah dia klaim sebagai area kekuasaannya.


"Beraninya kau berbicara seperti itu!!!" Yana mengayunkan tangannya dan...


hap...


Bukannya sampai ke wajah Kiara, tangan perempuan itu malah ditahan oleh Kiara.


Plakkk...


Tamparan itu malah berbalik pada Yana. Kiara dengan berani menahan tangan perempuan itu dan memukulnya dengan menggunakan tangan yang lain.


" Sudah kubilang jangan merendahkan aku manager Yana, anda melakukan diskriminasi karena Aku seorang anak magang yang cupu dan tidak memiliki penampilan menarik seperti anak-anak magang lainnya, seingatku saat aku masuk ke perusahaan ini penampilan tidak terlalu diperdulikan tetapi yang kudapat di tim pemasaran 1 hanya membahas tentang penampilan bukan kinerja baik antar tim!" ucap Kiara


"Heh Kiara, mau tamat hidupmu hah!? berani sekali pegawai magang seperti dirimu melawan di sini, sekali cupu ya tetap cupu, kalau gak sanggup merengek saja pada orangtuamu yang kaya raya itu!!!" tukas anggota lama tim itu seraya merendahkan dan menatap Kiara dengan tatapan mengejek.


"Kau pikir..." Yana menarik tangan gadis itu sambil mengusap pipinya yang memerah karena ulah Kiara.


"Kau akan berhasil hah!!!" pekik Yana sambil melayangkan pukulan ke wajah Kiara namun sekali lagi aksinya berhenti saat seorang pria menahan tangannya dan memelintir tangan perempuan itu dengan kuat.


"Jangan berani menyentuh wajahnya!" ucap pria dari tim Alpha yang diminta Cherry menjaga Kiara beberapa saat lalu.


Brukk...


Yana di dorong begitu saja ke lantai sampai dia terjerembab dengan wajahnya yang langsung menubruk lantai.


"Akhhh... shhhh sakit hiks hiks hiks.... kenapa melakukan ini padaku, tim Alpha!? apa hubungan kalian dengan gadis munafik ini!?? seharusnya kalian mengusir perempuan ini!!" Yana berteriak kesakitan.


Sementara itu para karyawan di dalam ruangan itu langsung berdiri sambil menunduk ketakutan saat melihat si pria kaku dan tim Alpha masuk ke dalam ruangan mereka sambil menatap mereka dengan tatapan dingin dan tajam.


"Bu..Bu... Pak Asraf dan tim Alpha datang!" ucap salah satu karyawan tanpa membantu Yana bangkit berdiri karena terlalu takut melihat wajah dingin Asraf yang siapa memakan mereka hidup hidup.


"Pak Asraf!??" Mata Yana membulat sempurna, jarang jarang manajemen atas masuk ke kantor bagian, tetapi sekali masuk akan membawa bencana besar bagi isi kantor itu.


"Cihh... rasakan kau Kiara, aku akan mengadukanmu!!" ucap Yana sambil menatap tajam Kiara yang menunduk ketakutan.


" Kau baik-baik saja?" tanya pria bertubuh tegap yang kerap disapa Daniel itu.

__ADS_1


"Baik, aku tidak apa-apa," ucap Kiara sambil menggenggam lengan Daniel dengan erat.


Pria itu membawa Kiara ke barisan belakang tim Alpha agar dia tenang.


"Kiara, kamu hebat, kamu berani, aku bangga!" seru Cherry sambil mengangkat kedua jempol nya.


"Jaga dia baik-baik, jangan sampai ada yang menyentuhnya!" ucap Cherry pada pengawal itu.


Yana menatap mereka dengan tatapan bingung tiba-tiba suara Cherry terdengar jelas di telinga nya.


"Hahhaha... jadi ternyata begini cara kerjamu selama berada di perusahaan besar ini!? hahahha tak kusangka suamiku memilih seorang manager seperti dirimu hahahah... kak Asraf pasti sudah buta waktu itu sampai menerima sapi perah jadi jadian ini hahhaha..." Cherry berjala. ke depan sambil tertawa terbahak bahak.


Mendengar seorang wanita tertawa bahkan terlihat dilindungi oleh tim Alpha membuat semua orang penasaran karena belum kenal siapa Cherry.


" Kau!!!" Yana terkejut saat melihat musuh bebuyutannya disana.


"Hai manusia jahat, ternyata kau masih bertahan di perusahaan ini dengan sifat burukmu itu, lama tak bertemu setelah kejadian kau menginjak injak CV-ku, apa kau masih ingat!??" celetuk Cherry sambil mendorong bahu Yana.


"Mau apa kau disini!?? dan kenapa? kenapa tim alpa menjagamu!!!" teriak Yana yang langsung naik pitam saat melihat Cherry di depannya dengan penampilan glamour nan rupawan.


"Jadi dia menginjak-injak CV nyonya!? " Asraf terkejut, dia benar benar tidak tau tentang hal ini. Karena setahunya Grape hanya memerintahkan untuk menolak CV Cherry bukan mempermalukan istrinya di muka umum.


Yana terbelalak, matanya hampir saja keluar dari kepalanya saat mendengar sebutan Asraf pada Cherry. Yang benar saja, Cherry adalah seorang nyonya ? bagaimana bisa terjadi!?


