
Hari ini adalah hari peringatan kematian tuan dan nyonya Cornelius. Keluarga itu tampak mengunjungi sebuah makam khusus yang mereka sediakan untuk mendiang kedua orang tua mereka.
Cherry, Alvaro dan Hansel dibawa serta ke makam orangtua anak anak Cornelius itu.Tampak mereka mengenakan pakaian serba putih, tema yang sangat disukai oleh kedua orangtua Cornelius.
Alvaro duduk di atas pangkuan Grape yang kursi rodanya didorong oleh Phineas, sedangkan Hansel digendong oleh Elton. Bian dan Azura juga turut serta dengan mereka. Azura tampak menggandeng tangan suaminya sedangkan Cherry merangkul anak tertua di keluarga Cornelius, siapa lagi kalau bukan Rania yang memiliki luka paling dalam ketika kecelakaan itu terjadi.
Rania selalu bersedih dengan tragedi itu, dia yang kala itu sudah lebih dewasa dari adik-adiknya menanggung semua beban itu sendiri dan berjuang merawat serta melindungi kedua adiknya.
Mereka masih berdiri di depan makam yang sanga megah itu. Menatap foto pasangan Cornelius yang menawan.
"Sayang, ini mertua kamu, Mom dan Daddy," ucap Grape.
Cherry menatap foto itu, dia membungkuk memberi tanda penghormatan meskipun orang yang disemayamkan disana tak akan melihatnya lagi.
"Selamat siang Mom, Daddy, saya Che... emm... Aphrodite Chiara Rania Alchemis, istri anak kalian Benedictus, salam kenal, maaf saya baru bisa datang berkunjung sekarang, saya sangat beruntung mendapatkan Grape sebagai suami saya, dia pria yang bertanggungjawab, saya harap kalian bahagia dimana pun Mom dan Dad berada, saya berjanji akan membahagiakan Grape, terimakasih telah melahirkan anak sehebat dia," ucap Cherry sambil membungkuk sebanyak tiga kali sebagai tanda penghormatan terhadap kedua orang tua yang telah berpulang itu.
Rania dan yang lain menatap takjub pada attitude gadis itu, mereka tak menyangka,Cherry selain cantik,dia juga cerdas dalam berkata-kata.
"Mom, Dad ini adik iparku, cantik kan? dia sangat hebat, dia berhasil membuat Ben kembali tersenyum, beban Rania sedikit berkurang Mom,Dad," ucapnya sambil menatap foto itu dengan mata berkaca-kaca.
Melihat hal itu, Elton langsung merangkul bahu Rania dan mengusap kepala gadis itu agar dia tenang.
"Tenanglah, " bisik Elton sambil menepuk kepala Rania dengan lembut.
Rania menangis sesenggukan sambil memeluk Elton yang menggendong si kecil Hansel. Pria itu memeluk Rania, "Philip tolong pegangi Hansel," ucapnya pada Philip yang langsung disambut dengan baik oleh pria itu.
__ADS_1
Elton memeluk Rania dengan erat, menepuk nepuk punggung gadis itu dengan lembut. Meski sering terlihat adu mulut, kedua sejoli ini saling memahami satu sama lain. Elton bagaikan tempat ternyaman bagi Rania jika dibandingkan dengan yang lain. Mungkin karena sifat mereka yang tak berbeda jauh membuat keduanya bisa akrab dan saling memahami satu sama lain.
"Hussshhh sudah tenanglah," ucap Elton.
Grape juga menatap foto mendiang kedua orangtuanya, dia menggenggam tangan Cherry dengan lembut," Mom, Dad ini istri Ben. Ben sudah menemukan cintanya Ben, kalian tidak perlu khawatir lagi, Ben bahagia disini, Ben harap kalian juga akan bahagia disana," ucap Grape di dalam hati sambil memandangi foto itu dengan lembut.
"Sayang?" panggil Cherry yang membuat Grape langsung menoleh pada istrinya.
"Kau baik baik saja?" tanya Cherry sambil memandang sang suami.
