Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
113


__ADS_3

Sarah keluar rumah setelah mengatur pelatihan selanjutnya bagi anggota baru angkatan darat yang berada di bawah bimbingan gadis cantik itu. Setelah memastikan Bella yang masih di rawat terlelap selepas minum obat, gadis itu pamit pada Cherry untuk melakukan pekerjaannya meski akhir pekan telah tiba.


"Kalau ada apa-apa hubungi aku!" ucapnya pada Cherry.


"Hati-hati, jangan sampai kau mendapatkan jahitan lagi, aku sudah bosan melihat bekas jahitan di tubuhmu itu, memangnya kau pikir badanmu media tempur!?" Celetuk Cherry.


"Heheheh... iya iya ibu kost, aku akan menurutimu, aku pergi dulu," ucap Sarah yang sudah naik ke atas sepeda motor kedinasan miliknya.


Gadis itu rencananya akan melakukan latihan di lokasi umum dimana masyarakat lalu lalang dan banyak orang di dalamnya. Akan sangat memudahkan anggota tim mata mata khusus yang mereka latih untuk mempelajari lapangan dengan cepat.Melakukan penyamaran, mengikuti tanpa jejak dan mengawasi semuanya dalam satu genggaman.


Dan pilihan lokasi paling tepat bagi 20 orang angkatan baru yang masuk akademi kemiliteran adalah pusat kehidupan di kota itu dimana mall terbesar berdiri berdampingan dengan hotel bintang lima dan banyak fasilitas lain yang sering dikunjungi oleh masyarakat maupun tourism.


Area bisnis paling terpadu dengan segala fasilitas dan kenyamanan yang ditawarkan di dalamnya.


Setelah berkumpul di titik pertemuan, mere menggunakan perlengkapan mereka dan penyamaran mereka dengan baik. Semuanya dikoordinir di bawah pimpinan Sarah dengan bantuan salah satu rekan senior yang bahkan para anak baru bum.tau siapa.


Tetapi dalam misi latihan kali ini mereka diberi tantangan untuk mengikuti dan melakukan peran sebagai mata-mata untuk mengikuti target tim masing-masing sesuai dengan arahan dari pemimpin tim mereka. Empat senior mendampingi setiap tim dan Sarah berada di tim satu sebagai penguji sekaligus pembina.


Masing-masing dari mereka diberikan identitas target yang harus mereka kejar tanpa ketahuan sama sekali. Jika ketahuan maka seluruh tim gagal dan latihan diulang lagi dari awal.


Namun saat pelatihan, betapa terkejutnya Sarah saat melihat Rania dan seorang pria yang hanya terlihat punggungnya masuk ke dalam hotel bintang lima. Hotel bukan gaya Rania tapi siapa yang tau entah gadis itu bersama kekasihnya.


"Kalau kak Rania begini, tuan Elton akan jadi Sad boy dong!" pikir Rania.


Segera dia mengumpulkan tim yang berlatih di bawah naungannya.


"Burung gagak burung gagak, tim satu kembali ke lokal, tim satu kembali ke lokal!" titah gadis itu.


Tak memakan waktu yang lama, seluruh anggota tim tiba di lokasi titik awal mereka berpencar. Ada sekitar 5 orang anggota.

__ADS_1


Melihat mereka berkumpul, Sarah mengubungi rekannya yang menjadi target dan meminta mereka untuk menyelesaikan latihan karena anggota tim satu telah berhasil memata mati target tanpa ketahuan.


"Semuanya Bubar!" titah Sarah dengan tubuh tegap dan wajah tegas .


"Siap Kopral!"


Sarah mengambil ponselnya lalu dengan cepat masuk ke dalam hotel itu setelah memasang kembali jaket dan topi hitamnya. Misinya adalah menjadi Mak comblang Elton dengan Rania tapi kalau Rania memiliki kekasih akan sulit dilakukan.


"Aku harus mengikutinya dan memastikan apakah benar dia kekasih kak Rania!" batin gadis itu yang berjalan dengan pelan dan terlihat normal mengikuti Rania dan Kevin secara diam-diam.


Sembari mengikuti, dia mengambil foto Rania dan Kevin lalu lalu mengirimkannya pada Elton yang sedang galau karena Rania pergi bersama Kevin.


"Kalau begini bisa berabe urusannya, perasaan tuan Elton tidak tersampaikan, kak Rania juga kan pasti punya perasaan yang sama pada tuan Elton, ini tak boleh dibiarkan!" batin Sarah.


Di rumah mereka tampak Elton sedang terbarik di atas lantai sambil guling guling kesana kemari memikirkan Rania sang pujaan hati yang telah berangkat berkencan dengan pria bajingan yang dihajarnya beberapa hari lalu. Hatinya kacau dan perasaannya porak poranda karena hal ini. Hanya memiliki Ranai bersentuhan tangan dengan Kevin saja sudah membuat wajah pria itu keriting.


