Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
219


__ADS_3

Phineas sedang mengendarai mobilnya dengan Alesha yang duduk di sampingnya sambil terlelap karena perjalanan yang cukup panjang. Mereka seharusnya berkumpul dengan yang lain, tetapi rumah sakit yang Phineas minta mencarikan donor ginjal untuk Alesha tiba-tiba menghubungi mereka, mengatakan bahwa ada donor yang cocok.


Phineas dengan bahagianya menghubungi Cherry mengatakan kalau donor ginjal untuk Alesha sudah ditemukan, mereka ijin untuk tidak ikut berkumpul dengan yang lain di rumah Cornelius.


Karena kelelahan dalam perjalanan, Alesha terlelap. Phineas tersenyum lembut dia melirik gadis yang telah menguasai hatinya itu, mobil yang mereka kendarai dikemudikan dengan sangat pelan agar Alesha tak terganggu.


Kondisi kesehatan Alesha masih sulit pulih karena hidup dengan satu ginjal. Berita bahagia ini juga membuat Alesha senang, dia bahkan tak pernah berpikir kalau Phineas akan mencarikan donor untuk dirinya.


"Dia kelelahan, aku berhenti disini dulu, suasananya sangat tenang, tidurnya akan lelap," gumam Phineas sambil mengubah rute perjalanannya ke arah sebuah pantai di pinggir kota itu, pantai yang tenang dan nyaman dengan hembusan angin dan gelombang laut yang menenangkan akan membuat tidur Alesha nyaman.


Phineas juga butuh menyegarkan pikirannya setelah pekerja berat selama dua Minggu belakangan, banyak kasus yang harus dia tangani dan selesaikan dalam waktu cepat, memeriksa pekerjaan bawahan dan mengendalikan tim kepolisian dengan benar.


Pria dengan julukan Siberian Husky itu memutar musik lullaby untuk membuat Alesha nyaman terlelap di dalam mobil.


Dengan penuh perhatian dia memperbaiki cara tidur gadis itu, menurunkan kursi mobil agar tidur Alesha nyenyak dan memasang selimut untuknya.


Tangannya mengusap wajah Alesha dengan lembut, segurat senyuman indah tergambar di wajah pria itu.


Dengan senyuman merekah, dia keluar dari dalam mobil untuk menatap pemandangan indah di depannya, dia menghirup nafas dalam-dalam dan membuangnya dengan lembut.


" Menyegarkan sekali, kurasa Cherry akan senang ke tempat ini," gumam Phineas yang duduk di depan mobilnya.


Ponsel pria itu berdering, terlihat nama sepupunya, Sony yang sempat hampi jatuh hati pada saudara sepupunya sendiri yaitu Sarah.


Panggilan video dilakukan, tampak wajah Sony memenuhi layar menatap ke arah Phineas.


" Ada apa!?" tanya Phineas dengan nada datar.


" Heheheh.... ada yang kangen, " ucap Sony sambil cengengesan lalu menunjukkan tuan dan Nyonya Dalton yang kini berada di Inggris bersama Sony dan keluar pria itu, mereka memilih bermukim ke Inggris untuk menikmati masa tua mereka dan secara rutin menghubungi anak-anak mereka.


" Mom, Dad gimana disana!?"seru Phineas dengan wajah bahagia.


" Halo nak, disini menyenangkan, kesehatan Mommymu semakin baik!!" ucap Tuan Dalton sambil merangkul bahu istrinya dengan senyuman bahagia.


" Kami baik disini sayang, Tapi Mom merindukan kamu dan Sarah, juga calon menantu kami!!" ucap Nyonya Dalton sambil tersenyum menggoda Phineas.


" Calon menantu!? siapa Mom!? Sarah punya pacar!? kok aku gak tau?" tanya Phineas dengan polosnya.


" Hahahah bukan Sarah sayang, tapi kamu!" ucap Nyonya Dalton sambil tertawa.


" ehh be..belum Mom," jawabnya sambil tersipu malu.


" Cieeee yang malu malu kucing, kami semua tau kalau kamu suka sama gadis itu kan!? iya kan? jujur sama Mommy, " goda Nyonya Dalton seraya menyipitkan kedua matanya.


Phineas tergelak, mereka pasti mengetahui hal itu dari Cherry atau yang lainnya.

