Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
227


__ADS_3

Perjalanan Bella dan Philip terlihat hening, tak ada satupun dari manusia yang biasanya sangat ribut ini yang berbicara. Tentu saja tak ada yang berbicara karena Bella terlelap di samping Philip yang sedang mengemudi dengan fokus. Mereka ternyata telah berjalan jauh dari perkotaan hingga ke desa pinggiran yang jaraknya puluhan kilometer dari kota tempat mereka tinggal.


Bella terlelap dengan posisi yang tidak nyaman, kepalanya disandarkan pada kaca mobil dan kakinya di tekuk, rasanya tidak nyaman tetapi tubuh gadis itu sudah terlalu lelah sampai dia terlelap dalam posisi yang bisa membuat leher pegal itu.


Philip melirik gadis itu, gadis yang mendengarkan ceritanya dan memeluknya dengan erat sampai dia merasa tenang dan tertidur dengan nayaman.


Jujur saja, tidur Philip dini hari tadi adalah tidur yang sangat lelap, bukan seperti sebelumnya, tidur yang dihantui dengan mimpi buruk yang mencekik dirinya sampai dia memilih untuk begadang dan tidak tidur selama berjam jam.


“ Bagaiamana kau bisa nyaman tidur seperti itu, lehermu pasti pegal,” gumam Philip sambil meminggirkan mobilnya. Dia menatap Bella, tatapan mata yang tak bisa diartikan, tangannya mengusap lembut surai halus gadis cerewet namun perhatian di depannya iitu.


“ Terimakasih telah mendengar ceritaku, aku bersyukur memilikimu di siiku bel, terimakasih tidak meninggalkanku saat aku kambuh, terimakasih telah berada di sisiku untuk waktu yang lama,” ucap pria itu dengan mata terharu. Kerja keras Bella dan kesetiaan gadis itu membuat Philip menghargai Bella lebih dari yang gadis itu ketahui. Sekalipun dia banyak membuat Bella kesal dengan memintanya pergi ke luar negeri, ada tujuan manis di balik semua itu.


Dia hanya ingin Bella yang sudah lelah bekerja, berlibur untuk beberapa malam di negeri asing dan menikmati waktunya sendiri disana, dia tahu beban kerja Bella sangat besar, mengurus dirinya yang memiliki Phobia dengan orang asing dan mengurus segala tingkahnya yang menjengkelkan.


Philip bukannya tidak sadar dengan sifat menyebalkannya, tetapi dia harus berlaku demikian agar bisa tetap bertahan di tengah kerasnya jalan yang harus dia lalui.


“ Ini sebabnya aku memintamu pergi ke luar negeri dengan embel-embel mengambil kolor ijo hahah... kalau ku ingat wajahmu setiap ku suruh aku pasti tertawa, kau tidak tahu saja aku melakukannya agar sekretarisku yang baik ini bisa berlibur dengan dalih bekerja, agar yang lain tak membicarakan mu, “ ucap Philip sambil memperbaiki posisi tidur Bella dengan menurunkan kursi Bella dan memasang bantal leher untuk gadis itu.


“ Dia pasti kelelahan , tapi sekalipun lelah bibir cerewetnya ini tak akan pernah berhenti mengomeliku, dasar makk lampir,” gumam Philip, Senyuman yang indah tergambar di wajah pria itu dengan tulus dia menyelimuti Bella dan melanjutkan perjalanan mereka.


Philip mengemudi dengan tenang dan lambat agar Bella tak terganggung, sambil menatap jalanan dia bersenandung pelan dan merasakan semilir angin yang menyentuh ujung tangannya yang dia keluarkan dari jendela mobil.


Bella mengintip, tanpa Philip sadari, gadis itu mendengarkan semua ucapan Philip dan memperhatikan semua gerakan Philip. Dia belum sepenuhnya terlelap sampai Philip menyentuh kepalanya dengan lembut.


“ Dasar bodoh, kenapa kau melakukan itu, aku jadi merasa bersalah karena mengumpat dirimu berkai kali, dasar pak Lolipop, aku jadi deg degan kan? “ batin Bella. Tanpa seijinnya air matanya mengalir, dia masih ingat jelas kisah yang diceritakan Philip beberapa jam lalu, kisah yang sangat pilu dan menyayat hati. Rasanya bella ingin memeluk Philip dan meyakinkan kalau semua akan baik baik saja.