"Ahhhh... bagaimana ini...." Gumam Elton sambil berguling kesana kemari. Dia masih bau alkohol, dan pakaian bahkan belum diganti.


Sejak bangun siang tadi, dia sudah seperti orang gila, berjalan kesana kemari, terbengong di depan jendela, berbicara pada kursi, vas bunga, laptop bahkan ****** ***** Philip pun dikomentarinya Karena tak simetris.


"Arrhhh kenapa dia harus menerima ajakan kencan pria itu!!!!"kesal Elton sambil mengacak-acak rambutnya.


"Kalau kesal kejar dia, kau ini aneh, setelah orangnya pergi kau baru menggila, hentikan tingkah konyolmu itu, apa kau tak malu pada usiamu! bikin kerjaanku makin riweh saja, berguling kesana kemari, merengek seperti anak kecil apa kau masih bocah hah!? bahkan anak anak saja tidak secengeng dirimu, katanya cerdas, katanya pintar tapi menaklukkan satu orang perempuan saja sudah main tarik ulur!! dasar Kadal gurun tak berguna!!" Semua orang terbelalak mendengar Phineas yang biasanya hanya diam dan tak merespon bahkan dijuluki sebagai hantu goib penghuni rumah itu saking iritnya berbicara. Tapi hanya karena ulah si kadal biru, dia mengomeli pria itu panjang lebar meniru gaya ibu kost yang sedang menagih uang kost penghuni rumah itu.


"Wah....." Wajah Philip membulat, dia yang sedang menjemur boxernya di jemuran handuk melongo mendengar ucapan Phineas. Pria yang tak pakai kaos dan hanya mengenakan boxer berkilau kilau berwarna biru mengkilat dengan handuk bertengger di atas kepalanya keluar dari dalam kamar mandi sambil melangkah dengan hati-hati seraya mengangkat kedua tangannya ke atas.


Tentu ada alasan kenapa si bodoh itu mengangkat tangannya, dia sedang melakukan waxing untuk membersihkan bulu ketiaknya yang mulai tumbuh subur.


"Waahhh.... Phineas banyak bicara !!!!" celetuk Philip sambil melangkah melewati seorang gadis yang berbaring di atas tempat tidurnya siapa lagi kalau bukan Bella yang diungsikan ke kamar Philip, tentu bukan tidur bersama, Philip malah mengungsi ke depan televisi dan tidur disana bersama Hansel.

__ADS_1


"Ya ampun pak pakai baju dulu, itu keteknya kenapa warna warni mau ngapain pak, astaga mana hanya pakai boxer lagi, malu sedikit pak, saya ini perempuan!!!!" teriak Bella saat melihat Philip dengan tingkah konyol berjalan mengangkat kedua tangannya seperti kepiting.


"Mak lampir diam, makan saja makananmu supaya kau cepat sembuh, jangan cerewet!" ketus Philip .


Bella sudah habis kata untuk meladeni pria aneh itu, dia hanya bisa menghela nafas melihat kekonyolan di rumah ini.


"Rumah ini dipenuhi dengan orang-orang konyol!" gumam Bella.


Philip kuat dari kamar, dia memilih mandi di kamarnya karena pakaiannya disana dan segala peralatan skin care-nya di kamar mandi itu, lagipula dia dan Bella bahkan sudah lebih dekat dari yang orang lain pikir kan.


"Wohooo... Phineas, tumben kau berbicara sebanyak itu? suaramu sampai kedengaran ke kamar mandi!!!" celetuk Philip yang sudah tiba dengan penampilan konyolnya itu.


"pffthhhh... bwahahahhahahaha... kau sedang apa Philip, apa kau kerasukan hah!?? ada apa dengan ketiakmu itu ahahahha...." Grape yang melihat Philip tertawa terbahak-bahak dikuti oleh yang lain.


"Heh, skin care bestie, Lo pikir gue gak ngerawat kulit gue biar tetap slay, dan kinclong sampai semut pun tergelincir di atasnya," celetuk Philip dengan angkuhnya.


"Bwahahaha... Daddy Philip milip Olang gila di bawah jembatan hahahhahah.... tinggal lompat-lompat sepelti monyet, Daddy sudah persis sepelti Olang gila hahahahahaha......" Hansel berlari ka arah Philip dan ikut mengejek pria blonde itu.


"hahahha uhuhuh...hahaha..huhu..hahaha... aku.. monyet uuu...aaaakk...uuu...aaakk...." Celetuk Philip yang malah meladeni gurauan bocah hyper itu.


" Hahahahha.... ada ada saja kalian ini!"


"Sialan, tidak mungkin si bangsat itu!!!!" tiba-tiba Elton berdiri dan berteriak saat melihat foto yang ada di ponselnya.


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 🤗


__ADS_2