__ADS_1


" Hehehe... I..iya sih, tapi dianya gak peka Mom," ucap Phineas sambil garuk-garuk kepala karena malu digoda Mommynya sendiri.


" Hahahah... ada ada saja kamu nak, memangnya kamu udah kasih tau perasaan kamu?" tanya Tuan Dalton.


" Belum sih Dad, tapi kan dari tindakan Phineas harusnya dia tau," ucap pria itu.


" Ya elah nanas!!!" celetuk mereka bertuga sambil tertawa cekikikan mendengar jawaban konyol pria itu.


" Eh salah ya?" tanya nya.


" SALAH BESAR NANAS!" ucap mereka bertiga serentak.


" Yahh, lalu bagaimana!? Daddy kasih tau cara dapatin Mom dong, biar Phineas juga bisa," ucap pria itu seolah sedang mengadu pada orangtuanya. Jujur saja melakukan hal ini pada kedua orangtuanya membuat Phineas bahagia, dia merasa diperhatikan dan sangat disayangi.


" Begini ya nak," taun Dalton menatap putranya.


" Perempuan itu bukan peramal, mereka gak akan tau apa yang kamu mau, apa yang kamu suka dan bagaimana perasaan kamu, kalau memang kamu suka langsung nyatakan dan buat dia jatuh cinta pada kamu, hati perempuan mudah luluh, oleh karena itu kalau kamu berkomitmen maka nyatakan perasaanmu, tetapi kalah masih ragu jangan coba-coba, karena itu hanya akan menyakiti hati nya, kamu harus berani seperti Daddy!" ucap pria itu menyemangati anak mereka.


" Apa Daddy dan Mom setuju? maksud Phineas Apa kalian suka dengan Alesha?" tanya Phineas dengan serius.


Tuan dan Nyonya Dalton saling menatap, lalu mereka melihat putra mereka.


"Terlepas dari kami suka atau tidak itu semua ada di tangan kamu sayang, tapi kalau menurut kami secara pribadi, Alesha adalah gadis baik dan lembut yang dengan sabar mau merawat Mom walaupun Mom memukul dan mengejeknya, dia gadis baik dan sabar Mom rasa akan cocok untuk kamu, " jelas Nyonya Dalton.


" Ya mom benar, Daddy juga setuju tetapi pilihan itu ada di tangan kamu nak, pastikan hatimu dan jalin hubungan dengannya, kami akan mendukung apa pun pilihan kamu," ucap Tuan Dalton.


Mereka melanjutkan pembicaraan sampai akhirnya panggilan itu berakhir.


Phineas tersenyum menatap lautan yang sangat indah, di saat yang sama Alesha keluar dari dalam mobil sambil berseru dengan wajah bahagia.


" Uwahhhh ini sangat indah!!!"ucap gadis yang keluar dengan selimut membungkus tubuhnya.


" Kau bangun? kenapa tidak dilanjut? aku sengaja berhenti disini karena suasananya tenang untuk tidur," ucap Phineas sambil menatap Alesha dengan penuh perhatian.


Alesha tersenyum, "mana bisa aku melewatkan pemandangan ini tuan, sangat indah!!" ucap Alesha sambil berjalan ke arah bibir pantai dan menatap desiran ombak yang sangat lembut.


" Ini benar-benar sebuah mahakarya, wahh rasanya sudah lama aku tidak keluar, ternyata disini sangat segar, udaranya, cahayanya dan hembusan anginnya sangat menenangkan," ucap gadis itu sambil membentangkan kedua tangannya menikmati suasana di pantai itu.


Phineas mengikuti langkah gadis itu," kau menyukainya?" tanya Phineas pada Alesha yang kini sedang duduk berjongkok, gadis itu mengangguk dengan semangat" Sangat, pantai adalah tempat aku, Cherry, Bella dan Sarah sering bermain kalau sedang stress, aku sangat menyukainya!" jawabnya penuh percaya diri sambil memainkan pasir di depannya.


" Bagaimana denganku?" tanya Phineas.


Alesha menyerngitkan keningnya lalu menatap Phineas," Maksud tuan?" tanya gadis itu bingung.


Phineas memegang bahu Alesha, membawanya berdiri tegap, menatap kedua matanya dengan serius dan penuh dengan kelembutan lalu bertanya dengan lebih jelas," Bagaimana denganku, apa kau menyukaiku?" tanya pria itu dengan tatapan mata serius dan penasaran yang besar.