Bella menatap ke arah lain, mengusap air matanya dengan pelan lalu kembali terlelap.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan Bella terlelap, Philip berhenti di beberapa tempat singgah dan membeli pesanan Adiknya cherry yang sedang mengidam.


Pria itu keluar dari dalam mobil saat dia tiba di pinggir kota tempat dia dan Bella tinggal. Dengan senyum sumringah dia menatap toko buah yang menjual banyak buah buahan disana. Pria itu melangkahkan kakinya menuju toko tersebut, “ Pak ada mangga muda?” tanya pria itu dengan wajah berseri sambil memilih buah buah lain yang mungkin akan disukai Cherry dan juga baik untuk ibu yang baru melahirkan. Sekalipun dia orang yang berantakan dan terkesan ceroboh, dia adalah orang yang sangat perhatian.


“ Istrinya sedang mengidam ya pak?” tanya penjual buah seraya melirik ke dalam mobil dimana Bella terlelap dengan mulut menganga, kali ini dia benar benar tidur pulas bahkan samapi berketingat.


“ ehh bukan pak,ini untuk adik saya, sedang mengidam, “ ucap Philip sambil tersenyum ramah.


“ ahhhh... saya pikir istrinya, soalnya kalian cocok hahah...” celetuk bapak penjual yang usianya sudah renta itu.


“ ini buahnya, apa butuh yang lain lagi?” tanya si bapak.


“bungkuskan yang ini juga Pak, sama manisan salaknya, saya beli semua deh ikut stoplesnya,” Philip menunujuk wadah manisan salak yang diminta oleh Cherry saat bertelepon tadi.


Setelah semuanya di bungkus dan dimasukkan ke dalam mobil , Philip memberi bayaran lebih pada bapak penjual buah itu.


“ maksud bapak?”


Pria tua itu hanya tersenyum sambil menatap Philip dan melirik Bella. Dengan wajah bingung Philip berjalan kembali ke arah mobilnya dan menatap Bella yang masih terlelap dengan mulut terbuka.


Di saat yang sama, tiba-tiba seseorang menarik lengan pria itu,” Philip , dasar anak durhaka, aku mencarimu kemana mana dan ternyata kau berada disini hah? Dasar anak durhaka, cepat ikut aku pulang kau akan segera menikah!!" teriak wanita yang ternyata adalah ibu Philip.


Melihat wajah murka ibunya, Philip tersentak kaget dan terdiam dengan tubuh gemetarn. Tak butuh waktu lama, trauma pria itu kembali, terlihat dari bagaimana Philip terdiam dengan tubuh gemetaran dan kepalanya menunduk dnegan jari jari tangannya yang bergetar tak karuan.


“ ikut au, kau akan menikah dengan perempuan yang kupilihkan, cepat ikut aku, jika tidak akan ku kurung kau...” geram wanita itu sambil menarik tangan Philip menuju mobilnya.


Philip tak berani melawan, bayang-bayang penyiksaan yang dilaukanibunya pada pria itu terus menghantuinya samapi membuatnya tak bisa berkutik.

__ADS_1


“ A.. au tidak mau... aku tidak mau menikah...” tolak Philip..


Plakkkk....


“ Berani kau menjawab ibu yang sudah melahirkanmu , dasar anak sialan!!” pekik wanita itu sambil melayangkan satu pukulan telak di wajah Philip. Dia menatap Philip dengan tatapan tajam, seolah ingin memakan pria itu.


“ aku tidak mau, aku menolak pilihan kalian...” ucap Philip sambil mlepas tangannya dari genggaman wanita itu.


Nyonya Marina menarik rambut Philip , menjambaknya dan mendoronganya Sampai terjatuh dan terluka karena membentur batuan di jalan.


“ Ikut kubilang ya ikut, atau kau mau pamanmu yang busuk itu ku bunuh hah? Beraninya melawanibu sendiri...” geram wanita itu sambil menjambak rambut Philip lagi dan memberinya tatapan tajam.


Semua trauma pria itu berputar di kepalanya, kini rasa takut menyelimuti tubuhnya, dia berdiri dengan kaki gemetar dan air matayang mengalir dalam tangisnya yang bisu.


“ Ikut au...”ucap Nyonya Marina dnegan tegas.


Tiba-tiba...


“ Philip, kita pergi dari sini..”


.


.


.


Like, vote dan komen.

__ADS_1


__ADS_2