"ka..kau... si..siapa kau!!"


"Biar kuperjelas, Beliau adalah nyonya muda perusahaan ini yang artinya, istri dari presdir grup ini, beraninya kau bertindak tidak sopan!!" bentak Asraf.


Semua orang dalam ruangan itu terkejut bukan main dengan apa yang dikatakan Asraf, Cherry adalah nyonya perusahaan itu.


"Ba.. bagaimana bisa...


"Heh nanti saja kenalannya, sekarang mari kita selesaikan masalah Kiara tadi, yang merasa bersalah dengan Kiara segera minta maaf pada gadisku sebelum kalian menerima hukuman yang lebih parah, bahkan kalian bisa terancam di black list!!" ucap Cherry.


Mendengar ancaman itu, cepat cepat mereka menemui Kiara dan meminta maaf pada gadis itu atas ucapan ucapan tak berdasar mereka. Bersyukur jika dipecat, jangan sampai nama mereka di blacklist yang artinya karier mereka akan selesai saat itu juga.


Cherry tersenyum saat melihat karyawan lain langsung cepat mengambil tindakan. Sekalipun mereka masih melakukannya karena takut diancam mereka berani menurunkan ego mereka. Setidaknya ini akan menjadi pelajaran berharga bagi mereka untuk tidak melakukan diksriminasi dalam pekerjaan.


"Bagaimana dengan mu? masih mau melawan? " tanya Cherry. Jujur saja dia tidak suka melakukan ini, tetapi keadilan harus ditegakkan dan keharmonisan kantor harus dimulai sejak sekarang.Jika bibit seperti itu tidak diputus maka akan merusak sistem perusahaan.

__ADS_1


Yana mengepalkan kedua tangannya, dia geram, marah dan tak bisa menolak. Rasanya harga dirinya diinjak injak oleh Cherry. Tetapi dia tak bisa melepaskan pekerjaannya, ada keluarga yang harus dia hidup di rumahnya. Dia adalah seorang ibu tunggal yang diceraikan suaminya karena perangai buruknya sendiri.


"Jika itu perintah anda nyonya, akan saya lakukan!" ucap Yana yang dengan berani mengambil resiko membuang egonya demi sang buah hati yang masih berusia 2 tahun.


Cherry cukup terkejut, tetapi saat melihat meja kerja wanita itu, dia paham ada malaikat kecil yang sedang menunggu ibunya pulang bekerja tanpa ada masalah.


"Dia ternyata sudah menjadi seorang ibu, " ucap Cherry.


"Lebih tepatnya seorang ibu tunggal nyonya, ini data pribadinya," ucap Asraf yang langsung mengakses informasi tentang Yana.


Cherry membaca nya dengan cepat, kinerja Yana sangat bagus tetapi tempramen dan kesombongannya membuat dia dijauhi beberapa oknum.


"Seorang ibu harus bisa mengendalikan dirinya, kinerjamu bagus tetapi kau kesulitan mengendalikan dirimu, jika kau ingin marah atau meluapkan amarahmu, ingatlah putri kecilmu yang menggemaskan ini, kuharap kejadian seperti ini tidak terulang Yana, dan jujur saja senang bertemu kembali dengan musuh lama, semoga kedepannya kita memiliki hubungan yang baik, titip salam pada putrimu, aku juga seorang ibu jadi aku tau rasanya!" ucap Cherry yang tak memperpanjang pembicaraan mereka.


Dia tak bisa merusak karir seorang ibu tunggal yang berjuang untuk putrinya.


" Wohohoho... adik kakak sudah dewasa ya, hebat kamu!!!" celetuk Elton seraya mengusap kepala Cherry. Pria itu sejak tiba hanya diam dan menyaksikan apa yang terjadi disana.


Yana sendiri menatap kepergian Cherry, ingin dia menangis disana. Dia sadar dengan kesalahan nya, sekalipun hidup sangat berat baginya seharusnya dia membuat kebahagiaan dengan membuat orang lain bahagia juga.


"Maafkan aku Kiara...maafkan aku, aku hanya iri dengan anak anak yang sejak lahir mendapatkan perhatian dari orangtuanya, aku hanya iri padamu yang diantarkan oleh kedua orangtuamu saat hari pertama masuk, maaf membuatmu kesulitan, kamu orang yang baik... untuk kalian semua maafkan aku.. aku bersalah... aku tidak layak jadi pemimpin kalian hiks hiks hiks..." Yana menangis sesenggukan di depan semua anggotanya.


Namun mereka semua tersadar dengan ego masing-masing. Bukannya marah mereka juga meminta maaf satu sama lain dan saling berpelukan. Begitulah tim satu pemasaran memulai kiprah mereka menjadi tim paling eksis di masa depan.


Di luar gedung perusahaan itu, Ziora menatap gedung itu dari dalam mobil dengan wajah kesal dan marah


"Nagata, bantu aku menyingkir kan perempuan itu!!!" ucap Ziora dengan wajah marah dan kesal.


"Tentu saja, akan kucari tahu dahulu!" ucapnya.




.


.


.

__ADS_1


Like vote dan komen 🤗


__ADS_2