__ADS_1


Alesha terkejut mendengar pertanyaan Phineas, mata mereka saling beradu, keduanya saling menatap dengan lembut seolah ada sengatan listrik diantara mereka yang membuat jantung mereka berdebar tak karuan.


Tatapan mata Phineas yang menenangkan membuat Alesha nyaman, tentu saja hatinya selalu merasa tenang di dekat pria itu.


" Aku menyukai mu Alesha, bagaimana denganmu? apa kau juga begitu?" tanya Phineas.


Alesha terdiam sejenak, dia bertanya pada hati kecilnya, jantungnya berdebar kencang, tak pernah dia merasakan hal seperti ini, dia menatap pria itu dengan intens," Jika debaran yang tak bisa dikendalikan ini adalah rasa suka, jika rasa gugup, aman, nyaman dan senang yang selalu kurasakan bersama anda adalah rasa suka, maka..." Gadis itu menatap Phineas.


" Saya juga menyukai anda tuan.... " jawab Alesha dengan nada tegas dan jelas, gadis kaku yang baru pertama kali mengenal cinta pada akhirnya mengakuinya dengan begitu mudah.


" Ka..kau.. benarkah!??" tanya Phineas.


" Se..semudah itukah!?" tanya pria itu lagi.


" maksudnya tuan?" tanya Alesha heran.


" Begini, Ka..kau tidak tarik ulur begitu? biasanya kan kalau perempuan ditanya begitu pasti jawabannya kupikir pikir dulu, sepertinya aku belum tau hatiku, aku masih bingung dan sebagainya!!" celetuk Phineas menirukan para perempuan dengan jawaban menggantung mereka yang membuat pria bertanya-tanya.


" Apa semudah itu jawabannya?? apa tidak ada drama lain!!?" Phineas terkejut, menyatakan perasaannya pada Alesha sama seperti sedang memberikan lembar jawaban pada guru matematika, benar ya benar salah ya salah tidak ada embel-embel lain.


" A..apa harus begitu ya? aku tidak tau, ini pertama kali untuk ku, lagipula ka..kalau ditanya suka ya kalau memang suka ya jawabannya itu, masa iya harus mutar mutar tujuh keliling? apa memang jalin hubungan seperti itu? keliling keliling dahulu?" celetuk Alesha dengan polosnya.


" Bwahahahhahahaha.......


Phineas tak tahan, dia terlalu gemas dengan si gadis datar dan dingin itu. Jawabannya yang gamblang dan jelas membuat Phineas tertawa terbahak-bahak dan malah semakin tertarik dengan gadis itu.


" Jadi kau benar-benar suka?" tanya Phineas sekali lagi.


Alesha mengangguk dengan semburat merah di wajahnya," iya" jawabnya sambil tersenyum.


Lengkungan indah tergambar di wajah Phineas, dia memeluk Alesha dengan bahagia," Wahh... ini sangat mudah, kupikir kau... ahhh sudahlah hahahhaha.... pokoknya kita jadian hari ini yeahhhhh wohooooo!!!!!" seru Phineas sambil tertawa bahagia, dia mengangkat tubuh Alesha dan memutar gadis itu dalam pangkuannya.


" Hahaha..... tuan ini terlalu kencang!!!" teriak Alesha.


Phineas berhenti, masih dengan posisi itu dia menurunkan Alesha dan menatap wajah gadis yang baru saja menjadi kekasihnya itu, mata mereka beradu, jantung mereka bertalu, tangan Phineas mengusap wajah Alesha dengan lembut, menatapnya semakin dalam dan semakin dalam.


Mereka mempelajari perasaan masing-masing hanya dengan tatapan dalam menelusuri hati masing-masing.


Hingga kedua nya saling mendekap, ciuman pertama Alesha diambil oleh pria yang dia sukai, ciuman hangat dan panjang di pinggir pantai dengan semilir angin sepoi-sepoi menambah suasana romantis mereka. Menyalurkan rasa dan cinta yang tak pernah mereka rasakan sebelumnya, saling menyayangi dan saling memahami.


" Ini juga yang pertama untukku, aku gugup, tak kusangka kau menerimaku semudah itu, dasar gadis datar, gadis dingin tapi aku menyukaimu Alesha..." Batin Phineas, tersenyum dan bahagia dengan perempuan yang telah mencuri hatinya.


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen 🤗


__ADS_2