Grape mengangguk pelan meski tangannya gemetaran. Kecelakaan besar di masa lalu masih tergambar jelas di kepalanya. Kejadian yang selamanya tak akan pernah dia lupakan. Kejadian yang membuat hidup ketiga bersaudara Cornelius itu menderita.
Cherry paham dengan situasi nya, dia memeluk suaminya dan mengusap punggung pria itu dengan lembut. Alvaro yang ada dalam pelukannya juga memeluk Grape dan memastikan pria itu tenang.
"Daddy... jangan nangis masa kalah sama ancel dan Abang!? " tiba tiba Hansel berbicara dengan gaya bicara cadelnya.
Mereka semua menatap anak laki laki itu dengan tatapan gemas. Tentu saja mereka jatuh hati dengan anak kecil yang sedang bertumbuh dan memiliki tingkah menggemaskan itu.
"Hansel stop call om like that," Tegur Alvaro yang langsung panik dan takut jika mereka akan marah kalau Hansel memanggil dengan sebutan itu.
Semuanya menatap Alvaro yang tampak panik, dia tak ingin di buang dan tak ingin membuat orang yang sudah begitu baik mau menampung dia dan adiknya merasa tidak nyaman dengan panggilan adiknya meski di dalam hati kecilnya dia juga menginginkan hal yang sama. Memanggil Cherry dan Grape dengan sebutan itu.
"Tante, Om ma..maaf...." ucap Alvaro yang cepat-cepat turun dari pangkuan Grape dan duduk berlutut di depan mereka dalam posisi hukuman seperti biasa dia lakukan jika berbuat kesalahan saat bersama orang orang jahat yang menculik mereka kala itu.
Hati mereka bagai diiris pisau yang sangat tajam saat melihat Alvaro seperti itu. Anak laki laki yang belum terlepas dari trauma berat yang membuat dirinya menjadi anak yang terus waspada dan takut akan banyak hal.
__ADS_1
Alvaro duduk sambil mengangkat kedua tangannya ke atas dan menatap mereka dengan tatapan takut. Hansel yang tak tau apa apa hanya berceloteh mengejek abangnya tanpa tau rasa takut yang dialami oleh Alvaro selama ini.
"Abang Cemen huuuu.... Hancel mau panggil Mommy dan Daddy kan Ndak masalah, Hancel sayang meleka jadi Hancel panggil begitu, wleekkk... Abang jahat Abang jelek, malah malahin Hancel telus huh.... jelek jelek kayak setan!!!" oceh bocah itu sambil menatap kesal ke arah Alvaro.
"Ehh anak ayam gak boleh begitu sama abangnya, jangan begitu, yang hormat sama Abang ya," bujuk
"Abang malah malah telus Loh," ucap anak itu sambil menatap Philip dengan mata menggemaskannya.
Sementara itu Alvaro masih berlutut di depan mereka sambil menunduk," ma..maaf Tante... om, Hansel sedikit nakal, tapi dia anak yang baik kok, jangan dimarahin ya, Alvaro yang salah gak ngajarin Hansel supaya sopan, jangan dimarahin, kalau mau dihukum biar Alvaro saja yang di hukum, maaf kan Hansel kalau dia nakal, Alvaro mohon maaf sebesar-besarnya, to...tolong jangan buang kami..." ucap anak itu sambil menggosok gosok kedua tangannya memohon pada mereka agar tidak membuat keduanya.
Betapa hancurnya hati mere melihat hal itu. Anak sekecil itu memohon agar tak di buang, padahal semua yang ada disini menyayangi nya.
"Abang jangan nangis hiks hiks hiks.... Abang juga kan sayang sama Mommy dan Daddy, Abang juga kan...
"Hansel stop!" anak itu membentak adiknya dengan wajah panik. Jelas dia terlihat khawatir dengan kata-kata adiknya .
Cherry tak tahan melihat ini, dia langsung meringsut ke lantai dan memeluk bocah itu sambil menangis sesenggukan.
"Nak... siapa bilang kami akan membuang kalian!!!" ucap Cherry yang kini menangis sesenggukan menatap Anak kecil itu.
.
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen 🤗
"Hmmm